Redaksi.co MAMASA : Sorotan tajam diarahkan ke pemerintah daerah setelah kondisi dua anak di Kabupaten Mamasa viral dan memicu keprihatinan publik. Ketua DPC Partai Gerindra Mamasa, Hj. Andi Faridha Fachri, melontarkan pernyataan keras dan mendesak agar tidak ada lagi pembiaran terhadap persoalan perlindungan anak di daerah tersebut.
Ia menegaskan, kasus ini bukan sekadar isu media sosial yang lewat begitu saja. Menurutnya, viralnya kondisi dua anak tersebut justru membuka tabir lemahnya perhatian dan pelayanan sosial.
“Ini bukan sensasi. Ini alarm keras bagi kita semua. Dua anak ini bukan sekadar angka, mereka adalah tanggung jawab bersama, terutama pemerintah sebagai pemegang amanah,” tegasnya.
Gerindra Mamasa pun mendesak langkah cepat dan konkret. Pemerintah daerah diminta tidak hanya menunggu laporan, tetapi segera turun langsung ke lokasi. Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan pihak berwenang lainnya harus melakukan asesmen menyeluruh, memastikan perlindungan, perawatan, serta pemenuhan hak-hak kedua anak tersebut sebagai warga negara.
“Tidak boleh ada pembiaran. Tidak boleh ada keterlambatan. Setiap detik sangat berarti bagi masa depan mereka,” ujar Andi Faridha dengan nada tegas. Pernyataan ini menjadi tekanan moral sekaligus kritik terbuka agar pemerintah segera bergerak, bukan hanya merespons setelah viral.
Kasus ini kini menjadi ujian nyata bagi komitmen perlindungan anak di Mamasa. Publik menunggu langkah cepat pemerintah, apakah akan bertindak tegas, atau membiarkan persoalan kemanusiaan ini terus bergulir tanpa kepastian. (ZUL)

