Beranda blog Halaman 347

40 Tahun Terendam Banjir, 179 Hektare Sawah Desa Mayangan Bangkit Lewat Program Oplah

0

JEMBER, redaksi.co – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti hamparan sawah Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Sumber Tani 2 menggelar puji syukur sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kebahagiaan, setelah lahan pertanian mereka yang puluhan tahun terbengkalai kini kembali dapat digarap dan ditanami padi (22/01/2026).

Ungkapan puji syukur tersebut bukan tanpa alasan. Selama lebih dari 40 tahun, lahan pertanian di wilayah tersebut selalu menjadi langganan banjir sehingga tidak pernah produktif. Hektaran sawah hanya ditumbuhi rumput liar dan semak belukar, memaksa para petani merelakan lahannya terbengkalai tanpa hasil.

Harapan baru mulai tumbuh seiring hadirnya Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian. Melalui program ini, lahan yang sebelumnya tidak bisa dimanfaatkan akibat genangan air kini kembali dapat diolah dan dimanfaatkan secara optimal untuk pertanian.

Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, nasib petani Desa Mayangan perlahan berubah. Program Oplah menjadi jawaban atas persoalan klasik yang selama puluhan tahun membelenggu produktivitas pertanian di wilayah selatan Kabupaten Jember tersebut.

Ketua Poktan Sumber Tani 2, Mufid, mewakili para petani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap nasib petani kecil.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Dulu sebelum ada program Oplah, lahan kami selalu banjir. Bertahun-tahun tidak bisa ditanami padi, hanya rumput yang tumbuh. Sekarang sawah kami bisa kembali produktif,” ujar Mufid.

Ia menegaskan bahwa Program Oplah benar-benar membawa kebangkitan bagi para petani yang selama ini hanya bisa pasrah menghadapi kondisi alam. Senyum dan optimisme kini kembali terpancar dari wajah petani yang sebelumnya kehilangan harapan.

“Atas nama petani Poktan Sumber Tani 2, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden H. Prabowo Subianto, Bapak Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., serta Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait. Perhatian dan kepedulian pemerintah saat ini sangat kami rasakan. Ini bukan hanya soal sawah, tetapi tentang masa depan petani,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Program Oplah di Desa Mayangan, para petani juga mendapat pendampingan langsung dari Masrul, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Mayangan.

Masrul mengatakan, keberhasilan awal Program Oplah tidak lepas dari kolaborasi antara petani dan pemerintah dalam mengawal setiap tahapan pelaksanaan di lapangan.

“Program Oplah ini menjadi solusi nyata bagi permasalahan lahan di Desa Mayangan. Setelah pelaksanaan oplah, saat ini sebanyak 179 hektare lahan pertanian sudah kembali bisa ditanami. Petani sangat antusias dan siap menyambut musim tanam perdana,” ujar Masrul.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pendampingan teknis kepada petani, mulai dari pengolahan lahan, pengaturan tata air, hingga persiapan pola tanam agar hasil produksi ke depan bisa maksimal.

Dengan kembali produktifnya lahan pertanian tersebut, para petani berharap kesejahteraan mereka dapat meningkat secara bertahap. Desa Mayangan pun diharapkan kembali menjadi salah satu lumbung pangan andalan di wilayah selatan Kabupaten Jember.

Meski demikian, Mufid mengakui bahwa kondisi lahan saat ini masih cukup berat untuk dikelola. Lahan yang puluhan tahun tidak tersentuh pengolahan pertanian membuat struktur tanah menjadi sangat keras.

“Memang saat ini lahan sangat keras karena terlalu lama tidak dikelola. Saat kami membajak kemarin, membutuhkan tenaga ekstra dan biaya hampir dua kali lipat. Namun yang terpenting, sekarang petani sudah bisa kembali mengelola sawah yang sekian lama tidak bisa ditanami,” ungkapnya.

Kendati menghadapi tantangan tersebut, semangat para petani tidak surut. Mereka tetap optimistis menyambut musim tanam perdana setelah puluhan tahun menunggu.

Para petani juga berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah, khususnya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), guna meringankan beban biaya pengolahan lahan.

“Kami sangat berharap bisa dibantu alat untuk mengelola lahan. Bantuan alsintan akan sangat membantu petani, terutama untuk menekan biaya dan mempercepat proses pengolahan sawah,” pungkasnya.

Reporter; Sofyan.

Semangat Berbagi Insan BRILiaN Fatmawati di Sela Kesibukan Kerja

0

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Branch Office (BO) Fatmawati kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui program “Jumat Berkah”.

 

Dalam aksi yang berlangsung pada Jumat (16/1/2026), ratusan paket nasi box dibagikan kepada para pengemudi ojek online (ojol), pejalan kaki, hingga masyarakat yang melintas di sekitar area kantor BRI BO Fatmawati, Jakarta Selatan.

 

Kegiatan rutin ini menjadi bagian dari upaya perseroan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meringankan beban sesama, khususnya para pekerja sektor informal yang beraktivitas di jalan raya.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Sejumlah insan BRILiaN BRI BO Fatmawati telah bersiap membagikan paket makanan kepada para driver online yang tengah melintas maupun warga sekitar yang membutuhkan.

 

Branch Office Head BRI Fatmawati, Aditya Andre Ramadhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Ia berharap bantuan kecil ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerimanya.

 

” Kegiatan Jumat Berkah ini adalah bentuk konsistensi kami dalam menebar kebaikan kepada sesama. Kami ingin kehadiran BRI tidak hanya dirasakan dari sisi layanan perbankan saja, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat di sekitar kantor kami,” ujar Aditya Andre Ramadhan pada Jum’at (16/1).

 

Aditya menambahkan bahwa pemilihan target distribusi kepada pengemudi ojek online dan pejalan kaki dilakukan karena mereka adalah kelompok yang memiliki mobilitas tinggi dan bekerja keras di lapangan sepanjang hari. Menurutnya, nasi box tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan siang para pekerja tersebut.

 

Selain membagikan bantuan fisik, Aditya menjelaskan bahwa program ini juga bertujuan untuk membangun energi positif di internal karyawan BRI agar tetap memiliki jiwa berbagi dan kepedulian sosial yang tinggi di tengah kesibukan pekerjaan.

 

Salah seorang driver ojek online, Supriatna (45), mengaku sangat terbantu dengan adanya aksi ini. Ia menyebutkan bahwa perhatian dari instansi seperti BRI sangat berarti bagi para pekerja jalanan seperti dirinya.

 

” Alhamdulillah, sangat terbantu sekali. Kebetulan lewat sini dan sedang istirahat sebentar, eh ada pembagian nasi box dari BRI. Terima kasih banyak, semoga berkah untuk semua karyawannya,” ucap Supriatna singkat.

 

Melalui program Jumat Berkah ini, BRI BO Fatmawati berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai inisiatif sosial serupa secara berkesinambungan sebagai wujud nyata dari slogan BRI yang melayani dengan setulus hati.

(Red//Kornellius)

Air Pasang Disertai Gelombang, Ketua MPC Pemuda Pancasila Obi Himbau Warga Pesisir dan Nelayan Tetap Waspada

0

REDAKSI.CO Halmahera Selatan — 23 Januari 2026. Kondisi air laut pasang yang disertai gelombang cukup tinggi melanda sejumlah wilayah pesisir di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sepanjang pesisir pantai serta para nelayan yang beraktivitas di laut.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kecamatan Obi, Safrin Alimudi, menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat Obi agar meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Obi, terutama warga yang tinggal di wilayah pesisir dan saudara-saudara kita para nelayan, agar selalu waspada terhadap kondisi air pasang dan gelombang laut yang cukup tinggi saat ini,” ujar Safrin.

Ia menekankan pentingnya memperhatikan informasi cuaca dan kondisi laut sebelum melakukan aktivitas, khususnya bagi nelayan yang hendak melaut. Menurutnya, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan aktivitas ekonomi yang berisiko di tengah kondisi alam yang tidak menentu.
“Jika kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas melaut ditunda terlebih dahulu. Keselamatan jauh lebih penting,” tambahnya.

Selain itu, Safrin juga mengajak masyarakat pesisir untuk saling mengingatkan, menjaga anak-anak, serta mengamankan barang-barang penting di sekitar rumah yang berpotensi terdampak air pasang.

Pemuda Pancasila Kecamatan Obi, lanjut Safrin, siap bersinergi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk membantu masyarakat apabila terjadi dampak lanjutan akibat air pasang dan gelombang laut tersebut.

“Mari kita hadapi kondisi ini dengan tenang, saling peduli, dan tetap menjaga persatuan serta gotong royong demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Perjuangan Ketua Umum YPTKIS Berbuah Hasil, Moratorium PMI Timur Tengah Resmi Dicabut Nasional |

0

Perjuangan Ketua Umum YPTKIS Berbuah Hasil, Moratorium PMI Timur Tengah Resmi Dicabut Nasional |

Mataram –  Redaksi.co Kebijakan pencabutan moratorium pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik ke Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, menjadi tonggak penting dalam tata kelola penempatan PMI. Di balik keputusan strategis pemerintah ini, terdapat perjuangan panjang yang dilakukan berbagai pihak, salah satunya Ketua Umum YPTKIS, Bapak Henly Sunardi.

Ketua Umum YPTKIS, Bpk Henly Sunardi, menegaskan bahwa moratorium yang diberlakukan sejak 2015 sejatinya lahir dari keprihatinan atas lemahnya perlindungan PMI. Namun dalam perjalanannya, kebijakan tersebut justru menimbulkan persoalan baru, terutama maraknya pengiriman PMI secara ilegal yang sama sekali tidak tersentuh perlindungan negara.

Moratorium bukan solusi jangka panjang. Yang dibutuhkan adalah sistem penempatan yang kuat, legal, dan terkontrol. Selama moratorium berlaku, justru PMI berangkat tanpa prosedur dan tanpa perlindungan,” ujar Henly Sunardi.

Ia menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir YPTKIS secara konsisten mendorong pemerintah untuk membuka kembali penempatan PMI Timur Tengah dengan skema baru yang lebih aman. Perjuangan tersebut dilakukan melalui dialog intensif dengan kementerian terkait, penyampaian kajian perlindungan PMI, hingga advokasi agar penempatan dilakukan secara resmi melalui perusahaan penempatan yang bertanggung jawab.

Menurut Henly, persoalan utama di masa lalu bukan terletak pada negaranya, melainkan pada tata kelola penempatan yang belum tertib. Banyak PMI diberangkatkan menggunakan visa ziarah, sehingga ketika terjadi kekerasan atau pelanggaran hak, negara tidak memiliki dasar kuat untuk melakukan perlindungan.

Dengan skema baru ini, penempatan dilakukan melalui P3MI yang bekerja sama langsung dengan syarikah di Arab Saudi. Kontrak kerja jelas, gaji terjamin, dan perlindungan hukum mengacu pada Undang-Undang Perlindungan PMI,” tegasnya.

Henly Sunardi juga menyoroti besarnya peluang ekonomi yang terbuka. Selain kuota kerja yang mencapai ratusan ribu orang, upah PMI di Arab Saudi kini jauh lebih kompetitif, dengan gaji minimal sekitar Rp6,5 juta per bulan. Hal ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus memberi kontribusi signifikan terhadap devisa negara.

Pemerintah sendiri saat ini tengah menyiapkan regulasi turunan serta memperkuat perjanjian bilateral dengan negara tujuan penempatan. Fokus utamanya adalah memastikan seluruh PMI berangkat secara prosedural, legal, dan berada dalam sistem perlindungan negara.

Pencabutan moratorium ini menjadi bukti bahwa perjuangan panjang Ketua Umum YPTKIS, Bpk Henly Sunardi, bersama para pemangku kepentingan akhirnya membuahkan hasil. Harapannya, penempatan PMI ke Timur Tengah ke depan tidak lagi dipenuhi cerita pilu, melainkan menjadi jalan kerja yang aman, bermartabat, dan berkeadilan.

Media Nasional Investigasi-Redaksi.co

Abah Uhel

UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi Gelar Malam Keakraban Angkatan 2026 di Villa Bata Merah CIC.

0

Redaksi.Co, Cimahi || Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan IKIP Siliwangi telah melaksanakan kegiatan Malam Keakraban (MAKRAB) Tahun 2026 yang bertempat di Villa Bata Merah CIC pada tanggal 20–21 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota UKM Kewirausahaan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kekompakan organisasi.

MAKRAB merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk membangun rasa kebersamaan, solidaritas, serta memperkuat hubungan antaranggota UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi.

Kegiatan MAKRAB ini juga merupakan salah satu syarat yang harus diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi yang ingin bergabung sebagai anggota UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti games kebersamaan, diskusi kewirausahaan, sharing antaranggota, serta malam keakraban yang berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme.

Ketua UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi, Nur Hasanah, menyampaikan bahwa kegiatan MAKRAB menjadi momentum penting bagi calon anggota maupun anggota aktif untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dan komitmen berorganisasi.

Melalui MAKRAB ini, kami berharap seluruh peserta dapat saling mengenal lebih dekat, membangun kerja sama yang baik, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MAKRAB 2026, Falina, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar. Ia berharap MAKRAB ini dapat memberikan pengalaman berharga serta menjadi langkah awal bagi para calon anggota untuk aktif dan berkontribusi dalam UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi.

Dengan terselenggaranya MAKRAB UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi Tahun 2026, diharapkan seluruh anggota dan calon anggota dapat membawa semangat baru, meningkatkan solidaritas, serta bersama-sama memajukan UKM Kewirausahaan di lingkungan IKIP Siliwangi maupun di luar lingkungan IKIP Siliwangi.

Editor : M Nabil Luthfi

Mahasiswa KKN PMD Unram Sosialisasikan Bahaya Pernikahan Dini di SMKN 2 Gerung

0

Mahasiswa KKN PMD Unram Sosialisasikan Bahaya Pernikahan Dini di SMKN 2 Gerung

Lombok Barat | Redaksi.co Pernikahan usia dini masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat. Sebagai upaya pencegahan sejak dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) Desa Taman Ayu menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk Pencegahan Pernikahan Usia Dini dan Pengenalan Batasan Diri di SMKN 2 Gerung.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026 tersebut menyasar para siswa dan siswi sebagai generasi penerus bangsa. Sosialisasi dipimpin langsung oleh Ketua Kelompok KKN PMD Unram, Lalu Arip Fathurrahman, yang juga bertindak sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Lalu Arip menegaskan bahwa pernikahan bukan hanya persoalan ikatan formal, tetapi menuntut kesiapan mental, fisik, serta ekonomi yang matang. Ia mengajak para pelajar untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan besar yang dapat berdampak panjang terhadap masa depan.

“Masih banyak remaja yang terjebak dalam pernikahan dini karena kurangnya informasi dan pemahaman tentang konsekuensinya. Melalui sosialisasi ini, kami ingin adik-adik memahami bahwa masa depan mereka masih panjang dan pendidikan harus menjadi prioritas utama,” ujar Arip.

Ia juga memaparkan sejumlah dampak pernikahan usia dini, khususnya dari sisi kesehatan dan psikologis. Di antaranya risiko stunting pada anak yang dilahirkan dari ibu usia remaja, tingginya angka kematian ibu muda, serta ketidakharmonisan rumah tangga akibat ketidaksiapan mental menghadapi konflik.

Edukasi Pengenalan Batasan Diri

Selain membahas pernikahan dini, mahasiswa KKN PMD Unram juga memberikan materi mengenai pengenalan batasan diri (self-boundaries). Materi ini menekankan pentingnya bagi remaja untuk memahami hak atas tubuh dan diri sendiri, serta keberanian untuk menolak ajakan yang melanggar norma atau berpotensi merusak masa depan.

“Mengenal batasan diri adalah bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri. Batasan itu mencakup fisik, emosional, hingga pergaulan sosial,” tambah Arip.

Materi tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi pergaulan remaja saat ini yang semakin kompleks, terutama dengan pengaruh media sosial. Para siswa diajak untuk lebih selektif dalam berteman serta membentengi diri dengan nilai-nilai positif dan rasa percaya diri yang kuat.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi pandangan terkait fenomena sosial yang mereka temui di lingkungan sekitar.

Beberapa siswi mengaku mendapatkan perspektif baru dari materi yang disampaikan. “Selama ini kami hanya tahu pernikahan dini itu dilarang, tapi sekarang kami benar-benar paham dampak kesehatannya dan pentingnya menjaga batasan diri dalam pergaulan,” ungkap salah satu peserta.

Kepala SMKN 2 Gerung, Syarifa Fadlun, S.E., M.E., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan pendekatan yang lebih santai namun tetap berbobot, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh siswa dibandingkan metode ceramah formal.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen bersama antar siswa untuk saling menjaga dan mengingatkan. Lalu Arip berharap sosialisasi ini tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terus berlanjut menjadi bahan diskusi di lingkungan keluarga dan pertemanan.

“Kami berharap siswa-siswi SMKN 2 Gerung dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mengajak teman-temannya agar tidak terburu-buru menikah dan lebih fokus mengejar prestasi,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, KKN PMD Universitas Mataram menunjukkan peran nyata mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam upaya memutus rantai pernikahan usia dini demi mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

 

Sumber : Media Nasional Investigasi-Redaksi.co

Read : Abach uhel

Satlantas Polres Langkat Edukasi Anak-Anak Soal Tertib Lalu Lintas

0

Langkat-redaksi.co

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Langkat kembali menjalankan program edukasi dalam rangka Polantas Menyapa dan Polisi Sahabat Anak sebagai bentuk pembinaan disiplin berlalu lintas sejak usia dini. Kegiatan ini berlangsung di kantor Satlantas Polres Langkat, pada Kamis (22/01/2026) pukul 09.00 WIB.

Sasaran kegiatan adalah anak-anak RA / TK AL – Adnin Stabat dan SMP Negeri 5 Stabat , beserta guru pendamping dan wali murid. Dalam kegiatan tersebut, polisi memperkenalkan berbagai aturan dasar lalu lintas, fungsi rambu-rambu, dan pentingnya keselamatan di jalan. Anak-anak juga diajak berinteraksi langsung dengan petugas dan belajar dengan cara yang menyenangkan.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., Melalui Kasat Lantas AKP Mhd. Tommy Franata, S.T.K., S.I.K., M.H., M.T., menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini.

“Tujuannya agar anak-anak mengenal budaya tertib di jalan, mengetahui rambu, dan terbiasa menjaga keselamatan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Satlantas berharap dapat menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus membangun kedekatan antara polisi dan anak-anak sejak usia dini.

M.ilyas

DLHK NTB Ambil Sampel Air Sumur Warga Bongor Induk, Hasil Uji Laboratorium Ditunggu

0

DLHK NTB Ambil Sampel Air Sumur Warga Bongor Induk, Hasil Uji Laboratorium Ditunggu

Lombok Barat | Redaksi.co Menindaklanjuti keluhan warga Dusun Bongor Induk RT 01, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, terkait dugaan pencemaran air sumur bor, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat bergerak cepat dengan melakukan pengambilan sampel air untuk diuji secara ilmiah di laboratorium.

Sekretaris Dinas DLHK Provinsi NTB menyampaikan bahwa air sumur milik salah satu warga terdampak, Pak Sahdi, telah diambil sampelnya oleh tim laboratorium (Labling) dan saat ini masih dalam proses analisis.

Air sumur di samping rumah Pak Sahdi sudah diambil sampelnya oleh tim laboratorium. Saat ini kita menunggu hasil analisanya,” ujarnya, Kamis (22/ januari /2026).

Ia juga menjelaskan perbedaan visual antara air sumur warga dan air lindi. Air berwarna hitam pekat yang terlihat pada sampel pembanding merupakan air lindi, sedangkan air sumur warga memiliki karakteristik yang berbeda.

Yang berwarna hitam itu air lindi. Sementara air sumur Pak Sahdi berwarna coklat, seperti air irigasi. Namun demikian, kita tidak ingin berasumsi dan tetap menunggu hasil resmi dari laboratorium,” tambahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih Pak Sahdi, UPTD TPA Regional Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan Pengelola Sumur Bor PAMSIMAS setempat, untuk menyambungkan air bersih.

Langkah pengambilan, pengujian sampel dan penyambungan jatungan air bersih ini merupakan bentuk komitmen DLHK Provinsi NTB bersama pihak TPAR Kebon Kongok dalam merespons setiap keluhan masyarakat secara profesional, transparan, dan berbasis data ilmiah.

Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk rekomendasi teknis apabila ditemukan indikasi pencemaran lingkungan. DLHK menegaskan bahwa kepastian ilmiah menjadi prioritas agar penanganan permasalahan dilakukan secara objektif dan bertanggung jawab.

Masyarakat Dusun Bongor Induk RT 01 diimbau untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium, sementara instansi terkait terus melakukan pemantauan serta koordinasi lintas pihak demi menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan warga.

 

Sumber : Media Nasional Investigasi-Redaksi.co

Abah Uhel

Panitia Ramadhan 1447 H Masjid Al Hidayah Di Isi Gen Z

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Ketua BKM Al Hidayah Meusara Agung Ustadz Ir. Faizal Adriansyah, MSi melantik Panitia Ramadhan 1447 H Masjid Al Hidyah Meusara Agung pada Rabu 21 Januari 2026 bertepatan 2 Sya’ban 1447 H.

Pelantikan di laksanakan pada malam hari setelah shalat Isya dan dihadiri oleh Kepala Dusun, Imam Chiek, Para Kepala Lorong dan pengurus BKM serta jamaah Masjid Al Hidayah. Adapun Panitia yang dilantik sebagai Ketua Rivad Pratama Aprianto, Wakil Ketua M. Samsul Pahri, Sekretaris M. Fajli Alfauza, Bendara Ataya Nafa serta beberapa Bidang terkait.

Dalam sambutannya Ketua BKM memberikan apresiasi kepada para remaja Dusun Meusara Agung yang berkenan menjadi Panitia Ramadhan. Struktur kepanitiaan Ramadhan di Dusun Meusara Agung turun temurun beberapa generasi selalu di nakhodai oleh para remaja (Gen Z). Hal ini menurut ustadz Faizal sebagai bentuk kaderisasi kepemimpinan. Melalui Panitia Ramadhan adik-adik remaja sudah berlatih memimpin, mengatur, berdiskusi, berkontribusi pemikiran, melahirkan gagasan dan kreatifitas, saling membantu dan lain-lain yang semua itu dapat menjadi bekal mereka kelak dalam bermasyarakat. Hal ini sudah terbukti banyak alumni Panitia Ramadhan yang sekarang sukses baik di pemerintahan maupun di politik dan wiraswasta.

Ketua BKM juga mengingatkan bahwa Ramadhan sudah dekat, Ramadhan adalah tamu yang Agung dan Mulia maka kita harus menyambutnya dengan bahagia dan sukacita. Selanjutnya Ustaz Faizal mengutip sebuah hadist Rasulullah “Siapa yang bergembira dengan masuknya Bulan Ramadhan, ALLAH akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.” Apalagi menjadi Panitia Ramadhan tentu akan mendapatkan kasih sayang Allah SWT kata Ustadz Faizal memberi semangat dan motivasi bagi para Remaja.

Dalam kesempatan tersebut pembekalan juga diberikan oleh Ustad Rustandi Kamaruddin yang terkenal dengan nama Abah Rustandi. Selanjutnya pengarahan oleh Kepala Dusun Bapak Syaf Hidyat, ST. Kepala Dusun mengingatkan tugas panitia Ramadhan bagaimana jamaah merasa terlayani dan nyaman dalam melaksanakan rangkaian ibadah di bulan Ramadhan. Karena itu berbagai persiapan dari sekarang harus disiapkan.

Semarak Kegiatan Ramadhan di Masjid Al Hidayah antara lain diisi dengan Shalat Taraweh, Qiyamul Lail 10 malam terakhir dengan imam pilihan para hafiz Quran, Ceramah rutin bada Isya dan Shubuh, Tadarus Al Quran, Menyantuni anak yatim, Menyediakan bukaan puasa, aneka lomba bagi anak-anak, puncak kegiatan peringatan Nuzul Quran. Remaja masjid juga mengatur parkir kendaraan, mendampingi shaf anak-anak, menjaga kebersihan lingkungan masjid. Demikian semarak menyambut Ramadhan 1447 H di Dusun Meusara Agung. Acara pelantikan ditutup dengan doa oleh Imam Chik Tgk Idris Salam ****

Dedikasi dan Prestasi Diganjar Reward, Kapolres Lumajang Apresiasi Anggota dan Warga

0

LUMAJANG, redaksi.co – Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H. memberikan penghargaan dan reward kepada personel Polres Lumajang serta masyarakat yang dinilai berprestasi dan memiliki dedikasi tinggi dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mapolres Lumajang, Rabu (21/1/2026). Sebanyak 19 personel Satreskrim Polres Lumajang, salah satunya Aipda Bambang Suliyanto, S.H., menerima penghargaan atas dedikasi dan kinerja tinggi dalam pelaksanaan tugas, khususnya keberhasilan mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta menangkap satu orang tersangka berikut barang bukti, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP.

Selain personel kepolisian, dua orang masyarakat juga turut menerima penghargaan karena dinilai berperan aktif dan memberikan bantuan kepada pihak kepolisian dalam pengungkapan kasus tersebut.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan atas kerja keras, loyalitas, serta sinergi yang terbangun dengan baik antara Polri dan masyarakat. “Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan keberanian anggota Satreskrim, serta peran aktif masyarakat dalam membantu tugas kepolisian, khususnya dalam pengungkapan kasus curanmor,” ujar AKBP Alex Sandy Siregar.

Menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus tidak terlepas dari profesionalisme personel di lapangan serta dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan sekitar.

“Sinergi antara Polri dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Lumajang,” tambahnya.

Sementara itu, Aipda Bambang Suliyanto, S.H., salah satu personel penerima penghargaan, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan Polres Lumajang atas perhatian dan penghargaan yang diberikan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian. Terima kasih kepada Bapak Kapolres Lumajang atas kepercayaan, arahan, serta dukungan yang selama ini diberikan kepada kami dalam menjalankan tugas,” ungkap Bambang Suliyanto.

Selain itu, Kapolres Lumajang juga memberikan penghargaan kepada Briptu Yoga Ananda Aditya Wahyu Pratama atas prestasinya di bidang olahraga bela diri. Briptu Yoga berhasil menorehkan prestasi dalam Kejuaraan Karate AKF Open TNI-Polri dengan meraih Juara 1 Beregu TNI-Polri dan Juara 2 Perorangan TNI-Polri.

AKBP Alex Sandy Siregar berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Lumajang untuk terus mengharumkan nama institusi, baik melalui pelaksanaan tugas kepolisian maupun prestasi di bidang lainnya.

“Prestasi yang diraih ini membuktikan bahwa anggota Polri tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu berprestasi di bidang lain serta membawa nama baik institusi,” pungkasnya.

Kegiatan penyerahan penghargaan berlangsung dengan khidmat dan disaksikan oleh pejabat utama Polres Lumajang serta seluruh peserta apel.

Reporter: Sofyan