DUA RUMAH WARGA TERLEWAT PROGRAM RTLH, WARGA MINTA PERKIM LOBAR DAN PROVINSI TURUN KE LAPANGAN
Lombok Barat – Redaksi.co Program bantuan rumah dari Baznas Lombok Barat dan Baznas Provinsi NTB tengah bergulir di Desa Taman Ayu. Total 10 unit bantuan dari Baznas Lobar kini telah mencapai tahap finishing pada bagian tembok, sementara pemasangan atap masih menunggu realisasi pencairan anggaran tahap kedua. Adapun 5 unit tambahan dari Baznas Provinsi hingga saat ini belum menunjukkan progres, dan warga masih menunggu realisasi pelaksanaannya.

Namun di balik geliat pembangunan itu, dua rumah warga ternyata luput dari pendataan awal. Kondisinya jauh lebih memprihatinkan dibanding banyak rumah yang sudah masuk daftar penerima bantuan.

Di Dusun Peseng, Inak Kimah, seorang lansia yang hidup sendirian, tinggal di rumah yang hampir kalah oleh waktu. Atapnya sudah sangat rapuh, dindingnya hanya berupa bedek atau anyaman bambu, dan lantainya masih tanah liat. Setiap tetes hujan berubah menjadi ancaman. Ruang yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru menjadi ruang penuh risiko.

Tak jauh berbeda, di Dusun Bongor, rumah Redwan menunjukkan kondisi serupa. Dinding dari anyaman bambu mulai merenggang, lantai tanah liat mengeras dan pecah, sementara atapnya tidak lagi mampu menahan cuaca. Rumah itu lebih menyerupai peneduh sementara, bukan tempat tinggal yang layak.
Sebagai media, Redaksi.co terus menelusuri rumah-rumah yang seharusnya masuk dalam kategori wajib dibantu. Keterlewatannya tidak hanya menimbulkan pertanyaan, tetapi membuka kembali kebutuhan mendesak akan verifikasi lapangan yang lebih teliti.

Untuk itu, kami mengajak Dinas Perkim Lombok Barat dan Perkim Provinsi NTB agar turun langsung ke lokasi. Pendataan di belakang meja tidak selalu menangkap kenyataan yang dialami masyarakat. Kondisi fisik rumah seperti milik Inak Kimah dan Redwan membutuhkan mata yang melihat langsung, bukan hanya nama di daftar penerima.

Masyarakat berharap agar bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) benar-benar tepat sasaran, terutama kepada warga yang hidup dalam rumah ber-atap rapuh, berdinding bambu, dan berlantaikan tanah. Rumah adalah kebutuhan dasar, bukan kemewahan. Dan tidak seorang pun seharusnya menunggu sampai atap runtuh untuk mendapatkan perhatian.
Media Nasional investigasi-Redaksi.co
Reporter : Abach uhel
Abach uhel







