Senin, Maret 16, 2026
Beranda blog Halaman 3

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Ini Pesan Sekda Papua Barat.

0

Fakfak, Redaksi.co – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere, menyampaikan himbauan kepada seluruh masyarakat agar memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta menjaga toleransi antarumat beragama.

Dalam pesannya, Sekda menegaskan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan puasa sebagai sarana memperbaiki diri serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjelang Hari Raya Idul Fitri, mari kita menjaga keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Melalui puasa di bulan suci Ramadan, kita diingatkan untuk terus memperbaiki diri serta memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta,” ujarnya.

Selain meningkatkan ibadah, Sekda juga mengingatkan pentingnya mempererat hubungan sosial melalui silaturahmi. Menurutnya, silaturahmi tidak hanya sebatas bertemu dan bertegur sapa, tetapi juga diwujudkan melalui sikap saling berbagi kepada sesama.

Ia mengajak masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan, terutama menjelang perayaan Idul Fitri. Sikap saling berbagi tersebut dinilai dapat memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Silaturahmi itu wujudnya adalah berbagi. Yang memiliki kelebihan tentu membantu mereka yang kurang. Sementara yang menerima juga harus bersyukur serta mendoakan agar yang memberi diberikan keberkahan dan rezeki yang terus berkembang,” katanya.

Menurut Sekda, semangat berbagi tersebut dapat menciptakan suasana kebersamaan yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Dari kebersamaan itu, diharapkan lahir situasi dan kondisi yang aman, damai, serta harmonis menjelang dan saat perayaan Idul Fitri.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama di Papua Barat. Menurutnya, kerukunan dan sikap saling menghormati menjadi modal utama dalam membangun daerah yang aman dan sejahtera.

“Mari kita terus menjaga toleransi ini. Toleransi adalah modal utama kita untuk membangun Papua Barat agar tetap aman, damai, dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tidak menjalankan ibadah puasa, karena tetap menjaga sikap saling menghormati selama bulan Ramadan. Ia menilai hal tersebut sebagai bukti kuat bahwa masyarakat Papua Barat mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, Bapak Gubernur beserta seluruh jajaran pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga toleransi dan kebersamaan selama bulan suci Ramadan,” katanya.

Mengakhiri himbauannya, Sekda juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Islam di Papua Barat. Ia berharap momentum Idul Fitri menjadi kesempatan untuk saling memaafkan, mempererat persaudaraan, serta memperkuat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga kita semua diberikan keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan dalam merayakan hari kemenangan ini,” tutupnya.

Sekda Papua Barat Pantau Ketersediaan Bahan Pokok di Fakfak, Dorong UMKM Jelang Idulfitri.

0

Fakfak, Redaksi.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat, Dr. Ali Baham Temongmere, MTP, melakukan kunjungan ke Kabupaten Fakfak untuk memantau langsung ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan berbagi kepada masyarakat serta dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjajakan produk lokal.

Ali Baham Temongmere mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi ketersediaan bahan pokok tetap aman menjelang Idulfitri. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di daerah.

“Karena berada di Fakfak, kami sekaligus melihat langsung ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat, baik bahan pokok maupun produk lokal. Ini penting untuk memastikan semuanya aman menjelang Idulfitri,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga membeli berbagai produk yang dijual masyarakat, seperti kue-kue buatan ibu-ibu, kemudian membagikannya kembali kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah di bulan Ramadan.

“Hari ini kami datang bersama-sama. Ibu-ibu membawa kue, kita beli sedikit-sedikit lalu kita berbagi. Yang berjualan mendapatkan rezeki, yang membeli dan yang menerima juga mendapat pahala. Ini bagian dari implementasi ibadah puasa melalui sedekah dan berbagi,” katanya.

Selain itu, Sekda juga sempat berdialog dengan sejumlah pelaku usaha dan pemilik toko besar di Fakfak terkait ketersediaan bahan pokok. Dari hasil pemantauan tersebut, diketahui bahwa stok beberapa komoditas masih mencukupi.

Ia mencontohkan, salah satu toko besar di Fakfak menyampaikan bahwa stok beras masih tersedia dalam jumlah cukup bahkan hingga jangka waktu yang panjang.

“Artinya ketersediaan pangan aman dan harga juga relatif stabil, bahkan ada yang lebih murah dibandingkan di beberapa tempat lain,” jelasnya.

Ali Baham Temongmere menambahkan, menjaga ketersediaan pangan menjadi hal penting, terutama di Papua Barat yang memiliki beberapa klaster wilayah distribusi.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Fakfak serta organisasi keislaman lainnya yang turut berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Ketua ICMI dan seluruh jajaran organisasi keislaman di Kabupaten Fakfak, seperti MUI, PHBI, serta organisasi lainnya yang bersama-sama mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna meningkatkan kesejahteraan serta ketahanan ekonomi masyarakat di daerah.

FFH Edisi Ke-4, Lift Jadi Film Terpilih, Tanpa Musik Film tak pernah Berakhir

0

Jakarta, – Festival Film Horor (FFH) Edisi Ke-4 berjalan sukses, sebuah pegelaran memilih film (horor) yang berbeda dari festival sejenis. Selain memilih film bulan ini, festival ini punya ciri khas yaitu diskusi terkait film yang bisa menjadi rujukan bagi cineas dalam berkarya. Lift jadi film terpilih di Edisi Ke-4, sementara pembicara setuju bila musik adalah akhir dari sebuah cerita, tanpa musik film tak pernah berakhir.

Acara digelar di Pictum cafe, Pasarminggu, Jakarta Selatan, mengangkat tema “Musik Horor yang Membumi: Membangun Vibes Horor Tanpa Kehadiran Setan”, sementara pembicara diisi Producer eksekutif Lok S. Iman, Sutradara Randy Chana, Music Director Bemby Gusti, dan moderator Alyne Ma’arif.

Musik dan film merupakan satu kesatuan, bahkan dalam sejarahnya musik lah yang ‘menghidupkan’ film setelah film bisu ramai diproduksi. Namun harus dibedakan antara musik dan sound, bunyi-bunyian dalam sebuah film belum tentu musik tapi sekedar suara (sound) guna membangkitkan psykologis penonton.

Bagi Lok Iman selaku produser, dirinya membebaskan para kreator film meenentukan musik atau sound dalam film yang mereka garap, meski ada banyak produser turut campur menentukan musik dan sound di film yang mereka biayai.

Baginya kreasi para pembuat film lebih berharga daripada ikut menentukan musik atau suara, mereka lebih paham sementara dirinya hanya men-suport di balik layar. “Aku percaya dengan mereka, terserah mereka saja menentukan musiknya”, tambah Lok.

Sedangkan Bemby Gusti menilai, musik mampu mempengaruhi psykologis penonton, sebelum menentukan musik atau suara di scene film, ada perdebatan antara music director dan sutradara.

Ia juga tak menyangkal bila menentukan musik atau suara adalah seorang music director kadang harus mengalah dengan kemauan sutradara. Karena menghasilkan film bagus harus sejalan dengan visi sang sutradara. Meski dirinya yakin bahwa film adalah karya seni yang kompleks, semua unsur seni ada di sebuah film.

Sedangkan Randy Chana yang menyandang sebutan sutaradara film, mengatakan, memilih musik harus sesuai tema yang diangkat di film yang kita garap. Musik bisa membangkitkan ketegangan si penonton, maka perlu diskusi antara sutradara dan music director.

Diskusi membahas tema yang diangkat FFH Edisi Ke-4 berjalan lancar, masinng-masing pembicara beragumen sesuai dengan profesi yang disandang, namun mereka setuju bila musik adalah bagian yang tak terpisahkan, dan harus digarap serius bila tak ingin ada film tanpa akhir cerita.

Sementara FFH mengumumkan film yang terpilih di bulan Maret adalah Lift, pemain pria terpilih Alfie Afandi, pemain wanita terpilih Ismi Melinda, DoP terpilih Risky Dwipanca, dan sutradara terpilih Randy Chans.

Polsek Mambi Berbagi Takjil, Pererat Kepedulian di Bulan Suci Ramadhan

0

Redaksi.co MAmASA : Kepolisian Sektor Mambi menunjukkan kepedulian kepada masyarakat dengan menggelar kegiatan pembagian takjil kepada pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WITA di perempatan Kota Mambi, Kelurahan Mambi, Kecamatan Mambi. Ratusan paket takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, roda empat, serta masyarakat yang melintas di lokasi tersebut.

Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Mambi, IPTU Samson A.P., S.H., bersama personel Polsek Mambi. Kegiatan tersebut juga melibatkan Koramil 1428-03 Mambi serta pihak SPPG Mambi Yayasan Tujuh Tunas Tabulahan.

Pembagian takjil ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Mambi juga berharap dapat mempererat hubungan silaturahmi antara aparat keamanan dan masyarakat, sekaligus meningkatkan pelayanan serta kedekatan dengan warga.

Kegiatan berbagi takjil ini berlangsung hingga sekitar pukul 17.40 WITA. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di sekitar lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. (ZUL)

Laut Mamuju Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru, Produksi Perikanan Tembus 57 Ribu Ton

0

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju mulai mengarahkan fokus pembangunan daerah ke sektor kelautan dan perikanan sebagai mesin ekonomi baru. Dengan garis pantai sepanjang 275 kilometer yang menghadap langsung ke Selat Makassar, potensi laut di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Manakarra kini mulai dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju menunjukkan bahwa pada tahun 2025 total produksi perikanan daerah mencapai 57.015,82 ton. Produksi tersebut berasal dari dua sektor utama, yakni perikanan tangkap sebesar 21.331,01 ton dan perikanan budidaya yang mencapai 35.684,81 ton.

Pelaksana Tugas Kepala DKP Mamuju, Muhammad Yusuf, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor kelautan memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Potensi laut Mamuju sangat besar. Jika dikelola secara maksimal dan berkelanjutan, sektor ini bisa menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya,” ujar Yusuf.

Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju memiliki posisi strategis karena berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menjadi salah satu jalur pelayaran penting di Selat Makassar. Kondisi ini menjadikan perairan Mamuju sebagai kawasan yang kaya sumber daya perikanan.

Perairan tersebut dikenal sebagai jalur migrasi berbagai ikan pelagis bernilai tinggi seperti tuna, cakalang, tongkol hingga kerapu. Pada 2025, sektor perikanan tangkap memberikan kontribusi lebih dari 21 ribu ton terhadap total produksi perikanan daerah.

Namun demikian, sektor budidaya justru menunjukkan perkembangan yang lebih pesat. Produksi budidaya tercatat mencapai 35.684,81 ton dengan komoditas unggulan seperti udang vaname dan rumput laut jenis Eucheuma cottonii. Beberapa wilayah seperti Kecamatan Mamuju, Kalukku, dan Papalang bahkan mulai berkembang menjadi sentra budidaya yang memiliki potensi ekonomi besar.

Untuk meningkatkan nilai ekonomi dari sektor perikanan, pemerintah daerah juga mendorong pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang lebih transparan dan modern melalui sistem digitalisasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi serta memperbesar kontribusi retribusi terhadap PAD.

Jika pengelolaan TPI berjalan transparan dan efisien, maka potensi pendapatan daerah dari sektor ini akan semakin besar,” kata Yusuf.

Selain itu, DKP bersama para penyuluh perikanan terus melakukan pemutakhiran data pelaku usaha melalui Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA). Program ini bertujuan memastikan bantuan pemerintah dan berbagai kebijakan di sektor kelautan dapat tepat sasaran bagi nelayan maupun pembudidaya.

Pemerintah daerah juga mulai mendorong hilirisasi industri perikanan agar hasil laut tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Dengan produksi budidaya yang terus meningkat, pengembangan industri pengolahan seperti fillet ikan maupun pengolahan rumput laut menjadi karaginan dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan penerimaan pajak daerah.

Dalam pengembangan sektor ini, peran penyuluh perikanan menjadi sangat penting. Mereka berada di garis depan dalam mendampingi masyarakat pesisir, mulai dari memastikan data produksi yang akurat, memperkuat kelembagaan kelompok usaha nelayan dan pembudidaya, hingga memberikan edukasi mengenai praktik perikanan yang berkelanjutan.

Penyuluh juga terlibat dalam program pelestarian mangrove yang dikembangkan sebagai potensi ekowisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui perdagangan karbon.

Dengan produksi perikanan yang telah menembus lebih dari 57 ribu ton, pemerintah daerah optimistis sektor kelautan akan menjadi fondasi ekonomi masa depan Mamuju.

Laut adalah aset terbesar Bumi Manakarra. Tugas kita adalah mengelolanya secara bijak agar memberi manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujar Yusuf.

Melalui penguatan pengelolaan perikanan, digitalisasi pelelangan ikan, serta pengembangan industri hilir, Pemerintah Kabupaten Mamuju menargetkan potensi 275 kilometer garis pantai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan bagi daerah dan masyarakat pesisir. (ZUL)

Mamuju Siapkan Laut sebagai Mesin Ekonomi Baru, Produksi Perikanan Ditargetkan Meningkat

0

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju mulai memaksimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan sebagai mesin penggerak ekonomi baru daerah. Dengan garis pantai sepanjang 275 kilometer yang langsung menghadap Selat Makassar, wilayah yang dikenal sebagai Bumi Manakarra dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, mengatakan potensi kelautan yang dimiliki daerah tersebut harus dikelola secara strategis dan terintegrasi agar mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan dan pembudidaya.

Menurut Yusuf, secara geografis Mamuju berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menjadi lintasan berbagai jenis ikan pelagis bernilai ekonomi tinggi, seperti tuna, cakalang, tongkol, dan kerapu.

Potensi laut kita sangat besar. Jika dikelola dengan sistem yang modern dan transparan, sektor perikanan dapat menjadi sumber PAD yang signifikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, produksi perikanan di Kabupaten Mamuju saat ini mencapai sekitar 11.000 ton per tahun. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi secara signifikan pada periode 2026 hingga 2027 melalui penguatan tata kelola perikanan, termasuk penerapan sistem manajemen yang lebih modern di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Selain sektor penangkapan ikan, DKP juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sektor budidaya yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar. Beberapa wilayah seperti Kecamatan Mamuju, Kalukku, dan Papalang disebut sangat potensial untuk pengembangan udang vaname serta budidaya rumput laut jenis Eucheuma cottonii.

Untuk memperkuat basis data pelaku usaha kelautan dan perikanan, DKP bersama para penyuluh perikanan juga tengah mengintensifkan pendataan melalui Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA). Program ini bertujuan memastikan berbagai bantuan pemerintah, akses permodalan, hingga kebijakan fiskal dapat tepat sasaran bagi nelayan dan pembudidaya.

“Pendataan KUSUKA ini bukan sekadar administrasi. Ini menjadi dasar agar negara benar-benar hadir membantu nelayan dan pembudidaya secara tepat,” jelasnya.

Yusuf menambahkan, pengembangan sektor kelautan tidak boleh berhenti pada penjualan hasil produksi mentah. Menurutnya, hilirisasi industri perikanan harus segera didorong agar memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi daerah.

Beberapa sektor yang mulai didorong antara lain industri pengolahan ikan seperti fillet ikan serta pengembangan industri kerajinan dari rumput laut.

Jika hilirisasi berjalan, maka akan tercipta lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan penerimaan pajak daerah,” katanya.

Dalam upaya penguatan sektor tersebut, peran penyuluh perikanan dinilai sangat strategis karena menjadi ujung tombak pendampingan masyarakat pesisir. Penyuluh bertugas melakukan pendataan, membina kelompok usaha seperti KUB dan Pokdakan, serta mendorong pengembangan usaha perikanan agar lebih profesional dan memiliki akses pembiayaan.

Selain itu, penyuluh juga berperan dalam mengedukasi masyarakat mengenai keberlanjutan lingkungan, termasuk pelestarian mangrove yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan ekowisata dan ekonomi karbon di masa depan.

Yusuf mengakui bahwa selama ini peran DKP belum sepenuhnya optimal. Karena itu, pihaknya berkomitmen melakukan transformasi kelembagaan agar lebih responsif terhadap kebutuhan nelayan dan pelaku usaha perikanan.

“Laut adalah aset terbesar Bumi Manakarra. DKP harus menjadi garda terdepan dalam mengelola potensi ini secara profesional dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah daerah dan penyuluh perikanan akan terus diperkuat agar kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi lapangan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju optimistis sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi pilar utama ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.

Sudah saatnya kita menatap laut sebagai masa depan ekonomi Mamuju,” pungkas Yusuf. (ZUL)

Sikapi Konflik Global, Danrem 182/Jazira Onim Imbau Warga Tetap Tenang.

0

Fakfak, Redaksi.co – Komandan Korem (Danrem) 182/Jazira Onim, Kolonel Inf. Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han mengimbau masyarakat agar tetap tenang dalam menyikapi dinamika global yang berkembang, khususnya terkait konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Menurut Irwan, masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap situasi keamanan nasional. Ia memastikan bahwa aparat keamanan, khususnya TNI, telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi kemungkinan dampak dari perkembangan situasi internasional tersebut.

Ia menegaskan bahwa kondisi keamanan di Indonesia hingga saat ini tetap berada dalam keadaan terkendali. Langkah kesiapsiagaan yang dilakukan TNI, lanjutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjaga stabilitas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Bentuk kesiapsiagaan yang dilakukan TNI merupakan tanggung jawab kami kepada masyarakat. Negara ini mempercayakan kami untuk menjaga keamanan, sehingga kesiapan personel maupun alutsista harus selalu dipastikan,” ujarnya.

Irwan juga menjelaskan bahwa status kesiapsiagaan yang sebelumnya sempat ditingkatkan merupakan prosedur rutin dalam sistem pertahanan negara. Namun, seiring perkembangan situasi, status tersebut kini telah kembali diturunkan setelah dinilai kondisi tetap stabil dan terkendali.

Selain membahas aspek keamanan, Danrem turut menyinggung kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Ia memastikan bahwa stok BBM nasional berada dalam kondisi aman dan tidak perlu menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Isu yang sempat berkembang sebelumnya sudah terjawab. Stok BBM aman dan status siaga juga sudah diturunkan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tutup Irwan.

Danrem 182/Jazira Onim Buka Puasa Bersama Jurnalis, Perkuat Sinergi TNI dan Media

0

Fakfak, Redaksi.co – Komandan Korem (Danrem) 182/Jazira Onim, Kolonel Inf. Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han mengajak insan media dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta menyampaikan informasi yang benar kepada publik di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan Irwan Budiana saat memberikan sambutan dalam kegiatan buka puasa bersama Jurnalis yang digelar di Aula Serba Guna Korem 182/Jazira Onim, Jumat (13/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Danrem menekankan pentingnya memperkuat hubungan kekeluargaan antara TNI, media, dan masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Ia menilai peran media sangat strategis dalam menyampaikan informasi yang benar dan menyejukkan di tengah berbagai perkembangan situasi global.

“Di tengah dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, sering muncul informasi yang tidak berimbang dan berpotensi menimbulkan kegaduhan. Karena itu, peran media sangat penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan menyejukkan,” ujarnya.

Selain itu, Irwan Budiana juga mengharapkan dukungan media terhadap berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah, termasuk rencana pembangunan sejumlah jembatan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.

Ia menilai media dapat berperan tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan masukan konstruktif terkait kebutuhan pembangunan di daerah.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Danrem juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga persatuan serta stabilitas keamanan di wilayah.

“TNI selalu siap menjalankan tugas kapan pun dibutuhkan. Namun kita semua tentu berharap situasi tetap aman dan damai. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan demi keutuhan NKRI,” katanya.

Wagub Aceh Hadiri Buka Puasa Di Teupin Raya, Ratusan Warga Ikut Mendoakan Abu Razak

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri kegiatan buka puasa bersama ratusan masyarakat di Gampong Teupin Raya, Kabupaten Pidie, Jumat ,13/3/2026

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Darussaadah tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPRA, tokoh Komite Peralihan Aceh (KPA), serta tokoh masyarakat setempat.

Momentum buka puasa bersama itu juga menjadi ajang untuk mengenang salah satu tokoh penting Aceh, Kamaruddin Abubakar atau yang akrab disapa Abu Razak. Almarhum dikenal sebagai Sekretaris Jenderal Partai Aceh sekaligus Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh.

Dalam sambutannya, Fadhlullah mengenang kedekatannya dengan Abu Razak sejak masa-masa perjuangan ketika Aceh masih berada dalam situasi konflik. Ia menilai almarhum merupakan sosok yang memiliki dedikasi besar terhadap perjuangan dan pembangunan daerah.

“Beliau adalah sahabat seperjuangan yang memiliki komitmen kuat untuk Aceh. Banyak kenangan yang kami lalui bersama pada masa-masa sulit dahulu,” ujar Fadhlullah.

Menurutnya, semangat pengabdian dan ketulusan Abu Razak dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh menjadi teladan yang patut diteruskan oleh generasi berikutnya.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga diisi dengan pembacaan doa dan samadiyah yang dipanjatkan untuk mengenang serta mendoakan almarhum Abu Razak. Suasana kebersamaan terlihat kental, di mana masyarakat dan para tokoh yang hadir turut larut dalam doa dan silaturahmi.

Fadhlullah berharap momentum Ramadan seperti ini dapat terus memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menjaga semangat persatuan dalam membangun Aceh ke arah yang lebih baik ****

20 Dapur MBG Diduga Ilegal, IPMAPUS Desak Bupati Mamuju Tegur Keras Dinas Kesehatan dan DLHK

0

Redaksi.co MAMUJU : Polemik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamuju mulai memanas. Kader Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu Sulawesi Barat (IPMAPUS), Sahrul, secara tegas meminta Bupati Mamuju turun tangan dan menegur keras Dinas Kesehatan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang dinilai lalai melakukan pengawasan terhadap dapur MBG.

Desakan itu muncul setelah terungkap bahwa sejumlah dapur MBG diduga beroperasi tanpa kelengkapan administrasi penting, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan izin pengelolaan limbah atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Padahal, dua dokumen tersebut merupakan syarat mendasar untuk menjamin keamanan pangan dan kelayakan sanitasi dalam penyediaan makanan bagi masyarakat.

Sahrul menilai lemahnya pengawasan dari instansi teknis berpotensi membuka celah pelanggaran yang bisa berdampak langsung pada kesehatan para penerima manfaat program MBG.

Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan DLHK harus lebih serius melakukan pengawasan. Jika ada dapur MBG yang belum memenuhi syarat seperti SLHS dan IPAL, maka harus segera ditertibkan, bahkan dihentikan operasinya sementara sampai seluruh persyaratan dipenuhi,” tegas Sahrul.

Ia menegaskan, program strategis nasional seperti MBG tidak boleh dijalankan secara serampangan. Standar kesehatan, sanitasi, dan pengelolaan lingkungan harus menjadi prioritas utama agar program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat tidak justru menimbulkan persoalan baru.

Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh temuan DPRD Mamuju beberapa hari lalu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi dapur MBG. Dalam rapat koordinasi, Ketua Komisi II DPRD Mamuju, Asdar, mengungkapkan bahwa dari 28 dapur MBG yang beroperasi di Mamuju, sekitar 20 dapur dilaporkan belum memiliki izin SLHS dan IKL.

Temuan itu sontak memicu tanda tanya besar terhadap efektivitas pengawasan pemerintah daerah. Jika benar sebagian besar dapur belum mengantongi izin sanitasi dan lingkungan, maka pelaksanaan program MBG di Mamuju dinilai berjalan di bawah standar yang seharusnya.

Sahrul menegaskan, kondisi ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG yang ada.

Bupati Mamuju harus segera memanggil dan menegur instansi terkait. Jangan sampai program yang seharusnya menyehatkan masyarakat justru dijalankan tanpa standar kesehatan dan lingkungan yang jelas,” ujarnya.

IPMAPUS berharap pemerintah daerah segera melakukan penertiban dan memastikan seluruh dapur MBG di Mamuju memiliki izin lengkap sebelum diizinkan beroperasi penuh, demi menjamin keamanan pangan dan perlindungan kesehatan masyarakat. (ZUL)