redaksi.co, JAKARTA | Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengatakan pentingnya peran Kosgoro 1957 dalam memperkuat kaderisasi, pendidikan, dan ekonomi sebagai fondasi utama pembangunan organisasi dan partai.

Hal itu disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan pada Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 bertema “Mengabdi untuk Negeri” di Merlynn Park Hotel, Jakarta, Jumat (5/6).

Bahlil menyebut Kosgoro 1957 memiliki hubungan historis yang kuat dengan Partai Golkar dan telah berkontribusi besar dalam melahirkan kader-kader bangsa.

“Kosgoro memiliki peran penting karena membangun dua aspek sekaligus, yaitu pendidikan dan ekonomi. Karena itu, Kosgoro menjadi salah satu pilar penting bagi Partai Golkar,” kata Bahlil.

Menurutnya, kekuatan partai modern ditentukan oleh dua faktor utama, yakni kualitas sumber daya manusia dan kemampuan ekonomi organisasi.

“Jika kita berbicara mengenai kekuatan partai modern, maka terdapat dua hal yang sangat menentukan. Pertama adalah kecerdasan atau kualitas sumber daya manusia. Kedua adalah logistik atau kemampuan ekonomi organisasi,” ujarnya.

Bahlil juga menekankan pentingnya hubungan yang sehat antara organisasi pendiri dan partai politik. Menurutnya, organisasi harus menjadi wadah pembentukan karakter, kualitas, dan kepemimpinan kader sebelum berkontribusi bagi partai, bangsa, dan negara.

Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta Mubes menjaga persatuan dan mengedepankan semangat kebersamaan dalam proses pemilihan kepemimpinan organisasi.

Bahlil berharap Mubes V Kosgoro 1957 mampu menghasilkan program kerja yang relevan dengan kebutuhan zaman serta melahirkan kepemimpinan yang dapat memperkuat kontribusi organisasi bagi Partai Golkar, bangsa, dan negara.