Top 5 This Week

Related Posts

POKDARWIS PUSAKA TAMAN AYU MENJERIT: Pantai Endok Potensial, Namun Terabaikan Pemerintah

POKDARWIS PUSAKA TAMAN AYU MENJERIT: Pantai Endok Potensial, Namun Terabaikan Pemerintah

Lombok Barat | Redaksi.co
Di tengah gencarnya promosi sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Barat, nasib berbeda justru dialami oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pusaka Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Kelompok yang selama ini berjuang mengembangkan Wisata Pantai Endok mengaku minim perhatian dari pemerintah daerah maupun dinas terkait.


Ketua Pokdarwis Pusaka, Sahlandi, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih bergerak secara swadaya bersama sejumlah anggota yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan wisata di daerahnya.


Kami berharap Bapak Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), serta Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan, dan instansi terkait lainnya bisa sedikit memperhatikan kami. Pantai Endok memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi destinasi wisata unggulan Lombok Barat,” ujar Sahlandi kepada Redaksi.co.


Menurutnya, jika dikelola secara serius dan mendapatkan dukungan yang memadai, Pantai Endok tidak akan kalah bersaing dengan destinasi wisata yang lebih dahulu terkenal seperti Tanjung Karang maupun Senggigi.

Pantai ini memiliki panorama yang indah, hamparan pantai yang luas, serta suasana yang masih alami. Namun selama ini kami merasa belum pernah dilirik, bahkan sekadar ditanya perkembangan dan kebutuhan kami pun tidak pernah,” ungkapnya.


Ironisnya, dukungan yang diterima Pokdarwis dari pemerintah desa dinilai sangat minim. Sahlandi mengungkapkan bahwa sejak berdiri, pihaknya hanya pernah menerima bantuan sekitar Rp5 juta dari Pemerintah Desa Taman Ayu. Setelah itu, tidak ada lagi dukungan yang diberikan dengan alasan efisiensi anggaran.

Pertama kali kami hanya mendapat bantuan sekitar Rp5 juta. Tahun berikutnya tidak ada lagi. Alasannya efisiensi anggaran,” katanya.


Padahal, lanjut Sahlandi, keberadaan Pantai Endok berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar apabila dikembangkan secara serius.
Saat ini, fasilitas yang dimiliki Pokdarwis Pusaka masih sangat terbatas. Mereka hanya memiliki dua unit toilet dan dua berugak, itupun sebagian kondisinya sudah mulai rusak dan nyaris ambruk karena merupakan bangunan bekas.
Di sisi lain, dukungan justru datang dari pihak perusahaan. Selama ini, PLN Energi Primer Indonesia (EPI) dan Indonesia Power PLTU Jeranjang menjadi pihak yang turut membantu melalui program penghijauan dan dukungan sarana terbatas.


Bantuan yang kami terima bukan berupa uang, tetapi bibit pohon cemara untuk penghijauan kawasan wisata. Kami bersama anggota menanamnya satu per satu dengan harapan beberapa tahun ke depan kawasan ini menjadi lebih rindang dan nyaman bagi pengunjung,” jelasnya.

Pokdarwis Pusaka sendiri memiliki sekitar 20 anggota, namun hanya sebagian kecil yang aktif bekerja di lapangan. Mereka secara sukarela meluangkan waktu di tengah kesibukan dan pekerjaan masing-masing demi menjaga dan mengembangkan Pantai Endok.

Kami tidak digaji. Kami bekerja atas kesadaran sendiri karena ingin melihat wisata di daerah kami berkembang. Kami punya pekerjaan masing-masing, tetapi tetap menyempatkan diri datang, menanam pohon, membersihkan kawasan, dan melayani pengunjung,” ujar Sahlandi.


Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan sektor pariwisata. Di saat sejumlah destinasi wisata terus mendapatkan perhatian dan dukungan anggaran, Pantai Endok yang memiliki potensi besar justru terkesan berjalan sendiri tanpa pendampingan maupun program pengembangan yang nyata.
Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan, dan instansi terkait turun langsung melihat kondisi di lapangan. Jangan sampai semangat masyarakat yang bekerja tanpa pamrih ini padam karena merasa dibiarkan berjuang sendirian.
Jika kelompok masyarakat yang rela bekerja tanpa gaji, menanam pohon, menjaga lingkungan, dan membangun wisata dari nol saja tidak mendapat perhatian, lalu kepada siapa lagi harapan pengembangan pariwisata daerah akan disandarkan?
Pantai Endok bukan meminta kemewahan. Mereka hanya meminta perhatian.

Sumber: Redaksi.co
Jurnalis: Suhaili

Suhaili .
Suhaili .
Nama : H.suhaili Umur : 47 tahun Pekerjaan : Pers Asal : Taman ayu gerung lombok barat ntb

Popular Articles