Top 5 This Week

Related Posts

AMPHURI: Ekosistem Haji Harus Perkuat Ekonomi Nasional

 

JAKARTA – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menilai penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional melalui berbagai sektor usaha yang terlibat dalam rantai penyelenggaraannya.

 

Sekretaris Jenderal AMPHURI, H.A. Zaky Zakaria Anshary, Lc., M.A., mengatakan bahwa setiap musim haji menghadirkan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian Indonesia. Menurutnya, manfaat tersebut dirasakan oleh berbagai pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengrajin, penyedia perlengkapan ibadah, hingga sektor jasa yang mendukung kebutuhan calon jamaah.

 

“Jamaah yang kembali dari Tanah Suci tidak hanya membawa predikat haji yang mabrur, tetapi juga telah menjadi bagian dari perputaran ekonomi nasional. Karena itu, kami berharap semakin besar nilai manfaat ekonomi dari ekosistem haji yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia,” ujar Zaky usai menghadiri Seminar Nasional di Kampus UHAMKA, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

 

Selain menyoroti aspek ekonomi, AMPHURI juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang dinilai berjalan dengan baik di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umroh. Menurut Zaky, keberhasilan tersebut patut diapresiasi mengingat kementerian baru tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya manusia.

 

Ia menegaskan bahwa penilaian AMPHURI dilakukan secara objektif berdasarkan pelaksanaan di lapangan. Terlepas dari berbagai tantangan yang ada, pelayanan kepada jamaah tetap dapat terlaksana dengan baik sehingga menunjukkan kesiapan pemerintah dalam mengelola penyelenggaraan ibadah haji secara profesional.

 

“Kami memberikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umroh atas kerja kerasnya dalam menyelenggarakan ibadah haji tahun ini. Keberhasilan tersebut menjadi modal penting untuk terus melakukan penyempurnaan pada penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang,” katanya.

 

Lebih lanjut, Zaky berharap pemerintah terus melakukan evaluasi dan inovasi agar kualitas pelayanan haji Indonesia semakin meningkat. Ia optimistis, apabila perbaikan dilakukan secara berkelanjutan, Indonesia berpeluang memperoleh pengakuan internasional atas kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

 

Menurutnya, penghargaan **Labaitum Award** dari Kerajaan Arab Saudi dapat menjadi target yang layak diwujudkan sebagai simbol keberhasilan Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.

 

“Harapan kami, ke depan Indonesia mampu meraih Labaitum Award sebagai bentuk pengakuan atas kualitas tata kelola dan pelayanan haji yang semakin baik,” tutupnya.

Popular Articles