Redaksi.co, Jakarta | KBPP Polri menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI Tahun 2026 Solid untuk Polri dan Negeri mengusung tema “Memperkuat Soliditas KBPP Polri sebagai Mitra Strategis dalam Mewujudkan Stabilitas dan Ketahanan Nasional”, Hotel JS Luwansa Jakarta, Jumat (15/5).

Forum nasional ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar putra-putri Polri untuk memperkokoh peran organisasi di tengah dinamika bangsa.

Sorotan menarik datang dari wawancara eksklusif bersama Samsu Rizal Arbi yang menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam organisasi harus diselesaikan dengan semangat kekeluargaan, bukan perpecahan.

“Kalau saya melihat, ini organisasi keluarga. Jadi persoalan apa pun sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan. Jangan sampai riak-riak di pusat justru memecah soliditas sampai ke daerah,” ujar Samsu Rizal Arbi di sela-sela Munas VI KBPP Polri.

Dalam pandangannya, dinamika pemilihan ketua umum merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar. Ia bahkan menyinggung pengalaman Munas sebelumnya yang selalu menghadirkan dinamika kandidat hingga detik terakhir.

“Dalam organisasi, peluang harus dibuka seluas-luasnya kepada kader terbaik. Selama sesuai AD/ART dan Tata Tertib organisasi, siapa pun berhak maju. Jangan sampai ada rekayasa yang membuat kader lain tidak bisa maju,” katanya.

Bahwa demokrasi internal KBPP Polri harus tetap dijaga dengan mengedepankan etika organisasi dan penghormatan terhadap pembina. Menurutnya, kepemimpinan dalam KBPP Polri membutuhkan kombinasi antara leadership, kemampuan manajerial, dan visi kebangsaan.

“Semua kader punya kelebihan masing-masing. Ada yang berlatar belakang pengusaha, organisatoris, maupun profesional. Tinggal bagaimana semuanya tetap berjalan dalam visi dan tujuan besar organisasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa KBPP Polri memiliki posisi strategis sebagai mitra Polri dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“Munas ini jangan hanya bicara soal memilih pemimpin. Yang lebih penting adalah bagaimana KBPP Polri tetap solid untuk Polri dan negeri,” ungkapnya.

Forum nasional tersebut juga diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen organisasi sekaligus memperkuat kontribusi KBPP Polri dalam mendukung program-program strategis Polri menuju Indonesia yang aman, stabil, dan berdaya saing.

“Kita harus ayunkan langkah bersama supaya KBPP Polri semakin jaya. Perbedaan itu biasa, tetapi persatuan harus tetap menjadi yang utama,” pungkasnya.