Senin, Maret 16, 2026
Beranda blog Halaman 6

Transjakarta Buka Rute Blok M–Bandara Soetta, Tarif Rp3.500 Selama Uji Coba

0

Transjakarta Resmi Tambah Rute Baru ke Bandara Soetta Kota Tangerang

 

 

 

Transjakarta secara resmi menambah rute baru menuju ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang, Banten, usai diluncurkannya Transjabodetabek SH2 Blok M – Bandara Soekarno Hatta oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Terminal Blok M Jakarta, Kamis, (12/03/2026).

 

 

 

Ini menambah 5 (Lima) rute transjakarta yang sebelumnya telah ada yakni rute Poris Plawad – Petamburan, Poris Plawad – Juanda, Ciledug – Tegal Mampang dan Puri Beta – Pancoran serta Puri Beta – Flyover Kuningan.

 

 

 

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, yang turut hadir dalam acara peresmian menyampaikan apresiasinya atas peluncuran rute baru Transjakarta tersebut yang dinilainya semakin memudahkan akses masyarakat khususnya para pemudik yang akan ke Bandara Soetta menjelang arus mudik lebaran tahun ini.

 

 

 

“Tentunya ini akan semakin memperkaya serta mempermudah akses masyarakat di Wilayah Jabodetabek untuk menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta yang ada di Kota Tangerang,” ujar Sachrudin.

 

 

 

Selain itu, Sachrudin berharap rute baru tersebut dapat membantu meminimalisir kemacetan dari atau menuju ke Kota Tangerang.

 

 

 

“Karena pada pagi hari sebagian besar penduduk Tangerang banyak yang berangkat bekerja ke ibu kota. Terlebih Kota Tangerang sebagai kota jalur lintas, baik dilintasi oleh rute tol Jakarta-Merak, Bandara Soekarno-Hatta, juga ada jalan nasional Jakarta Serang, yang namanya Jalan Daan Mogot dan Gatot Subroto,” terang Wali Kota Tangerang.

 

 

 

“Untuk itu, kami harap dengan adanya peluncuran Transjabodetabek Blok M – Bandara Soekarno Hatta ini akan bisa meminimalisir kemacetan,” harap Sachrudin.

 

 

 

Sachrudin, juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang siap mendukung pengembangan konektivitas transportasi di kawasan aglomerasi Jabodetabek, termasuk melalui sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta operator transportasi.

 

“Oleh karena itu, kami terus mendorong kolaborasi lintas wilayah agar sistem transportasi publik semakin terintegrasi, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” terangnya.

 

 

 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, dalam konferensi persnya menerangkan bahwa selama tiga bulan pertama tarif bus di rute tersebut akan dipatok Rp3500 untuk sekali perjalanan.

 

 

 

“Terutama dalam rangka menyambut Idulfitri dan selama tiga bulan uji coba tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan terus melakukan evaluasi terkait tarif,” terang Pramono.

 

Untuk diketahui, Transjabodetabek SH2 Rute Blok M – Bandara Soetta tersebut akan berhenti di 23 titik dengan durasi perjalanan kurang lebih 121 menit, di mana rute tersebut memiliki panjang lintasan tak kurang dari 65,1 kilometer, dengan jumlah armada sebanyak 14 bus akan dengan waktu tunggu atau headway rute sekitar 10 sampai 20 menit.(*/red)

Menjelang Idul Fitri 1447 H, Ketua PHBI Fakfak Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Jaga Kerukunan.

0

Fakfak, Redaksi.co – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Fakfak, Mohjak Rengen, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai kesempatan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hal tersebut disampaikan Mohjak Rengen sebagai pesan kepada masyarakat di tengah suasana Ramadan yang semakin mendekati puncaknya. Menurutnya, Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menuturkan, Ramadan dan Idul Fitri memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam. Selain meningkatkan kualitas ibadah, momen ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat hubungan sosial antarwarga.

“Idul Fitri adalah waktu yang sangat tepat bagi kita semua untuk merefleksikan diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Mohjak Rengen.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terpelihara dengan baik di Kabupaten Fakfak. Daerah yang dikenal dengan semangat toleransi dan kebersamaan tersebut, menurutnya, harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

Mohjak Rengen mengajak masyarakat agar terus memelihara nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda.

“Mari kita jaga kebersamaan dan kerukunan di tengah masyarakat. Walaupun berbeda agama, kita tetap hidup berdampingan dengan damai,” ungkapnya.

Ia menilai, keharmonisan yang telah terbangun di Fakfak merupakan modal sosial yang sangat penting bagi pembangunan daerah. Karena itu, momentum Idul Fitri diharapkan dapat semakin memperkuat rasa persaudaraan serta mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan.

Di akhir penyampaiannya, Mohjak Rengen juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Fakfak. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah selama bulan suci ini dapat dijalankan dengan baik hingga tiba hari kemenangan.

Selain itu, ia juga mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Fakfak, seraya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin.

“Mewakili PHBI, saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga semua rencana yang kita siapkan dapat berjalan dengan baik dan membawa kebaikan bagi masyarakat,” tutupnya.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai toleransi yang terus dijaga, masyarakat Fakfak diharapkan dapat menyambut Idul Fitri tahun ini dengan penuh kedamaian, kebahagiaan, serta semangat persaudaraan yang semakin kuat.

Jelang Idul Fitri 1447 H, PHBI Fakfak Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan.

0

Fakfak, Redaksi.co – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Fakfak menggelar rapat koordinasi guna mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Rapat yang dilaksanakan pada Kamis (12/03/2026) tersebut melibatkan berbagai unsur terkait, mulai dari aparat keamanan hingga instansi teknis dan organisasi kemasyarakatan.

Ketua PHBI Kabupaten Fakfak, Mohjak Rengen, menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut memiliki peran penting karena menjadi wadah untuk menyatukan langkah seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan Idul Fitri di daerah tersebut.

Menurutnya, pelibatan berbagai unsur dalam rapat ini bertujuan agar setiap pihak dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga seluruh agenda kegiatan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

“Kegiatan rapat hari ini sangat bermakna karena kita melibatkan seluruh komponen yang berkaitan dengan pelaksanaan Idul Fitri, mulai dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, hingga pihak-pihak lain yang memiliki peran dalam mendukung kelancaran kegiatan masyarakat,” ujar Mohjak.

Ia menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut PHBI bersama para pihak terkait juga membahas sejumlah agenda kegiatan yang akan dilaksanakan menjelang hingga setelah Hari Raya Idul Fitri. Untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan baik, panitia telah menyusun jadwal kegiatan secara terstruktur dan terkoordinasi.

Selain pelaksanaan Salat Idul Fitri, PHBI juga merencanakan berbagai kegiatan bernuansa religius dan sosial yang melibatkan masyarakat. Di antaranya adalah lomba-lomba bernuansa Idul Fitri yang bertujuan untuk meningkatkan semangat kebersamaan serta menyemarakkan suasana hari raya.

Salah satu agenda yang turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah pelaksanaan malam takbiran. PHBI merencanakan kegiatan takbiran keliling yang akan melibatkan masyarakat dengan rute yang telah disiapkan secara sementara.

Rute takbiran keliling tersebut direncanakan dimulai dari kawasan bandara lama dan akan melintasi sejumlah titik di wilayah Kota Fakfak hingga berakhir di Kampung Raduria, Distrik Fakfak Tengah. Namun demikian, rute tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan aparat keamanan guna memastikan kegiatan dapat berlangsung dengan aman serta tidak mengganggu ketertiban lalu lintas.

“Kita perlu menyamakan persepsi dengan aparat keamanan agar kegiatan takbiran dapat berjalan dengan tertib dan aman bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri, PHBI Fakfak telah menyiapkan enam titik lokasi pelaksanaan salat berjamaah. Lokasi utama direncanakan berlangsung di Lapangan 16 November yang selama ini menjadi pusat pelaksanaan salat Id bagi masyarakat Fakfak.

Selain di Lapangan 16 November, pelaksanaan salat Id juga akan digelar di sejumlah masjid besar di wilayah Fakfak, seperti Masjid Raya, serta beberapa masjid lainnya yang tersebar di beberapa titik untuk memudahkan masyarakat dalam mengikuti ibadah tersebut.

Tidak hanya itu, setelah perayaan Idul Fitri, PHBI juga merencanakan kegiatan halal bihalal yang akan dilaksanakan sekitar tiga hari setelah hari raya. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Gedung KONI Fakfak sebagai wadah silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.

Mohjak berharap seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Harapan kami tentu seluruh rangkaian kegiatan Idul Fitri di Fakfak dapat berjalan lancar, aman, dan penuh kebersamaan. Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi kita semua untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Kapolres Mateng Pimpin Apel Operasi Ketupat Marano 2026, Aparat Siap Amankan Arus Mudik dan Idul Fitri

0

Redaksi.co MATENG : Menjelang perayaan Idul Fitri, jajaran kepolisian bersama berbagai instansi di Kabupaten Mamuju Tengah mulai mematangkan kesiapan pengamanan. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Marano 2026 yang dipimpin langsung oleh Hengky Kristanto Abadi di halaman Mapolres Mamuju Tengah, Kamis (12/3/2026).

Apel tersebut diikuti unsur Forkopimda serta sejumlah instansi terkait yang akan terlibat dalam pengamanan selama masa mudik dan libur lebaran. Di antaranya perwakilan Tentara Nasional Indonesia, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, tenaga kesehatan, serta berbagai stakeholder lainnya. Turut hadir pula Wakapolres bersama para Pejabat Utama Polres Mamuju Tengah.

Apel gelar pasukan ini menjadi momentum untuk mengecek secara langsung kesiapan personel, perlengkapan, serta sarana dan prasarana pendukung yang akan digunakan selama pelaksanaan operasi. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan nyaman.

Dalam amanatnya, Kapolres menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama operasi berlangsung.

Menurutnya, Operasi Ketupat Marano merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, seluruh personel diminta melaksanakan tugas secara profesional, penuh tanggung jawab, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam memberikan pelayanan.

Kapolres juga mengingatkan personel untuk fokus pada pengamanan sejumlah titik rawan aktivitas masyarakat, seperti jalur mudik, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pusat keramaian, hingga objek wisata yang diperkirakan akan mengalami lonjakan pengunjung selama libur lebaran.

Melalui pelaksanaan apel ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat dapat bersinergi secara maksimal dalam menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran selama perayaan Idul Fitri di Kabupaten Mamuju Tengah. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan rasa aman dan penuh kenyamanan. (ZUL)

UP PKB Cilincing Gelar Rampcheck di Terminal Tanjung Priok, 1 dari 5 Kendaraan Tidak Layak Jalan

0

Redaksi.Co-Jakarta, 12 Maret 2026 – Unit Pelaksana Teknis Pengendalian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Cilincing menggelar kegiatan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (rampcheck) di Terminal Tanjung Priok pada Kamis (12/3/2026). Dari total 5 kendaraan yang diperiksa, sebanyak 4 dinyatakan layak sementara 1 kendaraan tidak memenuhi standar keselamatan.

Kegiatan rampcheck bertujuan untuk memastikan semua kendaraan angkutan jalan yang beroperasi memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan, serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan yang tidak layak jalan.

 

 

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar kendaraan yang diperiksa telah memenuhi standar yang ditetapkan. Empat unit kendaraan dinyatakan layak jalan, antara lain:

– DK 7134 FE dari PO. M Trans dengan rute Lampung – Bandung

– B 7086 TGE dari PO. Sinar Jaya dengan rute Jakarta – Surabaya

– B 7462 TGD dari PO. Sinar Jaya dengan rute Tangerang – Surabaya (dinilai laik uji)

– N 7388 UA dari PO. Gunung Harta dengan rute Jambi – Malang

Namun, satu unit kendaraan dengan nomor polisi B 7400 FGA milik PO. Harianto yang menjalankan rute Jakarta – Madura dinyatakan tidak layak jalan. Kendaraan tersebut memiliki kondisi kaca utama depan yang pecah, yang dapat mengganggu penglihatan sopir dan berpotensi membahayakan keselamatan penumpang serta pengguna jalan lainnya.

Petugas yang melaksanakan kegiatan rampcheck kali ini adalah Jembar dan Mallisa. UP PKB Cilincing mengimbau seluruh pelaku usaha angkutan jalan operasional, demi keselamatan bersama.

Pemkab Jember Pastikan Bus Pemudik Layak Jalan Lewat Ramp Check

0

Jember, redaksi.co – Menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember melakukan pemeriksaan kelayakan armada angkutan penumpang atau ramp check di Terminal Tawang Alun, Kamis (12/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan yang akan mengangkut pemudik berada dalam kondisi aman dan layak jalan.

Kegiatan ramp check merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun menjelang hingga setelah Lebaran. Pemeriksaan ini bertujuan memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan transportasi umum.

Kepala Dishub Kabupaten Jember, Gatot Triyono, mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi administrasi maupun kondisi teknis kendaraan.

Hal tersebut penting dilakukan guna menekan potensi kecelakaan yang bisa terjadi akibat kerusakan kendaraan.Menurutnya, petugas tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen kendaraan, tetapi juga memastikan setiap komponen penting kendaraan berfungsi dengan baik.

“Seluruh armada yang akan beroperasi wajib melalui pemeriksaan, mulai dari sistem pengereman, kondisi ban, fungsi lampu, hingga kelengkapan keselamatan seperti alat pemecah kaca di dalam bus,” ujar Gatot saat memantau langsung proses pemeriksaan.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dibagi dalam beberapa aspek, di antaranya kelengkapan administrasi seperti STNK, BLU-e atau bukti lulus uji kendaraan, serta SIM pengemudi. Selain itu, petugas juga mengecek kondisi teknis utama seperti rem, kemudi, dan ban kendaraan.

Tidak hanya itu, komponen penunjang seperti wiper, lampu penerangan, dan sabuk pengaman bagi pengemudi juga menjadi bagian dari pemeriksaan guna memastikan kendaraan benar-benar siap digunakan.

Jika dalam pemeriksaan ditemukan kerusakan ringan, operator kendaraan diminta segera melakukan perbaikan. Namun apabila ditemukan kerusakan serius yang berpotensi membahayakan penumpang, armada tersebut tidak diperkenankan beroperasi.

“Apabila ada kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan, kami akan meminta operator mengganti armada dengan unit lain yang lebih layak,” tegasnya.

Selain memastikan kelayakan kendaraan, Dishub juga mengingatkan para pengemudi untuk menjaga kondisi fisik selama bertugas, agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan lancar sampai tujuan. (Sofyan).

Dana Desa Rp700 Juta di Tadisi Kembali Disorot! LSM KPK RI Siap Laporkan Dugaan Penyimpangan ke Polisi

0
  1. Redaksi.co MAMASA : Pengelolaan APBDes Tahun 2025 Desa Tadisi, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dengan nilai anggaran sekitar Rp700 juta kini menjadi sorotan keras publik. Anggaran yang bersumber dari APBN tersebut dipertanyakan transparansi dan realisasinya oleh LSM KPK RI Wilayah Sulawesi Barat.

Ketua LSM KPK RI Sulbar, Simson, pada Kamis (12/3/2026) menegaskan bahwa dana desa harus dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Menurutnya, dana yang digelontorkan pemerintah pusat tidak boleh lepas dari pengawasan.

Dana desa bukan milik segelintir orang. Itu uang negara yang harus diawasi bersama. Bukan hanya aparat penegak hukum dan dinas terkait, tetapi masyarakat juga punya hak untuk mengontrol penggunaannya,” tegas Simson.

Ia mengingatkan bahwa berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan desa serta melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran.

Namun di Desa Tadisi, sejumlah program bernilai ratusan juta rupiah yang tertuang dalam APBDes 2025 justru diduga tidak terlihat realisasinya di lapangan. Hal ini memicu gelombang pertanyaan dari warga dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Sejumlah pos anggaran yang menjadi sorotan antara lain:

1.Pengadaan bibit alpukat sebesar Rp133.000.000

2. Pengadaan hand traktor sebesar Rp210.000.000

3. Pengadaan bibit coklat sebesar Rp105.000.000

4. Penyertaan modal BUMDes sebesar Rp190.000.000

Total anggaran tersebut mencapai hampir Rp700 juta. Namun masyarakat mempertanyakan apakah program-program tersebut benar-benar terealisasi sesuai perencanaan.

“Yang dibahas dalam musyawarah desa tidak terlihat hasilnya. Tidak ada kegiatan nyata yang bisa dilihat langsung oleh masyarakat,” ungkap salah seorang warga Desa Tadisi yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut Simson, ketika masyarakat tidak bisa melihat hasil pembangunan, maka hal tersebut menjadi alarm serius dalam pengelolaan dana desa.

“Kalau hasilnya tidak terlihat, maka transparansi patut dipertanyakan. Ini bisa menjadi indikasi adanya dugaan penyelewengan anggaran,” tegasnya.

Sorotan semakin tajam setelah muncul dugaan konflik kepentingan dalam pengelolaan BUMDes Desa Tadisi. Ketua BUMDes diketahui merupakan anak kandung dari Kepala Desa.

Ironisnya, BUMDes yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa justru disebut tidak beroperasi secara maksimal. Bangunan BUMDes bahkan dikabarkan terbengkalai dan ditumbuhi rumput liar.

Kalau benar demikian, ini memperkuat dugaan bahwa BUMDes hanya formalitas. Modalnya ratusan juta, tapi aktivitasnya tidak jelas. Ini harus diaudit,” kata Simson.

Sementara itu, Kepala Desa Tadisi Palullugan membantah adanya penyimpangan. Ia menyatakan bahwa sebagian anggaran yang dipersoalkan telah dialihkan melalui mekanisme perubahan APBDes.

Anggaran itu digeser di perubahan. Sudah tidak ada lagi anggaran bibit coklat. Dialihkan ke program fisik,” tulisnya dalam keterangan tertulis.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum mampu meredam kecurigaan publik. Warga kini menuntut transparansi penuh, termasuk dokumen perubahan APBDes serta bukti nyata realisasi pembangunan di desa mereka.

LSM KPK RI Sulawesi Barat menegaskan tidak akan berhenti pada sorotan publik semata. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melaporkan dugaan penyimpangan dana desa tersebut ke Polres Mamasa agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kasus Desa Tadisi kembali menjadi pengingat bahwa Dana Desa yang seharusnya menjadi motor kesejahteraan masyarakat bisa berubah menjadi sumber persoalan jika tidak dikelola secara transparan, akuntabel, dan bebas dari konflik kepentingan. (ZUL)

“Tunggu Aku Sukses Nanti”, Film Lebaran 2026 yang Menyentuh Hati Para Pejuang Hidup

0

Jakarta, Redaksi.Co – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya yang sarat emosi dan kedekatan dengan realitas kehidupan masyarakat,Rumah produksi RAPI Films bekerja sama dengan Screenplay Films, Legacy Pictures, dan Vortera Studios mempersembahkan film drama keluarga berjudul “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang dijadwalkan tayang pada momen Lebaran 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Film yang disutradarai oleh Naya Anindita dengan naskah karya Evelyn Afnilia ini mengangkat kisah perjuangan seorang tulang punggung keluarga bernama Arga, yang diperankan oleh Ardit Erwandha.

Cerita tersebut menyoroti realitas yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang—tentang tekanan keluarga, harapan besar, serta perjuangan untuk membuktikan diri di tengah berbagai tuntutan hidup.

Dalam film ini, Arga digambarkan sebagai sosok yang memikul tanggung jawab besar untuk keluarganya. Ia berusaha keras mewujudkan mimpi dan keluar dari ketergantungan keluarga besar, sembari menghadapi berbagai konflik batin yang tidak mudah.

Sutradara Naya Anindita mengungkapkan bahwa kisah dalam film ini terasa sangat personal baginya.

“Ini adalah cerita tentang bagaimana Arga sebagai tulang punggung keluarga berusaha mewujudkan mimpi keluarganya dan keluar dari ketergantungan keluarga besar, Film ini terasa sangat dekat dan personal,” ujarnya.

Sementara itu, produser Sunil Samtani menilai bahwa film ini mengangkat realitas sosial yang sering dialami keluarga Indonesia, terutama saat momen berkumpul di hari raya.

“Film ini ringan, namun menyentuh. Banyak dinamika keluarga Indonesia yang muncul saat Lebaran—pertanyaan tentang pekerjaan, kesuksesan, hingga perbandingan antar saudara, Penonton akan merasa sangat dekat dengan ceritanya,” jelas Sunil.

Lewat tangan Naya Anindita, dinamika keluarga saat Lebaran digambarkan dengan hangat sekaligus reflektif, Momen berkumpul yang seharusnya penuh kebahagiaan kadang justru memunculkan tekanan tersendiri bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang masih berjuang meraih kesuksesan.

Bagi Ardit Erwandha, memerankan Arga menjadi pengalaman emosional yang mendalam. Ia mengaku banyak belajar dari karakter tersebut, terutama tentang keberanian untuk jujur pada perasaan sendiri.

“Dulu kalau sedih saya selalu berusaha terlihat kuat,Tapi lewat film ini saya belajar memvalidasi emosi, Kalau capek ya capek, itu tidak apa-apa, Bahkan saya sempat menangis karena merasa sudah melewati tantangan yang dulu saya takutkan,” ungkap Ardit.

Ia berharap film ini dapat menjadi pelukan bagi para pejuang hidup yang sering memendam kelelahan demi keluarga,
“Semoga film ini bisa membuat orang merasa tidak sendirian dalam perjuangan mereka,” tambahnya.

Selain menghadirkan cerita yang kuat, “Tunggu Aku Sukses Nanti” juga diperkuat oleh deretan bintang papan atas Indonesia, Film ini turut dibintangi oleh Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Adzana Ashel, Maudy Effrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella Zalianty, Arie Kriting, Soleh Solihun, Indra Brasco, Jourdy Pranata, hingga Yono Bakrie.
Tak hanya itu, film ini juga menghadirkan penampilan spesial dari Vidi Aldiano dan Tara Basro, yang semakin menambah daya tarik bagi para penonton.

Dengan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta dukungan para aktor berbakat, “Tunggu Aku Sukses Nanti” diprediksi menjadi salah satu film yang akan menghangatkan hati penonton saat Lebaran 2026.

Film ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga refleksi tentang perjuangan, keluarga, dan keberanian untuk tetap melangkah meski jalan menuju sukses tidak selalu mudah.

Sebuah kisah yang mungkin sangat familiar bagi banyak orang—mereka yang diam-diam berjuang demi keluarga sambil terus berkata dalam hati: tunggu aku sukses nanti.

Pastikan Program Berjalan Optimal, Direktur PK Apresiasi Produktivitas SAE Paswangi Lapas Banyuwangi

0

BANYUWANGI – Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan (PK) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Ceno Hersusetiokartiko, melakukan kunjungan kerja ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Rabu (11/3). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan berjalan secara optimal dan tepat sasaran.

Didampingi Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, beserta jajaran pejabat struktural, Ceno meninjau langsung berbagai unit produktif yang dikelola di lahan SAE yang berlokasi di Kelurahan Pakis tersebut. Dalam pantauannya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap intensitas kegiatan yang berlangsung, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan.

“Produktivitas di SAE Paswangi ini berjalan dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari keberagaman aktivitas pembinaan yang ada. Kami melihat sinergi yang kuat dalam pengelolaan lahan asimilasi ini,” ujar Ceno di sela-sela kunjungannya.

Lebih lanjut, Ceno menekankan pentingnya keberlanjutan program ini bagi para klien pemasyarakatan. Ia berharap ke depannya, klien dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) dapat terus melanjutkan pembinaan di tempat ini guna mengasah dan meningkatkan keahlian (skill) mereka sebelum benar-benar kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa pengembangan SAE Paswangi memiliki misi yang lebih luas. Menurutnya, program ini dirancang untuk menciptakan multiplier effect (efek berganda) yang bermanfaat bagi berbagai pihak.

“Pembinaan di SAE Paswangi merupakan wujud nyata dukungan kami terhadap program nasional ketahanan pangan. Jadi, di satu sisi berfungsi sebagai wadah asimilasi bagi warga binaan, dan di sisi lain memberikan kontribusi konkret pada sektor pangan,” terang Wayan.

Wayan menambahkan bahwa pihak Lapas berkomitmen untuk terus melakukan diversifikasi dan pengembangan variasi pembinaan secara berkelanjutan. Targetnya, SAE Paswangi tidak hanya menjadi tempat pelatihan internal, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi sarana edukasi bagi masyarakat umum di Banyuwangi.

“Kami ingin SAE ini menjadi pusat pembelajaran (edukasi) bagi publik, sehingga masyarakat bisa melihat langsung proses pembinaan sekaligus belajar mengenai teknik pertanian maupun peternakan yang kami kembangkan di sini,” pungkasnya.

0

BANYUWANGI – Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan (PK) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Ceno Hersusetiokartiko, melakukan kunjungan kerja ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Rabu (11/3). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan berjalan secara optimal dan tepat sasaran.

Didampingi Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, beserta jajaran pejabat struktural, Ceno meninjau langsung berbagai unit produktif yang dikelola di lahan SAE yang berlokasi di Kelurahan Pakis tersebut. Dalam pantauannya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap intensitas kegiatan yang berlangsung, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan.

“Produktivitas di SAE Paswangi ini berjalan dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari keberagaman aktivitas pembinaan yang ada. Kami melihat sinergi yang kuat dalam pengelolaan lahan asimilasi ini,” ujar Ceno di sela-sela kunjungannya.

Lebih lanjut, Ceno menekankan pentingnya keberlanjutan program ini bagi para klien pemasyarakatan. Ia berharap ke depannya, klien dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) dapat terus melanjutkan pembinaan di tempat ini guna mengasah dan meningkatkan keahlian (skill) mereka sebelum benar-benar kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa pengembangan SAE Paswangi memiliki misi yang lebih luas. Menurutnya, program ini dirancang untuk menciptakan multiplier effect (efek berganda) yang bermanfaat bagi berbagai pihak.

“Pembinaan di SAE Paswangi merupakan wujud nyata dukungan kami terhadap program nasional ketahanan pangan. Jadi, di satu sisi berfungsi sebagai wadah asimilasi bagi warga binaan, dan di sisi lain memberikan kontribusi konkret pada sektor pangan,” terang Wayan.

Wayan menambahkan bahwa pihak Lapas berkomitmen untuk terus melakukan diversifikasi dan pengembangan variasi pembinaan secara berkelanjutan. Targetnya, SAE Paswangi tidak hanya menjadi tempat pelatihan internal, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi sarana edukasi bagi masyarakat umum di Banyuwangi.

“Kami ingin SAE ini menjadi pusat pembelajaran (edukasi) bagi publik, sehingga masyarakat bisa melihat langsung proses pembinaan sekaligus belajar mengenai teknik pertanian maupun peternakan yang kami kembangkan di sini,” pungkasnya.