Jumat, Maret 20, 2026
Beranda blog Halaman 42

Polsek Tabulahan Turun Tangan Jemur Jagung Warga, Pastikan Harga Tembus Rp5.500 per Kilogram

0

Redaksi.co MAMASA : Polsek Tabulahan menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan petani dengan turun langsung membantu proses penjemuran jagung milik masyarakat. Kegiatan ini dilakukan demi memperlancar distribusi hasil panen sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Personel kepolisian bersama warga bahu-membahu menjemur jagung agar mencapai kadar air sesuai standar pembelian, yakni antara 13 hingga 15 persen. Dengan kualitas tersebut, harga jagung petani mampu menembus angka tertinggi Rp5.500 per kilogram.

AIPTU Arpandi Petir menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari patroli dan pendekatan humanis kepada masyarakat.

Kami melakukan patroli sekaligus membantu warga agar hasil panen jagung tidak mengalami kendala saat dijual. Kami ingin memastikan petani tidak kesulitan memasarkan hasilnya,” ujarnya. Senin 16 Februari 2026.

Dalam upaya tersebut, Polsek Tabulahan juga bekerja sama dengan Perum Bulog sebagai pihak penampung. Penyaluran hasil panen dilakukan tanpa mengambil keuntungan, murni untuk membantu masyarakat mendapatkan harga terbaik sesuai standar kualitas.

Langkah ini mendapat apresiasi dari warga setempat karena dinilai mampu mendorong kelancaran roda ekonomi di wilayah Tabulahan. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani jagung. (ZUL)

Lawan Parang dengan Tangan Kosong! Pedagang Ikan di Padangsidimpuan Dirampok, Rp30 Juta Melayang

0

PADANGSIDIMPUAN – Aksi heroik sekaligus memilukan menimpa Anita Harahap (42), seorang pedagang (toke) ikan mas warga Lingkungan Simanorbang, Gang Parsadaan III, Kelurahan Batunadua Julu, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan. Demi mempertahankan harta bendanya, ibu lima anak ini nekat menangkap bilah parang perampok dengan tangan kosong hingga bersimbah darah.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (9/2/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, Anita yang hendak berangkat berdagang dari kediamannya di Gang Parsadaan III tersebut, dihadang oleh dua pria misterius di jalan menurun tepat di depan rumahnya.

Modus Pelaku: Menyamar Menggunakan ‘Lobe’
Awalnya, Anita tidak menaruh curiga saat diberhentikan oleh kedua pelaku. Salah satu pelaku terlihat mengenakan lobe (penutup kepala religius), yang membuat korban mengira mereka ingin menanyakan alamat atau memberikan kabar duka.
“Aku kira orang mau menanyakan alamat, karena dia pakai lobe. Tiba-tiba dia mengeluarkan parang dan diacungkan ke wajahku,” kenang Anita saat ditemui wartawan, Kamis (12/2/2026).

Kesadaran korban baru muncul saat pelaku lain menendang sepeda motornya hingga terjatuh. Spontan, Anita berteriak “Rampok!” berkali-kali. Namun, teriakan itu justru membuat pelaku beringas dan mengayunkan parang ke arahnya. Secara refleks, Anita menahan mata parang tersebut dengan tangannya hingga terluka parah.

Harta Benda Digasak, Korban Tergeletak Bersimbah Darah
Melihat korban tak berdaya, para pelaku langsung menggasak barang berharga milik korban dan melarikan diri. Anak korban, Maya Sahrona Siregar (24), menemukan ibunya sudah tergeletak di jalan dalam kondisi bersimbah darah.

Berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/82/II/2026/SPKT/POLRES PADANGSIDIMPUAN, kerugian yang dialami korban meliputi:
Uang tunai Rp30 juta di dalam dompet pink.
Cincin emas seberat 7,5 gram.
Sepeda motor Honda Beat Street hitam (Nopol B 5373 TIS).

Polisi Buru Pelaku
Pihak Polres Padangsidimpuan telah melakukan olah TKP dan sedang melakukan penyelidikan intensif untuk memburu kedua pelaku. Kejadian ini sempat menggegerkan warga sekitar Kelurahan Batunadua Julu.

Anita berharap polisi segera bertindak cepat agar tidak ada korban perempuan lainnya. “Mudah kali perempuan jadi sasaran, saya harap mereka segera tertangkap,” pungkasnya.

Dari Kekeringan Menuju Harapan: Irpom Bangkitkan Sawah Karanganyar Ambulu 

0

Jember, redaksi.co – Puluhan tahun para petani Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, hidup dalam bayang-bayang kekeringan. Setiap musim kemarau datang, sawah mengering, tanaman meranggas, dan harapan panen perlahan memudar. Namun kini, melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) berupa pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) dan saluran irigasi, denyut kehidupan kembali terasa di hamparan persawahan (15/02/2026).

Air yang dulu sulit dijangkau, kini mengalir melalui mesin pompa menuju lahan-lahan pertanian. Saluran irigasi yang dibangun memastikan distribusi air lebih merata, mengubah tanah yang sempat retak menjadi kembali subur dan produktif.

Ketua Poktan Sumber Makmur, Maroji, menyampaikan rasa syukur mendalam atas bantuan tersebut dengan suara bergetar penuh haru.

“Ini bukan hanya soal air. Ini tentang masa depan kami. Bertahun-tahun kami bergantung pada hujan. Setiap kemarau datang, kami hanya bisa pasrah. Tapi hari ini, kami punya kepastian. Kami punya harapan. Sawah kami hidup kembali, dan bersama itu, semangat kami juga bangkit.”

Ia menegaskan bahwa program ini benar-benar membantu upaya swasembada pangan. Dengan ketersediaan air yang lebih stabil, petani dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP), memperluas musim tanam, serta memaksimalkan hasil produksi.

“Dulu kami hanya bisa tanam satu kali dalam setahun. Sekarang, dengan adanya Irpom dan saluran irigasi ini, kami bisa dua kali tanam bahkan lebih optimal. Kami tidak lagi takut menghadapi kemarau. Produksi meningkat, panen lebih terjamin. Ini nyata membantu program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.”

Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian terhadap petani di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden. Bantuan ini bukan sekadar membangun irigasi, tetapi membangun harapan dan martabat kami sebagai petani. Kami siap bekerja lebih keras, berproduksi lebih banyak, demi ketahanan dan swasembada pangan bangsa.”

Kini, air yang mengalir di persawahan Karanganyar bukan sekadar aliran biasa. Ia menjadi simbol kebangkitan, kemandirian, dan tekad petani untuk berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional (Sofyan).

LPG 3 Kg Menggila! Rakyat Mamuju Tercekik, IPMAPUS Sulbar Bongkar Dugaan “Pangkalan Siluman”

0

Redaksi.co MAMUJU : Gejolak harga LPG 3 Kg di Mamuju kian memanas. Di tengah klaim tim sidak yang menyebut harga elpiji subsidi masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18.500, fakta di lapangan justru memukul keras wajah pengawasan distribusi.

Ketua IPMAPUS Sulawesi Barat, Akbar, melontarkan kecaman tajam. Ia menyebut kondisi distribusi LPG 3 Kg di Kabupaten Mamuju sudah berada pada titik yang “mencekik rakyat kecil”.

Jangan tutup mata! Masyarakat membeli LPG 3 Kg di pengecer Rp30.000 hingga Rp35.000, bahkan ada yang tembus Rp50.000 per tabung. Ini bukan cerita, ini realita pahit yang dirasakan setiap hari,” tegasnya.

IPMAPUS mengungkap sejumlah temuan yang dinilai sarat kejanggalan:

1. Pangkalan resmi kerap kosong, membuat warga kesulitan memperoleh LPG sesuai HET.

2. Muncul dugaan pangkalan “siluman” yang terdaftar secara administratif, namun tak pernah terlihat beroperasi.

3. Distribusi diduga tidak tepat sasaran, jatah pangkalan tertentu disebut-sebut mengalir ke pengecer ilegal.

Akibatnya, masyarakat terpaksa membeli LPG dari jalur tidak resmi dengan harga yang melambung tinggi.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: bagaimana mungkin sidak tidak menemukan harga di atas HET, sementara warga setiap hari membayar hampir dua kali lipat bahkan lebih?

Kalau sidak tidak menemukan pelanggaran, maka metode dan keseriusan pengawasannya patut dipertanyakan. Jangan sampai sidak hanya jadi formalitas laporan tanpa menyentuh penderitaan rakyat,” sindir Akbar tajam.

IPMAPUS Sulawesi Barat menilai ada indikasi kuat permainan distribusi dan lemahnya pengawasan. Mereka bahkan menegaskan, pejabat yang tidak mampu memastikan LPG subsidi tepat sasaran tidak layak menjadi pelayan masyarakat.

Dalam pernyataan sikapnya, IPMAPUS mendesak:

1. Evaluasi menyeluruh terhadap pejabat dan instansi pengawas distribusi LPG 3 Kg.

2. Pencopotan pejabat yang terbukti lalai atau gagal menyelesaikan persoalan.

3. Audit terbuka seluruh pangkalan LPG 3 Kg di Mamuju.

4. Pengusutan dugaan pangkalan siluman dan distribusi ilegal oleh aparat penegak hukum.

5.Transparansi data distribusi LPG agar bisa diakses publik.

IPMAPUS menegaskan LPG 3 Kg adalah hak masyarakat kecil. Subsidi negara, kata mereka, tidak boleh berubah menjadi bancakan oknum tak bertanggung jawab.

Jika dalam waktu dekat tak ada langkah konkret dari pemerintah, IPMAPUS memastikan akan mengambil langkah konstitusional untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas.

Gelombang kemarahan rakyat kini membara. Pertanyaannya: siapa yang akan bertanggung jawab atas mahalnya gas subsidi di Mamuju? (ZUL)

Bhabinkamtibmas Polsek Mambi Serahkan Bantuan Karpet Masjid dan Ajak Warga Jaga Kamtibmas di Mehalaan Barat

0

Redaksi.co MAMASA : Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban, Bhabinkamtibmas Polsek Mambi melaksanakan kegiatan sambang dan monitoring di desa binaan pada Minggu (15/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WITA tersebut dilaksanakan di Dusun Salubiru, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan Barat, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Dalam giat bertajuk Sakti (Sambang Keluarga Tangguh Indonesia) itu, Bhabinkamtibmas Desa Botteng, BRIPKA Muh Nur Alam, turun langsung menyapa dan berdialog dengan warga setempat.

Sebagai bentuk kepedulian dan sarana mempererat silaturahmi, BRIPKA Muh Nur Alam juga menyerahkan bantuan berupa dua buah karpet masjid kepada pengurus Masjid Al-Muhajirin. Bantuan tersebut diterima langsung oleh imam masjid dan disambut dengan penuh rasa syukur oleh masyarakat.

Selain penyerahan bantuan, Bhabinkamtibmas juga memberikan imbauan kepada seluruh warga, khususnya masyarakat binaan, agar senantiasa berperan aktif menjaga keamanan lingkungan desa. Warga diajak untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif.

Kapolsek Mambi, IPDA Samson, melalui kegiatan ini menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra dan sahabat masyarakat. “Polri akan terus hadir memberikan pelayanan prima, serta memastikan masyarakat merasa aman dan tenteram,” ungkapnya.

Hasil dari kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan silaturahmi antara Bhabinkamtibmas dan warga desa binaan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Dengan kegiatan sambang rutin seperti ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat dan sinergitas dalam menjaga keamanan wilayah tetap terjaga. (ZUL)

APPD Polisikan Dugaan Manipulasi Pajak Ritel Besar dan Oknum KPP

0

Redaksi.co MAMUJU : Skandal pajak beraroma panas di Sulawesi Barat. Aliansi Pemuda Peduli Daerah (APPD) resmi menyeret dugaan manipulasi dan penggelapan pajak ke jalur pidana dengan melaporkan ritel besar Toko Family serta oknum KPP Pratama Mamuju ke Polresta Mamuju, Sabtu (14/2/2026).

Laporan itu bukan tudingan ringan. Aktivis menduga ada praktik “kongkalikong” untuk menekan kewajiban pajak, omzet disebut besar di lapangan, tapi angka pajak yang masuk ke negara justru mengecil.

APPD membeberkan sejumlah indikasi serius:

1. Manipulasi Data
Omzet harian yang terpantau diduga jauh berbeda dengan laporan SPT Tahunan.

2. Penggelapan Sistematis
Ada dugaan penghilangan objek pajak dan pengecilan nilai transaksi secara terstruktur.

3. Peran Oknum Aparat
Oknum pengawas pajak diduga meloloskan data yang tak wajar, bahkan berpotensi ikut terlibat.

Kami tidak main-main. Pajak adalah urat nadi pembangunan. Kalau ada pengusaha dan aparat bermain mata, itu pengkhianatan terhadap rakyat,” tegas Nasri di depan Mapolresta.

Dalam laporan resminya, APPD menuntut:

1. Audit investigatif seluruh pembukuan usaha beberapa tahun terakhir.

2. Pemeriksaan pejabat pajak pengawas wilayah terkait.

3. Proses hukum transparan agar publik bisa mengawasi.

APPD memastikan tidak akan mundur dan siap mengawal perkara sampai tuntas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak ritel maupun kantor pajak belum memberikan klarifikasi resmi.

Kasus ini mulai menyita perhatian publik. Bila terbukti, perkara tersebut berpotensi menjadi salah satu skandal pajak paling memukul kepercayaan masyarakat terhadap dunia usaha dan aparat pengawas di Mamuju, karena yang dipertaruhkan bukan hanya uang negara, tetapi integritas hukum. (ZUL)

Bedah Buku “Muslim Tionghoa di Yogyakarta” Angkat Jejak Sejarah dan Spirit Toleransi

0

Redaksi.co, Jakarta – Sejarah panjang pergerakan etnis Muslim Tionghoa di Yogyakarta kembali diangkat ke ruang publik melalui bedah buku Muslim Tionghoa di Yogyakarta karya Sunano. Kegiatan ini digelar di Digra Coffee, Jalan Lebak Bulus II No. 21, Jakarta Selatan, Sabtu (14/2).

Buku tersebut mengulas kiprah Muslim Tionghoa di Yogyakarta dari sisi ekonomi, politik, hingga tradisi sosial-budaya. Penulisnya, Sunano, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Bagin Indonesia Centre (YBIC), menyusun karya ini berdasarkan observasi langsung serta wawancara dengan para pelaku dan saksi sejarah.

“Buku ini disusun dari pertemuan dan dialog dengan mereka yang mengalami langsung dinamika sejarah tersebut. Harapannya, pembaca memperoleh gambaran yang lebih utuh dan berimbang,” ujar Sunano saat memaparkan isi bukunya.

Kegiatan bedah buku ini menghadirkan tiga narasumber. Selain Sunano sebagai penulis, hadir pula Yusuf Blegur sebagai resensator. Aktivis yang juga Pembina YBIC tersebut dikenal sebagai anak asuh almarhum Bagin dan pernah menjadi presidium GMNI. Narasumber ketiga adalah Ustaz Amsar A. Dulmanan, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), yang turut memberikan perspektif akademis terhadap karya tersebut.

Acara dimoderatori oleh Mochamad Nuruddin, aktivis generasi Z sekaligus pendiri Rumah SDM. Diskusi berlangsung hangat dengan partisipasi peserta dari kalangan mahasiswa, pegiat literasi, hingga masyarakat umum.

Menurut Ketua Umum YBIC, Murniati Ginting, kegiatan ini tidak sekadar membahas buku, tetapi juga menjadi ruang refleksi kebangsaan. “Acara ini diharapkan mampu menambah wawasan sejarah Indonesia, khususnya dalam memahami keberagaman, serta menjadi penguat toleransi demi persatuan Indonesia,” ujarnya.

Minat terhadap buku ini terbilang tinggi, terutama di kalangan akademisi dan mahasiswa tingkat akhir. Banyak yang menjadikannya sebagai referensi dalam penyusunan tugas akhir karena dinilai menawarkan sudut pandang baru mengenai sejarah Muslim Tionghoa di Yogyakarta.

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ini juga menjadi sorotan. Panitia menyebut, antusiasme tersebut membuka peluang penyelenggaraan bedah buku lanjutan pada 2026. Selain itu, pada September mendatang, YBIC berencana memperingati ulang tahun Bagin yang dirangkai dengan peluncuran biografi beliau.

Melalui diskusi ini, pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa Muslim Tionghoa merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia. Mereka tidak ingin terus dipandang sebagai kelompok yang “diminoritaskan di antara minoritas”, melainkan sebagai elemen bangsa yang turut membangun negeri.

IPMAPUS Soroti Dugaan “Main Mata” Kasus Mafia BBM Subsidi, Polisi Didesak Bongkar Aktor Besar

0

Redaksi.co MAMUJU : Aroma busuk penanganan perkara dugaan mafia BBM subsidi di Sulawesi Barat semakin menyengat. Ketua IPMAPUS Sulawesi Barat melontarkan pernyataan keras setelah proses hukum yang berjalan dinilai berhenti hanya pada pelaku lapangan, sementara sosok yang disebut sebagai aktor utama justru tak tersentuh.

Kasus yang sebelumnya diamankan oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Barat awalnya dipuji publik sebagai langkah serius memberantas mafia migas subsidi. Namun harapan itu berubah menjadi kecurigaan.

Dalam persidangan terbuka, seorang sopir pengangkut BBM ilegal secara gamblang menyebut nama pihak yang diduga sebagai pengendali utama jaringan. Fakta mengejutkan itu bahkan memancing kemarahan majelis hakim karena penyidikan tidak dikembangkan terhadap nama yang telah disebut.

Alih-alih memburu otak permainan, proses hukum justru terkesan mandek pada operator kecil.

Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kalau hanya sopir yang diproses, publik berhak curiga ada yang dilindungi,” tegas Ketua IPMAPUS Sulbar, Akbar.

IPMAPUS menilai perkara ini bukan sekadar pelanggaran distribusi BBM, tetapi ujian integritas penegakan hukum. Mafia migas bukan kejahatan kecil, ia merampas subsidi rakyat, merugikan negara, dan menciptakan kelangkaan di tengah masyarakat.
Menurut mereka, kegagalan mengungkap aktor intelektual sama saja dengan membiarkan praktik ilegal terus hidup.

“Negara hadir untuk rakyat, bukan untuk melindungi pemodal ilegal,” kata Akbar.

IPMAPUS menyatakan akan mengawal kasus ini hingga tingkat nasional dan membawa persoalan tersebut ke Komisi III DPR RI agar dilakukan pengawasan terhadap proses penyidikan.

Dalam waktu dekat, mereka juga memastikan aksi turun ke jalan akan digelar sebagai bentuk tekanan publik.

Organisasi mahasiswa itu menyerukan seluruh masyarakat mengawasi perkara secara terbuka dan objektif.

Tuntutan mereka jelas:

1. Aktor intelektual harus ditetapkan sebagai tersangka.

2. Penyidikan dikembangkan secara transparan.

3. Tidak boleh ada pihak kebal hukum

“Mafia migas harus dibongkar sampai akar. Kepercayaan publik hanya pulih jika hukum benar-benar ditegakkan, bukan sekadar dipertontonkan.”

Kasus ini kini menjadi sorotan serius. Jika aparat gagal menuntaskan hingga ke pucuk jaringan, bukan hanya hukum yang dipertanyakan, melainkan keberpihakan negara kepada rakyat. (ZUL)

Sinergi Guru Menguat di Musrenbang Palabuhanratu, PGRI Apresiasi Keterlibatan Semua Elemen

0

Redaksi.co || Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Palabuhanratu yang digelar di Aula Kecamatan Palabuhanratu, Selasa (10/2/2026), berlangsung dinamis dan penuh semangat kolaborasi. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, serta Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Palabuhanratu.

Musrenbang kali ini dinilai berbeda karena menghadirkan sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif kalangan pendidik dalam proses perencanaan pembangunan kecamatan.

Ketua PGRI Kecamatan Palabuhanratu, Febri Bayu Nugraha, S.Pd (38), menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Musrenbang yang membuka ruang partisipasi bagi dunia pendidikan. Menurutnya, keterlibatan PGRI menjadi langkah strategis untuk memastikan arah pembangunan juga memperhatikan aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami sangat mengapresiasi Musrenbang kali ini karena benar-benar melibatkan semua elemen, termasuk PGRI. Guru tidak hanya berperan di ruang kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menyampaikan aspirasi pendidikan demi kemajuan daerah,” ujar Bayu.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah, legislatif, dan insan pendidik menjadi kunci dalam merumuskan program pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan berbagai usulan prioritas yang lahir dari kolaborasi lintas sektor dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah, sehingga pembangunan di Kecamatan Palabuhanratu berjalan lebih inklusif, tepat sasaran, dan berorientasi pada masa depan.***

Editor : Ujang S

Sempat Mati Suri, Kini Dua WTP PDAM Tirta Meulaboh Kembali Beroperasi Di Era Bupati Tarmizi

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM melaunching operasional Water Treatment Plant (WTP) Beureugang, Perumdam Tirta Meulaboh di Kecamatan Kaway XVI, pada Sabtu ,14/2/2026

Tarmizi mengatakan, sebelumnya PDAM Aceh Barat mati suri atau tidak aktif lagi hingga waktu itu tidak mungkin untuk mengaktifkan WTP Beureugang, sehingga hari ini baru bisa diaktifkan kembali WTP tersebut.

“Masalah banyak, utang juga sudah bertumpuk, pipa pun bocor sehingga tidak mungkin lagi untuk mengaktifkannya. Pada saat masa kampanye dulu khususnya di Kecamatan Johan Pahlawan, asal naik panggung itu selalu yang disampaikan kepada kami terkait PDAM,” kata Tarmizi.

Sehingga kata Tarmizi, pada saat sudah terpilih dalam Pilkada, langkah pertama yang dilakukannya adalah memastikan PDAM aktif dan lancar kembali sesuai dengan harapan masyarakat.

“Dan Alhamdulillah sudah mulai terus berjalan pelan – pelan sampai hari ini sudah sampai ke WTP Beureugang, kemudian kami bersama – sama jajaran pemerintah siang malam di enam bulan pertama setelah dilantik fokus mencari investor,” katanya.

Dan akhirnya kata Tarmizi, mereka bertemu dengan satu investor yaitu Moya, mereka adalah investor air PDAM terbesar di Indonesia untuk Jakarta dan Jawa Barat. Jika dilihat secara ekonomis maka tidak mungkin mereka mau ke Aceh Barat,

“Tapi alhamdulillah mereka mau ke Aceh Barat melakukan survey menggunakan uang mereka sendiri yang jumlahnya sekitar Rp 1 miliar lebih demi kita Aceh Barat dan ini sedang berlangsung prosesnya. Kalau nanti tidak ada halangan insyaallah PDAM akan kerjasama dengan investor dan akan lancar air di lima kecamatan,” ujar Tarmizi.

Tujuan di launchingnya WTP Beureugang ini kata Tarmizi salah satunya adalah untuk persiapan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Aceh Barat menjelang dan pada saat bulan suci ramadhan nantinya.

“Mohon doa dari seluruh masyarakat supaya ikhtiar yang sedang kita lakukan bisa terwujud sesuai dengan harapan kita bersama,” ujarnya ****