Senin, September 7, 2026
Beranda blog Halaman 301

PGRI Kabupaten Fakfak Terbitkan Edaran Penggalangan Donasi Sukarela bagi Anggota Terdampak Kebakaran.

0

Fakfak, Redaksi.co – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Fakfak menerbitkan surat edaran terkait penggalangan donasi sukarela bagi salah satu anggota yang mengalami musibah kebakaran rumah.

Surat Edaran Nomor 023/B/PGRI-PK.FFK/II/2026 tertanggal 28 Februari 2026 tersebut ditujukan kepada Kepala Sekolah dan Dewan Guru jenjang PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, hingga MAN se-Kabupaten Fakfak.

Dalam edaran dimaksud, PGRI Kabupaten Fakfak menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen solidaritas organisasi profesi dalam menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan empati terhadap sesama rekan sejawat.

Adapun pokok-pokok edaran tersebut sebagai berikut:

Seluruh anggota diharapkan berpartisipasi memberikan donasi secara sukarela guna membantu rekan guru yang mengalami musibah kebakaran.

Donasi dapat disalurkan melalui Bank Papua atas nama PGRI Kabupaten Fakfak dengan Nomor Rekening 6000202034315.

Bagi anggota yang tidak dapat melakukan transfer melalui Bank Papua, donasi dapat diserahkan secara langsung kepada Ketua PGRI Kabupaten Fakfak, Amin Jabir Suaery, atau Sekretaris, Semuel Lesnussa, di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak pada jam kerja.

Anggota yang telah melakukan donasi, baik melalui transfer maupun secara manual, diwajibkan mengirimkan bukti penyetoran di Grup PGRI Kabupaten Fakfak sebagai bentuk konfirmasi.

Kepala Sekolah pada masing-masing satuan pendidikan diharapkan mengoordinir pelaksanaan donasi sukarela di lingkungan sekolahnya agar berjalan tertib dan terorganisir.

Bendahara PGRI Kabupaten Fakfak diminta melakukan pengecekan besaran nominal donasi yang terkumpul secara periodik serta melaporkannya secara akuntabel di dalam Grup PGRI.

PGRI Kabupaten Fakfak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta partisipasi seluruh anggota, dan mengharapkan edaran ini dilaksanakan secara totalitas sebagai bentuk komitmen terhadap profesi.

Melalui kebijakan ini, PGRI Kabupaten Fakfak menegaskan peran organisasi sebagai wadah solidaritas dan kebersamaan, khususnya dalam memberikan dukungan moral maupun material kepada anggota yang tengah menghadapi musibah.

Diharapkan, donasi yang terkumpul dapat meringankan beban rekan guru yang terdampak serta memperkuat semangat persatuan dalam tubuh organisasi.

Haru dan Penuh Kehormatan, Dandim 1427/Pasangkayu Lepas Dua Prajurit ke Satuan Baru

0

Redaksi.co PASANGKAYU : Suasana khidmat menyelimuti Aula Makodim 1427/Pasangkayu, Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Pasangkayu, Senin (2/3), saat Komandan Kodim 1427/Pasangkayu, Imam Hanafi, memimpin langsung acara kopraport pelepasan dua prajurit pindah satuan. Momen ini menjadi simbol kuat tradisi kehormatan dan kesinambungan pengabdian di tubuh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Sebanyak 45 personel mengikuti jalannya upacara militer yang berlangsung tertib dan penuh makna. Rangkaian kegiatan dimulai dari penghormatan pasukan, laporan resmi, penyerahan piagam penghargaan, hingga amanat pimpinan. Prosesi tersebut tidak sekadar seremoni formal, melainkan wujud penghargaan korps atas dedikasi prajurit yang telah menunaikan tugas dengan loyalitas tinggi.

Dalam amanatnya, Dandim menegaskan bahwa perpindahan tugas merupakan bagian dari dinamika pembinaan karier prajurit. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian yang telah diberikan selama berdinas di Kodim 1427/Pasangkayu.

Atas nama pribadi dan satuan, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Serda Frisdi Wiranindi dan Serda Ajran A.R. Loku atas dedikasi dan pengabdian selama berdinas di Kodim 1427/Pasangkayu. Pengalaman yang diperoleh di sini kiranya menjadi bekal berharga dalam melanjutkan tugas di tempat yang baru,” tegasnya.

Tak hanya kepada prajurit, penghargaan juga diberikan kepada keluarga yang selama ini menjadi kekuatan moril di balik keberhasilan tugas-tugas satuan.

Dua prajurit yang dilepas masing-masing adalah Serda Ajran A.R. Loku yang mendapat penugasan di Kodam XXII/Pattimura serta Serda Frisdi Wiranindi yang melanjutkan tugas di Kodam XIV/Hasanuddin.

Dandim menekankan bahwa perpindahan satuan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal babak baru pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia berpesan agar kedua prajurit tetap menjaga kesehatan, kehormatan diri, serta membawa nilai disiplin dan loyalitas yang telah ditempa selama bertugas di Pasangkayu.

“Perpindahan satuan bukan akhir pengabdian, melainkan awal perjalanan baru. Pintu Kodim 1427/Pasangkayu akan selalu terbuka dan kalian tetap menjadi bagian dari keluarga besar satuan ini,” pungkasnya.

Kopraport tersebut menjadi penegasan kembali nilai kebersamaan, loyalitas, dan semangat pengabdian prajurit TNI yang tak pernah padam dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. (ZUL)

“Dalam Sujudku” Film Drama Tentang Keluarga Sederhana Dengan Pembelajaran Arti Kesetiaan Sesungguhny

0

Jakarta,Redaksi.co– Kehangatan keluarga langsung terasa bahkan sejak poster film ini diperkenalkan ke publik. Dalam Sujudku hadir sebagai Drama Religi yang menyentuh, mengangkat kisah cinta dan rumah tangga yang nyaris hancur akibat guncangan dan godaan, terinspirasi dari kisah nyata.

Film ini mengangkat tema iman, kesetiaan, dan pengorbanan melalui perjalanan Aisyah dan Farid—dua insan yang saling mencintai, namun diuji oleh keadaan. Ketika kepercayaan mulai runtuh dan jarak menjadi pemisah, hanya doa yang menjadi penguat dan penuntun arah.

“Saya selalu yakin, orang yang kamu sayangi bisa kamu jaga dalam doa, dengan menyebut namanya dalam sujudmu. Karya saya ini akan tayang 16 April setelah Lebaran 2026,” papar Rico Michael dengan penuh optimisme.
Antusiasme penonton sudah terlihat dalam pemutaran khusus beberapa waktu lalu. Sekitar 350 kursi terisi penuh, dan suasana dibuat haru biru oleh konflik batin Farid yang berada di persimpangan antara Aisyah dan Rina. Mayoritas penonton sepakat, film ini menyampaikan pesan kuat bahwa keluarga adalah tempat untuk kembali, dan kesetiaan hanya dapat dijaga oleh cinta yang tulus.
Disutradarai sekaligus ditulis oleh Rico Michael, film ini menjadi persembahan dari Proj3ct 69 Indonesia, rumah produksi yang berkolaborasi lintas tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Dalam Sujudku dibintangi oleh Marcell Darwin sebagai Farid dan Vinessa Inez sebagai Aisyah. Turut memperkuat jajaran pemain antara lain Naura Hakim, Riyuka Bunga, Dennis Adhiswara, serta Chika Waode. Film ini diproduseri oleh Yussof Al Aswad bersama Rico Michael.

Mengusung premis pernikahan jarak jauh (LDM) dan konflik perselingkuhan dengan sentuhan nilai moral dan agama, film ini tak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan. Drama keluarga yang sarat makna ini menyuguhkan refleksi mendalam tentang arti mempertahankan janji suci di tengah badai ujian.
“Drama keluarga, cinta, kesetiaan, iman, dan pengorbanan, mengangkat konflik LDM dan perselingkuhan dengan latar belakang kisah nyata,” jelas Rico.

Film ini juga semakin emosional dengan lantunan soundtrack “Titipan Ilahi” yang dibawakan oleh Evelyn Wijaya, karya Mamu Blacksweet, yang siap mengaduk perasaan penonton sepanjang cerita.

Sinopsis Singkat- Mengisahkan perjuangan Aisyah dan Farid dalam mempertahankan pernikahan yang retak karena jarak dan godaan. Saat kepercayaan memudar dan luka semakin dalam, hanya doa yang menjadi kekuatan terakhir untuk menyelamatkan cinta mereka.

Dalam Sujudku akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada Kamis, 16 April 2026.

Siapkan hati dan saputangan Anda—film ini siap menjadi drama inspiratif penuh makna usai Lebaran tahun ini.

Hadiri Safari Ramadhan di Kokas Ini Komitmen Bupati Fakfak.

0

Fakfak, Redaksi.co – Pemerintah Kabupaten Fakfak menggelar kegiatan Safari Ramadhan di Distrik Kokas, Sabtu (1/3/2026). Dalam sambutannya, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke seluruh distrik, termasuk Kokas.

Mengawali sambutan, Bupati mengajak seluruh masyarakat memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas kesempatan bersilaturahmi dalam momentum bulan suci Ramadhan. Ia menekankan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat persaudaraan antarumat beragama, serta memperkokoh komitmen bersama dalam membangun daerah.

“Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan pembinaan diri, kesabaran, dan momentum meningkatkan kepedulian sosial. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, kebersamaan, dan gotong royong harus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat serta dalam mendukung pembangunan di Distrik Kokas,” ujarnya.

Fokus Infrastruktur, Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi

Sebagai kepala daerah, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak terus berkomitmen menghadirkan pembangunan yang merata di seluruh distrik. Peningkatan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat akan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan program pembangunan tidak dapat terwujud tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci dalam mewujudkan kemajuan daerah.

Jaga Harmoni “Satu Tungku Tiga Batu”

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan. Ia menekankan pentingnya memperkuat toleransi dan harmoni yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Fakfak dengan falsafah “Satu Tungku Tiga Batu” sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Kepada para orang tua, ia menitipkan pesan agar membimbing generasi muda mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan positif seperti tadarus, kajian keagamaan, dan aktivitas sosial. Menurutnya, generasi muda merupakan aset daerah yang harus dijaga dan diarahkan agar kelak menjadi pemimpin yang berakhlak dan berintegritas.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan harapan agar melalui Safari Ramadhan ini hubungan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat semakin erat serta membawa keberkahan bagi seluruh warga.

“Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” tutupnya.

Pelantikan DPP Gerakan Pembumian Pancasila, Kepemimpinan Pancasila sebagai Pondasi Membangun Trisakti

0

Redaksi.co, Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila (DPP GPP) resmi dikukuhkan dan dilantik dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama yang dihadiri para tokoh, akademisi, serta sejumlah undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Pelantikan pengurus dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pembina DPP GPP Mayjen TNI Purn. Wisnu BawaTenaya. Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan, pengucapan ikrar pengurus, serta penyerahan pakta organisasi.

“Kepemimpinan Pancasila bukan sekadar jargon. Ia harus hidup dalam sikap, keputusan, dan gerakan nyata organisasi. Melalui momentum lima tahunan ini, kami menyusun arah perjuangan baru, memperkuat soliditas kepemimpinan, serta mempertegas komitmen kolaborasi di tingkat nasional,” ujar Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si, Ketua Umum DPP GPP.

Mengusung tema Kepemimpinan Pancasila Menjadi Pondasi Organisasi dalam Membangun Trisakti dan Jembatan Mewujudkan Peradaban Bangsa, acara ini menjadi penanda dimulainya masa bakti kepengurusan baru DPP GPP.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang bersifat independen dan nirlaba, GPP selama ini aktif menggelar berbagai agenda penguatan ideologi, mulai dari kongres, seminar kebangsaan, pendidikan kader, hingga pelantikan pengurus di tingkat pusat dan daerah. Fokus gerakan ini adalah membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui program-program konkret yang menyentuh sektor pendidikan, sosial, dan kebudayaan.

Menurut Antonius, tantangan kebangsaan ke depan menuntut organisasi masyarakat untuk hadir secara solutif. “Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi terimplementasi dalam praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.

Data Ngaco, Rakyat Terhantam, Skandal Desil di Mamasa Bikin Mahasiswa Terancam Putus Kuliah

0

Redaksi.co MAMASA : Mamasa diguncang kegaduhan. Sistem penetapan desil yang seharusnya menjadi alat keadilan sosial kini justru dituding berubah menjadi “mesin pengusir” hak rakyat. Di Kabupaten Mamasa, fakta di lapangan berbicara keras: keluarga yang hidup pas-pasan, bergelut dengan hasil tani yang tak menentu dan pekerjaan serabutan, tiba-tiba dikategorikan “mampu” oleh sistem.

Salah satu mahasiswa, Wandi, angkat suara. Ia menilai penetapan desil tidak mencerminkan realitas.

Kami yang tahu persis kondisi rumah tangga di sekitar kami. Tapi sistem malah bilang mereka berada di desil tinggi,” keluhnya.

Bagi Wandi, ini bukan sekadar salah input atau gangguan teknis, ini kegagalan serius pemerintah daerah dalam memastikan data benar-benar akurat dan berpihak pada rakyat.

Jurang antara angka statistik dan kehidupan nyata kian menganga. Sistem yang terlalu mengandalkan algoritma dan data administratif dinilai tumpul membaca dinamika ekonomi warga. Ketika kepala keluarga kehilangan pekerjaan, harga hasil pertanian anjlok, atau beban kesehatan datang mendadak, perubahan itu tak otomatis tercermin dalam skor desil. Akibatnya, keluarga yang seharusnya menerima bantuan justru tersingkir oleh angka-angka dingin di layar komputer.

Dampaknya brutal. Mahasiswa dari keluarga terdampak terancam kehilangan akses pendidikan, termasuk melalui program KIP Kuliah. Lonjakan skor desil yang tak transparan membuat mereka dianggap “tidak layak”, padahal kondisi ekonomi berkata sebaliknya. Pendidikan yang mestinya menjadi tangga mobilitas sosial justru terancam runtuh karena kekeliruan sistem.

Lebih menyakitkan lagi, mekanisme sanggah disebut berbelit dan memakan waktu panjang. Warga yang sudah terhimpit kebutuhan dipaksa menghadapi prosedur administratif yang kaku. Alih-alih mendapat solusi cepat, mereka justru disodori birokrasi yang melelahkan. Rasa keadilan pun berubah menjadi frustrasi, bahkan ketidakpercayaan.

Sorotan kini tertuju pada Pemerintah Kabupaten Mamasa. Publik menilai alasan teknis tak lagi cukup. Transparansi indikator penilaian, verifikasi lapangan yang nyata dan humanis, serta pembaruan data secara partisipatif menjadi tuntutan mendesak. Jika sistem desil terus dibiarkan tanpa evaluasi menyeluruh, yang dipertaruhkan bukan hanya akurasi data, melainkan legitimasi dan kepercayaan rakyat terhadap komitmen pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial.

Mamasa kini di persimpangan: memperbaiki sistem dan memulihkan kepercayaan, atau membiarkan luka sosial kian melebar. (ZUL)

Safari Ramadhan AJB Hadirkan Kebersamaan

0

Jakarta, 28 Februari 2026 – Safari Ramadhan menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan tali kasih antar umat beragama. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini, menjelang kedatangan waktu berbuka puasa, menghadirkan keindahan berbagi yang melibatkan berbagai kalangan.

Acara ini tidak hanya digagas oleh umat Muslim, melainkan juga mendapatkan dukungan penuh dari saudara-saudari umat Nasrani yang merupakan bagian dari Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB).

Andi Mulyati Pananrangi, SE, selaku Ketua Umum AJB, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia penyelenggara, seluruh keluarga besar AJB, serta para dermawan yang telah berpartisipasi aktif dalam mensukseskan kegiatan ini.

Pada kesempatan hari ini, AJB melakukan pembagian takjil kepada para musafir yang sedang berada di jalan menjelang waktu berbuka puasa yang ditandai dengan suara beduk maghrib. Sebanyak 5.000 porsi takjil dibagikan secara serentak di berbagai lokasi di seluruh Indonesia, antara lain:

– DPP AJB di Terminal Tanjung Priok, DKI Jakarta

– DPD Jawa Tengah/Jepara di Pantai Kartini

– DPD Kaltim di Perumahan Pelangi Metro Residen

– DPD Sulsel di Pantai Losari

– DPD Jambi di Jalan Andalas Kuala Tungkal

– 10 DPD AJB lainnya di berbagai wilayah

“Semoga kegiatan ini dapat memetik hikmah Ramadhan, mempererat hubungan silaturahmi, serta menjadi momentum kebersamaan dalam kebaikan yang dapat terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang,” ucap Andi Mulyati.

Tak Perlu Tunggu Musim Hujan, Poktan Budi Luhur Sukorejo Kini Cukup Isi Token Listrik untuk Tiga Kali Tanam

0

JEMBER, redaksi.co – Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Budi Luhur, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, kini tak lagi bergantung pada musim penghujan untuk menanam padi. Cukup menekan saklar dan mengisi token listrik, air langsung mengalir ke sawah. Kondisi ini membuat petani optimistis mampu melakukan tanam padi hingga tiga kali dalam setahun (01/03/2026).

Perubahan tersebut merupakan hasil dari Program Optimasi Lahan (Oplah) yang diprakarsai Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan kurang optimal melalui perbaikan infrastruktur irigasi, tata kelola air, serta pembenahan kondisi tanah.

Poktan Budi Luhur menjadi salah satu penerima manfaat melalui bantuan IRPOM (Irigasi Perpompaan), yakni sistem irigasi teknis yang memanfaatkan pompa air untuk mengambil sumber air dari sungai.

Sebelumnya, lahan pertanian seluas 34,91 hektare di wilayah tersebut tidak dapat sepenuhnya dialiri air. Minimnya sumber air serta buruknya saluran irigasi membuat petani hanya bisa mengandalkan hujan untuk menanam padi.

“Untuk sawah yang berada di pinggir sungai masih bisa mengambil air menggunakan mesin diesel, meskipun biaya operasional membengkak. Namun untuk lahan di bagian tengah dan hilir hanya bisa ditanami komoditas lain, sehingga tidak bisa tanam serentak,” ujar Fathoni, Ketua Poktan Budi Luhur.

Melihat kondisi tersebut, Fathoni bersama anggota kelompok terus menggagas solusi agar para petani dapat menanam padi tanpa harus menunggu turunnya hujan. Melalui bimbingan dan arahan Dinas Pertanian Kabupaten Jember, mereka mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, dengan dukungan dari dinas pertanian, permohonan kami disetujui,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Poktan Budi Luhur memperoleh bantuan pipanisasi sepanjang 325 meter. Namun karena dinilai belum mencukupi untuk menjangkau seluruh lahan, para petani secara swadaya menambah jaringan pipa hingga total mencapai 576 meter.

Sistem tersebut memanfaatkan air sungai yang diisap menggunakan mesin pompa listrik. Air kemudian dialirkan melalui jaringan pipa yang dilengkapi panel buka-tutup di setiap saluran, sehingga distribusi air dapat diatur sesuai kebutuhan masing-masing petak sawah.

Dengan tersedianya sumber dan jaringan air baru ini, Poktan Budi Luhur optimistis mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).

“Dulu kami hanya satu kali tanam padi dalam setahun. Dengan adanya program ini, kami yakin bisa hingga tiga kali tanam karena kebutuhan air sudah tercukupi,” ucap Hadi, salah satu petani setempat.

Para petani juga menyatakan komitmennya mendukung program pemerintah, baik pusat maupun daerah, khususnya program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan nasional.

Program ini selaras dengan upaya Dinas Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ke depan, para petani berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada kelompok mereka saja. Masih banyak kelompok tani lain di wilayah sekitar yang menghadapi persoalan serupa, terutama terkait ketersediaan air.

“Semoga program ini tidak berhenti di sini saja. Masih banyak kelompok tani di wilayah sekitar yang kekurangan air dan belum tersentuh bantuan. Mudah-mudahan ke depan juga bisa mendapatkan program serupa,” harap Fathoni.

Bagi para petani, ketersediaan air bukan sekadar soal irigasi, melainkan kunci keberlanjutan produksi pangan. Dari sawah-sawah itulah ketahanan pangan daerah dan nasional terus dijaga.

Tak Perlu Tunggu Musim Hujan, Poktan Budi Luhur Sukorejo Kini Cukup Isi Token Listrik untuk Tiga Kali Tanam

0
JEMBER, redaksi.co – Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Budi Luhur, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, kini tak lagi bergantung pada musim penghujan untuk menanam padi. Cukup menekan saklar dan mengisi token listrik, air langsung mengalir ke sawah. Kondisi ini membuat petani optimistis mampu melakukan tanam padi hingga tiga kali dalam setahun (01/03/2026).

Perubahan tersebut merupakan hasil dari Program Optimasi Lahan (Oplah) yang diprakarsai Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan kurang optimal melalui perbaikan infrastruktur irigasi, tata kelola air, serta pembenahan kondisi tanah.

Poktan Budi Luhur menjadi salah satu penerima manfaat melalui bantuan IRPOM (Irigasi Perpompaan), yakni sistem irigasi teknis yang memanfaatkan pompa air untuk mengambil sumber air dari sungai.

Sebelumnya, lahan pertanian seluas 34,91 hektare di wilayah tersebut tidak dapat sepenuhnya dialiri air. Minimnya sumber air serta buruknya saluran irigasi membuat petani hanya bisa mengandalkan hujan untuk menanam padi.

“Untuk sawah yang berada di pinggir sungai masih bisa mengambil air menggunakan mesin diesel, meskipun biaya operasional membengkak. Namun untuk lahan di bagian tengah dan hilir hanya bisa ditanami komoditas lain, sehingga tidak bisa tanam serentak,” ujar Fathoni, Ketua Poktan Budi Luhur.

Melihat kondisi tersebut, Fathoni bersama anggota kelompok terus menggagas solusi agar para petani dapat menanam padi tanpa harus menunggu turunnya hujan. Melalui bimbingan dan arahan Dinas Pertanian Kabupaten Jember, mereka mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, dengan dukungan dari dinas pertanian, permohonan kami disetujui,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Poktan Budi Luhur memperoleh bantuan pipanisasi sepanjang 325 meter. Namun karena dinilai belum mencukupi untuk menjangkau seluruh lahan, para petani secara swadaya menambah jaringan pipa hingga total mencapai 576 meter.

Sistem tersebut memanfaatkan air sungai yang diisap menggunakan mesin pompa listrik. Air kemudian dialirkan melalui jaringan pipa yang dilengkapi panel buka-tutup di setiap saluran, sehingga distribusi air dapat diatur sesuai kebutuhan masing-masing petak sawah.

Dengan tersedianya sumber dan jaringan air baru ini, Poktan Budi Luhur optimistis mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).

“Dulu kami hanya satu kali tanam padi dalam setahun. Dengan adanya program ini, kami yakin bisa hingga tiga kali tanam karena kebutuhan air sudah tercukupi,” ucap Hadi, salah satu petani setempat.

Para petani juga menyatakan komitmennya mendukung program pemerintah, baik pusat maupun daerah, khususnya program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan nasional.

Program ini selaras dengan upaya Dinas Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ke depan, para petani berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada kelompok mereka saja. Masih banyak kelompok tani lain di wilayah sekitar yang menghadapi persoalan serupa, terutama terkait ketersediaan air.

“Semoga program ini tidak berhenti di sini saja. Masih banyak kelompok tani di wilayah sekitar yang kekurangan air dan belum tersentuh bantuan. Mudah-mudahan ke depan juga bisa mendapatkan program serupa,” harap Fathoni.

Bagi para petani, ketersediaan air bukan sekadar soal irigasi, melainkan kunci keberlanjutan produksi pangan. Dari sawah-sawah itulah ketahanan pangan daerah dan nasional terus dijaga (yan).

Tak Perlu Tunggu Musim Hujan, Poktan Budi Luhur Sukorejo Kini Cukup Isi Token Listrik untuk Tiga Kali Tanam

0

JEMBER, redaksi.co – Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Budi Luhur, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, kini tak lagi bergantung pada musim penghujan untuk menanam padi. Cukup menekan saklar dan mengisi token listrik, air langsung mengalir ke sawah. Kondisi ini membuat petani optimistis mampu melakukan tanam padi hingga tiga kali dalam setahun (01/03/2026).

Perubahan tersebut merupakan hasil dari Program Optimasi Lahan (Oplah) yang diprakarsai Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan kurang optimal melalui perbaikan infrastruktur irigasi, tata kelola air, serta pembenahan kondisi tanah.

Poktan Budi Luhur menjadi salah satu penerima manfaat melalui bantuan IRPOM (Irigasi Perpompaan), yakni sistem irigasi teknis yang memanfaatkan pompa air untuk mengambil sumber air dari sungai.

Sebelumnya, lahan pertanian seluas 34,91 hektare di wilayah tersebut tidak dapat sepenuhnya dialiri air. Minimnya sumber air serta buruknya saluran irigasi membuat petani hanya bisa mengandalkan hujan untuk menanam padi.

“Untuk sawah yang berada di pinggir sungai masih bisa mengambil air menggunakan mesin diesel, meskipun biaya operasional membengkak. Namun untuk lahan di bagian tengah dan hilir hanya bisa ditanami komoditas lain, sehingga tidak bisa tanam serentak,” ujar Fathoni, Ketua Poktan Budi Luhur.

Melihat kondisi tersebut, Fathoni bersama anggota kelompok terus menggagas solusi agar para petani dapat menanam padi tanpa harus menunggu turunnya hujan. Melalui bimbingan dan arahan Dinas Pertanian Kabupaten Jember, mereka mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, dengan dukungan dari dinas pertanian, permohonan kami disetujui,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Poktan Budi Luhur memperoleh bantuan pipanisasi sepanjang 325 meter. Namun karena dinilai belum mencukupi untuk menjangkau seluruh lahan, para petani secara swadaya menambah jaringan pipa hingga total mencapai 576 meter.

Sistem tersebut memanfaatkan air sungai yang diisap menggunakan mesin pompa listrik. Air kemudian dialirkan melalui jaringan pipa yang dilengkapi panel buka-tutup di setiap saluran, sehingga distribusi air dapat diatur sesuai kebutuhan masing-masing petak sawah.

Dengan tersedianya sumber dan jaringan air baru ini, Poktan Budi Luhur optimistis mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).

“Dulu kami hanya satu kali tanam padi dalam setahun. Dengan adanya program ini, kami yakin bisa hingga tiga kali tanam karena kebutuhan air sudah tercukupi,” ucap Hadi, salah satu petani setempat.

Para petani juga menyatakan komitmennya mendukung program pemerintah, baik pusat maupun daerah, khususnya program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan nasional.

Program ini selaras dengan upaya Dinas Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ke depan, para petani berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada kelompok mereka saja. Masih banyak kelompok tani lain di wilayah sekitar yang menghadapi persoalan serupa, terutama terkait ketersediaan air.

“Semoga program ini tidak berhenti di sini saja. Masih banyak kelompok tani di wilayah sekitar yang kekurangan air dan belum tersentuh bantuan. Mudah-mudahan ke depan juga bisa mendapatkan program serupa,” harap Fathoni.

Bagi para petani, ketersediaan air bukan sekadar soal irigasi, melainkan kunci keberlanjutan produksi pangan. Dari sawah-sawah itulah ketahanan pangan daerah dan nasional terus dijaga (yan).