Beranda blog Halaman 302

Halaman KDKMP Dimanfaatkan untuk Pasar Takjil, Dongkrak Ekonomi Warga Desa Kemadu Lor

0

PURWOREJO || Redaksi.co – Memanfaatkan halaman Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini telah 100 persen berdiri di wilayah Kabupaten Purworejo, keberadaannya tidak hanya menjadi pusat layanan koperasi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Halaman KDKMP kini digunakan warga untuk menggelar lapak UMKM, memberikan ruang bagi para pelaku usaha kecil untuk berjualan dan meningkatkan penghasilan mereka. Pemanfaatan fasilitas koperasi tersebut menjadi bukti bahwa KDKMP tidak hanya berfungsi secara administratif, namun juga memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

Seperti yang terlihat di KDKMP Desa Kemadu Lor, Kecamatan Kutoarjo. Masyarakat setempat memanfaatkan halaman koperasi untuk menggelar pasar takjil, khususnya di bulan Ramadan. Beragam jajanan berbuka puasa tersaji lengkap di lapak-lapak yang tertata rapi di depan gedung koperasi, sehingga memudahkan warga dalam mencari hidangan untuk berbuka.

Dian Pertiwi, salah satu warga Desa Kemadu Lor, menyambut baik keberadaan KDKMP di desanya. Menurutnya, hal tersebut menjadi titik awal dimulainya kebangkitan ekonomi desa, salah satunya melalui pemanfaatan halaman koperasi untuk berjualan menu takjil oleh warga.

“Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti dan meramaikan pasar takjil yang digelar di halaman gedung koperasi ini. Selain menunya sudah cukup lengkap, lokasinya juga sangat strategis sehingga memudahkan warga membeli jajanan berbuka puasa,” ungkapnya, Sabtu (28/2/2026).

Lebih lanjut, Dian Pertiwi menambahkan bahwa berdirinya KDKMP di Desa Kemadu Lor bukan hanya sebagai pusat kegiatan koperasi semata. Kini, KDKMP juga menjadi titik awal kebangkitan ekonomi desa, membuka peluang usaha baru, serta mempererat kebersamaan antar warga.

“Dengan pemanfaatan yang optimal, KDKMP diharapkan terus menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Purworejo,” pungkasnya. (*) 

Sumber: Kodim Purworejo

Publisher: Wahid Yanto

Pemkab Aceh Barat Gelontorkan Dana Rp 1,92 M Untuk Pembangunan Jembatan Gantung Cot Maggie

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat berkomitmen untuk segera melanjutkan kembali pembangunan jembatan gantung penghubung desa Cot Manggie dengan desa Manuang Kinco Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat. Jembatan gantung ini ambruk akibat diterjang banjir dan abrasi sungai.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Wahana Generasi Aceh (Wangsa) terkait belum direalisasikan pembangunan jembatan gantung Cot Manggie sampai saat ini

“Kami memahami apa yang di kritik oleh teman-teman dari Wangsa, Namun hal ini perlu juga kami sampaikan bahwa pembangunan kembali jembatan gantung anggarannya sudah diplotkan tahun 2026 ini dengan pagu anggaran sebesar Rp1.920.000.000 dan sudah tayang di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) LKPP, namun karena ada beberapa kendala teknis yang harus diselesaikan, sehingga proses tender belum bisa dilakukan saat ini, dan insyaallah akan dilakukan dalam waktu dekat ini,”kata Fadly Octora, Sabtu 28/2-2026

Fadly menjelaskan bahwa anggaran sebesar 1,92 miliar tersebut akan difokuskan pada Pengerjaan Abutmen jembatan,” karena abutmen jembatan yang berada disebelah desa Cot Manggie sudah rusak total dan saat ini hanya tersisa abutmen yang berada sebelah desa Manuang Kinco,” katanya

“Karena ada beberapa kendala teknis seperti lokasi bekas jembatan gantung yang lama tidak bisa dibangun lagi karena bentang sungai sudah melebar sepanjang 200 meter. Menurutnya , lokasi yang dianggap ideal untuk pembangunan kembali jembatan gantung Cot Manggie ini sekitar 150 meter jarak dari jembatan lama, tapi hal ini terkendala lahan yang tidak diberikan warga,” terang Fadly

Namun demikian, kata dia, untuk kendala teknis ini akan di diskusikan kembali dengan bapak Bupati Tarmizi untuk mencari solusi agar pembangunan kembali jembatan gantung penghubung desa Cot Manggie dengan Manuang Kinco dapat direalisasikan tahun ini karena ini merupakan harapan masyarakat setempat, dan kami berharap proses tender segera dilakukan dalam waktu dekat ini setelah nantinya kita diskusikan dengan bapak Bupati” tambahnya

Lebih lanjut, Plt Kadis PUPR Aceh Barat ini mengatakan bahwa pada tahun 2025 lalu, pihaknya ada menganggarkan sekitar Rp459 juta untuk memulai kegiatan pembangunan jembatan gantung Cot Manggie ini, untuk pengadaan pipa cassing baja.

Dan tahun 2026 ini, kata dia, kembali dilanjutkan pembangunannya dengan pagu sebesar Rp 1,92 miliar.”Pembangunan ini juga telah diusulkan kedalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabecana (R3P) bencana hidrometeorologi tahun lalu

“Mudah-mudahan pembangunan jembatan gantung desa Cot Manggie ini segera dibangun dan tuntas tahun ini, karena merupakan akses utama masyarakat penghubung antar desa di Kecamatan Panton Reu dalam memperlancar aktivitas masyarakat sehari-hari seperti petani dan pekebun dan juga yang paling penting untuk akses anak sekolah,” demikian Fadly ****

Dusun Pangkali Bergerak Sendiri, Jalan Hancur, Dana Desa Dipertanyakan

0

Redaksi.co MAMASA : Gembar-gembor pembangunan desa digaungkan di mana-mana. Anggaran digelontorkan, laporan dipublikasikan, janji disampaikan. Namun di Dusun Pangkali, Desa Kalakbe, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, realitasnya justru pahit: jalan hancur, jembatan rapuh, dan warga dipaksa bertarung sendiri melawan kerusakan. Sabtu 28/2/2026

Di tengah klaim kemajuan, akses utama yang menjadi urat nadi ekonomi warga berubah menjadi lintasan berbahaya. Lubang besar menganga tanpa ampun. Badan jalan berlumpur dan licin. Jembatan kayu yang lapuk nyaris tak layak dilewati. Setiap hari, petani harus mempertaruhkan hasil panen mereka, sementara anak-anak sekolah meniti jalur rusak demi masa depan.

Kemarahan warga bukan meledak dalam orasi, melainkan dalam aksi nyata. Merasa bertahun-tahun hanya menjadi penonton dalam arus pembangunan, masyarakat akhirnya turun tangan. Tanpa menunggu anggaran cair, tanpa kepastian jadwal proyek, mereka mengumpulkan uang receh, pasir, dan batu. Gotong royong digelar. Cangkul dan sekop menjadi simbol perlawanan sunyi.

Kami tidak bisa terus menunggu sementara ekonomi kami tersendat. Jalan ini urat nadi kami. Kalau dibiarkan rusak, kami yang menanggung akibatnya,” tegas Ading, tokoh masyarakat setempat.

Perbaikan yang dilakukan jelas jauh dari kata ideal. Material seadanya, alat terbatas, dan tenaga murni dari keringat warga. Ini bukan proyek, ini darurat. Ini bukan pembangunan, ini penyelamatan.

Namun di balik semangat itu, terselip pertanyaan besar: ke mana arah prioritas Dana Desa selama ini? Mengapa akses vital yang menopang kehidupan satu dusun bisa terabaikan begitu lama?

Warga kini menantang Pemerintah Desa Kalakbe dan Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk turun langsung melihat kondisi lapangan, bukan sekadar membaca laporan di atas meja. Mereka mendesak transparansi alokasi anggaran dan pembangunan permanen yang tidak lagi tambal sulam.

Kami tidak butuh janji di forum musrenbang. Kami butuh jalan yang bisa dilalui dengan aman,” pungkas Ading.

Aksi swadaya Dusun Pangkali bukan sekadar kerja bakti. Ia adalah pesan keras dari pinggiran, ketika anggaran tak terasa dan pembangunan tak menyentuh, rakyat tak punya pilihan selain membangun nasibnya sendiri. (ZUL)

Warga Dusun Pangkali Mengamuk, Jalan Rusak Parah, Dana Desa Dipertanyakan

0

Redaksi.co MAMASA : Di saat pemerintah gencar menggembar-gemborkan pembangunan infrastruktur lewat alokasi Dana Desa, ironi justru terjadi di Dusun Pangkali, Desa Kalakbe. Alih-alih menikmati hasil pembangunan, puluhan warga terpaksa turun tangan sendiri memperbaiki jalan dan jembatan rusak parah secara swadaya pada Sabtu (28/2/2026).

Akses utama yang menghubungkan Dusun Pangkali dengan pusat Desa Kalakbe berubah menjadi “jalur maut”. Lubang menganga, badan jalan berlumpur, serta jembatan yang mulai rapuh menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. Anak-anak sekolah harus bertaruh nyawa setiap hari, sementara petani dipaksa menanggung biaya angkut hasil panen yang melonjak akibat kondisi jalan yang tak layak.

Kegeraman warga memuncak setelah berbagai pengajuan perbaikan dinilai tak kunjung mendapat respons serius dari pemerintah desa. Di tengah derasnya aliran Dana Desa yang digelontorkan negara, Dusun Pangkali merasa seperti anak tiri pembangunan.

“Kami tidak bisa terus menunggu. Jalan ini urat nadi ekonomi kami. Kalau dibiarkan, kami yang sengsara. Anak-anak terancam, hasil tani pun merugi,” tegas Ading, salah satu tokoh masyarakat, dengan nada kecewa.

Tanpa menunggu kepastian anggaran, warga sepakat mengumpulkan donasi sukarela. Uang tunai, pasir, batu, hingga material seadanya dikumpulkan demi menambal lubang dan memperkuat jembatan yang nyaris ambruk. Gotong royong pun digelar, dari pagi hingga sore, sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakpastian.

Namun, perbaikan darurat ini hanyalah solusi tambal sulam. Warga sadar, tanpa sentuhan teknis dan dukungan anggaran resmi, jalan tersebut berpotensi kembali rusak dalam waktu singkat.

Kini sorotan tertuju pada Pemerintah Desa Kalakbe dan Pemerintah Kabupaten Mamasa. Publik menanti jawaban: ke mana arah prioritas pembangunan selama ini? Warga Dusun Pangkali menuntut hak yang sama atas infrastruktur layak, dan berharap pada tahun anggaran mendatang aspirasi mereka benar-benar diprioritaskan dalam Musrenbangdes.

Satu hal yang pasti, aksi swadaya ini menjadi tamparan keras sekaligus pesan tegas, ketika negara lamban (ZUL)

Bupati Mamuju Sutinah Suhardi Safari Ramadan di Tapalang, Serahkan Bantuan dan Ajak Warga Perkuat Persatuan

0

Redaksi.co MAMUJU : Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Safari Ramadan di Kecamatan Tapalang, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama di halaman Kantor Camat Tapalang. Suasana penuh keakraban tampak saat Bupati berbaur dengan tokoh masyarakat dan warga, menciptakan nuansa kebersamaan yang hangat.

Usai berbuka, rombongan melanjutkan agenda dengan menunaikan Salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Al-Munawwara, Galung Selatan. Kehadiran orang nomor satu di Mamuju tersebut disambut antusias ratusan jamaah yang telah memadati masjid sejak petang.

Ketua Pembangunan Masjid Al-Munawwara, H. Idris, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati di tengah kesibukannya memimpin daerah.

Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Ibu Bupati. Semoga beliau senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Mamuju,” ujarnya yang disambut doa para jamaah.

Dalam sambutannya, Sutinah Suhardi menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan daerah.

Kunci keberhasilan pembangunan di Mamuju adalah kebersamaan. Mari kita jaga persatuan, saling bahu-membahu, dan tidak mudah terpecah belah. Dengan kekompakan, kita bisa mewujudkan Mamuju yang lebih baik,” tegasnya.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan, di antaranya bantuan simbolis dari Bank Sulselbar untuk pembangunan sarana ibadah, serta bantuan pribadi kepada Imam Masjid Al-Munawwara, Ketua Pembangunan Masjid, dan kelompok Majelis Taklim setempat.

Rangkaian Safari Ramadan tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai ukhuwah di bulan suci. (ZUL)

Pelantikan DPP Gerakan Pembumian Pancasila, Kepemimpinan Pancasila sebagai Pondasi Membangun Trisakti

0

Redaksi.co, Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila (DPP GPP) resmi dikukuhkan dan dilantik dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama yang dihadiri para tokoh, akademisi, serta sejumlah undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Pelantikan pengurus dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP GPP, Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kepemimpinan berbasis nilai-nilai Pancasila harus menjadi pondasi organisasi dalam membangun Trisakti dan menjadi jembatan menuju peradaban bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.

“Kepemimpinan Pancasila bukan sekadar jargon. Ia harus hidup dalam sikap, keputusan, dan gerakan nyata organisasi. Melalui momentum lima tahunan ini, kami menyusun arah perjuangan baru, memperkuat soliditas kepemimpinan, serta mempertegas komitmen kolaborasi di tingkat nasional,” ujar Antonius.

Mengusung tema Kepemimpinan Pancasila Menjadi Pondasi Organisasi dalam Membangun Trisakti dan Jembatan Mewujudkan Peradaban Bangsa, acara ini menjadi penanda dimulainya masa bakti kepengurusan baru DPP GPP. Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan, pengucapan ikrar pengurus, serta penyerahan pataka organisasi.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang bersifat independen dan nirlaba, GPP selama ini aktif menggelar berbagai agenda penguatan ideologi, mulai dari kongres, seminar kebangsaan, pendidikan kader, hingga pelantikan pengurus di tingkat pusat dan daerah. Fokus gerakan ini adalah membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui program-program konkret yang menyentuh sektor pendidikan, sosial, dan kebudayaan.

Bersama Sekda Terlantik,RSUDMA Sumenep Nyatakan Siap Berkolaborasi Wujudkan Visi Pembangunan

0

Segenap jajaran direksi dan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moh.Anwar (RSUDMA) Sumenep, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Agus Dwi Saputra,S.Sos, M.Si sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep yang baru.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati M.Kes ,menyampaikan rasa bangga dan optimisme atas pelantikan tersebut. Beliau meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Sekda yang baru, roda pemerintahan akan semakin dinamis dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kami, keluarga besar RSUDMA Sumenep, mengucapkan selamat atas dilantiknya Bapak Agus Dwi Saputra. Semoga ini menjadi amanah besar untuk menggerakkan birokrasi yang lebih baik,” ujar dr. Erliyati,Sabtu (28/02/26).

Erliyati berharap sinergi antara Pemerintah Daerah dan RSUDMA semakin kuat.

“Harapan kami, Sekda yang baru dapat memberikan arahan strategis, terutama dalam mempercepat peningkatan fasilitas dan kualitas SDM kesehatan. Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik, profesional, dan humanis,” harapnya.

“RSUDMA siap berkolaborasi sepenuhnya dengan Sekda yang baru dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, terutama pada sektor pelayanan publik dan layanan kesehatan,” tegasnya.
(HR)

Maryono Dialog dengan Mahasiswa Jelang HUT ke-33 Kota Tangerang

0

Jelang HUT Kota, Maryono Buka Dialog Pembangunan dengan Mahasiswa

 

 

 

Sehari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menerima audiensi dari aliansi organisasi mahasiswa dan kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Tangerang.

 

 

 

Audiensi yang berlangsung di ruang rapat Wakil Wali Kota Tangerang, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, pada Jumat (27/02/2026), menjadi momentum refleksi sekaligus penyampaian aspirasi generasi muda terhadap perjalanan dan masa depan Kota Tangerang. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono.

 

 

 

“Alhamdulillah, dalam rangka menyambut HUT ke-33 Kota Tangerang, kami berkesempatan berdiskusi dan bertukar pikiran dengan teman-teman mahasiswa. Ini menjadi ruang refleksi sekaligus membahas resolusi ke depan, Kota Tangerang yang sudah memasuki usia ke-33 tahun ini akan kita bawa ke arah yang lebih baik,” ujar Wakil Wali Kota Maryono, usai audiensi.

 

 

 

Dalam diskusi tersebut, berbagai topik dan isu strategis dibahas secara terbuka sebagai bagian dari evaluasi bersama serta upaya mencari solusi atas sejumlah tantangan pembangunan di Kota Akhlakul Karimah.

 

 

 

Maryono, mengapresiasi berbagai masukan konstruktif yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, partisipasi aktif generasi muda menjadi elemen penting dalam pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.

 

 

 

“Alhamdulillah, banyak insight, saran, dan masukan positif dari teman-teman mahasiswa. Inilah yang kita harapkan, agar generasi muda dapat terus berperan aktif dalam pembangunan kota sebagai wujud kolaborasi dan kebersamaan untuk mewujudkan Kota Tangerang yang berdaya saing dan berakhlakul karimah,” terang Maryono.

 

 

 

Menjelang puncak peringatan HUT ke-33, Wakil Wali Kota Tangerang, juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dan partisipasi dalam pembangunan.

 

 

 

“Usia 33 tahun adalah usia yang matang. Harapan kita bersama, Kota Tangerang dapat semakin baik, baik dari sisi pelayanan, pembangunan, maupun kualitas masyarakatnya. Mari kita terus kompak, solid, bersinergi, berkolaborasi, dan berpartisipasi bersama untuk mewujudkan Kota Tangerang yang semakin maju, unggul, berdaya saing, dan tentunya senantiasa berakhlakul karimah,” tutupnya.(*/red)

Gubernur Sulbar Tinjau Pembangunan Batalyon TP 874/Pasangkayu, Pastikan Standar dan Perkuat Ketahanan Pangan

0

Redaksi.co PASANGKAYU : Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu, Muh. Zain Machmued, mendampingi Gubernur Suhardi Duka dalam peninjauan lokasi pembangunan Batalyon TP 874/Pasangkayu di Desa Jengeng Raya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Senin (23/2/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memastikan progres pembangunan satuan strategis tersebut berjalan sesuai rencana. Gubernur Suhardi Duka bersama rombongan meninjau langsung perkembangan fisik proyek, termasuk fasilitas pertahanan yang saat ini tengah dalam tahap pembangunan.

Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) merupakan satuan militer multifungsi yang dirancang oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk memperkuat sistem pertahanan nasional. Selain fungsi utama menjaga keamanan, satuan ini juga diharapkan berperan aktif dalam mendukung pembangunan sektor strategis seperti ketahanan pangan, kesehatan, dan energi.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur memastikan kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari pembangunan barak prajurit, kantor, hingga lapangan tembak, telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Ia menegaskan pentingnya kualitas pembangunan agar keberadaan batalyon ini benar-benar optimal dalam mendukung stabilitas wilayah.

Tak hanya menyoroti aspek pertahanan, Suhardi Duka juga menekankan peran prajurit sebagai pelopor ketahanan pangan. Ia berharap kehadiran Yonif TP 874/Pasangkayu mampu berkolaborasi dengan petani lokal untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga stabilitas daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pasangkayu.

Pembangunan Batalyon TP 874/Pasangkayu ini diharapkan menjadi tonggak baru penguatan pertahanan teritorial yang terintegrasi dengan pembangunan daerah, menjadikan Pasangkayu sebagai wilayah yang tidak hanya aman, tetapi juga mandiri dan berdaya saing. (ZUL)

Sampaikan Aspirasi Publik, Ingin Polri yang Humanis dan Akuntabel

0

Redaksi.co | Palembang – Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi dimanfaatkan puluhan organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Sumatera Selatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperingati Hari LSM Sedunia.

Kegiatan bertema “Ramadhan dan Reformasi, Aspirasi Publik Untuk Polri yang Humanis dan Akuntabel” tersebut digelar di Resto Hotel Kusuma, Palembang, Jumat (27/2/2026).

Ketua Umum LSM GRANSI, Supriyadi, SP mengatakan kegiatan buka puasa bersama itu dihadiri lebih dari 50 LSM dan ormas di Sumsel, khususnya Kota Palembang. Selain berbuka puasa, acara juga diisi diskusi kebangsaan terkait peran strategis LSM dan ormas dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Fokus kita adalah mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di Sumatera Selatan. Alhamdulillah, selama ini tidak pernah terjadi bentrokan antara LSM, ormas maupun wartawan,” ujar Supriyadi.

Ia menegaskan bahwa LSM dan ormas merupakan lembaga independen yang lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen menjaga marwah organisasi dan menjunjung tinggi nilai persatuan.

“Jadilah LSM dan ormas yang bermartabat. Dengan tema Ramadhan dan Reformasi ini, kami ingin menyampaikan aspirasi publik agar Polri semakin humanis dan akuntabel. Kami siap mendukung Polri dalam menciptakan kamtibmas,” tegasnya.

Supriyadi juga berharap LSM dan ormas dapat lebih dilibatkan dalam berbagai agenda bersama aparat penegak hukum. Menurutnya, sinergi antara masyarakat sipil dan kepolisian menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah.

Ia turut menyoroti tidak hadirnya perwakilan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota dalam kegiatan tersebut.

“Kami berharap ke depan komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dengan LSM serta ormas bisa lebih ditingkatkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Koordinator Daerah (DKD) Garda Prabowo Sumatera Selatan, Hardiansyah Bana, S.H., M.B.A. atau Bana Djuni, menegaskan bahwa ormas dan LSM memiliki fungsi strategis sebagai kontrol sosial dan penyeimbang pemerintah.
“Ormas dan LSM adalah bagian dari kontrol sosial. Garda Prabowo lahir dari gagasan Bapak Prabowo Subianto dan disahkan pada 2017. Kami mengawal program-program beliau sebagai Presiden RI dan siap bersinergi dengan ormas maupun LSM mana pun,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Martin turut mengajak seluruh organisasi menjaga kekompakan. “Kita harus solid dan saling menjaga. Stabilitas keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Dalam sesi diskusi, Aktivis sekaligus Akademisi Dr. Ade Indra Chaniago memaparkan pentingnya pemahaman sistem ketatanegaraan.
Ia menjelaskan bahwa negara memiliki tiga pilar utama, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif, yang saling menopang dalam menjalankan fungsi pemerintahan.

“Dalam sistem yudikatif terdapat subsistem seperti kepolisian, kejaksaan, dan peradilan. Jika dalam sistem politik tidak ada oposisi, maka tidak ada penyeimbang. Di sinilah peran ormas dan LSM sebagai kelompok penekan atau kelompok kepentingan sesuai concern masing-masing,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa indikator keberhasilan seorang pemimpin dapat diukur dari kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ia mengutip pandangan ilmuwan politik bahwa politik merupakan jembatan antara pemimpin dan rakyat, sehingga masyarakat harus terus dicerdaskan secara politik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB), Kgs Sofyan, M.Pd mengatakan bahwa di beberapa negara seperti Amerika Serikat, LSM berperan layaknya oposisi yang melakukan pemantauan dan pengawasan atas kebijakan pemerintah.

“LSM berdiri atas nama masyarakat dan untuk masyarakat. PMPB sempat vakum hampir 25 tahun, dan kini kami ingin kembali berkontribusi membantu masyarakat agar Palembang menjadi kota yang aman dan makmur,” ujarnya.

Acara tersebut juga mengundang Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Tony Budhi Susetyo SIK MH namun yang bersangkutan berhalangan hadir karena agenda mendadak.

Sebagai penutup, seluruh perwakilan ormas dan LSM yang hadir membacakan deklarasi damai berisi komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Deklarasi tersebut menjadi simbol kebersamaan dan penegasan bahwa ormas dan LSM di Sumsel siap berperan aktif menjaga kondusivitas daerah, khususnya selama bulan suci Ramadhan.(ril)