Program Kapala Emas Capai Target, Fakfak Perkuat Hilirisasi Pala.

0
69

Fakfak, Redaksi.co – Target pendataan dan peminatan tanam pala seluas 1.000 hektare dalam Program Kawasan Pala Ekonomi Masyarakat Sejahtera (Kapala Emas Fakfak) resmi tercapai dan ditutup pada 27 Februari 2026.

Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak bersama Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Mbaham Matta Fakfak (YP2M3F), pemerintah distrik dan kampung, serta partisipasi aktif masyarakat yang antusias mendaftarkan diri dalam program pengembangan komoditas unggulan daerah tersebut.

Program Kapala Emas merupakan skema peminatan, di mana petani secara sukarela mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari pengembangan kawasan pala di Kabupaten Fakfak. Tingginya minat masyarakat dinilai sebagai bentuk optimisme terhadap masa depan komoditas pala sebagai sektor strategis daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menyatakan bahwa keberhasilan pendataan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mendukung program hilirisasi kawasan perkebunan pala, yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah.

“Hilirisasi kawasan diarahkan untuk memperkuat ekosistem perkebunan pala secara menyeluruh, tidak hanya pada peningkatan luas dan produksi, tetapi juga penguatan pascapanen, pengolahan, pengembangan produk turunan bernilai tambah hingga akses pemasaran,” ujarnya.

Menurutnya, melalui pendekatan tersebut, komoditas pala diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Memasuki tahapan berikutnya, Dinas Perkebunan akan melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima manfaat. Proses ini mencakup pemeriksaan identitas, pengecekan serta penetapan titik lokasi lahan, hingga memastikan kesesuaian administrasi dan teknis sesuai ketentuan program.

Langkah tersebut dilakukan guna menjamin ketepatan sasaran, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan, sekaligus memastikan kesiapan kawasan dalam mendukung agenda hilirisasi perkebunan pala secara berkelanjutan.

Bagi masyarakat yang belum terakomodasi dalam kuota tahun ini, pemerintah daerah mengimbau agar tetap mempersiapkan kelengkapan administrasi dan kesiapan lahan untuk diusulkan pada tahap berikutnya.

Lebih lanjut, Widhi menegaskan bahwa Program Kapala Emas bukan sekadar kegiatan perluasan tanam, melainkan bagian dari strategi investasi jangka panjang daerah.

“Pembangunan kawasan pala harus dipandang sebagai tabungan masa depan masyarakat. Pala merupakan komoditas unggulan Fakfak yang memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi. Ketika kita menanam hari ini, sesungguhnya kita sedang menyiapkan sumber pendapatan berkelanjutan bagi keluarga petani di masa mendatang,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui pendekatan kawasan dan dukungan hilirisasi, pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan adanya nilai tambah melalui pengolahan serta penguatan rantai pemasaran. Dengan demikian, hasil yang diperoleh petani tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, melainkan berkembang menjadi sumber kesejahteraan yang lebih stabil dan berdaya saing.

Keberhasilan pendataan 1.000 hektare ini dinilai menjadi bukti optimisme masyarakat terhadap masa depan komoditas pala. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga konsistensi pengembangan pala sebagai fondasi ekonomi jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Fakfak sebagai daerah penghasil pala yang berkualitas dan berkelanjutan.