Beranda blog Halaman 358

Pererat Kebersamaan, TNI–Polri Maluku Utara Tegaskan Komitmen Sinergitas  

0

REDAKSI. CO – Personel TNI dan Polri di Maluku Utara menggelar kegiatan silaturahmi untuk memperkuat soliditas dan sinergi antarinstansi. Kegiatan tersebut berlangsung di Mako Satuan Brimob Polda Maluku Utara, Rabu (14/1/2026).

Silaturahmi ini dihadiri oleh Komandan Batalyon Yonif TP 866 Satria Gamrange, Letkol Infanteri Muhammad Yopi Septiansa, Wakil Direktur Samapta Polda Malut, Wakil Komandan Yonif TP 866 Satria Gamrange, serta personel TNI dan Polri.

Komandan Satuan Brimob Polda Malut, Kombes Pol. Handri Wira Suriyana, S.I.K., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran TNI di Mako Brimob.

Lanjut, Ia menegaskan bahwa soliditas TNI-Polri merupakan kunci utama dalam menjaga kekuatan bangsa dan negara, sejalan dengan cita-cita Presiden Republik Indonesia.

Menurut Handri, TNI dan Polri memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional, termasuk dalam mendukung program-program pemerintah seperti ketahanan pangan.

Karena itu, kebersamaan dan kekompakan harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Ia menambahkan, kegiatan silaturahmi tersebut merupakan langkah awal untuk mempererat hubungan antarpersonel dan diharapkan dapat berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan positif lainnya. Ke depan, pihaknya juga merencanakan pelaksanaan zikir dan doa bersama demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku Utara.

Sementara itu, Danyon Yonif TP 866 Satria Gamrange, Letkol Infanteri Muhammad Yopi Septiansa, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan.

Ia menilai kegiatan silaturahmi ini sangat bermanfaat, terutama bagi personel Yonif TP 866 yang baru bertugas di Maluku Utara dalam kurun waktu satu hingga dua bulan terakhir.

Menurutnya, melalui kegiatan ini, personel TNI dan Polri dapat saling mengenal, membangun komunikasi, serta memperkuat rasa kebersamaan, baik dalam kedinasan maupun saat bertemu di luar lingkungan kesatrian.

Letkol Yopi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Terakhir, Ia menegaskan bahwa soliditas TNI-Polri menjadi modal penting dalam memelihara situasi kamtibmas serta menunjukkan kesiapan aparat sebagai abdi negara dalam menjaga kedaulatan dan keamanan, khususnya di Provinsi Maluku Utara.

Menlu RI Sugiono: Diplomasi Indonesia Harus Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Dunia yang Rapuh

0

Redaksi.co, Jakarta | Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa diplomasi Indonesia ke depan akan difokuskan pada penguatan ketahanan nasional di tengah situasi global yang semakin tidak menentu. Hal itu disampaikan dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri (PPTM) 2026 yang digelar di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (14/1).

Menurut Sugiono, dunia saat ini diwarnai oleh konflik, fragmentasi geopolitik, serta melemahnya kepercayaan terhadap tatanan internasional. Dalam kondisi tersebut, Indonesia memilih untuk tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang adaptif, dengan berangkat dari kepentingan rakyat dan kebutuhan nasional.

“Diplomasi harus dimulai dari rumah. Negara yang kuat di dalam akan memiliki daya tawar di luar,” ujar Sugiono.

Ia menekankan pentingnya diplomasi ketahanan yang mencakup aspek keamanan, ekonomi, perlindungan warga negara, hingga penguatan peran Indonesia di kawasan dan forum global. Sepanjang 2025, Indonesia mencatat kemajuan dalam penyelesaian batas wilayah, penguatan kerja sama pertahanan, serta diplomasi ekonomi untuk menjaga stabilitas dan kemandirian nasional.

Sugiono juga mengatakan komitmen Indonesia terhadap ASEAN, multilateralisme, serta perjuangan kemanusiaan, termasuk dukungan berkelanjutan bagi Palestina. Di sisi lain, perlindungan WNI dan pemberdayaan diaspora disebut sebagai pilar utama yang terus diperkuat oleh Kemenlu RI.

Menutup pernyataannya, Sugiono menyampaikan keyakinan bahwa diplomasi Indonesia akan terus hadir dengan prinsip, keberanian, dan kepercayaan untuk menjawab tantangan global serta membawa manfaat nyata bagi rakyat.

PT. PSA Kembali Mangkir,Kades Harapan Baru Layangkan Surat Panggilan Ke-III, Masyarakat Menanti Niat Baik

0

Pemerintah Desa Harapan Baru, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, kembali dibuat kecewa oleh sikap manajemen PT PSA–Cargill yang untuk kedua kalinya mangkir dari undangan resmi mediasi penyelesaian konflik tanah/lahan di Dusun Dentot.

Pemanggilan kesekiankalinya tersebut tertuang dalam Surat Resmi Nomor: PV.320/PB-HB/I/2026 perihal Mediasi, sebagai tindak lanjut atas laporan warga Dusun Dentot atas nama Rudi alias Ahu, yang hingga kini belum memperoleh kejelasan dan penyelesaian atas persoalan lahan yang disengketakan.

Mediasi dijadwalkan berlangsung Senin, 12 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, bertempat di Rumah Adat Dusun Dentot. Namun hingga waktu yang ditentukan, tidak satu pun perwakilan manajemen PT PSA–Cargill hadir, tanpa pemberitahuan maupun alasan resmi.

Padahal, forum mediasi tersebut disiapkan sebagai ruang dialog terbuka dan bermartabat untuk mencari solusi yang adil, dengan menjunjung tinggi hukum positif serta hukum adat yang berlaku di wilayah setempat.

Surat pemanggilan tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Desa Harapan Baru, Yadin, pada 6 Januari 2026, dengan tembusan kepada Kapolres Ketapang, Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Dinas Perkebunan, Camat Air Upas, unsur kepolisian, lembaga adat, serta unsur pemerintahan desa.

Pantauan di lokasi menunjukkan, tepat pukul 09.00 WIB, Kepala Desa Harapan Baru, Kepala Dusun, Demong Adat, serta masyarakat Dusun Dentot telah hadir dan menunggu di Rumah Adat, bersama Rudi alias Ahu selaku pelapor. Turut hadir LBH Rumah Hukum Indonesia (RHI) sebagai kuasa hukum, diwakili Ahmad Upin Ramadan, CPLA, beserta tim pendamping hukum.

Demong Adat Dusun Dentot menyampaikan bahwa pihak adat telah tiga kali melayangkan surat resmi kepada PT PSA–Cargill, namun seluruhnya tidak pernah direspons. Bahkan, Pemerintah Desa Harapan Baru telah dua kali menyurati perusahaan, namun tetap tidak mendapat tanggapan.

Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap pemerintah desa, lembaga adat, serta masyarakat setempat. Demong Adat menegaskan, apabila PT PSA–Cargill terus mengabaikan undangan resmi dan tidak menghormati hukum adat Dusun Dentot, maka lembaga adat akan mempertimbangkan langkah-langkah tegas sesuai ketentuan adat yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Desa Harapan Baru, Nadin, menegaskan bahwa pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan ketiga apabila perusahaan kembali tidak menunjukkan itikad baik.

“Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam melindungi hak-hak masyarakat serta menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah,” tegasnya.

Pemerintah Desa Harapan Baru, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, kembali dibuat kecewa oleh sikap manajemen PT PSA–Cargill yang untuk kedua kalinya mangkir dari undangan resmi mediasi penyelesaian konflik tanah/lahan di Dusun Dentot.

Pemanggilan kesekiankalinya tersebut tertuang dalam Surat Resmi Nomor: PV.320/PB-HB/I/2026 perihal Mediasi, sebagai tindak lanjut atas laporan warga Dusun Dentot atas nama Rudi alias Ahu, yang hingga kini belum memperoleh kejelasan dan penyelesaian atas persoalan lahan yang disengketakan.

Mediasi dijadwalkan berlangsung Senin, 12 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, bertempat di Rumah Adat Dusun Dentot. Namun hingga waktu yang ditentukan, tidak satu pun perwakilan manajemen PT PSA–Cargill hadir, tanpa pemberitahuan maupun alasan resmi.

Padahal, forum mediasi tersebut disiapkan sebagai ruang dialog terbuka dan bermartabat untuk mencari solusi yang adil, dengan menjunjung tinggi hukum positif serta hukum adat yang berlaku di wilayah setempat.

Surat pemanggilan tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Desa Harapan Baru, Yadin, pada 6 Januari 2026, dengan tembusan kepada Kapolres Ketapang, Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Dinas Perkebunan, Camat Air Upas, unsur kepolisian, lembaga adat, serta unsur pemerintahan desa.

Pantauan di lokasi menunjukkan, tepat pukul 09.00 WIB, Kepala Desa Harapan Baru, Kepala Dusun, Demong Adat, serta masyarakat Dusun Dentot telah hadir dan menunggu di Rumah Adat, bersama Rudi alias Ahu selaku pelapor. Turut hadir LBH Rumah Hukum Indonesia (RHI) sebagai kuasa hukum, diwakili Ahmad Upin Ramadan, CPLA, beserta tim pendamping hukum.

Demong Adat Dusun Dentot menyampaikan bahwa pihak adat telah tiga kali melayangkan surat resmi kepada PT PSA–Cargill, namun seluruhnya tidak pernah direspons. Bahkan, Pemerintah Desa Harapan Baru telah dua kali menyurati perusahaan, namun tetap tidak mendapat tanggapan.

Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap pemerintah desa, lembaga adat, serta masyarakat setempat. Demong Adat menegaskan, apabila PT PSA–Cargill terus mengabaikan undangan resmi dan tidak menghormati hukum adat Dusun Dentot, maka lembaga adat akan mempertimbangkan langkah-langkah tegas sesuai ketentuan adat yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Desa Harapan Baru, Nadin, menegaskan bahwa pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan ketiga apabila perusahaan kembali tidak menunjukkan itikad baik.

“Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam melindungi hak-hak masyarakat serta menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah,” tegasnya.

Pemerintah Desa Harapan Baru bersama masyarakat Dusun Dentot berharap PT PSA–Cargill segera menghormati proses yang telah ditempuh, hadir dalam mediasi selanjutnya, dan berkomitmen menyelesaikan konflik lahan secara adil dan bertanggung jawab, demi menjaga keharmonisan sosial serta kepastian hukum di tengah masyarakat.

Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : RHI Kab. Ketapang|Penulis : Bima
Pemerintah Desa Harapan Baru bersama masyarakat Dusun Dentot berharap PT PSA–Cargill segera menghormati proses yang telah ditempuh, hadir dalam mediasi selanjutnya, dan berkomitmen menyelesaikan konflik lahan secara adil dan bertanggung jawab, demi menjaga keharmonisan sosial serta kepastian hukum di tengah masyarakat.

Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : RHI Kab. Ketapang

Klarifikasi Direktur RS PPP Lombok Barat: Isu Pemecatan 5 Dokter Spesialis Tidak Benar

0

Klarifikasi Direktur RS PPP Lombok Barat: Isu Pemecatan 5 Dokter Spesialis Tidak Benar

Lombok Barat | Redaksi.co

Direktur Rumah Sakit PPP Patuh Patut Patju (RS PPP), Kabupaten Lombok Barat, Dr. Suryadi, Sp.An, menegaskan bahwa pemberitaan di salah satu media online terkait pemecatan lima orang dokter spesialis di RS PPP tidak benar dan tidak sesuai fakta.

Klarifikasi tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Ruang Aula Manajemen RS PPP, bersama sejumlah perwakilan LSM dan beberapa wartawan. Pertemuan berlangsung terbuka sebagai bentuk transparansi manajemen rumah sakit kepada publik.

Dalam penjelasannya, Dr. Suryadi menegaskan bahwa tidak pernah ada kebijakan pemecatan dokter spesialis sebagaimana yang diberitakan. Justru sebaliknya, pihak manajemen RS PPP memberikan fasilitasi dan dukungan kepada para dokter spesialis untuk melanjutkan pendidikan subspesialis.

Kami tidak memecat dokter spesialis. Justru kami memfasilitasi mereka untuk melanjutkan pendidikan subspesialis, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di RS PPP,” tegas Dr. Suryadi.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam peningkatan kompetensi tenaga medis, sehingga ke depan RS PPP memiliki dokter dengan keahlian yang lebih spesifik dan mendalam.

Terkait sarana dan prasarana, Dr. Suryadi memastikan bahwa peralatan medis di RS PPP saat ini sudah semakin lengkap. Bahkan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menyalurkan bantuan alat-alat kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit.

Dengan dukungan tersebut, pelayanan medis di RS PPP kini semakin optimal, sehingga banyak kasus medis dapat ditangani langsung tanpa harus dilakukan rujukan ke rumah sakit provinsi maupun rumah sakit lain.

Selain itu, dalam forum tersebut Dr. Suryadi juga menyampaikan harapannya agar ke depan tersedia fasilitas penginapan atau losmen di sekitar rumah sakit. Fasilitas ini dinilai penting untuk membantu keluarga pasien, khususnya yang datang dari luar daerah seperti Pulau Sumbawa, Bima, Dompu, Lombok Utara, dan wilayah lainnya.

Kami berharap ada fasilitas pendukung bagi keluarga pasien agar mereka bisa beristirahat dengan layak selama proses perawatan berlangsung,” ujarnya.

Melalui klarifikasi ini, manajemen RS PPP berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. RS PPP Patuh Patut Patju berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sumber : Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Abach Uhel

Banjir Susulan, Polisi Bahu-Membahu Bangun Tanggul Darurat Demi Lindungi Warga Doitia

0

REDAKSI.CO – Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara untuk hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah tidak surut meski dihadapkan pada cuaca ekstrem.

Di tengah guyuran hujan lebat dan banjir susulan yang melanda Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, personil Polri bergerak cepat melakukan penyelamatan dan penanganan darurat. Selasa (13/1).

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, S.H, S.I.K., menegaskan bahwa keselamatan warga adalah hukum tertinggi. Hal ini dibuktikan dengan aksi heroik personel di lapangan yang semula melakukan bakti sosial pembersihan lingkungan, langsung beralih fungsi menjadi tim tanggap darurat saat air sungai Doitia meluap secara tiba-tiba pada pukul 13.20 WIT.

“Kehadiran Polri di lokasi bencana bukan sekadar formalitas. Anggota kami di lapangan, bersama rekan TNI dan instansi terkait, tetap bekerja meski hujan turun deras sejak pagi. Saat air sungai meluap dan mengancam pemukiman, tanpa menunggu lama, personil langsung berinisiatif membuat tanggul darurat,” ujarnya

Berdasarkan laporan di lapangan, intensitas hujan yang tinggi sejak Senin lalu menyebabkan Sungai Doitia meluap karena posisinya yang lebih tinggi dari pemukiman warga.

Melihat air mulai masuk ke rumah penduduk, personel Polri bersama tim gabungan dan masyarakat setempat melakukan tindakan preventif manual.

Dengan peralatan seadanya dan keterbatasan alat berat, personil Polri terlihat memanggul karung-karung berisi pasir untuk menyusun tanggul darurat.

Upaya ini dilakukan untuk memecah dan mengalihkan arus air agar tidak menerjang langsung ke dalam rumah warga.

“Ini adalah wujud kehadiran negara. Kami melihat anggota di lapangan basah kuyup, bahkan harus berhadapan dengan arus air yang cukup deras, namun mereka tidak berhenti. Mereka bahu-membahu mengisi karung pasir sebagai upaya pencegahan sementara agar harta benda warga bisa diselamatkan,” tambah Kapolres.

Selain upaya fisik membendung air, Polres Halmahera Utara juga memprioritaskan evakuasi warga.

Warga yang rumahnya terdampak banjir langsung dievakuasi ke Camp Posko Penanggulangan Bencana yang terletak di dataran yang lebih tinggi dan aman.

AKBP Erlichson Pasaribu juga menyoroti kendala di lapangan, di mana tumpukan kayu besar di sungai menghambat aliran air dan memerlukan alat berat (eksavator) untuk penanganan permanen.

Namun, ia menegaskan bahwa Polri tidak akan berpangku tangan menunggu bantuan datang.

“Sambil menunggu solusi teknis alat berat, tenaga dan otot personil kami dedikasikan sepenuhnya untuk masyarakat Doitia. Kami pastikan warga merasa aman dan terayomi di tengah situasi sulit ini. Perkembangan situasi terus kami pantau menit demi menit,” tegas Kapolres

Hingga pukul 17.30 WIT, upaya pembuatan tanggul darurat membuahkan hasil dengan mulai surutnya genangan air di pemukiman.

Polres Halmahera Utara menghimbau warga untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih fluktuatif dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.

LSM Maung DPC Kota Tangerang Gelar Rapat Awal 2026,Siap Audiensi Forkopimda

0

LSM Maung DPC Kota Tangerang, Gelar Rapat Awal Tahun 2026, Siap Audiensi ke Forkopimda Dan Jadi Garda Terdepan Indonesia Maju

 

Kota Tangerang, 13 Januari 2026 —

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maung Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Tangerang menggelar rapat awal tahun 2026 pada Selasa malam (13/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota LSM Maung sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dalam menyusun program kerja strategis sepanjang tahun 2026.

 

Dalam sambutannya, Ketua LSM Maung DPC Kota Tangerang menegaskan, bahwa rapat awal tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen organisasi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, advokasi masyarakat, serta menjalin sinergi dengan berbagai instansi pemerintahan dan aparat negara.

 

“ LSM Maung akan segera mengagendakan audiensi ke Wali Kota Tangerang, Kejaksaan, Pengadilan, Polres, serta Kodim. Langkah ini sebagai bentuk keseriusan kami untuk membangun komunikasi, koordinasi, dan kemitraan yang baik demi kepentingan masyarakat “, ujar Ketua Maung dalam sambutannya.

 

Ia juga menekankan bahwa LSM Maung siap menjadi garda terdepan dalam mendukung terwujudnya Indonesia Maju, dengan mengedepankan peran aktif organisasi masyarakat sipil yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.

 

“ LSM Maung berkomitmen untuk terus bersinergi dan bermitra bersama TNI dan Polri, serta seluruh unsur pemerintahan, dalam menjaga stabilitas, ketertiban, dan kondusivitas di wilayah Kota Tangerang “, tambahnya.

 

Rapat awal tahun ini juga membahas evaluasi program kerja sebelumnya, serta perumusan langkah-langkah strategis ke depan, termasuk penguatan internal organisasi dan peningkatan peran LSM Maung dalam mengawal kebijakan publik.

 

Melalui rapat ini, LSM Maung DPC Kota Tangerang berharap seluruh pengurus dan anggota dapat satu visi dan satu langkah, demi menjadikan LSM Maung sebagai organisasi yang solid, dipercaya masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Penghargaan untuk Kejari Praya Tuai Kritik, NCW Nilai Cederai Kepercayaan Publik

0

Penghargaan untuk Kejari Praya Tuai Kritik, NCW Nilai Cederai Kepercayaan Publik

Lombok Tengah — Redaksi.co Pemberian piagam penghargaan oleh Bupati Lombok Tengah kepada Kejaksaan Negeri Praya menuai sorotan tajam dari kalangan pegiat antikorupsi. Penghargaan yang diberikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Ayu, dinilai sarat nuansa “drama” dan berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Direktur NTB Corruption Watch, Faturahman, menyampaikan kekecewaannya atas sikap Bupati Lombok Tengah Pathul Bahri yang memberikan piagam tersebut hanya sehari setelah Kejari Praya menyebut adanya dugaan aliran dana kasus Pajak Penerangan Jalan (PPJ) kepada pihak Bupati, Wakil Bupati, dan sejumlah pejabat lainnya.

Ini seperti berbalas pantun yang mempermainkan instrumen hukum. Hari ini jaksa menyebut ada aliran dana PPJ, besoknya Ibu Kajari menerima penghargaan dari Bupati. Ini drama yang menyakiti hati rakyat,” ujar Faturahman.

Menurutnya, dalam kondisi tersebut semestinya Kejari Praya menolak penghargaan tersebut. Pasalnya, terdapat sejumlah kasus yang telah dilaporkan, bahkan sebagian sudah mulai disidangkan, dan berkaitan langsung dengan pimpinan daerah Lombok Tengah saat ini.

Ia menegaskan bahwa marwah Kejari Praya harus dijaga dengan menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan kecurigaan publik, khususnya terkait independensi proses penegakan hukum di daerah.
Faturahman yang akrab disapa Lord juga menyoroti masa tugas Kepala Kejari Praya yang dinilai belum lama. Oleh karena itu, pemberian piagam dari Bupati patut diduga memiliki muatan lain. “Semoga yang diterima hanya lebaran piagam saja, bukan yang lain,” ucapnya.

Lebih lanjut, NCW menilai pemberian penghargaan kepada lembaga penegak hukum seharusnya dilakukan oleh Kejaksaan Agung atau lembaga independen yang memiliki mekanisme penilaian kinerja aparat penegak hukum. Jika pun berasal dari daerah, idealnya datang dari koalisi masyarakat sipil antikorupsi, bukan dari kepala daerah yang tengah disorot kasus hukum.

NCW juga mendesak Kejari Praya untuk fokus melanjutkan laporan-laporan dugaan korupsi yang telah masuk. Beberapa di antaranya disebut memiliki potensi kerugian negara lebih dari Rp500 juta, bahkan ada laporan terkait desa-desa dengan dugaan kerugian hingga Rp700 juta yang hingga kini belum ditindaklanjuti.

Di sisi lain, Faturahman menilai kondisi Pemerintah Daerah Lombok Tengah juga tengah berada dalam situasi yang tidak baik. “Kebijakan dan program di Loteng tidak terlihat berpihak pada kepentingan publik. Infrastruktur seperti jalan dan jembatan banyak yang rusak namun bukan menjadi prioritas, sementara anggaran justru digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat,” pungkasnya.

Sumber: Redaksi.co
Abah Uhel

Saksikan Dalam Film Berjudul Alas Roban dijalur Legendaris Jawa Tengah

0

Jakarta,Redaksi.Co- Alas Roban di Batang, Jawa Tengah, selama ini dikenal bukan hanya sebagai jalur penghubung antarkota, tetapi juga ruang yang sarat cerita. Hutan lebat, kabut mendadak, dan rasa tidak nyaman yang kerap muncul membuat kawasan ini lekat dengan berbagai kisah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Banyak pelintas mengaku pulang dengan perasaan serupa, meski mengalami kejadian yang berbeda.

Kondisi itu melahirkan beragam mitos dan “aturan tak tertulis” yang dipercaya harus dihormati. Sutradara Hadrah Daeng Ratu dalam press screening & press conference film di kawasan Kuningan Jakarta, Senin (5/1) menyebut Alas Roban memiliki latar kuat karena sejarah dan misterinya yang terus hidup di masyarakat. Ia menilai jalur ini dikenal sebagai salah satu lintasan paling angker di Jawa, dengan banyak cerita pengendara yang mengalami kejadian ganjil, baik saat melintas maupun setelahnya.

Pengalaman kolektif tersebut menjadi dasar film “Alas Roban” yang dijadwalkan tayang pada 15 Januari 2026. Film ini merangkum berbagai larangan yang kerap dibicarakan, mulai dari menghindari perjalanan tengah malam, tidak singgah di warung pinggir jalan, mewaspadai spion, hingga tidak menanggapi suara atau bayangan di sekitar hutan.

Taskya Namya, pemeran Tika, menyoroti momen ketika tokohnya mulai curiga setelah menemukan gambar Gendis yang tidak wajar, terutama saat Gendis mengajak bermain petak umpet dengan sikap yang terasa berbeda.

Film “Alas Roban” digarap oleh Unlimited Production, Narasi Semesta, dan Legacy Pictures, dengan Hadrah Daeng Ratu sebagai sutradara. Deretan pemainnya antara lain Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Taskya Namya, Imelda Therinne, dan Fara Shakila.

Ganteng – Ganteng Manipulatif Di Balik Kokpit Dalam Sebuah Film Berjudul Penerbangan Terakhir

0

Jakarta, Redaksi.Co-Senin (12/1/2026) VMS Studio mempersembahkan sebuah karya Film drama berjudul Penerbangan Terakhir yang akan mulai ditayangkan di seluruh bioskop indonesia mulai 15 Januari 2026.

Film yang turut dibintangi oleh para pemain senior antara lain Jerome Kurnia, Nadya Arina, serta Aghni Hague dan di Sutradarai oleh Benni Setiawan,Tony Ramesh selaku Produser serta didukung Produser eksekutif Shalu T.M.

Film tersebut mengisahkan kisah tentang skandal dunia penerbangan serta mengajak penonton untuk dapat lebih jauh mengenali sosok laki-laki manipulatif, karakter Tiara yang diperankan (Nadia Arina)adalah seorang Pramugari baru yang belum memiliki pengalaman dalam dunia percintaan dengan perjuangan untuk bangkit saat menjadi korban laki-laki manipulatif.

Kapten Deva yang di perankan oleh (Jerome Kurnia) sebagai Pilot Muda menjadi sosok yang menjerat banyak perempuan termasuk Tiara dengan cara menunjukkan kegantengannya.

Film yang berlatar belakang dunia penerbangan menurutku secara cerita dan dinamika karakter akan banyak relate untuk penonton, cerita dalam film yang dialami Tiara bisa terjadi dimana Saja dan oleh siapa saja bahkan sering terjadi disekitar kita, Laki-laki yang sudah kasih pujian berlebihan Semua itu sudah wktunya untuk mundur perlahan agar tidak terjebak dalam hubungan yang manipulatif,”jelas Nadya Arina selaku pemeran Tiara.

Ada banyak roller coaster emosi dalam adegan film ini,”ujar Jerome Kurnia selaku pemeran Kapten muda Deva,salah satu yang paling sulit saat memohon-mohon agar cintanya dapat diterima kembali oleh Tiara, karakter kapten Deva ini memang sangat kompleks, kesulitan yang paling terbesar dalam adegan ini disaat adanya pertengkaran kapten deva dengan tiara karena disitu untuk mengatur turun naiknya emosi sangat sulit menyebabkan kamera anglenya susah,”tambahnya.

“Bagi kami VMS Studio cerita ini penting untuk di ceritakan, sebagai bagian dari edukasi yang belajar dari pengalaman, apapun kesalahan kita berusaha bangkit dari kesalahan tersebut ini terdapat dalam karakter Tiara, Film penerbangan terakhir mendapatkan sambutan yang sangat besar setelah terpilihnya sebagai salah satu Hot Picks oleh media Film Internasional Variety saat special Screening di 10 kota pada 10-11 Januari 2026 di Jakarta, Tangerang, Palembang, Bekasi, Malang, Bogor, Depok, Cirebon, Surabaya dan Makassar,”ungkap Tony Ramesh selaku Produser.

Jangan lewatnya kisah film drama Penerbangan Terakhir di bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026.

DHY KETUA KOMISI IV DPRD SUMBAR TINJAU PROYEK POKIR TERBANGKALAI K

0
oppo_32

Redaksi.Co, Sumbar.-Kecewa  dengan janji kontraktor  yang sampai saat ini telah berganti tahun baru 2026. Projek pemasangan parit bandar saluran air buangan Jalan Taratak Sungai Lundang  tahun 2025 tak kunjung diselesaikan.

Nazarudin  Wali Nagari Kampung  Baru Korong Nan Ampek (KBKA) Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan meminta  bantuan Doni Harsisiva Yanda S.IP., M.E (DHY) Ketua Komisi IV  DPRD Provinsi Sumatera Barat untuk meninjau projek pokirnya  tahun 2025 yang terbangkalai

Dalam kunjungan DHY kelapangan yang didampingi oleh  Robi Binur Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Partai Demokrat dan Nazarudin Wali Nagari serta tokoh masyarakat  KBKA yang akrap disapa ucok di lokasi Projek Pemasangan Parid Bandar Saluran Air Buang Jalan Taratak Sungai Lundang (11/01/25). terlihat agak kecewa dirawut wajahnya melihat projek pokirnya belum terbangkalai.

Dari pantauan Redaksi.co dilapangan terhadap Projek pemasangan parit bandar saluran air buangan Jalan Taratak Sungai Lundang  tahun 2025 . itu masih terlihat tumpukan tanah hasil galian bandar dibadan jalan taratak sungai lundang  sepanjang kegiatan projek yang diselingi lobang lobang diantara bahu jalan dan pasangan  batu parit nandar.

Selain itu lantai parit bandar saluran air bungan masih ada yang terlihat tanahnya sepertinya tergerus  air. dan dinding parit bandar juga  tampak tergelupas plasternya dan juga retak. diduga pemasanganya  tidak sesuai bestek.

Dikatakan  Nazarudin kepada redaksi.co, dalam perkerjaan ini saya sebagai wali nagari hampir setiap hari mengawasi perkerjaan ini karena kekantor melawati jalan ini. Terkait   tentang tumpukan galian pondasi  yang kepingir  bahu jalan ini sudah sering disampaikan kepada pemborong, katanya akan dirapikan  timbunnya.  Tetapi setelah di tunggu  tunggu  sampai saat ini belum ada dikerjakan .

Lebih Lanjut dikatakan wali Nagari KBKA sebenarnya  proyek ini kan program pokok pikiran ( pokir) bapak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Barat (DPRD SUMBAR) kita,  Bapak Doni  Harsisiva Yanda, S.IP,.M.E dari Partai Domokrat wilayah Sumatera Barat yang sudi membantu nagari kami.

Maka oleh sebab itu dengan adanya masalah ini, maka kembali kami sampaikan  kepada beliau. Agar dapat dibantu lagi oleh beliau bagaimana  bandar salauran airbuangan jalan teratak sungai lundang  yang diberikan pak dewan ini kepada kemasyarakat kami. dapat  tuntas dan indah  dilihat  mayarakat.

Menyambung  pembicaraan wali Ditempat terpisah yang tidak jauh jaraknya . Dikatakan DHY yang juga ketua kimisi IV DPDR Sumbar membenarkan apa yan dikatakan wali nagari oleh sebab  itu saya datang  kesini untuk mencek  perkerjaan kontraktor ini sesuai apa yang disampaikan wali.

Ya  ternyata pekerjaan  masih banyak  kekurangan kekuranganya ungkap DHY. Untuk itu saya akan sampaikan  instansi dinas terkait  agar dimintak  kontraktonyanya sesegara  mungkin untuk menyelesaikan pekerjaanya dengan rapi tegas DHY. Hal senada juga diampaikan oleh Robi binur anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan

Dalam keempatan yang sama ucok tokoh masyarakat nagari kampung baru korong nan ampek pertama sekali kami dari masyarakat mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak dewan kita bapak Harsisiva Yanda, S.IP,.M.E yang telah membantu masyarakat kami dengan bantuan dana pokir tali bandar air buangn  di jalan taratak sungai lundang ini

sehingga dengan bantuan ini terbukti  sangat dirasakan mamfaatnya oelh masarakat, dimana nagari bersih dari sampah. Sampah  tidak lagi berserakan dijalan setelah hari hujan. Namun demikian yang menjadi harapan lagi bagi kami bagaimana tanah perkerjaan dibahu jalan ini bersih. Sehingga ini kelihatanya indah dipandang mata  harap Bang Ucok. (ot)