Jumat, Maret 20, 2026
Beranda blog Halaman 43

PP IPMAPUS Sulbar Desak Pengawasan Ketat Elpiji 3 Kg Jelang Ramadan, Ancaman Kelangkaan Mengintai

0

Redaksi.co MAMUJU : Menjelang Ramadan, potensi kelangkaan dan kenaikan harga gas subsidi 3 kg kembali menghantui masyarakat kecil di Sulawesi Barat. Situasi ini mendorong Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (PP IPMAPUS) Sulbar mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama pemerintah kabupaten agar segera memperketat pengawasan distribusi elpiji di seluruh wilayah.

Sekretaris Jenderal PP IPMAPUS Sulbar, Ismuliadi, menegaskan ketersediaan energi bagi masyarakat kecil merupakan kebutuhan vital, terutama saat beban ekonomi meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Pemerintah tidak boleh pasif. Permintaan pasti naik menjelang Ramadan. Jika pengawasan agen dan pangkalan lemah, penimbunan dan permainan harga akan merugikan rakyat kecil,” tegasnya di Mamuju.

PP IPMAPUS Sulbar meminta pemerintah daerah segera menjalankan langkah konkret.

1. Sidak berkala oleh dinas terkait untuk memastikan stok tersedia di pangkalan dan pengecer.

2. Sanksi tegas hingga pencabutan izin bagi pelaku penimbunan atau penjual di atas HET.

3.Transparansi distribusi agar subsidi tepat sasaran dan tidak bocor ke sektor industri.

4. Koordinasi lintas sektor bersama aparat hukum dan Pertamina untuk mengawasi jalur distribusi hingga pelosok.

Organisasi mahasiswa ini menegaskan akan terus memantau perkembangan di lapangan. Jika terjadi lonjakan harga tidak wajar atau kelangkaan, mereka menyatakan siap melakukan aksi lanjutan.

Jangan sampai masyarakat beribadah dengan terbebani urusan dapur mahal hanya karena kelalaian pengawasan,” tutup Ismuliadi.

PP IPMAPUS menilai pengawasan distribusi elpiji bersubsidi setiap menjelang Ramadan harus menjadi prioritas pemerintah, mengingat kejadian serupa hampir terjadi setiap tahun dan selalu berdampak langsung pada masyarakat berpenghasilan rendah. (ZUL)

Hari Kedua Pencarian, Warga Hilang di Bukit Nosu Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

0

Redaksi.co MAMASA : Seorang warga lanjut usia yang dilaporkan hilang di kawasan perbukitan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Mamuju resmi menutup operasi SAR pada Sabtu (14/02/2026).

Korban diketahui bernama P. Mayung (75), yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Bukit Hutan Nosu, Desa Parinding, Kabupaten Mamasa.

Pada hari kedua pencarian sekitar pukul 12.33 WITA, Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar tiga kilometer dari titik terakhir terlihat, pada koordinat 3°5’24.00”S – 119°27’20.00”E. Korban kemudian dievakuasi pukul 13.12 WITA dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Berdasarkan hasil pencarian tersebut, operasi SAR resmi diusulkan ditutup pada pukul 16.00 WITA.

Kepala Basarnas Mamuju menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, di antaranya Tim Rescue Kansar Mamuju, TRC BPBD Mamasa, Babinsa Kodim 1428 Mamasa, Bhabinkamtibmas Polsek Pana, relawan KPA Quarles, aparat desa, serta masyarakat setempat.

Dalam operasi ini, tim menggunakan berbagai peralatan utama seperti truk personel, kendaraan double cabin, motor trail, drone thermal, serta perangkat navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi. Cuaca dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin 1–20 km/jam sehingga membantu proses pencarian.

Dengan ditutupnya operasi, seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing. Basarnas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di wilayah perbukitan atau hutan dan segera melapor jika terjadi kondisi yang membahayakan jiwa manusia. (ZUL)

Jembatan Utama Ambruk Diterjang Hujan, Tiga Desa di Mamasa Terisolasi Jelang Ramadan

0

Redaksi.co MAMASA : Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa menyebabkan jembatan utama di poros Matangga–Keppe, tepatnya di Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, ambruk total pada Sabtu (14/2/2026) dini hari. Peristiwa ini melumpuhkan mobilitas warga di tiga desa sekaligus.

Tiga wilayah yang kini terisolasi adalah Desa Botteng, Desa Kondo, dan Desa Passembuk. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama keluar-masuk masyarakat sehingga warga tidak memiliki jalur alternatif.

Situasi semakin mengkhawatirkan karena terjadi menjelang bulan suci Ramadan. Warga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok dan logistik untuk persiapan puasa.

Salah satu warga, Iba’, mengaku kebingungan karena tidak dapat berbelanja kebutuhan harian.

“Kami ini setengah mati, tidak bisa lagi keluar dari kampung. Sementara mau puasa, kita mau belanja persiapan, tapi jalan putus total,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dan provinsi segera mengambil tindakan agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhenti.

Kepala Desa Botteng, M. Tahir, memastikan struktur jembatan rusak permanen dan tidak aman dilalui, baik kendaraan maupun pejalan kaki. Dampaknya bahkan merambah sektor pendidikan.

“Jembatan roboh total, jalan putus. Siswa yang hendak berangkat sekolah hari ini terpaksa ditunda karena tidak ada akses menyeberang,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga berupaya mencari solusi darurat sementara pemerintah desa terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendatangkan alat berat serta membangun jembatan sementara secepatnya. (ZUL)

HIMM Tandai Langkah Baru Lewat Peluncuran Album “Selamanya” di Hari Kasih Sayang

0

Redaksi.co, Jakarta – Solois pop Indonesia HIMM resmi merilis album debutnya bertajuk Selamanya dalam sebuah acara peluncuran yang berlangsung hangat dan intim di Shamrock Gandaria, Sabtu (14/2). Momentum Hari Valentine dipilih sebagai simbol kuat dari tema utama album cinta sebagai proses yang dijalani dengan sadar dan dewasa.

Acara peluncuran dihadiri rekan musisi, media, serta para pendengar yang telah mengikuti perjalanan HIMM sejak awal. Dalam suasana akrab, HIMM-pseudonim dari Himawan Darma membawakan sejumlah lagu dari album tersebut secara langsung, sekaligus berbagi cerita di balik proses kreatifnya.

“Album ini saya susun bukan sekadar kumpulan lagu, tapi sebagai satu perjalanan emosional yang saling terhubung,” ujar Himawan di sela acara.

Album Selamanya diproduksi oleh Goss Records dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan HIMM sebagai solois dengan identitas musikal yang matang dan jujur. Berisi sembilan lagu, album ini dirancang sebagai satu narasi utuh tentang berbagai fase cinta.

Lagu pembuka “Selamanya” hadir sebagai love anthem dewasa yang menempatkan pernikahan sebagai komitmen sadar, bukan sekadar romantisme sesaat. Dari sana, pendengar diajak menyusuri angan yang terpendam dalam “Angan Tentangmu”, ketertarikan spontan dalam “Aduh Gila”, hingga fase patah hati yang membuat segalanya terasa “Terhenti”. Lagu “Jika” merefleksikan harapan yang tak selalu terbalas.

Memasuki paruh kedua, nuansa album menjadi lebih reflektif. “Pengagummu” mengangkat kisah cinta yang tak terucap, “Melawan Sepi” berbicara tentang kesendirian dan pendewasaan, sementara “Jauh Tak Kembali” menggambarkan merawat kenangan tanpa menggantungkan harapan. Album ditutup dengan “Hey Kamu”, lagu bernuansa ringan dan optimistis yang menegaskan bahwa cinta tetap layak diperjuangkan, setelah melalui berbagai fase kehidupan.

Secara musikal, Selamanya digarap dengan pendekatan pop yang bersih dan timeless. Aransemen ditangani Irwan Kusumajaya yang juga mengisi permainan keyboard, membangun lanskap musik yang rapi dan sentimentil. Warna hangat hadir melalui permainan gitar dan bass Roy Ferrynta. Proses rekaman, mixing, dan mastering dipercayakan kepada Delon Sagita untuk menjaga kejernihan serta ambience album. Nina Silvana bertindak sebagai produser, memberi ruang bagi eksplorasi musikal dan narasi personal HIMM berkembang tanpa sekat.

Peluncuran album ini sekaligus menegaskan posisi HIMM bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi sebagai penulis lagu yang berani jujur pada proses emosionalnya. Ia tidak menawarkan gambaran cinta yang sempurna, melainkan merayakan ketidaksempurnaan sebagai bagian dari perjalanan hidup.

Album Selamanya kini telah tersedia di berbagai platform digital, termasuk Spotify dan YouTube Music. Melalui karya debut ini, HIMM membuka lembaran baru dalam kariernya di industri musik Indonesia, mengajak pendengar berjalan bersamanya menelusuri satu fase cinta ke fase berikutnya.

15 Siswa Tumbang Usai Santap MBG, JOL Mengamuk, “Tutup Dapur Bermasalah Sekarang Juga!”

0

Redaksi.co POLMAN : Skandal dugaan keracunan massal mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar. Sebanyak 15 siswa SDN 010 Paku, Kecamatan Binuang, dilaporkan tumbang usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini langsung memantik kemarahan publik dan kecaman keras dari Jaringan Oposisi Loyal (JOL).

Belasan siswa itu dilarikan ke Puskesmas Binuang setelah mengalami pusing hebat, mual, lemas, hingga gangguan pencernaan tak lama setelah menyantap makanan yang seharusnya menunjang kesehatan mereka. Beberapa di antaranya bahkan harus menjalani perawatan intensif dengan infus di Unit Gawat Darurat.

Commando Mitigasi JOL Polman, Nur Hadi Wijaya, menyebut insiden ini sebagai “tamparan keras” bagi pemerintah daerah dan mitra pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Binuang. Ia menuding adanya kelalaian serius dalam pengawasan serta dugaan pelanggaran petunjuk teknis dan standar operasional prosedur (SOP) dapur MBG.

“Ini bukan insiden biasa. Ini soal keselamatan generasi kita. Kalau 15 anak sudah tumbang, apa lagi yang ditunggu? Pemerintah tidak boleh berlindung di balik alasan investigasi tanpa tindakan nyata. Dapur yang diduga bermasalah harus segera ditutup!” tegas Nur Hadi.

JOL juga melontarkan tudingan keras terhadap mitra SPPG di Binuang yang dinilai lalai menjaga standar higienitas dan sanitasi. Menurut mereka, pengelolaan dapur yang abai bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bentuk pengabaian terhadap hak anak untuk mendapatkan makanan yang aman dan layak konsumsi.

Tak cukup sampai di situ, JOL mendesak Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mengambil langkah drastis: menghentikan sementara operasional SPPG yang diduga menjadi sumber masalah. Jika tidak, kata Nur Hadi, publik berhak meragukan komitmen pemerintah dalam melindungi peserta didik.

Organisasi itu juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan mengusut dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB). “Jika ada unsur kelalaian atau pelanggaran standar keamanan pangan, harus ada pertanggungjawaban hukum. Jangan sampai kasus ini menguap tanpa jejak,” ujarnya.

JOL menegaskan, kasus ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh dapur penyedia MBG di Polewali Mandar. Tanpa transparansi, kepatuhan regulasi, dan kepemilikan Sertifikat Laik Higien dan Sanitasi (SLHS), distribusi makanan kepada siswa dinilai berisiko tinggi dan tak layak dilanjutkan.

Kini publik menunggu: apakah pemerintah bergerak cepat, atau justru membiarkan badai ini kian membesar? (ZUL)

Mubes di Gelar Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya Sumsel, Ini Agendanya Pilih Ketua Baru

0

Redaksi.co | Palembang, – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumsel, Dr HN Alfajri Zabidi MPdI MM membuka kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya (Kompas) Sumatera Selatan (Sumsel) ke-XIII.

Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Pemuda KNPI Sumsel Jl Aerobik Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat (IB)-1, Palembang, Sabtu (14/2/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Alfajri menyebut jika Indonesia dikenal dengan budaya toleransi yang tinggi, saling menjaga dan menghormati.

Termasuk Sumsel yang merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya berasal dimana sangat menjunjung tinggi peradaban dengan segala macam perbedaannya.

“Kami masyarakat Sumsel bangga dan dengan tangan terbuka menerima adik-adik dari Tanah Papua. Yang sedang menuntut ilmu disini keragaman budaya dan adat istiadat menjadi kekuatan dan Sumsel dikenal sebagai daerah Zero Conflict di Indonesia yang sampai saat ini tetap terjaga,” sebut Alfajri dalam sambutannya.

Alfajri berharap agar pelaksanaan Mubes Kompas ke-XIII ini berjalan sukses dan menghasilkan keputusan terbaik dalam mendukung organisasi kemahasiswaan ini ke depannya.

“Kami berharap dari Kompas ini akan lahir calon-calon pemimpin masa depan Indonesia. Terutama yang akan membangun tanah kelahirannya sekaligus yang membanggakan keluarganya,” imbuhnya.

Harapan senada juga disampaikan Ketua Umum (Ketum) Pekat IB Sumsel, Ir Suparman Romans yang juga hadir di acara tersebut.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada adik-adik mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Kompas ini. Atas komitmennya untuk menyatu dengan masyarakat Sumsel sesuai pepatah dimana tanah dipinjak disitu langit di junjung,” sebut Suparman disambut tepuk tangan dari seluruh pengurus dan anggota Kompas yang hadir di acara tersebut.

Sementara itu, Ketua Demisioner Kompas Sumsel periode 2024-2025, Tipran Yikwa yang menyatakan tekadnya untuk bersama-sama turut membangun Sumsel.
“Harapan kami agar ke depannya bisa ikut dilibatkan dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan. Terutama yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan,” pintanya.

Terkait pelaksanaan Mubes Kompas Sumsel ke-XIII kalo ini Tipran berharap sebagai forum tertinggi dalam organisasi Mubes kali ini bisa menghasilkan calon pemimpin yang membawa Kompas menjadi lebih baik lagi di masa datang.

Harapan yang sama juga disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kompas Sumatera, Evelin Cristiani Rumakewi.

“Diharapkan agar Mubes kali ini menjadi ajang mengevaluasi kinerja sekaligus memilih kepengurusan yang baru untuk menjalankan roda organisasi Kompas ke depan,” imbuh Evelin.

Ketum Kompas Sumsel Periode 2025-2025, Alfian Tebai menyebut Mubes ini sebagai agenda wajib tahunan. Dengan sejumlah kegiatan yakni membahas evaluasi kinerja dari pengurus demisioner, lalu membahas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Serta agenda utama adalah memilih ketum baru Kompas Sumsel yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan ke depannya.

Untuk calon Ketum Kompas Sumsel periode 2026-2027 akan ada sebanyak enam kandidat.
Yang nantinya bakal didapuk untuk memaparkan visi dan misinya dengan sistem pemilihan terbuka.

“Sampai saat ini kami memiliki sekitar 150 anggota yang merupakan mahasiswa dari tujuh kampus perguruan tinggi. Mereka tersebar di dua lokasi yakni Kota Palembang dan Indralaya di Kabupaten Ogan Ilir,” sebut Alfian yang turut didampingi Oscar Helembo selaku Ketua Pelaksana Mubes Kompas Sumsel ke-XIII serta Nisa Murib sebagai anggota panitia.(ril)

RSUD dr. Iskak Tulungagung Peringati Hari Kanker Sedunia

0

REDAKSI.CO, TULUNGAGUNG – Dengan Membagikan Bingkisan
RSUD dr. Iskak Tulungagung Peringati Hari Kanker Sedunia Dengan Membagikan Bingkisan dan Bunga Untuk Pasien

Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) dr.Iskak Tulungagung memperingati Hari Kanker Sedunia dengan menggelar kegiatan yang cukup sederhana tapi sangat bermakna, dengan membagikan bingkisan kepada para pasien yang sedang menjalani perawatan, pada 04/02/2026.

Kegiatan tersebut sebagai bentuk empati dan dukungan bagi para pejuang kanker.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) dr. Iskak bersama jajaran manajemen dan tenaga kesehatan turun langsung mengunjungi pasien diruang perawatan,satu persatu pasien diberi bingkisan serta bunga sebagai simbol harapan dan semangat untuk terus berjuang melawan penyakitnya.

Dirut Rumah Sakit dr.Iskak, dr.Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes. menyampaikan, bahwa : momentum Hari Kanker Sedunia ini, dimanfaatkan untuk memberikan perhatian lebih kepada pasien sekaligus mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kanker.

” Peringatan ini bukan hanya seremoni, tetapi bentuk dukungan kami kepada pasien. Mereka harus tetap kuat, optimis, dan semangat menjalani pengobatan dan terapi. Rumah Sakit dr. Iskak berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dan komprehensif,” tuturnya.

kegiatan ini juga diisi dengan edukasi singkat mengenai pentingnya deteksi dini kanker serta pola hidup sehat. Pihak Rumah Sakit menegaskan bahwa penanganan dini kanker membutuhkan kolaborasi antara tenaga medis, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Suasana haru dan penuh kehangatan terlihat saat pasien dan keluarga menerima perhatian tersebut. Beberapa diantaranya mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas kepedulian yang diberikan pihak Rumah Sakit Dr Iskak Tulungagung dan seluruh jajarannya.

Melalui peringatan Hari Kanker Sedunia ini, RSUD dr.Iskak berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker terus meningkat, sehingga deteksi dini dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat demi meningkatkan angka kesembuhan pasien.

Dana Desa Harus Berdampak Nyata, Komisi II DPR RI dan Wamendagri Turun ke Jember

0

Jember, redaksi.co – Komisi II DPR RI bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menghadiri Sosialisasi Pengawasan Pemerintahan Desa dan Dana Desa di Pendopo Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta kepala desa se-Kabupaten Jember sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan desa.

Kehadiran jajaran pemerintah pusat ini menjadi langkah konkret untuk memastikan dana desa tidak hanya tersalurkan secara administratif, tetapi juga benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan.

Wamendagri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa pemerintah pusat saat ini menaruh perhatian besar terhadap desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ia menyebut berbagai program nasional, mulai dari swasembada pangan, makan bergizi gratis, Koperasi Desa Merah Putih, sekolah rakyat, hingga kampung nelayan, dirancang untuk langsung menyentuh dan memberdayakan desa.

“Tidak pernah terjadi sepanjang sejarah Republik ini komitmen lintas kementerian yang langsung menukik ke desa seperti hari ini,” tegasnya.

Menurutnya, keberlanjutan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh besaran anggaran, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan integritas aparatur. Pemerintah, lanjutnya, tengah merumuskan revisi PMK Nomor 49 Tahun 2025 yang akan mengatur teknis alokasi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), serta Dana Desa, termasuk untuk mendukung penguatan Koperasi Merah Putih.

“Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar objek pembangunan fisik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pesan Presiden agar setiap rupiah uang rakyat benar-benar kembali dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan integritas aparatur menjadi fondasi utama dalam pengelolaan dana publik.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan bahwa DPR memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah dan desa. Ia menekankan bahwa pengawasan bukan untuk membatasi ruang gerak desa, melainkan memastikan otonomi berjalan selaras dengan peraturan perundang-undangan serta kepentingan nasional.

“Kami datang untuk mendengar apa yang terjadi di desa. Jika ada hambatan dalam pelaksanaan program strategis nasional, sampaikan. Kita cari solusi bersama,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa pengawasan diperlukan guna mencegah penyalahgunaan kewenangan, sekaligus memastikan dana desa yang bersumber dari APBN benar-benar dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

Melalui forum tersebut, pemerintah pusat dan daerah meneguhkan komitmen bersama bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional. Transparansi, efisiensi, serta sinergi lintas level pemerintahan menjadi kunci agar dana desa tidak hanya terserap secara optimal, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menurunkan kemiskinan secara nyata. (yan)

DPN Kerja Sama Dengan LMND FHP Law School Cetak 2000 Mahasiswa dari Kalangan LMND

0

DPN Kerja Sama Dengan LMND FHP Law School Cetak 2000 Mahasiswa dari Kalangan LMND


Dewan Pengacara Nasional Indonesia (DPN Indonesia) resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum melalui Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperjuangkan hak-hak rakyat serta menghadirkan akses keadilan yang lebih merata di seluruh Indonesia.

Kerja sama ini bertujuan untuk mencetak sedikitnya 2.000 advokat dari kalangan kader dan alumni LMND yang berlatar belakang pendidikan hukum.

Para advokat tersebut nantinya akan ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia untuk mengadvokasi kepentingan masyarakat, khususnya kelompok yang selama ini terpinggirkan, tertindas, serta mengalami ketidakadilan akibat perampasan ruang hidup dan ketimpangan akses hukum.

Dr, Faisal Hafield , S.H.M.H sebagai Ketua Umum Dewan Pengacara Nasional Indonesia menyampaikan, bahwa salah satu prioritas utama organisasi adalah membela hak-hak rakyat yang dizalimi dan tidak memiliki akses terhadap pendampingan hukum yang memadai.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari perjuangan panjang untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Melalui peningkatan kualitas pendidikan profesi advokat, kami ingin memastikan bahwa rakyat memiliki pendamping hukum yang kompeten, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” ujar Satrio.

Kolaborasi ini bukanlah kerja sama yang baru terjalin.
Sebelumnya, DPN Indonesia bersama elemen LMND telah terlibat dalam sejumlah advokasi strategis, termasuk pendampingan warga terdampak insiden kebakaran dan ledakan Depo Pertamina Plumpang di Tanah Merah, Jakarta.

Dalam perkara tersebut, tim advokasi berhasil memenangkan gugatan warga hingga tiga kali putusan, dengan nilai gugatan mencapai Rp 23 miliar. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membela hak-hak masyarakat.

Selain itu, DPN Indonesia juga tengah menangani berbagai kasus pertanahan dan konflik ruang hidup di sejumlah wilayah seperti BKT dan Marunda Center, di mana masyarakat memiliki bukti kepemilikan sah namun terkendala keterbatasan dana, jaringan, serta dukungan hukum.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi menghadapi perjuangan hukum sendirian.

Program Pendidikan Khusus Profesi Advokat yang dijalankan dalam kerja sama ini juga bertujuan memperluas akses pendidikan hukum agar lebih inklusif dan merata. Dengan semakin banyaknya kader LMND yang memasuki dunia profesi advokat, diharapkan layanan bantuan hukum bagi masyarakat kecil dapat menjangkau lebih luas dan efektif.
Ke depan, DPN Indonesia dan LMND juga membuka peluang sinergi dengan berbagai institusi dan elemen lainnya yang memiliki visi serupa dalam memperjuangkan keadilan sosial dan supremasi hukum di Indonesia.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan, serta berkontribusi terhadap terwujudnya Indonesia sebagai negara maju dan berdaulat pada tahun 2045.

Tentang DPN Indonesia
Dewan Pengacara Nasional Indonesia (DPN Indonesia) merupakan organisasi advokat yang berkomitmen pada penegakan hukum yang adil, profesional, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Tentang LMND
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) adalah organisasi mahasiswa yang berfokus pada perjuangan demokrasi, keadilan sosial, dan pembelaan terhadap hak-hak rakyat, tambah Dr Faisal Hafield S.H.MH kepada Poskota Nasional saat ditemui rekan persj Acara Konferensi Wilayah dan MOU antara DPN Indonesia dan LMND .

Peringati Hari Lahir ke-100 Tahun NU,PCNU Aceh Barat Gelar Beut NU Warong Kupi Edisi Khusus

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Momen Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang NU Aceh Barat menggelar kegiatan Beut NU Warong Kupi edisi khusus sebagai bagian dari syiar dan penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan konsep santai penuh makna, menghadirkan para ulama, teungku dayah, tokoh masyarakat, serta generasi muda untuk bersama-sama membaca kitab, berdiskusi ke-NU-an, dan merefleksikan perjalanan satu abad NU dalam mengabdi kepada agama dan bangsa.

Beut NU kali ini pematerinya di isi oleh tiga narasumber yakni Dandim 0105 Aceh Barat, Plt Sekda Aceh Barat/Kadis DLHK, Dr. Kurdi, ST,.MT,.MH, dan Dr. Ismu Ridha.

Ketua PCNU Aceh Barat Dr. Tgk Khairul Azhar, MA di dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan 100 tahun NU bukan sekedar seremoni, melainkan momentum memperkuat komitmen khidmat.

Khairul Azhar mengatakan warung kopi di Aceh adalah ruang perjumpaan umat, disinilah dakwah harus hadir dengan wajah ramah, menyejukkan, dan menyatukan,

” “Beut NU Warong Kupi” menjadi simbol bahwa NU dekat dengan masyarakat, hidup bersama masyarakat, dan tumbuh dari masyarakat,” ujarnya

Ia menambahkan edisi khusus ini mengangkat tema refleksi satu abad NU: Bersatu dalam Jami’iyah, memperkokoh ekoteologi, membangun sosial ekonomi berkemajuan yang berlandaskan nilai Aswaja.

Melalui kegiatan ini, PCNU Aceh Barat berharap nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, dan cinta tanah air serta ikhtiar pelestarian alam semakin mengakar di tengah masyarakat ****