Top 5 This Week

Related Posts

Polsek Kiarapedes Pantau Jagung Hibrida, Beri Edukasi Penting Jelang Panen

Polsek Kiarapedes Dampingi Petani Pantau Jagung Hibrida, Edukasi Pentingnya Fase Reproduktif Menuju Panen Berkualitas

PURWAKARTA – Dukungan Polri terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional terus diwujudkan melalui pendampingan langsung kepada para petani. Salah satunya dilakukan Personel Polsek Kiarapedes Polres Purwakarta dengan melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung hibrida di Kampung Campaka Isna, Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh AIPTU Ririk AB yang berdialog langsung dengan petani jagung, Bapak Sopian, guna memantau perkembangan tanaman sekaligus menyerap informasi mengenai kondisi pertanian di wilayah tersebut.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kapolsek Kiarapedes IPDA Nopian Firmansyah mengatakan bahwa kehadiran personel Polri di tengah para petani merupakan bentuk nyata dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat.

  • “Kami ingin memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik melalui pendampingan dan komunikasi langsung dengan para petani. Kehadiran anggota di lapangan bukan hanya untuk menjaga situasi kamtibmas, tetapi juga memberikan motivasi serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi petani sehingga dapat dicarikan solusi bersama dengan instansi terkait,” ujar IPDA Nopian Firmansyah.

Dalam dialog yang berlangsung di tengah hamparan tanaman jagung, AIPTU Ririk AB bersama Bapak Sopian membahas perkembangan tanaman yang kini memasuki fase reproduktif, salah satu tahapan paling penting dalam budidaya jagung.

Pada fase ini, tanaman mulai mengeluarkan bunga jantan (tassel), disusul munculnya bunga betina berupa rambut jagung (silk), kemudian pembentukan tongkol hingga proses pengisian biji menuju masa panen.

Bapak Sopian menjelaskan bahwa fase reproduktif merupakan penentu utama keberhasilan panen. Pada tahap ini proses penyerbukan harus berlangsung secara optimal agar tongkol terisi penuh dan menghasilkan biji yang berkualitas.

Oleh karena itu, tanaman memerlukan perawatan yang lebih intensif, mulai dari menjaga ketersediaan air, pemupukan yang seimbang, hingga pengendalian hama dan penyakit yang dapat mengganggu proses pembentukan biji.

  • “Kalau pada fase ini tanaman kekurangan air atau terserang hama, hasil panen bisa menurun. Karena itu, perawatan harus lebih diperhatikan sampai masa panen tiba,” tutur Bapak Sopian.

Menanggapi hal tersebut, AIPTU Ririk AB mengajak para petani untuk rutin memantau perkembangan tanaman serta segera berkoordinasi dengan penyuluh pertanian apabila menemukan gejala serangan hama maupun penyakit. Langkah deteksi dini dinilai sangat penting untuk menjaga produktivitas tanaman sekaligus meminimalkan potensi kerugian.

Selain mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi petani mengenai pentingnya memahami setiap fase pertumbuhan tanaman jagung. Dengan pengelolaan yang tepat pada fase reproduktif, diharapkan hasil panen dapat meningkat sehingga mampu mendukung swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Purwakarta.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk di sektor pertanian.

“Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan. Melalui pendampingan yang dilakukan personel di lapangan, Polri berharap dapat memberikan motivasi kepada para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian. Sinergi antara Polri, petani, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tutur IPTU Tini Yutini. (*/SK)

Sumber: Sihumas Polres Purwakarta

Popular Articles