JAKARTA ,REDAKSI.CO– Kisah heroik perjuangan perempuan dalam mempertahankan tanah air kembali diangkat ke layar lebar. Kali ini, Manara Films menghadirkan Pasukan 1000 Janda, film bergenre fantasy action yang terinspirasi dari sejarah perjuangan Laksamana Malahayati bersama pasukan Inong Balee dalam menghadapi penjajah di perairan Aceh.
Disutradarai Archie Hekagery, film ini tidak sekadar menawarkan pertarungan dan aksi kolosal, tetapi juga mengangkat kisah tentang kehilangan, keberanian, solidaritas, serta kekuatan perempuan untuk bangkit dari keterpurukan.
Dalam keterangan pers di Jakarta, 2 November 2026, Pasukan 1000 Janda dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
Film ini mengikuti perjalanan Laksamana Malahayati yang diperankan Atiqah Hasiholan. Setelah kehilangan suaminya dalam pertempuran, Malahayati harus kembali menghadapi ancaman penjajah. Namun, perjuangannya kali ini tidak hanya menyangkut peperangan, melainkan juga tanggung jawab memimpin para perempuan yang mengalami nasib serupa.
Malahayati kemudian menghimpun dan melatih para perempuan yang tergabung dalam Pasukan Inong Balee. Mereka dibekali kemampuan bela diri, penggunaan senjata, hingga keterampilan bertempur untuk mempertahankan tanah Aceh dari ancaman musuh.
Kisah tersebut dikemas melalui pendekatan modern dengan rangkaian adegan laga, mulai dari duel satu lawan satu hingga pertempuran laut yang melibatkan penghancuran kapal.
Unsur aksi dan drama emosional menjadi kekuatan utama film ini dalam menghidupkan kisah perjuangan para perempuan Aceh.
Sutradara Archie Hekagery mengatakan, balutan fantasy action yang terinspirasi dari sejarah Malahayati diharapkan menghadirkan tontonan yang menghibur sekaligus memberikan pengalaman sinematik yang berbeda.
“Dengan balutan fantasy action yang terinspirasi dari kisah sejarah Malahayati, Pasukan 1000 Janda menyajikan tontonan yang akan menghibur, penuh aksi laga kolosal, dan bisa ditonton keluarga,” ujar Archie Hekagery.
Ia menambahkan, film ini membawa pesan bahwa kehilangan bukanlah akhir dari segalanya. Duka justru dapat menjadi kekuatan untuk bangkit dan memperjuangkan sesuatu yang lebih besar.
“Para perempuan di film ini membuktikan bahwa kehilangan bukan berarti akhir dari segalanya. Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee maju ke medan tempur berangkat dari rasa duka yang justru bertransformasi menjadi kekuatan besar untuk bangkit dan mempertahankan tanah air,” tambahnya.
Atiqah Hasiholan Jalani Workshop Action Tiga Bulan, memerankan sosok Laksamana Malahayati menjadi tantangan tersendiri bagi Atiqah Hasiholan. Untuk mendalami karakter sekaligus menghadirkan adegan laga yang meyakinkan, Atiqah harus menjalani workshop action selama tiga bulan.
Ia juga mempelajari penggunaan rencong, senjata tradisional khas Aceh, sebagai bagian dari persiapan memerankan tokoh pahlawan perempuan tersebut.
Atiqah mengungkapkan, Pasukan 1000 Janda merupakan pengalaman pertamanya membintangi film action. Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah menjalani adegan pertarungan di atas kapal menggunakan tali sling serta berduel satu lawan satu dengan aktor laga internasional Ron Smoorenburg.
“Ini adalah film action pertama saya. Saya harus melakukan adegan laga dengan tali sling di atas kapal, dan yang paling berkesan adalah saya harus duel satu lawan satu dengan aktor laga internasional berpengalaman Ron,” ujar Atiqah Hasiholan.
Dibintangi Deretan Aktor dan Aktris Ternama
Selain Atiqah Hasiholan sebagai Laksamana Malahayati, film ini menghadirkan sejumlah aktris yang memerankan anggota Pasukan Inong Balee, di antaranya Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani.
Jajaran pemain lainnya turut diperkuat Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, serta Ron Smoorenburg, aktor laga internasional asal Belanda yang pernah beradu akting dengan Jackie Chan dalam film Who Am I?.
Cut Mini yang memerankan Maisaroh juga menyoroti pesan pemberdayaan perempuan dalam film tersebut. Menurutnya, perempuan memiliki kekuatan untuk bangkit, sekalipun harus menghadapi kehilangan dan kesedihan.
“Perempuan pada dasarnya sudah diciptakan sangat kuat. Menangis dan bersedih itu wajar ketika kehilangan, tetapi air mata itu justru menjadi booster untuk bangkit kembali.
Pasukan Inong Balee membuktikan bahwa kekuatan itu ada di dalam diri setiap perempuan, tinggal kita memilih untuk menyerah atau bangkit menjadi pejuang yang tangguh,” ujar Cut Mini.
Film Pasukan 1000 Janda diproduseri Yuda Wirafianto, dengan Mifta Nur Rizki sebagai ko-produser dan Bunga Mentari sebagai produser eksekutif.

Menghidupkan Sejarah Perjuangan Perempuan Aceh , melalui film ini, Archie Hekagery menghadirkan kembali semangat perjuangan Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee dalam balutan hiburan layar lebar.
Kisahnya mengambil latar Selat Malaka pada 1599, ketika ancaman Portugis mengguncang wilayah Kesultanan Aceh Darussalam.
Dalam kisah tersebut, Malahayati digambarkan sebagai sosok laksamana perempuan yang berani dan cerdas dalam menghadapi kekuatan armada Portugis. Setelah berhasil mengusir musuh dari perairan Aceh, Malahayati justru menghilang tanpa jejak, meninggalkan pertanyaan tentang siapa yang akan memimpin ketika ancaman berikutnya datang.
Dengan menggabungkan drama, sejarah, dan aksi laga kolosal, Pasukan 1000 Janda diharapkan menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan semangat perjuangan perempuan kepada generasi muda.
Film produksi Manara Films ini akan mulai menghiasi layar bioskop Indonesia pada 12 November 2026.
