Jumat, Maret 20, 2026
Beranda blog Halaman 41

Kapolres Langkat pantau pengamanan Imlek di Vihara Avaloketisvara Stabat

0

Langkat-redaksi.co
Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, MSi, memantau langsung kesiapan personel yang bertugas, sekaligus berkoordinasi dengan pengurus Vihara dan masyarakat sekitar, guna memastikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 berlangsung aman dan kondusif dengan menggelar pengamanan di sejumlah titik strategis, terutama di Vihara Avalokitesvara Stabat, Selasa (17/02/2026).

Kapolres menekankan pentingnya profesionalisme serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Kita hadir untuk memastikan saudara-saudara kita dapat merayakan Imlek dengan aman dan nyaman. Jika ada situasi yang membutuhkan tindakan, segera laporkan dan tangani dengan baik,” ujar Kapolres AKBP David .

 

Masyarakat melaksanakan ibadah di Vihara Avalokitesvara Chio Ani Tista, mengapresiasi kehadiran Polres Langkat dalam pengamanan Imlek tahun ini.

“Kami merasa lebih tenang dan nyaman dengan kehadiran aparat kepolisian. Ini menunjukkan kepedulian dan sinergi yang baik antara polisi dan masyarakat,” ungkap Candra.

Polres Langkat berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap perayaan keagamaan, mencerminkan semangat toleransi dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Langkat.

Dengan pengamanan maksimal, diharapkan Imlek 2026 dapat dirayakan dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan.

M.ilyas

Dinas Kominsa Aceh Barat Adakan Silaturahmi dan Temu Ramah Bersama Wartawan

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat menggelar acara temu ramah dengan seluruh wartawan- jurnalis yang digelar di Meulaboh Premium Cafe, pada Senin ,16/2/2026

Kegiatan temu ramah dan silaturahmi yang di adakan ini dihadiri oleh seluruh wartawan dari sejumlah organisasi yang ada di Aceh Barat seperti dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI),Markas Wartawan Aceh Barat, Ikatan Wartawan Online (IWO), Jurnalis Aceh Barat (JAB), Sekber Wartawan Indonesia (SWI)

Dedi Mulianda, S.IP, M.Si Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kominsa Aceh Barat di kesempatan tersebut mengatakan, selain untuk mempererat tali silaturahmi kegiatan tersebut juga sebagai wadah perkenalan dirinya yang baru saja diamanahkan oleh bupati sebagai Plt Kadis Kominsa.

“Pada tanggal 5 Februari kemarin pak bupati melalui pak wakil bupati memberikan SK tambahan tugas kepada kami yang pada posisinya kami menjabat sebagai Kabag Protokol di Setdakab dan diamankan tugas sebagai Plt Kadis Kominsa Aceh Barat,” ujar Dedi.

Kata Dedi ,hari ini Pemkab Aceh Barat ingin terus berkembang dan tumbuh lebih baik, untuk itu perlu adanya sinergitas dan dukungan dari semua elemen atau pihak yang salah satunya adalah para jurnalis.

“Nanti kita bisa berkomunikasi aktif tidak hanya melalui Kabid atau Sekdis saja, teman – teman bisa langsung berkomunikasi langsung dengan kami, karena kita ingin sinergitas itu terbentuk mulai dari hari ini,” katanya.

Dedi menyebutkan bahwa, informasi – informasi terkait pembangunan yang telah dan akan dilakukan oleh Pemkab Aceh Barat harus lebih digenjot dan diperbanyak dan disebarluaskan lagi baik itu melalui saluran di masing – masing dinas maupun melalui rekan – rekan media semua.

“Pertemuan dan silaturahmi ini merupakan pintu awal kita dalam memperkuat sinergitas yang kita bangun dengan memohon bantuan rekan – rekan media, memang hari ini kami masih menjabat sebagai Plt jadi belum ada arahan dari pak bupati seperti apa tugas kami kedepannya, tetapi ini yang harus dilakukan oleh Kadis Kominsa yaitu membuka komunikasi yang seluas – luasnya dengan rekan – rekan media,” ujar Dedi ****

Lautan Doa Sambut Tahun Baru Imlek, Ribuan Umat Padati Vihara Petak Sembilan dalam Suasana Penuh Berkah

0

Jakarta, Redaksi.Co– Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini berlangsung begitu semarak dan sarat makna. Sejak pagi buta, ribuan umat Tionghoa memadati Vihara Dharma Bhakti atau yang dikenal sebagai Vihara Petak Sembilan, untuk melaksanakan sembahyang menyambut pergantian tahun dengan penuh khidmat dan ketenangan.

Suasana sakral terasa begitu kental di setiap sudut vihara. Asap hio membumbung tinggi, lantunan doa terdengar bersahutan, sementara umat datang silih berganti membawa harapan akan kesehatan, kedamaian, dan keberkahan di tahun yang baru.

Pengurus vihara, Suhu Asen, memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan tertib. Ia juga menegaskan bahwa kondisi cuaca sangat mendukung jalannya perayaan.
“Cuaca aman, aman. Semua umat sembahyang untuk kesehatan, dengan damai dan tenang,” ujar Suhu Asen di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, persiapan telah dilakukan jauh sebelum hari puncak. Salah satu tradisi penting yang dilaksanakan adalah ritual “cuci patung” sebagai simbol penyucian diri dan lingkungan sebelum memasuki tahun baru. Seluruh area vihara dibersihkan dan ditata sedemikian rupa guna memberikan kenyamanan maksimal bagi para umat yang hadir. “Hari ini memang puncaknya. Kita sudah siap-siap semua. Setelah perayaan dimulai, umat datang terus menerus,” ungkapnya.
Diperkirakan jumlah umat yang hadir mencapai ribuan orang. Hal ini dimungkinkan karena vihara membuka akses ibadah selama 24 jam khusus pada momentum Imlek, sehingga umat dapat datang secara bergantian tanpa harus berdesakan dalam satu waktu.

“Kalau dihitung bisa ribuan karena tidak sekaligus. Datangnya bergantian terus menerus selama 24 jam,” jelasnya.
Meski demikian, pengurus tetap menerapkan sistem pengaturan antrean secara bertahap apabila kapasitas di dalam vihara telah terpenuhi. Langkah ini dilakukan demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan kekhusyukan selama ibadah berlangsung.
Pada hari perayaan Imlek, operasional vihara berlangsung hingga pukul 19.00 WIB sebelum dihentikan sementara untuk waktu istirahat. Sementara pada hari biasa, aktivitas ibadah umumnya berakhir pada pukul 15.00 WIB.
Perayaan Imlek tahun ini pun tercatat berlangsung lancar, kondusif, dan penuh makna. Lebih dari sekadar tradisi tahunan, momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan, toleransi, serta harapan baru untuk kehidupan yang lebih sehat, damai, dan harmonis di tahun yang akan datang.

“Antara Mama Cinta & Surga” Angkat Kisah Haru tentang Pengorbanan dan Restu Ibu

0

Jakarta,Redaksi.Co-Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan drama keluarga penuh emosi melalui film ” Antara Mama Cinta dan Surga” yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 19 Februari 2026.

Film ini mengangkat kisah tentang cinta, pengorbanan, serta pergulattan batin seorang anak yang harus memilih antara ambisi, cinta, dan restu sang ibu.

Disutradarai oleh Agustinus Sitorus, film ini menyuguhkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, khususny tentang hubungan ibu dan anak yang kerap diuji oleh keadaan. Dengan latar hudaya yang kental dan nuansa religi yang menyentuh, “Antara mama Cinta dan Surga” hadir sebagai tontonan yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati.

Film ini berkisah tentang seorang pemuda yang berjuang meraih cita-citanya ditengah keterbatasan ekonomi keluarga. Di sisi lain, ia dihadapkan pada pilihan sulit ketika sang ibu berharap ia tetap berada di sampingnya. Konflik batin semakin kuat ketika cinta datang, membawa harapan sekaligus dilema yang tak mudah diputuskan.

Produser menyampaikan bahwa film ini dibuat sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok ibu yang sering kali menjadi pilar utama dalam keluarga. “Kami ingin menghadirkan cerita yang sederhana namun penuh makna.Tentang bagaimana doa dan cinta seorang mama bisa menjadi jalan menuju surga bagi anakny”, ungkap tim produksi dalam keterangan resminy.

Diperkuat oleh jajaran pemain muda dan senior berbakat, film ini diharapkan mampu menyentuh berbagai kalanggan penonton, mulai dari remaja hingga keluarga. Chemistry antarpemain dan pendalaman karakter menjadi kekuatan utama yang menjadikan film ini terasa nyata dan relevan.

Dengan sinematografi yang hangat serta alur cerita yang emosional, “Antara Mama Cinta dan Surga” diyakini akan menjadi salah satu film drama keluarga yang paling dinanti di awal tahun 2026. Film ini akan tayang serentak dibioskop seluruh Indonesia pada tanggal 19 Februari 2026. Jangan lewatkan kisah penuh cinta dan pengorbanan yang akan mengingatkan kita pada arti restu dan doa seorang ibu.

Aktivis Ultimatum Kejari Mamasa, Minta Pengawasan Ketat Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih

0

Redaksi.co MAMASA : Ketua Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamasa (GEPMA), Mondi, mengultimatum Kejaksaan Negeri Mamasa agar melakukan pengawasan ekstra terhadap pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Kabupaten Mamasa.

Program pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan salah satu prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Pembangunan gerai koperasi ini disebut-sebut menyerap anggaran sekitar Rp1,6 miliar per koperasi.

Mondi menegaskan, besarnya anggaran yang digelontorkan harus diimbangi dengan pengawasan ketat dari seluruh pihak yang terlibat. Ia meminta seluruh stakeholder memastikan proses pembangunan berjalan transparan dan bebas dari praktik korupsi.

Kami ingin pembangunan gerai koperasi ini benar-benar berhasil tanpa ada tindak pidana korupsi di dalamnya. Ini program nasional yang manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat desa dan kelurahan,” tegas Mondi.

GEPMA juga mendesak Kejaksaan Negeri Mamasa untuk terlibat aktif dalam mengawal proses pengerjaan proyek, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Selain itu, mereka mendorong agar masyarakat setempat dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam setiap pembangunan gerai koperasi.

Menurut Mondi, keterlibatan masyarakat tidak hanya akan meningkatkan rasa memiliki terhadap koperasi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas proyek.

Dengan pengawasan yang maksimal dan partisipasi publik, GEPMA berharap pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Mamasa dapat berjalan sukses serta benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat. (ZUL)

bp Indonesia Tegaskan Komitmen Operasi Aman dan Transparan, Paparkan Program Sosial di Fakfak.

0

Jakarta, Redaksi.co – bp Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjalankan operasi yang aman, transparan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Fakfak dan Teluk Bintuni, Papua Barat.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul perhatian publik terhadap aktivitas kapal seismik di wilayah Arguni, Kabupaten Fakfak. bp Indonesia menyatakan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan merupakan bagian dari program eksplorasi hulu migas yang dilaksanakan sesuai peraturan dan tata kelola yang disetujui Pemerintah Republik Indonesia, serta mengikuti standar keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan yang ketat.

Sebagai perusahaan yang telah menjadi bagian dari Indonesia selama lebih dari 60 tahun dan beroperasi di Papua Barat lebih dari dua dekade, bp Indonesia berkomitmen menjalankan operasi secara bertanggung jawab. Perusahaan juga terus menjalin komunikasi terbuka dengan pemerintah daerah, masyarakat di sekitar lokasi kegiatan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

“Kami percaya keberhasilan kegiatan energi harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat,” demikian disampaikan dalam keterangan resminya.

Sosialisasi dan Penghormatan Adat

Terkait aktivitas seismik, sebelum kegiatan dimulai bp Indonesia telah melaksanakan serangkaian sosialisasi dan upacara adat bersama masyarakat di sejumlah distrik di Fakfak dan Sorong Selatan, bersama pemerintah daerah.

Di antaranya kegiatan doa bersama di Arguni pada Oktober 2025 serta rapat sosialisasi pada 23 Desember 2025 di Kokas yang dihadiri Bupati Fakfak, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan pimpinan dari tujuh suku asli di Kabupaten Fakfak. Rangkaian kegiatan tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menghormati hak dan adat masyarakat setempat serta memastikan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di laut.

Program Pemberdayaan Sejak 2006

Selain kegiatan operasional, bp Indonesia juga memaparkan berbagai program sosial yang telah dijalankan sejak 2006 sebagai bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), berdasarkan persetujuan pemerintah dan peraturan yang berlaku.

Di Kabupaten Fakfak, sejumlah program yang telah dilaksanakan antara lain:

1. Beasiswa kepada lebih dari 1.400 pelajar Papua tingkat SMA dan universitas, termasuk pelajar di Fakfak.

2. Kegiatan Rumah Pintar di Kokas, Goras, dan Arguni.

3. Fasilitas Laboratorium IPA dan pengembangan pembelajaran STEM di SMU Negeri 1 Kokas.

4. Politeknik Energi Terbarukan (Polinef) sebagai pusat pelatihan energi terbarukan.

5. Pendampingan koperasi di beberapa kampung terdampak sebagai pusat stocking point untuk suplai produk pertanian dan perikanan ke Tangguh LNG.

6. Pendampingan kepada pengusaha lokal Papua agar terlibat dalam proses pengadaan Tangguh LNG, termasuk lima pengusaha asal Fakfak.

7. Penyediaan fasilitator kesehatan di sejumlah kampung untuk program Kesehatan Ibu dan Anak, malaria, TB, sanitasi air, serta HIV/AIDS.

8. Perbaikan fasilitas umum, termasuk Rumah Pintar dan sarana air bersih.

Fokus Penguatan Ekonomi Arguni

Khusus di Arguni, bp Indonesia menyebut telah menjalankan berbagai program yang berfokus pada pendidikan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Sejak 2010 hingga 2025, tercatat sekitar 850 ton produk perikanan atau senilai sekitar Rp37 miliar telah disuplai dari Koperasi Enenem Jaya, Arguni, untuk memenuhi kebutuhan katering Tangguh LNG. Pada tahun 2025 saja, serapan mencapai 95 ton ikan.

Selain itu, perusahaan juga memfasilitasi pembangunan gedung koperasi, pemasangan genset, penyediaan kulkas penyimpanan, serta dukungan peralatan nelayan seperti unit long boat bermesin 15 PK, long boat besar dengan motor tempel 40 PK, peralatan nelayan, dan mesin pemurni air.

Dukungan UMKM dan Infrastruktur

bp Indonesia juga memberikan dukungan bagi usaha produk turunan perikanan seperti abon ikan, mulai dari pengurusan izin usaha, label halal, hingga pengemasan produk.

Pelatihan penguatan UMKM dan usaha lokal juga diberikan kepada 21 pengusaha di Arguni dan Taver serta 26 pengusaha di Kokas, meliputi pelatihan keuangan, pembukuan bisnis, hingga strategi pemasaran.

Di sektor pendidikan, perusahaan melakukan pendampingan dan penguatan kompetensi bagi guru SD di Arguni, termasuk pelaksanaan English Bootcamp dan pemberian beasiswa pendidikan.

Dalam bidang infrastruktur, bp Indonesia mengembangkan pembangkit listrik alternatif di Pulau Arguni dengan kapasitas hingga 150 kWh per hari untuk mendukung rumah ibadah, koperasi, gedung PKK, SMP Arguni, balai kampung, PAUD, dan fasilitas lainnya dengan nilai investasi sekitar Rp2 miliar.

Selain itu, perbaikan jetty masyarakat yang sebelumnya dilakukan pada 2016 akan kembali dilaksanakan pada 2026 dengan anggaran sebesar Rp573 juta.

bp Indonesia menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk membantu pemerintah dalam mencapai kedaulatan energi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Jelang liga 4, Persifa Fakfak Intensifkan Persiapan dan pembenahan team.

0

Fakfak, Redaksi.co – Manajemen Persifa Fakfak terus mematangkan persiapan tim menjelang keikutsertaan dalam Liga 4 Zona Papua Barat yang dijadwalkan bergulir pada 3 Maret 2026 di Manokwari. Kompetisi ini menjadi momentum penting bagi Persifa untuk kembali menunjukkan eksistensinya di kancah sepak bola regional.

Saat ini, skuad Persifa tengah menjalani tahapan Training Center (TC) sebagai bagian dari persiapan akhir. Dalam proses tersebut, tim pelatih melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan fisik, teknik, serta grafik performa setiap pemain. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan guna memastikan komposisi tim yang dibentuk benar-benar siap bersaing di ajang resmi tersebut.

Juru Bicara Persifa Fakfak, Semuel Lesnussa, menjelaskan bahwa seluruh tahapan yang telah dilalui merupakan bagian dari strategi manajemen dalam membangun tim yang solid dan kompetitif. Proses tersebut dimulai dari seleksi terbuka yang memberikan kesempatan bagi talenta lokal untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, dilanjutkan dengan pengumuman pemain terpilih, hingga pemusatan latihan yang kini sedang berlangsung.

“Semua tahapan yang dilakukan, mulai dari proses seleksi terbuka hingga Training Center ini, bertujuan mempersiapkan skuad Persifa Fakfak agar siap mengikuti Liga 4 Zona Papua Barat pada 3 Maret 2026 di Manokwari,” ujar Semuel.

Di sisi lain, manajemen mengakui masih menghadapi kendala anggaran yang cukup signifikan. Saat ini, pihaknya tengah berupaya mencari tambahan dukungan dana guna memastikan keikutsertaan tim dalam kompetisi tersebut. Persoalan ini dinilai krusial, mengingat apabila kembali absen, Persifa Fakfak berpotensi menerima sanksi dari PSSI, berupa pencoretan dari Liga 4 serta kewajiban membayar denda.

Manajemen berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik masyarakat, BUMN, maupun Pemerintah Daerah, untuk bersama-sama berkontribusi dalam memajukan sepak bola di Kabupaten Fakfak. Dukungan tersebut dinilai bukan hanya demi keberlangsungan tim, tetapi juga sebagai investasi pembinaan generasi muda dan kebanggaan daerah.

“Kami berharap ada perhatian dari semua pihak untuk mendukung tim kebanggaan kita bersama, Persifa Fakfak,” tutup Semuel.

Pesantren Mesjid dan Majelis Taklim Pilar Strategis Wujudkan Visi Mubarakah Menuju Sukabumi Adil dan Makmur 

0

Oleh : Aam Abdul Salam, Penasehat PWI Kab.Sukabumi, Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi dan Presidium KAHMI Sukabumi

Redaksi.co || Visi Mubarakah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah) bukan sekadar jargon politik atau retorika elektoral, melainkan manifestasi peta jalan strategis menuju transformasi Kabupaten Sukabumi yang bermartabat dan inklusif.

Namun, dalam mewujudkan visi besar ini tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik semata, diperlukan pendekatan holistik-integratif yang mensinergikan pembangunan infrastruktur material dengan rekayasa sosial berbasis penguatan spritual dan karakter, yang secara fundamental dapat dicapai melalui optimalisasi “Tiga Pilar Institusi Islam” : Pesantren, Masjid, dan Majelis Taklim.

Pesantren: Laboratorium SDM “Unggul” dan “Maju”

Secara historis, pesantren bukan sekadar institusi transmisi ilmu agama. Ia adalah laboratorium bangsa yang memainkan peran vital dalam mencetak individu berkarakter, berintegritas, dan mandiri. Lebih dari itu, pesantren telah lama berdiri sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu melahirkan agen perubahan di berbagai lini kehidupan.

Guna menjawab tantangan global dan mengaktualisasikan visi mubarakah, pesantren harus direvitalisasi menjadi pusat inkubasi SDM yang adaptif melalui tiga langkah strategis:

Transformasi Kurikulum yang Adaptif: Mengintegrasikan literasi digital dan sains ke dalam kurikulum tradisional tanpa mengikis jati diri serta nilai-nilai luhur kepesantrenan.

Pengembangan Jiwa Santripreneur: Menanamkan mentalitas kewirausahaan agar santri tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga penggerak ekonomi riil yang mandiri.

Sinergi Intelektual dan Moral: Memadukan kedalaman ilmu turats dengan penguasaan teknologi mutakhir untuk melahirkan generasi yang Maju secara kompetensi, namun tetap Rendah Hati secara spiritual.

Dengan langkah ini, pesantren akan bertransformasi menjadi pusat inkubasi SDM unggul yang mampu membawa Kabupaten Sukabumi bersaing di kancah nasional hingga global.

Mesjid: Episentrum Peradaban yang “Berkah”

Dalam perspektif sosiologi religius, masjid bukan sekadar entitas fisik berupa bangunan peribadatan (ritualitas murni), melainkan sebuah institusi multidimensional yang berfungsi sebagai titik temu antara aspek ketuhanan (hablum minallah) dan kemanusiaan (hablum minannas).

Oleh karena itu, masjid harus direvitalisasi ke fungsi orisinalnya sebagai pusat pemberdayaan umat, yang salah satunya dengan menghidupkan ekonomi umat (seperti Baitul Maal atau koperasi masjid). Karena sejatinya, masjid yang mampu memakmurkan jamaahnya secara ekonomi dan mengedukasi secara sosial adalah perwujudan nyata dari keberkahan yang terukur.

Keberkahan bukan lagi konsep abstrak, melainkan dampak nyata (outcome) berupa meningkatnya kesejahteraan dan menurunnya angka kerentanan sosial di lingkungan sekitar. Dan Inilah yang disebut dengan pusat integrasi sosial di mana program pemerintah dan kebutuhan warga dapat bertemu.

Majelis Taklim: Garda Terdepan Masyarakat “Berbudaya”

Sebagai institusi dengan jangkauan akar rumput terluas, Majelis Taklim memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan keluarga melalui internalisasi nilai-nilai teologis yang kontekstual. Seperti menumbuhkan nilai-nilai etika, sopan santun, dan kearifan lokal yang kian tergerus oleh arus modernitas.

Dalam ruang sosial kontemporer, Majelis Taklim harus diposisikan sebagai benteng pertahanan strategis dalam memitigasi degradasi moral serta menangkal paham radikalisme yang berpotensi memicu disintegrasi bangsa.

Lebih spesifik lagi, lembaga ini memegang mandat moral untuk merawat jati diri Kabupaten Sukabumi yang Religius dan Berbudaya. Dan melalui sinergi antara nilai ukhuwah dan kearifan lokal, Majelis Taklim harus dapat memastikan identitas daerah tetap kokoh dan relevan di tengah dinamisasi zaman

Dalam mensukseskan Visi Mubarakah memerlukan orkestrasi yang harmonis. Jika pemerintah memberikan dukungan regulasi dan anggaran, maka ketiga institusi ini harus menjawabnya dengan inovasi gerakan. Dan ketika pesantren, masjid, dan majelis taklim bergerak serentak secara profesional, maka masyarakat yang maju dan unggul bukan lagi sekadar impian, melainkan keberkahan yang nyata dirasakan oleh seluruh warga Sukabumi.***

Editor : OPK

Jembatan Poros Provinsi di Mamasa Ambruk, Tiga Desa Terisolasi dan Ekonomi Warga Lumpuh

0

Redaksi.co MAMASA : Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, beberapa hari terakhir berujung bencana. Jembatan utama di jalan poros provinsi ambruk, memutus total akses transportasi dan mengisolasi tiga desa sekaligus.

Jembatan sepanjang 8 meter dan lebar 3 meter itu merupakan jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Mehalaan dengan Kecamatan Matangnga. Sejak roboh diterjang arus deras, arus kendaraan terhenti total. Warga tak lagi bisa melintas, baik untuk bekerja, sekolah, maupun mengangkut hasil pertanian.

Kepala Desa Kondo, Selamin, mengungkapkan bahwa dampak terparah dirasakan oleh tiga desa, yakni Desa Kondo, Desa Passembu, dan Desa Botteng. Ketiganya kini terisolasi tanpa akses darat yang memadai.

Akibat robohnya jembatan ini, masyarakat di tiga desa benar-benar terisolasi. Kami sangat berharap ada penanganan darurat dari pemerintah, mulai dari kabupaten, provinsi hingga pusat, agar jembatan bisa segera difungsikan kembali meskipun hanya sementara,” ujar Selamin.

Tak hanya memutus mobilitas, ambruknya jembatan ini juga memukul perekonomian warga. Komoditas andalan seperti cokelat, padi, jagung, dan kopi yang biasanya dipasarkan ke wilayah Mambi dan sekitarnya kini tertahan. Aktivitas jual beli hasil bumi dari dan menuju Matangnga pun ikut terhenti.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan darurat, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah. Tanpa perbaikan cepat, dampak sosial dan ekonomi dikhawatirkan akan semakin meluas. (ZUL)

Hadiri HUT Distrik Bomberay, Bupati Samaun Ajak Masyarakat Kembangkan Potensi UMKM Lokal.

0

Fakfak, Redaksi.co – Pemerintah Kabupaten Fakfak menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Samaun Dahlan saat menghadiri Festival Kuliner UMKM dalam rangka peringatan HUT ke-21 Distrik Bomberay, Minggu (15/2/2026).

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, mulai dari tingkat kampung hingga kabupaten. Menurutnya, sektor usaha kecil bukan hanya menjadi sumber penghasilan warga, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta memperkuat daya tahan ekonomi daerah.

“Kita ingin Bomberay tumbuh sebagai distrik yang maju dan mandiri dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki. Karena itu, UMKM harus terus kita dorong agar masyarakat semakin percaya diri dan produktif dalam berusaha,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, pertumbuhan UMKM yang stabil akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Fakfak terus menjadikan pemberdayaan ekonomi kerakyatan sebagai agenda prioritas dalam program pembangunan daerah.

Menurut Samaun Dahlan, Bomberay memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Fakfak, terutama pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan yang menjadi kekuatan utama masyarakat setempat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memastikan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah distrik dan kampung, agar seluruh masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati hadir bersama Wakil Bupati Donatus Nimbtekendik. Keduanya mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT Distrik sebagai sarana mempererat kebersamaan, menjaga stabilitas daerah, serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat di wilayah Papua Barat.