Beranda blog Halaman 83

Kolonel (Purn) DR. Oktovianus Karundeng: Siap Kawal Program Pro Rakyat Presiden Prabowo

0

redaksi.co, Jakarta | Kolonel (Purn) DR. Oktovianus Karundeng, S.H., M.Pd., M.Ps., C.Ht., C.Hl., C.SA., C.CSA., C.CP., Konselor dengan jabatan Presiden SKD (Senyap Kosong Delapan) menyampaikan komitmennya di Forum Komunikasi Nasional (FKN)-08 untuk terus mengawal program-program pro rakyat dan pro kemandirian ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu disampaikan usai Konsolidasi Tahap II FKN-08 bertema “Konsolidasi Rakyat Mendukung Program Pro Rakyat dan Pro Kemandirian Ekonomi Presiden Prabowo Subianto” di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Oktovianus menyampaikan dirinya telah memasuki masa purnatugas dari dunia militer sejak tahun lalu. Setelah pensiun, ia mengaku lebih leluasa berkontribusi dalam aktivitas yang selama ini menghimpun berbagai elemen pendukung Presiden Prabowo. Jaringan tersebut, turut berperan dalam memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024. Beliau juga dikenal sebagai Kaperwil (Kepala Perwakilan Wilayah) Media Online Internasional “SUARA UTAMA” Provinsi Sulawesi Utara.

“Kami dulu punya 08, ada 250 mantan yang tersebar di 38 provinsi. Alhamdulillah bisa membawa Pak Presiden Prabowo menjadi Presiden Indonesia. Kami mulai bekerja saat mendukung Presiden ke-8, dan untuk seterusnya tetap 08,” kata Oktovianus.

Konsolidasi Tahap II FKN-08 digelar sebagai forum penguatan sinergi antarelemen pendukung pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program-program yang berpihak kepada masyarakat serta penguatan kemandirian ekonomi nasional.

Kodim 0708/Purworejo Gelar “Nobar Bola Gembira 2026” Bersama Warga di 11 Titik Koramil

0

Kebersamaan, Kodim 0708/Purworejo Gelar “Nobar Bola Gembira 2026” Bersama Warga di 11 Titik Koramil

Purworejo – Demam Piala Dunia 2026 kembali membakar semangat masyarakat. Riuh sorak sorai, tepuk tangan, hingga gelak tawa memenuhi halaman Koramil di berbagai penjuru Kabupaten Purworejo saat Kodim 0708/Purworejo bersama jajaran Koramil menggelar “Nobar Bola Gembira 2026”, menyaksikan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Norwegia, pada Minggu pagi pukul 04.00 WIB.

Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di 11 titik Koramil ini menjadi bukti nyata kedekatan TNI dengan masyarakat. Tidak sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola kelas dunia, nobar tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi, membangun komunikasi sosial, sekaligus menghadirkan hiburan yang sehat bagi masyarakat hingga ke pelosok desa.

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan ke lokasi nobar. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak memenuhi area yang telah disiapkan oleh Koramil. Mereka datang dengan mengenakan atribut tim favoritnya, membawa semangat kebersamaan untuk menikmati pertandingan dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh keakraban bersama para prajurit TNI.

Sorakan demi sorakan menggema setiap kali kedua tim menciptakan peluang. Suasana yang semula hening seketika berubah menjadi penuh euforia ketika momen-momen penting terjadi di lapangan. Kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat terlihat begitu akrab, mencerminkan eratnya kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini terus dibangun melalui berbagai kegiatan di wilayah.

Antusiasme warga begitu tinggi, terutama masyarakat yang berada di wilayah Koramil pelosok desa. Mereka mengaku sangat mengapresiasi inisiatif Kodim 0708/Purworejo yang menghadirkan fasilitas nonton bareng, sehingga masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap lokasi nobar di pusat kota tetap dapat menikmati kemeriahan Piala Dunia bersama keluarga, tetangga, dan anggota TNI.

 

Komandan Kodim 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, menyampaikan bahwa kegiatan “Nobar Bola Gembira 2026” merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi sosial dan mempererat hubungan emosional antara TNI dengan masyarakat.

 

“Sepak bola adalah olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi. Terlebih bagi warga di wilayah pelosok desa yang belum banyak memiliki kesempatan mengikuti kegiatan nobar seperti di perkotaan, kami ingin mereka juga merasakan kemeriahan Piala Dunia bersama TNI,” ungkap Dandim.

 

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat sportivitas. Selain menjadi hiburan, nobar ini juga menjadi ruang interaksi yang memperkokoh rasa persaudaraan, kebersamaan, serta kepedulian antara TNI dan masyarakat dalam menjaga situasi wilayah yang kondusif.

 

Melalui “Nobar Bola Gembira 2026”, Kodim 0708/Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial dan menjaga keamanan wilayah, tetapi juga sebagai sahabat rakyat yang mampu menghadirkan kebersamaan, kebahagiaan, serta semangat persatuan hingga ke pelosok Kabupaten Purworejo. Dengan semangat olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat akan semakin kuat dalam mewujudkan wilayah yang aman, harmonis, dan penuh rasa kekeluargaan.

kepedulian Pak Dewan ALFIN MA’RUFmenjadi suntikan motivasi luar biasa bagi Pakurejo Purworejo

0

PURWOREJO ,Minggu 12 Juli 2026– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo dari Fraksi Partai Demokrat, Alfin Ma’ruf Pratama, menyampaikan ucapan

 

selamat hari ulang tahun yang ke-10 (Satu Dekade) untuk Pakurejo (Paguyuban Keluarga Purworejo). Perayaan akbar ini mengusung tema “Perkuat Kerukunan Dan Jatidiri Melalui Seni Budaya Dalam Bingkai Kebhinnekaan Tunggal Ika”.Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Butuh, Grabag,Kutoarjo.mengapresiasi konsistensi Pakurejo selama terakhir dalam menjaga kerukunan warga serta melestarikan seni budaya lokal. . Satu dekade

 

bukanlah waktu yang singkat untuk terus konsisten merawat kebersamaan. Semoga momentum ini membuat seluruh keluarga besar paguyuban semakin solid, inovatif, dan terus menjadi pilar penguat jati diri budaya sekaligus penggerak sosial-ekonomi yang nyata di Purworejo,” ujar Alfin.Merespons perhatian tersebut, Ketua Pakurejo, Eko SBE, bersama pengurus paguyuban, Wahid, menyampaikan rasa terima kasih

yang mendalam atas dukungan moral maupun nyata yang selama ini diberikan oleh legislator muda Demokrat tersebut.”Kami mewakili seluruh keluarga besar Pakurejo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Alfin .Sesuai semboyan kita Sepatas dan Sepakat . WS

Dukungan Penuh Anggota DPRD Purworejo KH. Akhmat Tawabi.S.Sos. untuk Acara Anniversary Pakurejo ke 10

0

 

Purworejo,11 Juli 2026.Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Fraksi PPP Daerah Pemilihan 4, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan positif komunitas Pakurejo Purworejo.

Sebagai wakil rakyat sekaligus tokoh agama yang berasal dari kalangan ‘Polosoro’, beliau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat dan memperjuangkan anggaran untuk sektor-sektor yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

 

*Bentuk Dukungan dan Komitmen:

1. *Dukungan Pelayanan Masyarakat*

KH. Akhmat Tawabi aktif melakukan dan turun langsung . beliau menampung aspirasi warga terkait layanan kesehatan di Puskesmas dan percepatan perbaikan infrastruktur desa.

2. *Dukungan Pengawalan Anggaran Pendidikan Agama*

Beliau berkomitmen mengawal agar lembaga pendidikan agama seperti madrasah, TPQ, dan pondok pesantren mendapatkan perhatian anggaran yang merata. Hal ini untuk memastikan pendidikan agama di desa-desa terus berkembang sebagai pondasi pembentukan karakter masyarakat.

“Sebagai anggota DPRD, tugas kami adalah memastikan suara masyarakat sampai dan program yang menyentuh langsung ke warga bisa berjalan. Saya mendukung penuh setiap kegiatan yang membangun kebersamaan dan mencerdaskan masyarakat Purworejo,” ungkap KH. Akhmat Tawabi, S.Sos.

Dukungan penuh ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara DPRD Kabupaten Purworejo, pemerintah desa, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan Purworejo yang religius, sehat, dan sejahtera (Wahid)

Mamuju Jadi Role Model Nasional, Posbakum Nelayan Pertama Hadir di Sulbar

0

Redaksi.co MAMUJU : Kabupaten Mamuju kembali mencatatkan sejarah baru di sektor kelautan dan perikanan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sulawesi Barat akan meluncurkan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Nelayan Mamuju Keren, yang ditetapkan sebagai program percontohan (role model) nasional pertama di Indonesia dalam memberikan layanan bantuan hukum bagi nelayan.

Peluncuran program inovatif tersebut akan dirangkaikan dengan Pesta Nelayan “Eco-Fun Day for Mamuju” yang digelar di Kompleks Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sumare pada Sabtu, 18 Juli 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mamuju ke-486.

Kehadiran Posbakum Nelayan menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan hukum bagi masyarakat pesisir. Program ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus memperluas akses keadilan bagi nelayan yang selama ini kerap menghadapi berbagai persoalan hukum dalam menjalankan aktivitasnya.

Tidak hanya menghadirkan inovasi di bidang hukum, “Eco-Fun Day for Mamuju” juga dikemas sebagai pesta rakyat pesisir yang mengintegrasikan pelayanan publik, edukasi lingkungan, perlindungan sosial, hingga hiburan bagi masyarakat. Berbagai agenda akan mewarnai kegiatan tersebut, mulai dari sosialisasi Posbakum Nelayan, penanaman mangrove, hingga pencanangan Gerakan Masyarakat Makan Ikan (GEMARIKAN).

Panitia juga menyiapkan beragam layanan gratis bagi masyarakat. Di antaranya pemeriksaan kesehatan, pembuatan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA), pelayanan pembuatan SIM, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pendaftaran hak merek dan paten bagi pelaku UMKM, serta layanan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Pojok Perbankan yang didukung Bank Indonesia, Bank Sulselbar, BRI, dan BNI.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan nelayan, kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan penyerahan berbagai bantuan secara simbolis. Sebanyak 10 penerima manfaat akan memperoleh santunan BPJS Ketenagakerjaan senilai masing-masing Rp40 juta. Selain itu, pemerintah akan menyerahkan 40 unit mesin dalam dan bantuan alat tangkap kepada 70 nelayan, serta bantuan aspirasi (Pokok Pikiran/Pokir) DPRD bagi kelompok nelayan.

Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TP PKK Kabupaten Mamuju dan Provinsi Sulawesi Barat, BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Pertanian, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah desa dan komunitas KNMP Sumare, serta dukungan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selain pelayanan publik, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai kegiatan menarik seperti pasar murah, makan ikan bersama, hiburan musik, serta pembagian ratusan doorprize. Seluruh nelayan dan masyarakat pesisir se-Kabupaten Mamuju diundang untuk hadir dan memanfaatkan seluruh layanan yang disediakan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, memperkuat perlindungan bagi nelayan, serta mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan menuju Mamuju yang semakin maju dan sejahtera. (ZUL)

Bukan Hantu Bikin Merinding, Tapi Manusia! “Cek Khodam” Datang Membalik Dunia Mistis dengan Tawa yang Meledak

0

JAKARTA, Redaksi.co – Jika selama ini manusia selalu digambarkan ketakutan melihat makhluk gaib, film “Cek Khodam” justru membalik keadaan, Kali ini giliran para penghuni dunia mistis yang dibuat kelabakan menghadapi tingkah manusia modern yang semakin sulit dipahami.

Suasana Gala Premiere dan Press Conference yang berlangsung di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026), dipenuhi gelak tawa para tamu undangan, insan perfilman, hingga awak media, Sejak cuplikan pertama diputar, film produksi Dee Company ini langsung memperlihatkan identitasnya sebagai horor-komedi yang berani keluar dari pakem film horor konvensional.

Alih-alih hanya menghadirkan adegan menyeramkan, “Cek Khodam” menawarkan sindiran jenaka tentang fenomena viral “cek khodam” yang pernah membanjiri media sosial,Ceritanya berkembang menjadi petualangan penuh kekacauan ketika rasa penasaran manusia justru membuat keseimbangan dunia gaib berubah total.

Sutradara Jeropoint menghadirkan cerita dengan ritme cepat yang dipenuhi humor segar, dibantu naskah yang ditulis bersama Sandikagusti dan Shintapuji,Sementara itu, Dheeraj Kalwani dipercaya sebagai Produser sekaligus Produser Eksekutif yang mengawal proses produksi hingga siap menyapa penonton Indonesia.

Film ini juga menjadi panggung debut penyanyi sekaligus entertainer Jirayut di layar lebar, Ia memerankan karakter Sakti bersama Saputra Kori sebagai Wira dan Benidictus Siregar sebagai Bima.

Deretan pemain lainnya seperti Kak Gem, Tante Lala, Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, dan Fanny Fadillah semakin memperkuat warna komedi yang menyatu dengan nuansa horor.

Usai pemutaran perdana, tepuk tangan panjang dan tawa para penonton menjadi gambaran awal bahwa “Cek Khodam” berhasil menghadirkan pengalaman berbeda, Banyak tamu menilai film ini bukan sekadar menyuguhkan cerita mistis, tetapi juga menyentil realitas kehidupan masyarakat yang kini lebih sibuk menghadapi persoalan ekonomi, pekerjaan, dan tekanan hidup daripada memikirkan sosok-sosok gaib.

Dengan racikan horor, komedi, fantasi, dan satire sosial yang dikemas ringan, “Cek Khodam” diyakini memiliki daya tarik tersendiri bagi penonton dari berbagai kalangan, Film ini seolah mengajak publik untuk menertawakan ketakutan mereka sendiri, sekaligus menikmati hiburan yang penuh kejutan.

“Cek Khodam” dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026,Kehadirannya diprediksi menjadi salah satu tontonan lokal paling menghibur pada musim liburan tahun ini, membuktikan bahwa kadang-kadang yang paling menakutkan bukanlah hantu, melainkan ulah manusia itu sendiri.

Polsek Kiarapedes Pantau Jagung Hibrida, Beri Edukasi Penting Jelang Panen

0

Polsek Kiarapedes Dampingi Petani Pantau Jagung Hibrida, Edukasi Pentingnya Fase Reproduktif Menuju Panen Berkualitas

PURWAKARTA – Dukungan Polri terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional terus diwujudkan melalui pendampingan langsung kepada para petani. Salah satunya dilakukan Personel Polsek Kiarapedes Polres Purwakarta dengan melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung hibrida di Kampung Campaka Isna, Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh AIPTU Ririk AB yang berdialog langsung dengan petani jagung, Bapak Sopian, guna memantau perkembangan tanaman sekaligus menyerap informasi mengenai kondisi pertanian di wilayah tersebut.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kapolsek Kiarapedes IPDA Nopian Firmansyah mengatakan bahwa kehadiran personel Polri di tengah para petani merupakan bentuk nyata dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat.

  • “Kami ingin memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik melalui pendampingan dan komunikasi langsung dengan para petani. Kehadiran anggota di lapangan bukan hanya untuk menjaga situasi kamtibmas, tetapi juga memberikan motivasi serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi petani sehingga dapat dicarikan solusi bersama dengan instansi terkait,” ujar IPDA Nopian Firmansyah.

Dalam dialog yang berlangsung di tengah hamparan tanaman jagung, AIPTU Ririk AB bersama Bapak Sopian membahas perkembangan tanaman yang kini memasuki fase reproduktif, salah satu tahapan paling penting dalam budidaya jagung.

Pada fase ini, tanaman mulai mengeluarkan bunga jantan (tassel), disusul munculnya bunga betina berupa rambut jagung (silk), kemudian pembentukan tongkol hingga proses pengisian biji menuju masa panen.

Bapak Sopian menjelaskan bahwa fase reproduktif merupakan penentu utama keberhasilan panen. Pada tahap ini proses penyerbukan harus berlangsung secara optimal agar tongkol terisi penuh dan menghasilkan biji yang berkualitas.

Oleh karena itu, tanaman memerlukan perawatan yang lebih intensif, mulai dari menjaga ketersediaan air, pemupukan yang seimbang, hingga pengendalian hama dan penyakit yang dapat mengganggu proses pembentukan biji.

  • “Kalau pada fase ini tanaman kekurangan air atau terserang hama, hasil panen bisa menurun. Karena itu, perawatan harus lebih diperhatikan sampai masa panen tiba,” tutur Bapak Sopian.

Menanggapi hal tersebut, AIPTU Ririk AB mengajak para petani untuk rutin memantau perkembangan tanaman serta segera berkoordinasi dengan penyuluh pertanian apabila menemukan gejala serangan hama maupun penyakit. Langkah deteksi dini dinilai sangat penting untuk menjaga produktivitas tanaman sekaligus meminimalkan potensi kerugian.

Selain mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi petani mengenai pentingnya memahami setiap fase pertumbuhan tanaman jagung. Dengan pengelolaan yang tepat pada fase reproduktif, diharapkan hasil panen dapat meningkat sehingga mampu mendukung swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Purwakarta.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk di sektor pertanian.

“Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan. Melalui pendampingan yang dilakukan personel di lapangan, Polri berharap dapat memberikan motivasi kepada para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian. Sinergi antara Polri, petani, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tutur IPTU Tini Yutini. (*/SK)

Sumber: Sihumas Polres Purwakarta

Desa Mekarjaya, Hamparan Hijau Terluas di Ciemas Menyimpan Potensi Pertanian dan Wisata Geopark Ciletuh

0

Redaksi.co, Sukabumi || Di tengah bentang alam selatan Kabupaten Sukabumi, terdapat sebuah desa yang dikenal dengan hamparan lahannya yang luas dan potensi alam yang melimpah. Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, hadir sebagai salah satu wilayah agraris yang menyimpan peluang besar bagi pengembangan sektor pertanian, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis alam.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Desa Mekarjaya merupakan desa bukan pesisir dengan topografi dataran dan berada di luar kawasan hutan. Dengan luas wilayah mencapai sekitar 8.768 hektare, Desa Mekarjaya tercatat sebagai desa terluas di Kecamatan Ciemas.

Secara administratif, Desa Mekarjaya berbatasan dengan Desa Tamanjaya di sebelah utara, Desa Mekarsakti di sebelah timur, Desa Ciemas di sebelah selatan, dan Desa Mandrajaya di sebelah barat. Posisi strategis tersebut menjadikan desa ini sebagai salah satu simpul penghubung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan selatan Sukabumi.

Keunggulan utama Desa Mekarjaya terletak pada sektor pertaniannya. Hamparan lahan produktif di desa ini menghasilkan berbagai komoditas unggulan, mulai dari padi, palawija, hingga aneka tanaman hortikultura yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Selain pertanian, sektor perkebunan rakyat dan peternakan juga berkembang cukup baik. Sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencahariannya pada kegiatan agraris yang telah menjadi bagian dari tradisi dan identitas desa selama bertahun-tahun.

Potensi tersebut menjadikan Desa Mekarjaya memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai kawasan ekonomi berbasis pertanian terpadu. Pengembangan sektor hilir melalui pengolahan hasil pertanian dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Tidak hanya unggul di sektor agraris, Desa Mekarjaya juga memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan kawasan Geopark Ciletuh, salah satu destinasi unggulan Kabupaten Sukabumi yang telah dikenal hingga tingkat internasional. Kedekatan geografis tersebut membuka peluang bagi desa untuk mengembangkan potensi wisata berbasis alam, edukasi, dan budaya.

Keberadaan akses menuju kawasan wisata dan konservasi di Kecamatan Ciemas menjadi modal penting bagi Desa Mekarjaya untuk mengembangkan konsep pariwisata terpadu yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Potensi agrowisata, wisata edukasi pertanian, hingga pengembangan produk-produk UMKM lokal dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Dengan dukungan sumber daya alam yang luas, masyarakat yang memiliki budaya agraris yang kuat, serta kedekatannya dengan kawasan Geopark Ciletuh, Desa Mekarjaya memiliki prospek besar untuk tumbuh menjadi salah satu desa unggulan di Kabupaten Sukabumi.

Di tengah geliat pembangunan kawasan selatan Sukabumi, Desa Mekarjaya hadir sebagai representasi harmoni antara kekayaan alam dan semangat masyarakat dalam mengelola potensi daerah. Sebuah desa yang tidak hanya menjadi lumbung pertanian, tetapi juga menyimpan peluang besar untuk berkembang sebagai pusat ekonomi lokal dan destinasi wisata berbasis potensi desa.

Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, dengan kode wilayah 32.02.22.2004 dan kode pos 43177, terus menegaskan posisinya sebagai salah satu desa yang menjanjikan di kawasan selatan Sukabumi—tempat di mana kesuburan alam bertemu dengan harapan akan masa depan yang lebih maju dan berkelanjutan. (YM)***

Editor : Opik

Disdik Kab.Sukabumi Tegaskan MPLS 2026 Bebas Pungli dan Jual Beli Seragam

0

Redaksi.co, Sukabumi || Tahun ajaran baru seharusnya menjadi momen membahagiakan bagi anak dan orang tua. Namun, tidak sedikit keluarga yang justru dihantui kekhawatiran akan berbagai biaya tambahan saat memasuki sekolah.

Menjawab persoalan tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 harus berlangsung tanpa pungutan liar, bebas komersialisasi, dan tidak membebani orang tua murid.

Ketegasan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.1/4636/Sekret/2026 yang mewajibkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SPNF SKB, menyelenggarakan MPLS Ramah yang edukatif, aman, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik baru.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Surat Nomor 13632/B/A.H4/PK.01.00/2026 tentang penyelenggaraan MPLS Ramah di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan sekolah harus menjadi ruang yang memberikan rasa aman dan kegembiraan bagi peserta didik maupun orang tua, bukan justru menghadirkan beban ekonomi di awal tahun ajaran.

“Kami ingin mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang bersih, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Sukabumi,” ujar Deden, Kamis (9/7/2026).

Karena itu, Disdik melarang segala bentuk praktik bisnis di lingkungan sekolah. Pihak sekolah, pendidik, maupun komite tidak diperbolehkan melakukan penjualan buku pelajaran, lembar kerja siswa (LKS), modul, pakaian seragam, maupun berbagai atribut sekolah lainnya.

Menurut Deden, pengadaan seragam sekolah sepenuhnya menjadi hak orang tua atau wali murid untuk membeli secara mandiri sesuai kemampuan dan pilihan masing-masing.

Selain itu, berbagai istilah pungutan, seperti biaya pembangunan, biaya administrasi, maupun sumbangan yang bersifat wajib di awal tahun ajaran juga tidak diperkenankan. Kegiatan seperti perpisahan, wisuda, dan study tour pun tidak boleh dijadikan kewajiban berbayar yang membebani peserta didik dan orang tua.

Bagi Disdik Kabupaten Sukabumi, kebijakan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan aturan administrasi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang berkeadilan dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian keluarga, memasuki tahun ajaran baru diharapkan tidak lagi identik dengan daftar panjang pengeluaran tambahan. Sebaliknya, hari pertama sekolah harus menjadi awal yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan belajar, membangun pertemanan baru, dan menumbuhkan semangat menuntut ilmu.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, Disdik Kabupaten Sukabumi berharap MPLS 2026/2027 benar-benar menjadi ruang pengenalan sekolah yang ramah, inklusif, dan bebas dari praktik yang dapat mengurangi makna pendidikan sebagai hak setiap anak bangsa. (YM)***

Editor : Yosep

64 Pramuka Terbaik Kab.Sukabumi Bersiap ke Jambore Nasional 2026, Bawa Mimpi dan Nama Daerah ke Cibubur

0

Redaksi.co, Sukabumi || Di tengah era digital yang membuat banyak anak dan remaja lebih akrab dengan layar gawai, sebanyak 64 anggota Pramuka terbaik Kabupaten Sukabumi justru memilih jalan berbeda. Mereka menyiapkan diri untuk belajar tentang disiplin, kepemimpinan, dan kebersamaan melalui Jambore Nasional (Jamnas) 2026.

Ke-64 peserta tersebut resmi dipersiapkan sebagai kontingen Kabupaten Sukabumi yang akan mengikuti Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada Agustus 2026. Sebelum berangkat, mereka mengikuti Training Center (TC) II yang digelar di Pondok Modern Assalam Putri, Kecamatan Warungkiara, Jumat (10/7/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, S.Pd.I., M.Si., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi, mengatakan seluruh peserta merupakan hasil seleksi dan pembinaan yang dilakukan secara bertahap.

“Seluruh peserta yang berangkat merupakan hasil seleksi terbaik. Nantinya mereka akan bergabung dengan peserta Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia dalam ajang Jambore Nasional yang direncanakan dibuka oleh Presiden Prabowo,” ujar Deden.

Menurutnya, keikutsertaan para pelajar dalam Jambore Nasional bukan sekadar menghadiri kegiatan perkemahan. Lebih dari itu, mereka membawa amanah untuk menjadi duta generasi muda Kabupaten Sukabumi yang memiliki karakter disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan berjiwa kebangsaan.

Deden menilai Gerakan Pramuka masih relevan di tengah perubahan zaman. Melalui berbagai aktivitas kepramukaan, peserta didik dilatih untuk hidup sederhana, menghargai perbedaan, bekerja sama, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar memanfaatkan Jambore Nasional sebagai ruang belajar yang berharga. Ia mengajak para peserta untuk memperluas wawasan, menjalin persahabatan dengan anggota Pramuka dari berbagai daerah, dan membawa pulang pengalaman yang dapat menginspirasi lingkungan sekitarnya.

Ia juga mengapresiasi para generasi muda yang tetap aktif dalam Gerakan Pramuka di tengah derasnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, organisasi kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi yang tangguh dan mampu membangun komunikasi serta kerja sama secara nyata di tengah masyarakat.

Bagi 64 anggota Pramuka tersebut, perjalanan menuju Cibubur bukan sekadar mengikuti agenda nasional. Mereka membawa harapan orang tua, sekolah, dan daerahnya untuk menunjukkan bahwa generasi muda Sukabumi tidak hanya siap berprestasi secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Melalui Training Center II, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap seluruh kontingen mampu tampil maksimal selama mengikuti Jambore Nasional 2026 dan mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi melalui prestasi, sikap, serta semangat kepramukaan yang membanggakan. (YM)***

Editor : Opik