Jumat, Maret 20, 2026
Beranda blog Halaman 33

Wali Murid Soroti Paket Snack MBG, Nilai Anggaran Dipertanyakan

0

JEMBER, redaksi.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai upaya membangun generasi sehat mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di Facebook. Sejumlah unggahan yang menampilkan menu MBG selama bulan Ramadan ramai dibagikan dan menuai beragam komentar dari warganet. Di sejumlah sekolah di Kabupaten Jember, menu yang sebelumnya berupa makanan siap santap kini berubah menjadi paket makanan kering dalam kemasan sederhana (24/02/2026).

Perubahan tersebut memicu tanda tanya besar dari para wali murid. Bukan semata soal bentuk makanan, melainkan soal nilai anggaran yang disebut telah ditetapkan pemerintah pusat.

Program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto ini seharusnya berjalan dengan standar gizi dan nominal yang terukur. Namun ketika isi paket yang diterima siswa hanya berupa biskuit, wafer, susu kotak, telur rebus, serta sepotong kecil pisang, publik mulai membandingkan antara angka di atas kertas dan isi di dalam kotak.

“Kalau memang anggarannya sekian per anak per hari, apakah paket seperti ini sudah sesuai nilainya?” ujar M, salah satu wali murid.

Menurutnya, pertanyaan itu wajar muncul di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Setiap rupiah anggaran publik kini menjadi perhatian, terlebih program tersebut menyasar anak-anak sekolah dan menggunakan dana negara dalam jumlah besar.

Sebagian wali murid bahkan menyuarakan agar anggaran tersebut lebih baik diberikan dalam bentuk uang tunai. Mereka beralasan dana itu bisa dimanfaatkan untuk membeli takjil saat berbuka, sekaligus menggerakkan pelaku UMKM lokal, atau menjadi tambahan THR bagi anak.

Namun persoalannya bukan sekadar diuangkan atau tidak. MBG sejak awal dirancang sebagai program intervensi gizi, bukan bantuan tunai langsung. Artinya, perubahan bentuk menu selama Ramadan seharusnya tetap mengacu pada standar komposisi serta nilai anggaran yang telah ditetapkan.

Program ini secara nasional berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional yang memiliki standar teknis dan perhitungan anggaran per porsi. Karena itu, publik kini menanti penjelasan terbuka:

Apakah paket Ramadan tersebut tetap setara dengan nilai anggaran per siswa per hari atau Jika ada penyesuaian, berapa besarannya ?

Pertanyaan lain juga mencuat terkait nasib petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jika produksi makanan siap santap dihentikan sementara dan diganti paket kering, apakah tenaga kerja tetap diberdayakan atau justru dirumahkan ?

Dinas terkait masih dalam proses konfirmasi. Polemik ini menunjukkan satu hal: masyarakat tidak lagi hanya menerima, tetapi juga mulai menghitung.

Ramadan adalah bulan transparansi dan kejujuran. Maka dalam program publik sebesar MBG, yang dibutuhkan bukan hanya distribusi paket, melainkan distribusi informasi yang terang, (Sofyan).

Sachrudin Serahkan KIA,Tegaskan Komitmen Pemenuhan Hak Anak di Tangerang

0

Penuhi Hak Anak, Sachrudin Serahkan KIA

 

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menegaskan komitmennya dalam menjamin hak setiap anak melalui penyerahan simbolis Kartu Identitas Anak (KIA) kepada anak binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Sosial Kota Tangerang bersama Kejaksaan Negeri Tangerang ini berlangsung di Patio, Puspem Kota Tangerang, Selasa (24/02/2026).

 

 

 

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menekankan bahwa tidak boleh ada anak yang terabaikan dalam sistem administrasi kependudukan.

 

 

“KIA adalah bentuk nyata kehadiran negara. Dengan identitas yang sah, anak-anak memiliki perlindungan hukum dan kemudahan dalam mengakses berbagai layanan publik,” ujar Sachrudin.

 

 

Ia menjelaskan, kepemilikan dokumen kependudukan menjadi pintu awal untuk memastikan anak memperoleh hak pendidikan, layanan kesehatan, hingga perlindungan sosial secara optimal. Termasuk bagi anak-anak yang berada dalam pengasuhan LKS, yang tetap memiliki hak dan kesempatan yang sama sebagai warga negara.

 

 

Kolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Tangerang dilakukan untuk memperkuat pengawasan serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Wali Kota Sachrudin, juga memberikan apresiasi kepada para pengurus dan pendamping LKS atas dedikasi mereka dalam membina serta mendampingi anak-anak dengan penuh kepedulian.

 

 

“Melalui sinergi dan langkah konkret seperti ini, kita ingin memastikan setiap anak di Kota Tangerang tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

 

 

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkot Tangerang dalam mewujudkan kota yang semakin ramah anak serta menjamin pemenuhan hak anak tanpa terkecuali.(*/red)

“Badai Protes di Mamuju! GMNI Sorot Dugaan APBD Rp500 Juta untuk Gorden, Transparansi Dipertaruhkan”

0

Redaksi.co MAMUJU : Gelombang protes mengguncang pusat pemerintahan. DPC GMNI Mamuju turun ke jalan dengan satu tuntutan keras: bongkar dugaan pengadaan gorden rumah jabatan senilai lebih dari Rp500 juta pada tahun 2025 yang menyeret nama Kepala Biro Umum, Anshar Malle.

Di tengah kondisi daerah yang diklaim sedang melakukan efisiensi anggaran dan menghadapi berbagai kebutuhan mendesak masyarakat, angka fantastis untuk pengadaan gorden itu memantik amarah publik. Setengah miliar rupiah untuk tirai rujab di saat rakyat masih bergelut dengan persoalan ekonomi?

Ketua Cabang GMNI Mamuju, Dicky Wahyudi, dengan nada tinggi mempertanyakan logika dan moralitas kebijakan tersebut.

“Di saat daerah sedang mengalami efisiensi, mengapa justru ada pengeluaran besar untuk sesuatu yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat? Ini bukan sekadar soal gorden. Ini soal keberpihakan dan moral penggunaan anggaran,” tegasnya dalam orasi yang membakar semangat massa.

GMNI tak berhenti pada kritik. Mereka secara terbuka menantang pihak terkait untuk menunjukkan kondisi gorden yang disebut perlu diganti. Jika memang rusak, mana buktinya? Mana urgensinya? Mereka bahkan meminta difasilitasi transportasi untuk meninjau langsung sebagai bentuk pengawasan publik terhadap penggunaan uang negara.

Tuntutan itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Bagi GMNI, keterbukaan bukan sekadar formalitas, melainkan hak rakyat yang tak bisa ditawar.

Aksi ini juga disertai ultimatum keras. GMNI Mamuju memberi tenggat 10 hari kepada Kepala Biro Umum untuk memberikan klarifikasi terbuka dan transparan. Jika tidak ada penjelasan yang memadai, mereka memastikan langkah hukum akan ditempuh.

“Jangan salahkan kami jika persoalan ini kami bawa ke ranah hukum. Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban,” tutup Dicky dengan tegas.

Kini isu “gorden setengah miliar” menjadi bola panas yang menggelinding liar di ruang publik. Sorotan tertuju pada pemerintah daerah: akankah ada klarifikasi terbuka, atau justru babak baru pertarungan hukum yang akan tersaji?

Rapat Koordinasi Pelaksanaan Dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Bagi PPG Calon Guru 2026

0

REDAKSI.CO – Dinas pendidikan kabupaten kediri menghadiri undangan dari universitas nusantara PGRI kediri dalam rangka rapat koordinasi pelaksanaan sekaligus penandatanganan perjanjian kerjasama sekolah mitra PPL bagi PPG calon guru tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan di daerah, kerja sama ini melibatkan sekolah – sekolah jenjang SD, SMA, SMK di Kabupaten maupun Kota Kediri, sebagai mitra praktik pengalaman lapangan bagi calon guru.

Melalui kolaborasi ini di harapkan proses pembentukan kompetensi calon pendidik berjalan optimal, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin M.Pd., menyampaikan ; Harapannya agar program PPG ini mampu memberikan pengalaman nyata dan bermakna dalam praktik pembelajaran.

Dengan terjun langsung ke sekolah, para calon guru di harapkan tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengembangkan Profesionalisme, Kreativitas, serta karakter Pendidik yang Adaptif dan Inspiratif.

BAZNAS LOMBOK BARAT DISTRIBUSIKAN PAKET RAMADHAN DI SEKOTONG

0
Ketua baznas bersama penerima mamfaat

BAZNAS LOMBOK BARAT DISTRIBUSIKAN PAKET RAMADHAN DI SEKOTONG

Lombok Barat, -Redaksi.co  24 Februari 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam melayani umat melalui pendistribusian bantuan sembako bagi fakir miskin se-Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Camat Sekotong, Selasa (24/2/2026), berlangsung tertib dan penuh khidmat.

Ketua BAZNAS Lombok Barat, TGH. Muhamad Taisir al Azhar, Lc., MA, turun langsung memimpin jalannya penyaluran bantuan bersama jajaran pengurus dan unsur pemerintah kecamatan. Kehadiran beliau di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa kepemimpinan di tubuh BAZNAS Lombok Barat tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga hadir secara nyata di lapangan.
Program bertajuk “Paket Ramadhan Bahagia” ini merupakan bagian dari gerakan sosial BAZNAS dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Paket sembako yang disalurkan berasal dari penghimpunan zakat, infak, dan sedekah para muzakki yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Dalam keterangannya, TGH. Muhamad Taisir al Azhar menegaskan bahwa amanah umat harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, BAZNAS bukan sekadar lembaga penyalur bantuan, tetapi juga jembatan kepercayaan antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berkomitmen memastikan setiap rupiah yang dititipkan oleh para muzakki benar-benar sampai kepada yang berhak. Ini bukan hanya tugas kelembagaan, tetapi panggilan moral dan spiritual,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinannya, BAZNAS Lombok Barat terus memperkuat sistem pendataan mustahik, meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah dan kecamatan, serta mengedepankan prinsip tepat sasaran. Pendekatan ini membuat proses distribusi berjalan lebih terarah dan minim polemik.

Ketua baznas bersama penerima mamfaat

Masyarakat penerima manfaat tampak antusias dan bersyukur. Bagi sebagian keluarga, bantuan tersebut menjadi penopang kebutuhan pokok menjelang Ramadhan. Kehadiran BAZNAS di Sekotong pun menjadi simbol nyata bahwa lembaga ini hadir merata hingga ke pelosok wilayah.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, BAZNAS Lombok Barat terus berupaya memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat, bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari ikhtiar membangun kesejahteraan yang berkelanjutan.

Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.co
Abach Uhel

UPT Jember Belum Tanggapi Konfirmasi Media Terkait Proyek Jalan Senilai Rp12 Miliar

0
0-4064x3074-0-0#

JEMBER, redaksi.co – Proyek pelebaran jalan ruas BTS Kab. Lumajang – Kencong dan Kencong – Kasian dengan nilai kontrak Rp12.081.066.396,00 menjadi sorotan publik. Proyek yang berada di bawah kewenangan UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Jember ini hingga kini belum disertai penjelasan resmi kepada media, meski upaya konfirmasi telah dilakukan melalui telepon dan pesan WhatsApp (24/02/2026).

Di lapangan, sejumlah pihak mempertanyakan progres dan detail teknis pekerjaan. Nilai anggaran yang menembus angka Rp12 miliar dinilai seharusnya berbanding lurus dengan keterbukaan informasi, termasuk terkait volume pekerjaan, spesifikasi teknis, serta target capaian fisik.

Proyek ini berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Provinsi Jawa Timur dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender sejak kontrak tertanggal 4 Februari 2026. Namun hingga kini, publik belum memperoleh penjelasan mengenai persentase progres aktual maupun detail teknis pelaksanaan di lapangan.

Minimnya respons dari pihak pelaksana teknis memunculkan tanda tanya. Transparansi menjadi krusial mengingat proyek ini menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2026. Tanpa penjelasan resmi, ruang spekulasi di tengah masyarakat semakin terbuka.

Sejumlah pengamat infrastruktur menilai, dalam proyek pelebaran jalan, informasi penting yang perlu dibuka ke publik antara lain ketebalan perkerasan, lebar efektif pelebaran, metode pelaksanaan, hingga sistem pengawasan mutu. Ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi dapat berdampak pada kualitas dan umur layanan jalan.

Pemberitaan ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial. Hak jawab tetap terbuka bagi pihak UPT Jember maupun instansi terkait. Klarifikasi resmi akan dipublikasikan secara utuh sebagai bentuk komitmen terhadap pemberitaan berimbang (Sofyan).

Reses di Arguni, Badarudin Heremba Diminta Kawal Aspirasi Masyarakat Petuanan.

0

FAKFAK, Redaksi.co – Di sela agenda resesnya di Kampung Arguni, Distrik Arguni, Kabupaten Fakfak, anggota DPR Provinsi Papua Barat dari Fraksi Otonomi Khusus (Otsus), Badarudin Heremba, menerima langsung berbagai aspirasi masyarakat adat terkait persoalan yang terjadi di wilayah petuanan Arguni.

Kunjungan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat adat. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kampung Arguni itu, warga secara tegas meminta agar Badarudin sebagai representasi mereka di tingkat provinsi dapat mengawal secara serius aspirasi masyarakat petuanan yang terdampak aktivitas perusahaan di wilayah tersebut.

Masyarakat menyampaikan sejumlah keluhan, mulai dari belum adanya kejelasan penyelesaian persoalan hingga dampak sosial dan ekonomi yang mulai dirasakan warga.

“Dalam masa reses ini, masyarakat menyampaikan langsung kepada saya agar aspirasi mereka dikawal. Mereka ingin ada kejelasan dan penyelesaian yang adil atas persoalan yang terjadi di wilayah petuanan Arguni,” ujar Badarudin.

Sekretaris Fraksi Otsus DPR Papua Barat itu menegaskan bahwa masyarakat tidak sekadar ingin didengar, tetapi berharap DPR benar-benar hadir dan berdiri bersama mereka dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah dan pihak perusahaan agar persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, kondisi yang belum terselesaikan berdampak langsung pada aktivitas tenaga kerja serta operasional speedboat yang melayani antar-jemput karyawan, yang dalam beberapa waktu terakhir terhenti.

“Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut. Dampaknya bukan hanya pada hubungan antara masyarakat dan perusahaan, tetapi juga pada tenaga kerja dan aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Senada dengan itu, Raja Arguni meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak segera memfasilitasi pertemuan resmi dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Pertemuan tersebut diharapkan menghadirkan unsur petuanan Arguni, masyarakat adat, pemerintah daerah, serta pihak perusahaan agar dapat duduk bersama mencari solusi secara terbuka.

Raja Arguni menekankan bahwa dialog sebaiknya dilaksanakan langsung di Kampung Arguni, sehingga masyarakat dapat mendengar secara langsung penjelasan serta komitmen dari pemerintah maupun pihak perusahaan.

Masyarakat berharap pertemuan bersama itu menjadi langkah awal dalam menghadirkan solusi yang adil dan bermartabat, dengan tetap mengedepankan kepentingan serta hak-hak masyarakat adat di wilayah petuanan Arguni.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menantikan tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah terkait rencana fasilitasi pertemuan tersebut.

Kampung Ramadhan 1447 H Dibuka, DPRK Absen dan Mayoritas OPD Fakfak Tak Hadir

0

Fakfak, Redaksi.co – Pembukaan kegiatan Kampung Ramadhan 1447 H/2026 M di pelataran RTH Fakfak, Senin (24/2/2026) sore, berlangsung meriah dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM dan ratusan masyarakat. Namun di balik antusiasme warga, ketidakhadiran Anggota DPRK Fakfak dan sebagian besar Kepala OPD menjadi sorotan.

Panitia pelaksana menyebutkan, undangan resmi telah disampaikan kepada 25 Anggota DPRK Fakfak melalui Sekretariat DPRK. Meski demikian, hingga kegiatan pembukaan berakhir, tidak satu pun wakil rakyat terlihat hadir di lokasi.

Hal serupa terjadi pada jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak. Dari seluruh Kepala OPD yang diundang, hanya beberapa pejabat yang tampak hadir, yakni Kepala Dinas Perindag, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Kominfo, Inspektur Inspektorat Fakfak, serta Kasat Pol PP. Selebihnya tidak terlihat tanpa keterangan resmi.

Padahal, Kampung Ramadhan merupakan kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini juga selaras dengan visi dan misi pembangunan daerah periode 2025–2030.

Pembukaan kegiatan tetap dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, didampingi Dandim 1803/Fakfak Rahman Wahlin dan Wakapolres Fakfak Henderjetha Yassu. Hadir pula Ketua MUI Kabupaten Fakfak Mohammadon Dg Husein, pimpinan perbankan, serta unsur undangan lainnya.

Meski tanpa kehadiran DPRK dan mayoritas OPD, kegiatan bazar UMKM tetap berjalan aman dan lancar. Kampung Ramadhan 1447 H/2026 M dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua minggu, mulai 24 Februari hingga 15 Maret 2026, dengan melibatkan kolaborasi Pemda Fakfak bersama TNI/Polri dan sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Absennya unsur legislatif dan sebagian besar perangkat daerah dalam agenda pembukaan ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat kegiatan tersebut bersentuhan langsung dengan penguatan ekonomi masyarakat di momentum bulan suci Ramadhan.

Buka Kampung Ramadhan 1447 H, Bupati Samaun Dahlan Tegaskan UMKM Bagian dari Ibadah dan Misi Pemerintahan

0

FAKFAK, Redaksi.co – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, secara resmi membuka kegiatan Kampung Ramadhan 1447 H/2026 M yang dipusatkan di kawasan RTH Ma’ruf Amin, Jalan DR. Salasa Namudat, Senin (24/2/2026). Kegiatan yang berlangsung kurang lebih dua pekan ini menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM selama bulan suci Ramadhan.

Dalam sambutannya, Bupati Samaun Dahlan mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan, termasuk melalui kegiatan sosial dan ekonomi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Menurutnya, Kampung Ramadhan bukan sekadar aktivitas jual beli, tetapi juga wadah memperkuat solidaritas dan keberkahan bagi para pelaku usaha kecil. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi para pelaku UMKM di Kabupaten Fakfak. UMKM merupakan salah satu misi utama kami dalam lima tahun ke depan untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat yang lebih kuat,” ujarnya.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak bersama unsur TNI/Polri, PHBI, ICMI, PKK, Bulog, FKPPI, serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Ratusan masyarakat memadati lokasi bazar dengan puluhan lapak UMKM yang menawarkan berbagai produk kuliner dan kebutuhan Ramadhan.

Meski tanpa kehadiran 25 anggota DPRK Fakfak, kegiatan tetap berlangsung aman dan lancar dengan pengamanan aparat TNI/Polri.

Dalam kesempatan itu, Bupati Fakfak didampingi Dandim 1803/Fakfak dan Wakapolres Fakfak turut meninjau sekaligus berbelanja di sejumlah lapak UMKM sebagai bentuk dukungan langsung kepada para pelaku usaha.

Bupati juga memaparkan perkembangan kredit UMKM di Fakfak yang menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, total kredit UMKM tercatat di atas Rp300 miliar. Sementara memasuki awal tahun 2026, sebelum triwulan pertama berakhir, angka kredit telah mendekati Rp100 miliar.

Ia menilai tingginya minat masyarakat terhadap UMKM perlu diimbangi dengan kemudahan akses pembiayaan. Karena itu, Pemda Fakfak terus membangun kerja sama dengan perbankan, khususnya Bank BRI dan bank lainnya, agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) semakin mudah dengan bunga yang lebih ringan.

Menurutnya, program KUR dengan bunga rendah dan tanpa agunan sangat membantu pelaku usaha kecil. Ia bahkan berencana mengusulkan agar suku bunga KUR dapat ditekan hingga 3 persen.

Rencana tersebut akan disampaikan saat pelaksanaan UMKM tingkat Provinsi Papua Barat yang direncanakan digelar di Fakfak. Pada momentum itu, Pemda Fakfak menargetkan kehadiran Menteri Koperasi dan UKM RI, Maman Abdul Rahman, untuk berdialog langsung terkait kebijakan pembiayaan UMKM.

“Kita akan laksanakan UMKM tingkat Provinsi Papua Barat di Fakfak. Nanti kita minta kalau bisa suku bunga KUR turun sampai 3 persen,” kata Samaun.

Diketahui, Bazar Ramadhan 1447 H/2026 M mengusung tema penguatan ekonomi UMKM dan ekonomi kreatif daerah sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak periode 2025–2030 dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Tarawih Safari Ramadan,Maryono: Mari Beribadah Penuh Suka Cita Meraih Berkah

0

Tarawih Safari Ramadan, Maryono: Mari Beribadah Penuh Suka Cita Meraih Berkah

 

 

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, menghadiri kegiatan Safari Ramadan bersama jemaah salat tarawih di Masjid Al Ikhwan, Kecamatan Ciledug, Senin (23/02/2026). Kehadirannya menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah (H) yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang di seluruh kecamatan.

 

 

 

Dalam sambutannya, Maryono mengajak masyarakat untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh rasa syukur dan suka cita.

 

 

 

“Mengawali bulan Ramadan, mari kita bersuka cita mensyukurinya. Apa yang kita nantikan dan doakan, Allah perkenankan kita kembali dipertemukan dengan bulan yang penuh ampunan ini. Insya Allah, setiap ibadah yang kita lakukan menjadi keberkahan,” ujarnya.

 

 

 

Di hadapan jemaah, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemkot Tangerang yang hadir, Maryono menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar momentum menunaikan ibadah puasa, tetapi juga bulan pembinaan diri.

 

 

 

“Ramadan melatih kita menahan hawa nafsu, menjaga lisan, memperbanyak kepedulian, dan memperkuat empati. Nilai-nilai inilah yang harus tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, seperti saling menghormati, membantu, dan menjaga harmoni sosial,” pesannya.

 

 

 

Pada kesempatan tersebut, sebagai wujud rasa syukur atas satu tahun kepemimpinan bersama Wali Kota Sachrudin, Maryono turut memaparkan progres program unggulan 3G, yakni Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako, yang terus dioptimalkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

 

 

 

Selain itu, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-33 Kota Tangerang, Pemkot menghadirkan berbagai program yang sederhana namun bermakna dan langsung menyentuh warga.

 

 

 

“Salah satunya melalui program Tangerang Bersedekah, dengan menyalurkan 3.300 paket sembako bagi duafa serta santunan tunai sebesar Rp200 ribu untuk yatim piatu. Semoga ini menjadi bentuk kepedulian nyata pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.

 

 

 

Maryono juga mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Tangerang atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi. Untuk tahun 2026, zakat fitrah ditetapkan sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras, atau setara Rp47.000 per jiwa.

 

 

 

“Melalui zakat, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membersihkan hati dan memperkuat solidaritas sosial. Mari jadikan Ramadan sebagai momentum untuk terus memberi manfaat bagi sesama dan lingkungan sekitar,” tutupnya.

 

 

 

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Maryono, secara simbolis turut menyerahkan bantuan kepada DKM Masjid Al Ikhwan, Majelis Taklim Baitul Hikmah, serta TK Islam Citra Az-Zahra.

 

 

 

Safari Ramadan 1447 H Tahun 2026 dilaksanakan selama tiga hari di seluruh kecamatan dengan melibatkan Perangkat Daerah dan unsur Forkopimda Kota Tangerang. Melalui semangat kolaborasi dan sinergi, diharapkan kegiatan ini semakin memperkuat kepedulian sosial serta menjaga harmoni masyarakat di bulan suci Ramadan.(*/red)