Top 5 This Week

Related Posts

Aksi PMII Guncang Kantor Bupati Mamuju, Demo Sampah Berujung Bentrok Dengan Aparat

Redaksi.co MAMUJU : Aksi unjuk rasa yang digelar kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju di depan Kantor Bupati Mamuju, Kamis, berlangsung panas dan berakhir ricuh. Demonstrasi yang menyoroti buruknya penanganan sampah di Kabupaten Mamuju itu berubah menjadi bentrokan antara massa aksi dengan aparat kepolisian serta personel Satpol PP yang berjaga di lokasi.

Ratusan mahasiswa turun ke jalan membawa tuntutan agar Pemerintah Kabupaten Mamuju segera mengambil langkah nyata dan terukur dalam mengatasi persoalan sampah yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Mereka menilai sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah yang ada saat ini tidak berjalan efektif sehingga memicu penumpukan sampah di berbagai titik.

Dalam orasinya, massa mendesak Bupati Mamuju dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk tidak lagi sekadar memberikan janji, melainkan menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang setiap hari menghadapi persoalan sampah.

Situasi mulai memanas ketika massa aksi berupaya mendekati area kantor bupati untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah daerah. Aparat keamanan yang berjaga berusaha menghalau pergerakan massa guna menjaga ketertiban di kawasan kantor pemerintahan.

Ketegangan memuncak saat terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan petugas. Bentrokan pun tak terhindarkan. Sejumlah mahasiswa dan aparat terlihat terlibat tarik-menarik di tengah suasana yang semakin memanas.

Menurut keterangan massa aksi, insiden tersebut dipicu ketika aparat kepolisian berusaha memadamkan api dari ban bekas yang dibakar peserta demonstrasi sebagai simbol protes terhadap lambannya penanganan sampah di daerah tersebut.

Meski sempat berlangsung tegang, aksi akhirnya berlanjut melalui proses audiensi. Dalam pertemuan tersebut, Asisten II Pemerintah Kabupaten Mamuju bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan yang diberi kewenangan menemui massa aksi menyampaikan komitmen untuk meneruskan tuntutan mahasiswa kepada Bupati Mamuju.

Pemerintah daerah juga disebut akan memfasilitasi pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mempertemukan PMII dengan Bupati Mamuju guna membahas secara khusus persoalan penanganan sampah di daerah itu.

Koordinator Lapangan Aksi PMII Cabang Mamuju, M. Defry S, menegaskan bahwa pihaknya berharap komitmen tersebut tidak berhenti pada janji semata.

Kami berharap ini bukan hanya janji. Penanganan sampah di Kabupaten Mamuju saat ini sangat tidak efektif. Armada pengangkutan sampah yang terbatas menyebabkan penumpukan di berbagai wilayah dan pelayanan pengangkutan belum maksimal di 11 kecamatan,” tegasnya.

PMII menilai persoalan sampah telah menjadi masalah serius yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah. Mereka memastikan akan terus mengawal komitmen yang telah disampaikan dalam audiensi hingga menghasilkan langkah nyata bagi masyarakat.

Aksi yang berakhir ricuh tersebut menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kabupaten Mamuju bahwa persoalan sampah kini bukan lagi sekadar isu kebersihan, melainkan telah berkembang menjadi tuntutan publik yang mendesak untuk segera diselesaikan. (ZUL)

Popular Articles