Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, menghadiri Pembukaan Rapat Paripurna ke-II Masa Sidang I DPRK Aceh Barat Tahun 2026 dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRK Aceh Barat, Senin 30/3/2026
Rapat tersebut menjadi forum strategis tahunan sebagaimana diamanatkan UU Nomor 23 Tahun 2014 dan PP Nomor 13 Tahun 2019, yang mewajibkan pemerintah daerah melaporkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan kepada DPRK secara komprehensif.
“LKPJ Bukan Sekadar Laporan, tetapi Instrumen Evaluasi Bersama”
Dalam sambutannya, Wabup Said Fadheil menekankan bahwa LKPJ memiliki nilai penting sebagai mekanisme evaluasi antara eksekutif dan legislatif dalam memperbaiki arah pembangunan daerah.
“LKPJ adalah wadah untuk berbagi peran dalam menganalisis capaian kinerja sepanjang tahun 2025, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat diterjemahkan secara tepat dalam kebijakan pembangunan Aceh Barat,” tegasnya.
IPM Meningkat, Kemiskinan & Pengangguran Turun
Said memaparkan Beberapa capaian strategis Aceh Barat pada tahun 2025 di antaranya:
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 76,30 poin, meningkat 0,85 poin dari tahun 2024.
Kenaikan ini menunjukkan perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pendapatan masyarakat.
Sedangkan Tingkat kemiskinan turun signifikan dari 17,60 persen (2024) menjadi 15,50 persen (2025), Pengangguran terbuka juga turun dari 5,58 persen menjadi 5,46 persen.
Pendapatan per kapita meningkat dari Rp67,938 juta pada 2024 menjadi Rp71,015 juta di tahun 2025.
Wabup Said, juga memaparkan kondisi makro ekonomi daerah, menurutnya Pertumbuhan ekonomi 2025 berada di angka 4,44 persen, sedikit melambat dari 7,50 persen pada 2024 akibat dinamika harga dan perlambatan pada beberapa sektor produktif.
PDRB Aceh Barat menunjukkan tren positif:
ADHB naik menjadi Rp14,83 triliun
ADHK meningkat menjadi Rp9,06 triliun
Inflasi 2025 tercatat 5,56 persen, meningkat dari 3,29 persen, dipicu kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, serta perawatan pribadi.
Sedangkan APBK 2025 Terealisasi 92,62 Persen
Dalam bidang pengelolaan anggaran daerah, Pemkab Aceh Barat juga mencatat capaian baik, Pendapatan daerah terealisasi 97,32 persen dari target Rp1,41 triliun, Belanja daerah terealisasi 92,62 persen dari total Rp1,55 triliun
SILPA 2025 tercatat sebesar Rp76,89 miliar
Selain itu, Aceh Barat menerima satu program Tugas Pembantuan dari Kementerian Transmigrasi senilai Rp1,15 miliar yang realisasinya mencapai 97,95 persen, digunakan untuk pembangunan sarana di kawasan transmigrasi Woyla.
“Keberhasilan Ini Hasil Kerja Bersama”
Di akhir penyampaian, Wabup Said Fadheil menekankan bahwa seluruh hasil yang dicapai merupakan buah dari sinergi pemerintah, DPRK, dan seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama, kolaborasi, dan komitmen seluruh elemen yang mendukung pembangunan Aceh Barat,” pungkas said ****







