Top 5 This Week

Related Posts

Camat Sampaga Kukuhkan Paskibra HUT ke-81 RI, Tekankan Disiplin dan Karakter Generasi Muda

Redaksi.co MAMUJU : Lapangan Desa Bunde menjadi saksi pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Sampaga, Muhammad Yusuf, S.H., M.H., dan dihadiri Kapolsek Sampaga, Kepala KUA, Panitia dan para anggota Paskibra, orang tua, serta jajaran pelatih.

Dalam momentum penuh kebanggaan tersebut, Muhammad Yusuf menyampaikan pesan tegas kepada para anggota Paskibra agar tidak memandang tugas mereka sekadar sebagai seremoni pengibaran bendera. Menurutnya, kesempatan menjadi Paskibra merupakan proses pembentukan karakter yang harus memberikan dampak jauh setelah tugas di lapangan selesai.

“Tidak semua anak bisa terpilih menjadi Paskibraka. Ini merupakan sebuah kebanggaan,” pesan Muhammad Yusuf.

Ia menegaskan, terpilihnya seorang anak menjadi anggota Paskibra merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Karena itu, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan diri dan membangun karakter yang kuat.

Muhammad Yusuf menjelaskan, pembinaan Paskibra tidak hanya berorientasi pada kemampuan baris-berbaris ataupun keterampilan menjalankan tugas pengibaran bendera.

Di balik setiap latihan, terdapat nilai yang jauh lebih penting, yakni disiplin, ketepatan waktu, tanggung jawab, kekompakan dan kerja sama.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang terus melekat dalam diri peserta, bahkan setelah seluruh rangkaian latihan dan tugas Paskibra berakhir.

“Dengan didikan dan pelatihan yang diberikan para pelatih, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bagi diri masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pembinaan Paskibra bukan hanya terlihat dari sempurnanya pelaksanaan upacara, tetapi juga dari perubahan sikap para peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk membentuk kemampuan dan mental peserta, pembinaan Paskibra Kecamatan Sampaga melibatkan pelatih dari berbagai unsur, termasuk TNI dan Polri.

Para pelatih memberikan bimbingan dan latihan secara intensif untuk meningkatkan keterampilan, ketahanan mental, kedisiplinan serta kemampuan bekerja dalam satu tim.

Muhammad Yusuf berharap proses tersebut mampu memberikan perubahan nyata bagi para anggota Paskibra.

Salah satu kebiasaan yang ditekankan adalah menghargai waktu. Peserta diharapkan terbiasa datang tepat waktu, menaati aturan dan menyelesaikan setiap tanggung jawab dengan penuh kesungguhan.

Ia juga mengingatkan agar kedisiplinan yang telah dibangun selama latihan tidak berhenti ketika tugas Paskibra selesai.

“Disiplin itu harus tetap dibawa pulang,” menjadi pesan penting yang diharapkan tertanam dalam diri setiap peserta.

Para anggota Paskibra diharapkan mampu menerapkan sikap disiplin di sekolah, di rumah maupun di tengah masyarakat. Dengan begitu, keberadaan mereka tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga mampu menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitar.

Muhammad Yusuf juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mempertahankan karakter yang telah dibentuk selama proses pembinaan.

Dukungan keluarga diperlukan agar kebiasaan positif seperti tepat waktu, tertib, bertanggung jawab dan menghargai aturan terus menjadi bagian dari kehidupan anak.

Dengan sinergi antara pelatih, orang tua dan lingkungan, pendidikan karakter yang diperoleh selama menjadi Paskibra diharapkan tidak berhenti di lapangan latihan.

Pengukuhan Paskibra Kecamatan Sampaga tahun 2026 pun menjadi lebih dari sekadar agenda menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia. Momentum ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme sekaligus karakter yang kuat.

Para anggota Paskibra diharapkan mampu memahami bahwa mengibarkan Merah Putih bukan hanya tentang menjalankan sebuah tugas, tetapi juga tentang menghormati perjuangan bangsa dan meneruskan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan.

Dari lapangan Desa Bunde, semangat itu diharapkan tumbuh: generasi muda yang bukan hanya tegak berdiri saat mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga teguh dalam disiplin, tangguh memikul tanggung jawab, dan mampu menjadi teladan serta membawa perubahan positif bagi keluarga dan masyarakat. (ZUL)

Popular Articles