Jumat, Maret 20, 2026
Beranda blog Halaman 31

20 SPPG di Mamuju Diduga Tanpa Izin, IPMAPUS Sulbar Desak Audit Total Program MBG

0

Redaksi.co MAMUJU : Gelombang kritik keras menghantam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Barat. Sekitar 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mamuju diduga beroperasi tanpa mengantongi izin operasional resmi. Temuan ini memicu pernyataan sikap tegas dari IPMAPUS Sulawesi Barat yang mendesak evaluasi total terhadap jalannya program nasional tersebut.

Ketua IPMAPUS Sulbar, Akbar, menilai jika benar terdapat SPPG tanpa izin namun tetap beroperasi, maka hal itu merupakan kelalaian serius dan bentuk nyata pelanggaran prosedur administrasi serta standar keamanan pangan.

Ini menyangkut makanan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya peserta didik. Tidak boleh ada kompromi. Operasional tanpa izin adalah alarm bahaya,” tegasnya.

Program MBG seharusnya dijalankan dengan tata kelola ketat, transparan, dan sesuai regulasi. Namun, kondisi di lapangan justru dinilai terkesan dipaksakan tanpa kesiapan matang. Negara, kata IPMAPUS, tidak boleh abai dalam memastikan seluruh penyelenggara memenuhi standar higienitas, kelayakan dapur, distribusi, hingga pengawasan mutu.

Tak hanya soal legalitas, kualitas menu MBG di Sulawesi Barat juga ikut disorot. Pembelaan bahwa yang dinilai adalah kandungan gizi, bukan jenis menu, dianggap tidak cukup. IPMAPUS menilai aspek kepantasan, kelayakan, dan kualitas penyajian tidak bisa diabaikan begitu saja.

Menu seperti kacang, pisang, salad, dan roti yang disebut disajikan tanpa variasi serta tanpa memperhatikan kecukupan asupan yang layak memunculkan tanda tanya besar. “Program ini jangan hanya fokus pada angka dan laporan, tapi harus benar-benar menjawab kebutuhan gizi masyarakat,” ujar Akbar.

IPMAPUS bahkan menilai pelaksanaan MBG di Sulbar terkesan ugal-ugalan dan lebih berorientasi proyek ketimbang substansi peningkatan gizi. Jika tidak segera dibenahi, program yang bertujuan mulia itu justru berpotensi mencederai kepercayaan publik.

Atas dasar itu, IPMAPUS Sulawesi Barat menyampaikan tuntutan tegas:

1. Audit dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG di Mamuju.

2. Penutupan sementara SPPG yang tidak memiliki izin operasional hingga seluruh persyaratan dipenuhi.

3.Transparansi penuh pengelolaan anggaran serta mekanisme pengawasan MBG.

4. Penindakan tegas terhadap oknum yang terbukti lalai atau menyalahgunakan kewenangan.

“Program nasional tidak boleh dijadikan ladang kepentingan segelintir pihak. MBG harus kembali pada tujuan utamanya: memastikan peningkatan gizi yang layak, sehat, dan bermartabat bagi masyarakat,” tegas Akbar.

IPMAPUS Sulawesi Barat menyatakan akan terus mengawal dan mengawasi pelaksanaan program ini demi kepentingan rakyat. Kini, publik menunggu: apakah pemerintah daerah akan bergerak cepat, atau justru membiarkan polemik ini semakin membesar? (ZUL)

Mega Proyek Bibit Rp40 M Di Sulawesi Barat Membara! Dugaan Monopoli, MARK-UP, dan Bibit “Asal Jadi” Terkuak

0

Redaksi.co SULBAR : Sulawesi Barat kembali diguncang. Mega proyek pengadaan bibit tanaman tahun anggaran 2025 yang dibiayai APBD Provinsi Sulawesi Barat kini meledak menjadi kontroversi panas. Angkanya fantastis, nyaris Rp40 miliar. Namun di balik gelontoran dana jumbo itu, muncul dugaan ketimpangan serius: harga melambung, kualitas dipertanyakan, hingga indikasi praktik monopoli yang bikin publik geram.

Aktivis Sulbar, Muhammad Nabir, tak lagi menahan suara. Ia membongkar dugaan kejanggalan dalam pengadaan 1,8 juta bibit kakao sambung pucuk, bibit kopi siap tanam di lingkup Dinas Perkebunan Sulbar, serta bibit durian Musang King di bawah Dinas Pertanian Sulbar. Tiga paket berbeda, tiga perusahaan berbeda, namun diduga berada dalam satu kendali.

Perusahaan yang disebut-sebut terlibat yakni CV Arafah Abadi, CV Ayisando Utama, dan CV Antara Jaya. “Ini seperti sandiwara administrasi. Tiga bendera, satu nakhoda. Publik jangan dibutakan,” semprot Nabir. Ia menduga ketiga perusahaan tersebut dikendalikan oleh satu orang yang sama—sebuah pola yang dinilai berpotensi mengarah pada praktik monopoli terselubung.

Sorotan paling tajam tertuju pada pagu anggaran yang dianggap tak masuk akal. Harga bibit kakao dipatok hingga Rp16 ribu per pohon, sementara bibit kopi mencapai Rp15 ribu per pohon. Padahal, bibit kopi disebut hanya berasal dari biji dengan harga sekitar Rp400 per butir. “Selisihnya terlalu mencolok. Ini bukan sekadar mahal, ini mengundang tanya besar,” tegasnya.

Belum selesai di harga, kualitas pun jadi bom waktu. Di lapangan, ditemukan bibit kakao yang tidak disambung sesuai spesifikasi, banyak yang mati setelah distribusi, bahkan varietasnya disebut tak jelas. Petani yang berharap panen meningkat justru dihantui risiko gagal tanam.

Nama kontraktor berinisial S.H asal Sulawesi Selatan juga ikut terseret dalam pusaran isu. Ia disebut menguasai hampir seluruh proyek pengadaan bibit di Sulbar, termasuk proyek dari Kementerian Pertanian dengan jumlah mencapai 2,5 juta bibit. Penyaluran bibit tersebut berada di Dusun Basseang, Desa Duampanua, serta di Sappoang, Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, dan sejumlah titik lain, dengan anggaran lebih dari Rp8 miliar yang dikabarkan telah cair.

“Bagaimana bisa satu pihak menguasai proyek lintas instansi dengan nilai puluhan miliar? Ini bukan lagi soal siapa yang kerja. Ini soal dugaan pemborosan besar APBD akibat harga yang melambung tinggi,” kata Nabir lantang.

Persoalan ini telah dilaporkan ke aparat penegak hukum, mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi. Nabir mendesak agar penyelidikan dilakukan secara terbuka dan tuntas, tanpa kompromi.

Jangan sampai ada main mata. Jangan sampai pendampingan justru jadi tameng. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi,” tandasnya.

Kini, publik Sulawesi Barat menunggu langkah nyata aparat. Mega proyek yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi perkebunan daerah justru terancam berubah menjadi skandal anggaran. Tahun 2025 bisa menjadi titik balik transparansi, atau justru catatan kelam baru dalam pengelolaan uang rakyat. (ZUL)

Polda Metro Jaya Buka Puasa di Bulan Ramadhan 1447 H Polda Metro Jaya Bersama Insan Pers

0

Jakarta,Redaksi.co- -Polda Metro Jaya Bersama FWP Menggelar Buka Puasa Bersama yang dihadiri oleh Kapolda Metro Jaya.Polda Metro Jaya Pererat Sinergi dengan Media Lewat Buka Puasa Bersama
Acara di Gedung Biru Ditlantas Polda Metro Jaya dihadiri Kapolda Irjen Pol. Asep Edi Suheri dan pimpinan organisasi pers, diisi santunan anak yatim dan tausiyah.
Rabu, 25 Februari 2026.
Gedung NTMC Ditlantas Polda Metro Jaya.

Acara dihadiri langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, serta Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono.

Turut hadir sejumlah perwakilan organisasi pers, di antaranya Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo, perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Forum Wartawan Polri, serta segenap insan pers.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto. Dalam sambutannya dan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial berbuka puasa, melainkan sarana membangun kolaborasi yang semakin kuat antara Polri dan media.Semoga momentum Ramadan ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi ruang mempererat komunikasi, membangun kepercayaan, dan memperkuat sinergitas.

Budi juga berharap hubungan harmonis antara kepolisian dan media tidak hanya terjalin pada momentum Ramadan, tetapi terus berlanjut secara konsisten.

Semoga momentum Ramadan ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi ruang mempererat komunikasi, membangun kepercayaan, dan memperkuat sinergitas.

Budi juga berharap hubungan harmonis antara kepolisian dan media tidak hanya terjalin pada momentum Ramadan, tetapi terus berlanjut secara konsisten.

Peran strategis media dalam menjaga kondusivitas informasi, mencegah penyebaran hoaks, serta membantu kepolisian memberikan edukasi hukum kepada masyarakat.

Baik antara kepolisian dan media dapat terus terjaga dalam mendukung penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan menyejukkan bagi masyarakat,” kata Kesit.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim, tausiyah keagamaan, doa bersama, serta ditutup dengan buka puasa bersama.

Perkuat Kepemimpinan Satuan, Kasad Bekali Calon Komandan TNI AD

0

 

BANDUNG | Redaksi.co – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. memberikan pembekalan kepada peserta pendidikan calon komandan satuan di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD, Bandung, Rabu (25/2/2026). Pembekalan ini bertujuan memperkuat kepemimpinan satuan serta menyiapkan perwira yang berintegritas dan profesional dalam membangun institusi dan negara.

Peserta pembekalan terdiri dari siswa Pendidikan Komandan Korem (Dikdanrem), Komandan Rindam (Dikdanrindam), Komandan Brigade (Dikdanbrig), Komandan Kodim (Dikdandim), Komandan Batalyon (Dikdanyon), Wakil Komandan Batalyon (Dikwadanyon), serta Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) Infanteri.

Dalam pembekalannya, Kasad menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kejuangan. Setiap perwira TNI AD dituntut memiliki integritas moral, loyalitas, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat di tengah dinamika tantangan tugas yang semakin kompleks.

Kasad juga menyampaikan bahwa para perwira yang saat ini menjalani pendidikan calon komandan satuan ini, kelak akan menjadi juru bicara pemerintah dalam menyampaikan informasi positif kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

“Saya sangat antusias dengan kebijakan Presiden sekarang, supaya jangan ada lagi ilegal-ilegal. Jadi ini harus kita mengerti semua. Anda akan menyebar di seluruh Indonesia, orang-orang di daerah berharap, anda dapat menjadi sumber informasi, sehingga seluruh masyarakat memiliki kesamaan pemahaman untuk mempertahan kan NKRI,“ ujar Kasad.

Ditegaskan pula bahwa para siswa merupakan calon-calon pemimpin satuan di masa depan yang akan menentukan keberhasilan pembinaan personel dan kesiapan operasional satuan. Oleh karena itu, proses pembinaan dan kemampuan para calon komandan satuan yang sedang dijalani harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas diri, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, kemampuan dasar keprajuritan.

Menurut Kasad, profesionalisme prajurit TNI AD harus senantiasa dibangun sejalan dengan kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan strategis. Para perwira diharapkan mampu memahami mekanisme latihan dan perlengkapan latihan serta menguasai taktik dan strategi sesuai perkembangan dinamika global. Ia juga mengingatkan pentingnya peran perwira sebagai teladan bagi anggotanya. Keteladanan dalam disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarga menjadi faktor kunci dalam menciptakan soliditas dan moril satuan yang kuat dengan landasan loyalitas tegak lurus. (*)

Sumber: Dispenad

Publisher: SK

Pesantren Kilat SDN Pasirgaok 03 Guna Membentuk Generasi Berakhlak Mulia

0

Bogor, Redaksi.co – SDN Pasirgaok 03, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor kembali menggelar kegiatan pesantren kilat yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 23 hingga 25. Kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah. Guna membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, tidak hanya selama bulan ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Rabu, (25/2/2026)

Kepala Sekolah SDN Pasirgaok 03, Nurdiyansyah Fajar, menjelaskan kegiatan pesantren kilat ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para siswa, melalui kegiatan ini siswa dapat meningkatkan pemahaman agama, membentuk karakter yang mulia, dan menjadi generasi yang berakhlak baik, ujarnya.

Lebih lanjut, siswa mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat dan antusias. Mereka tampak senang dan bersemangat dalam mempelajari ilmu agama dan mempraktikkan ibadah. Kegiatan pesantren kilat ini tidak hanya memberikan pengetahuan agama, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar siswa. Manfaat kegiatan pesantren kilat yaitu: Meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran islam di kalangan siswa. Membentuk karakter siswa menjadi generasi yang berakhlak mulia, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Menumbuhkan rasa cinta dan semangat beribadah di bulan ramadan. Mempererat tali silaturahmi antar siswa, guru, dan orang tua. Pesantren kilat ini menjadi kegiatan yang sangat bermanfaat dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi, pungkasnya.

(Okta)

“Laut Bercerita” Bangkitkan Luka Sejarah: Film Adaptasi Novel Laut Bercerita Siap Guncang Layar Lebar 2026

0

Jakarta, Redaksi.Co – Industri perfilman Indonesia kembali menorehkan babak penting dengan diluncurkannya film “Laut Bercerita”, adaptasi dari novel monumental karya Leila S. Chudori yang selama ini menjadi rujukan penting dalam membaca dinamika perlawanan mahasiswa era 1990-an.

Film produksi PAL8 Pictures ini resmi diperkenalkan kepada publik pada Selasa (24/2/2026) dan digadang sebagai salah satu karya paling berani tahun ini.

Disutradarai oleh sineas visioner Yosep Anggi Noen, film ini menghadirkan interpretasi sinematik atas kisah Biru Laut—mahasiswa Sastra Inggris yang terlibat dalam kelompok diskusi Winatra pada 1991.

Dari ruang-ruang baca sederhana hingga pusaran aksi perlawanan, idealisme mereka menjelma keberanian yang harus dibayar mahal.

Peran Biru Laut dipercayakan kepada Reza Rahadian, yang kembali menunjukkan kapasitas aktingnya dalam karakter penuh lapisan emosi, Ia beradu peran dengan Yunita Siregar sebagai Asmara Jati.

Sementara itu, jajaran aktor senior seperti Christine Hakim dan Arswendi Bening Swara turut memperkaya kekuatan dramatik film ini.

Nama-nama besar lain seperti Dian Sastrowardoyo dan Eva Celia juga ambil bagian, Eva mengaku perannya sebagai Anjani adalah mimpi lama yang akhirnya terwujud, sementara Dian menyebut karakter Kasih Kinanti sebagai figur yang sejak lama ia kagumi dalam novel.

Tak hanya mengandalkan bintang utama, film ini turut diperkuat Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Yoga Pratama, Nagra Kautsar, Natalius Chendana, dan Afrian Arisandy yang menghidupkan dinamika kelompok Winatra—lingkar intelektual muda yang meyakini membaca dan menulis sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan.

Skenario ditulis langsung oleh Leila S. Chudori bersama Yosep Anggi Noen, memastikan ruh novel tetap terjaga dalam adaptasi layar lebar, Proses produksi berlangsung selama 37 hari di Semarang, Salatiga, Jakarta, dan Sukabumi, menghadirkan latar autentik yang memperkuat atmosfer periode 1990-an.

Produser Gita Fara bersama Budi Setyarso menegaskan bahwa film panjang perdana PAL8 Pictures ini bukan sekadar drama sejarah, melainkan refleksi tentang keluarga, kehilangan, dan harapan yang tetap relevan hingga kini.

Versi layar lebar disebut akan menggali sisi emosional Biru Laut secara lebih mendalam, termasuk relasi keluarga yang menjadi jangkar narasi.

Langkah film ini tak berhenti di pasar domestik. “Laut Bercerita” telah terpilih dalam program Work-in-Progress di Hong Kong – Asia Film Financing Forum (HAF) 2026 dan dijadwalkan berpartisipasi dalam Hong Kong Filmart pada 17–19 Maret 2026, membuka peluang jejaring distribusi internasional.

Dengan kekuatan cerita, kedalaman sejarah, serta performa para aktor papan atas, “Laut Bercerita” diproyeksikan menjadi film Indonesia paling menggugah tahun 2026, Sebuah epos tentang keberanian generasi muda yang memilih bersuara—meski harus menghadapi risiko kehilangan.

Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia sepanjang 2026, membawa kembali memori kolektif bangsa ke ruang gelap yang penuh makna.

ISIM dan HUDA Kecamatan Meureubo Gelar Pengajian Dan Pasantren Kilat, Didukung Oleh PT Mifa Bersaudara

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Ikatan Santri Kecamatan Meureubo (ISIM) dan Himpunan Ulama Dayah (HUDA) kecamatan Meureubo melaksanakan kegiatan pengajian pesantren kilat dibeberapa Gampong dalam wilayah kecamatan setempat .

Kegiatan pengajian dan pasantren kilat ini akan berlangsung selama 7 hari mulai dari tanggal 25 Februari sampai tanggal 03 maret 2026.

Kegiatan pengajian yang dilakukan ini di dukung oleh para guru baik dari ISIM serta pengurus HUDA dari beberapa pasantren yang ada di wilayah Meureubo

Adapun guru guru yang terlibat dalam kegiatan mengisi jadwal pengajian di beberapa tempat tersebut adalah :

1. Tgk Khalid Al Muttaqin di Mesjid Gampong Pasi Pinang

2. Tgk Ainal Huda, Di mesjid Gampong Paya Peunaga

3. Tgk Syahril Ramadhan di mesjid Gampong Langung

4. Tgk Mursalin di balai TPA Meureubo

5. Tgk Sayyed Mubarak, LC di Mesjid Gampong Gunong Kleng

6. Tgk Mohd Nasir di mesjid Gampong Peunaga Cut Ujong

7. Tgk Eldriasyah di mesjid Gampong Peunaga Rayeuk

8. Tgk Yusran di Balai TPA gampong Bale

9. Tgk Khalif shah di mesjid Gampong Reudeup

Hal ini di sampaikan oleh ketua ISIM kecamatan Meureubo Tgk Hasyim dalam rilis yang diterima media ini Rabu,25/2/2026

Menurut Tgk Hasyim selain di beberapa masjid kegiatan juga dilakukan dibeberapa balai pengajian yang tersebar di beberapa Gampong.

” Alhamdulillah rabu sore ini kita sudah mulai kegiatan pesantren kilat dibeberapa Gampong dan akan kita lanjut hingga sampai hari ke 13 puasa nanti,kata Tgk Hasyim

Program ini lanjut Tgk Hasyim,sudah lama dirancang namun terkendala oleh beberapa hal, namun pada Ramadhan kali ini bisa terlaksana.

“Alhamdulillah hari bisa dilaksanakan dengan dukungan PT. MIFA BERSAUDARA, kegiatan ini kita laksanakan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat dalam wilayah kecamatan Meureubo, khususnya ISIM harus hadir memberikan dampak dari ilmu yang selama ini telah dipelajari , untuk kembang di tengah tengah masyarakat luas, Karena salah satu visi misi ISIM adalah berperan aktif dimasyarakat dalam konteks keagamaan” tutup Tgk Hasyim.

Sementara itu,Ketua Panitia pelaksana Tgk Oja menyatakan hal yang serupa terkait pelaksanaan program pengajian dan pasantren kilat yang dilaksanakan pada Ramadhan kali ini

” Dalam kegiatan pengajian ini kita melibatkan guru guru muda dari ISIM yang sudah mantang ilmunya sehingga berdampak kepada anak anak, ada 9 Gampong yang berpartisipasi mendukung kegiatan ini, wilayah pesisir 6 Gampong,dan ring satu 3 Gampong ” Ujarnya

Tgk Oja juga menuturkan pada kegiatan pengajian maupun pasantren kilat yang di laksanakan pada Ramadhan kali ini didukung oleh perusahaan tambang.

” Perlu kami sampaikan juga agar di ketahui bersama bahwa kegiatan ini didukung penuh oleh PT. MIFA BERSAUDARA melalui program CSR bulan Ramadhan “Pungkas Tgk Oja ****

Jaringan Listrik 25 Km Dibangun, 11 Kampung di Fakfak Ditargetkan Teraliri Listrik Maret 2026.

0

Fakfak, Redaksi.co – Pembangunan jaringan listrik sepanjang kurang lebih 25 kilometer tengah dikerjakan untuk menjangkau sejumlah kampung di Kabupaten Fakfak. Proyek ini mencakup pemasangan sekitar 550 tiang listrik dengan total kebutuhan kabel mencapai 78.000 meter.

Mitra pelaksana PLN, Piahar Kencana, Robby Tukiman, menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut dibagi dalam dua semester. Semester pertama difokuskan pada sebelas kampung dan ditargetkan rampung pada Maret 2026.

“Untuk semester pertama, targetnya bulan Maret ini sudah selesai, khususnya di sebelas kampung, yaitu Kampung Baru Bomberai, Kampung Tessa, Kampung Mitimber, Kampung Waremu, Kampung Kiria Bisa, Kampung Wos, Kampung Tunas Gain, Kampung Degen, Kampung Tetar, dan Kampung Sum,” ujarnya saat diwawancarai media ini.

Saat ini, distribusi material tahap pertama dilakukan melalui jalur laut menggunakan Kapal Topstar dan dibongkar di Lokpon Tessa. Material yang didatangkan meliputi tiang listrik, kabel, serta perlengkapan jaringan lainnya.

Sementara itu, tahap kedua akan dilaksanakan setelah material tambahan tiba. Sekitar 920 batang tiang dari pabrik dijadwalkan tiba di PLN Sorong sebelum selanjutnya didistribusikan ke Fakfak.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini menghadapi tantangan berupa keterlambatan Material Distribusi Utama (MDU), seperti tiang dan kabel. Keterlambatan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi percepatan penyelesaian pekerjaan di lapangan.

Meski demikian, Robby tetap optimistis target dapat tercapai. Ia menargetkan pada Maret 2026 sebanyak sebelas kampung di wilayah Bomberai dan sekitarnya sudah dapat menikmati layanan listrik yang lebih stabil dan merata.

Target tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama antara PLN, pemerintah daerah, dan mitra kerja untuk memperluas akses listrik hingga ke kampung-kampung yang selama ini masih mengalami keterbatasan penerangan.

Di sisi lain, PLN juga tengah melakukan survei dan pendataan calon pelanggan di 11 kampung tersebut sebagai persiapan pemasangan instalasi rumah dan KWh meter. Langkah ini sejalan dengan alokasi bantuan pasang baru listrik gratis dari Kementerian ESDM sebanyak 2.000 sambungan untuk Kabupaten Fakfak. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu memperoleh akses listrik secara cuma-cuma..

Brimob Polda Metro Jaya Pastikan Keamanan SMA Cahaya Sakti Pascainformasi Ancaman Bom

0

Redaksi.co, JAKARTA | Dugaan ancaman bom yang menyasar SMA Cahaya Sakti, Jakarta Timur, pada Selasa (24/2/2026), langsung direspons cepat aparat kepolisian. Personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Metro Jaya menerjunkan Unit Penjinak Bom (Jibom) dan Unit Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh di lingkungan sekolah.

Tim bergerak setelah menerima laporan ancaman yang beredar melalui media sosial. Setibanya di lokasi, petugas segera berkoordinasi dengan unsur kewilayahan serta pihak sekolah sebelum melakukan sterilisasi area. Pemeriksaan dilakukan secara sistematis, mencakup ruang kelas, laboratorium, koridor, hingga fasilitas umum lainnya.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Henik Maryanto, menegaskan kesiapsiagaan jajarannya dalam merespons setiap potensi ancaman. Ia memastikan setiap informasi yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional.

“Setiap informasi yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat pasti kami tindak lanjuti. Kehadiran Brimob untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Selama proses sterilisasi berlangsung, petugas tidak menemukan benda mencurigakan maupun material berbahaya. Setelah dinyatakan aman, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tertib tanpa kepanikan berarti.

Usai pemeriksaan, tim Gegana melaksanakan konsolidasi dan tetap bersiaga untuk mengantisipasi perkembangan situasi. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Apabila menemukan hal mencurigakan atau potensi gangguan keamanan, masyarakat diminta segera menghubungi layanan kepolisian melalui nomor darurat 110 sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban.

Polres Mateng Ungkap 9 Kasus Narkoba, 15 Tersangka Diamankan Dalam Dua Bulan

0

Redaksi.co MATENG : Satuan Reserse Narkoba Polres Mamuju Tengah menunjukkan keseriusannya dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Sejak awal Januari hingga akhir Februari 2026, sebanyak 9 kasus tindak pidana narkotika berhasil diungkap di wilayah hukum Kabupaten Mamuju Tengah.

Dari pengungkapan tersebut, aparat mengamankan 15 tersangka yang terdiri atas 14 laki-laki dan 1 perempuan. Tiga di antaranya diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Dalam operasi yang dilakukan secara bertahap itu, polisi turut menyita barang bukti berupa sabu seberat bruto 18,488 gram serta uang tunai sebesar Rp7.350.000 yang diduga hasil transaksi narkoba.

Para tersangka dijerat dengan pasal berbeda sesuai peran masing-masing. Satu orang dipersangkakan melanggar Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto ketentuan terbaru penyesuaian pidana. Delapan tersangka lainnya dijerat Pasal 114 Ayat (1), sementara enam tersangka lainnya dikenakan pasal terkait penyalahgunaan narkotika.

Kapolres Mamuju Tengah, Hengky K. Abadi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan intensitas penindakan guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan narkotika.

Kami tidak akan memberi ruang bagi para pelaku peredaran narkoba. Ini bentuk komitmen kami dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” tegasnya, Rabu (25/02/2026).

Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkotika.

Perang terhadap narkoba membutuhkan dukungan semua pihak. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di Mamuju Tengah,” tutupnya. (ZUL)