Beranda blog Halaman 276

Akademi Kehidupan Qur’ani ( A K Q ) Berbagi Lebih Utamakan Manfaat Ketetapan Sasaran

0

Aceh Barat.Redaksi.Co
Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri, Akademi Kehidupan Qur’ani (AKQ) kembali menyalurkan bantuan berupa parcel dan THR kepada saudara-saudara disabilitas yang hidup dalam kondisi fakir serta jarang mendapatkan perhatian.

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama JPA sebagai bentuk sinergi kepedulian dan komitmen bersama dalam mendukung program kemanusiaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Pembina AKQ, Ustadz Syamsul Kamal, menyampaikan bahwa gerakan berbagi ini tidak dibangun atas dasar mengejar kuantitas, melainkan kebermanfaatan yang nyata.

“Kami melangkah dengan kemampuan yang Allah titipkan. Kami tidak mengejar banyaknya jumlah bantuan, tetapi memastikan bahwa yang sedikit itu benar-benar sampai kepada yang paling membutuhkan. Fokus kami adalah efektivitas dan keberlanjutan, bukan sekadar angka.”kata Ustad Syamsul Kamal dalam rilisnya kepada media ini Selasa 17/3/2026 malam.

Menurut beliau, keberkahan bukan terletak pada besar kecilnya bantuan, tetapi pada ketulusan niat serta dampak yang benar-benar dirasakan oleh penerima.

Sementara itu, Bunda Khidmah AKQ, Irma Fitri, Amd, selaku koordinator pelaksana kegiatan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah AKQ yang telah berkontribusi dalam kegiatan berbagi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah AKQ yang telah menyisihkan rezekinya. Semoga setiap kontribusi menjadi amal jariyah dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan masing-masing.”

Turut terlibat langsung dalam penyerahan santunan, Bunda Hikmah AKQ, Ermaini, S.E., menyampaikan bahwa ke depan AKQ akan mengajak jamaah melakukan asesmen secara lebih sistematis terhadap fakir miskin yang benar-benar membutuhkan perhatian.

“Walaupun saat ini kita belum mampu membantu semua, minimal kita memiliki data dan pemetaan yang akurat. Dengan database yang baik, insyaAllah bantuan ke depan akan lebih tepat sasaran dan terarah.”ujarnya

Ia berharap, seiring bertambahnya jamaah AKQ serta semakin luasnya jaringan mitra yang bersedia bersinergi, kemampuan program kemanusiaan ini dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak pihak yang membutuhkan.

Di sisi lain, Bunda Imarah AKQ, Supiani, mengingatkan seluruh jamaah untuk tetap konsisten menjaga gerakan sederhana yang selama ini menjadi ciri khas AKQ, yakni menyisihkan segenggam beras setiap kali memasak.

“Gerakan segenggam beras ini sederhana, tetapi jika dilakukan bersama dan istiqamah, insyaAllah akan menjadi kekuatan besar. Kami mengajak seluruh jamaah untuk terus konsisten, agar bulan depan kita dapat kembali menyalurkan bantuan seperti biasa.” ucapnya

Menurutnya, keberlanjutan program bukan bergantung pada besarnya donasi, melainkan pada komitmen bersama dan kedisiplinan jamaah dalam menjaga gerakan kecil tersebut.

AKQ menegaskan komitmennya untuk terus bergerak sesuai kemampuan, menjaga efektivitas, serta membangun kolaborasi yang sehat dan berkesinambungan.

Karena bagi AKQ, kebaikan tidak selalu harus besar untuk berarti.
Yang terpenting adalah hadirnya manfaat yang nyata bagi mereka yang selama ini jarang tersentuh perhatian ****

nuzulul qur’an, ramadhan bulan al-qur’an: pengajian khidmat di dusun empol sekotong

0

nuzulul qur’an, ramadhan bulan al-qur’an: pengajian khidmat di dusun empol sekotong

Sekotong, Lombok Barat —Redaksi.co  Masyarakat Dusun Empol, Kecamatan Sekotong, sukses menggelar peringatan malam Nuzulul Qur’an pada malam ke-27 Ramadhan 1447 H, Minggu malam (16/03/2026). Kegiatan pengajian berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan, seakan malam diselimuti cahaya ayat-ayat suci yang menenangkan jiwa 🌙✨

Acara ini dihadiri oleh tiga unsur utama masyarakat, yakni tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Turut hadir sebagai tamu utama para tuan guru, yaitu TGH. Abdul Bashit, TGH. Hamdy Al-Bayani, S.Pd.I, dan TGH. Ilman Maududie, M.Pd.I.

Kegiatan pengajian dipandu langsung oleh Ustadz H. Sapriadi, S.Pd.I sebagai moderator, dengan rangkaian acara yang tersusun dalam tiga bagian utama.

Acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi yang dilantunkan oleh Ustadz Harun Jayadi, S.Pd, menghadirkan suasana haru dan khidmat di tengah jamaah. Selanjutnya, tausiyah Nuzulul Qur’an disampaikan oleh TGH. Ilman Maududie, M.Pd.I.

Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia. “Apa saja yang dicari, semuanya ada dalam Al-Qur’an. Ia adalah pusat dari segala solusi kehidupan,” ungkapnya. Beliau juga mengingatkan jamaah agar tidak menjadi manusia yang zalim terhadap diri sendiri dengan menjauh dari nilai-nilai Al-Qur’an.

Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir bersama yang dipimpin oleh TGH. Hamdy Al-Bayani, S.Pd.I, yang juga merupakan anggota DPRD Lombok Barat dari Fraksi PKB sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Ittihadul Bayan. Suasana semakin syahdu, doa dan lantunan dzikir bergema lembut menembus keheningan malam

Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh TGH. Abdul Bashit, memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi masyarakat.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh IRMA ASASUTTAQWA Empol dengan semangat kebersamaan yang terangkum dalam semboyan:

Bersatu, Bergerak, Berjuang.”

Peringatan Nuzulul Qur’an ini diharapkan dapat memperkuat keimanan serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, khususnya di bulan Ramadhan yang dikenal sebagai bulan turunnya kitab suci umat Islam.

Sumber : Media Nasional Investigasi-Redaksi.co

Jurnalis : Abach Uhel

Bazar Ramadan ICMI Fakfak Beri Dampak Nyata, UMKM Raup Ratusan Ribu per Hari

0

Fakfak, Redaksi.co – Pelaksanaan bazar Ramadan dan pasar murah yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Fakfak bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Fakfak bukan sekadar kegiatan musiman. Di balik hiruk pikuk transaksi dan ramainya pengunjung di Ruang Terbuka Hijau (RTH), tersimpan cerita tentang geliat ekonomi masyarakat kecil yang mulai tumbuh dan bergerak.

Selama hampir empat minggu, sejak 23 Februari hingga 16 Maret 2025, kawasan RTH disulap menjadi “Kampung Ramadan”, sebuah ruang interaksi ekonomi dan sosial yang mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat. Bagi para pelaku usaha kecil, momen ini bukan hanya soal berjualan, tetapi juga tentang kesempatan, jaringan, dan harapan.

Salah satu pelaku UMKM, Faradila Inaya, merasakan langsung dampak positif dari kegiatan tersebut. Ia mengaku bahwa keikutsertaan dalam bazar Ramadan memberikan peningkatan signifikan terhadap penghasilan hariannya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk berpartisipasi. Alhamdulillah, omzet kami per hari bisa mencapai Rp600 ribu hingga Rp700 ribu,” ujarnya.

Menurut Faradila, keberadaan bazar Ramadan ini tidak hanya membantu dari sisi penjualan, tetapi juga mempermudah koordinasi antar pelaku UMKM. Melalui sistem komunikasi yang terbangun, para pelaku usaha dapat saling terhubung, berbagi informasi, hingga mengakses kebutuhan barang dagangan.

Namun di balik capaian tersebut, masih ada harapan yang ingin diwujudkan. Faradila menyampaikan bahwa ke depan para pelaku UMKM membutuhkan fasilitas yang lebih layak dan terorganisir.

“Kami berharap ke depan bisa disediakan satu ruangan khusus agar kami semua dapat berkumpul dan beraktivitas dengan lebih nyaman,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pelaku UMKM lainnya, Nining Iha. Ia menilai kegiatan bazar Ramadan ini berjalan dengan baik dan mampu memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi pedagang, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar hingga selesai. Kurang lebih 100 sampai 500 peserta dapat terlayani, dan ini tentu menjadi hal yang patut kita syukuri bersama,” ungkapnya.

Bagi Nining, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata. Ia pun berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi bisa terus dikembangkan dengan perencanaan yang lebih matang.

“Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun, dengan persiapan yang lebih baik serta dukungan yang lebih besar bagi pelaku UMKM,” tuturnya.

Lebih jauh, para pelaku UMKM berharap adanya kesinambungan program yang tidak hanya hadir saat Ramadan, tetapi juga berlanjut di luar momen tersebut. Mereka menginginkan ruang-ruang ekonomi seperti ini dapat menjadi wadah permanen untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.

Bazar Ramadan yang dikonsep sebagai “Kampung Ramadan” ini pada akhirnya tidak hanya menjadi pusat aktivitas jual beli, tetapi juga menjadi simbol pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Kehadirannya membuka peluang, menguatkan pelaku usaha kecil, dan menghadirkan optimisme baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Fakfak.

Diserbu Warga Hingga Hari Terakhir, Bazar Ramadhan dan Pasar Murah ICMI Fakfak Resmi Ditutup.

0

Fakfak, Redaksi.co – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Fakfak bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Fakfak resmi menutup rangkaian kegiatan bazar Ramadan dan pasar murah yang telah berlangsung selama hampir empat pekan, sejak 23 Februari hingga 16 Maret 2025.

Penutupan kegiatan yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) tersebut menandai berakhirnya salah satu pusat aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadan. Lokasi yang strategis membuat warga dengan mudah mengakses berbagai kebutuhan, mulai dari takjil hingga bahan pokok.

Sekretaris ICMI Fakfak, Zulha Rengen yang akrab disapa Nona Rengen, menjelaskan bahwa bazar yang dikemas dalam konsep “Kampung Ramadan” mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat hingga hari terakhir pelaksanaan.

“Selama hampir empat minggu pelaksanaan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bahkan hingga hari terakhir, masyarakat tetap datang berbelanja dan mendukung pelaku UMKM,” ujarnya, Selasa (17/3/2025).

Sebanyak 50 pelaku UMKM dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, hampir setiap hari produk yang dijual habis terjual, termasuk pada momen penutupan, yang tetap dipadati pengunjung.

“Alhamdulillah, penjualan hampir setiap hari habis. Ini menjadi bukti bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha,” tambahnya.

Selain bazar Ramadan, Pemda Fakfak juga menggelar pasar pangan murah selama kurang lebih satu minggu. Program ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, hingga minyak tanah dengan harga terjangkau.

Pelaksanaan pasar murah tersebut dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag).

Dalam pelaksanaannya, “Kampung Ramadan” turut melibatkan sekitar 11 unsur organisasi, di antaranya PKK, GOW, Polres, Kodim, serta berbagai elemen ekonomi lainnya. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung kegiatan ekonomi kerakyatan.

ICMI Fakfak juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan UMKM, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah ke bawah. Dukungan tersebut tidak hanya melalui pelibatan dalam kegiatan, tetapi juga pendampingan, seperti pengurusan izin usaha dan sertifikasi halal.

“Kami ingin UMKM terus berkembang. Ke depan, mereka akan tetap kami libatkan dalam berbagai kegiatan, termasuk membantu proses legalitas usaha,” jelas Nona Rengen.

Ia berharap, keberhasilan kegiatan ini dapat menjadi awal dari program serupa di masa mendatang, sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang merasakan manfaatnya.

“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut di berbagai momen, agar perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, semakin meningkat,” tutupnya.

Ketika Kepedulian Hadir, Warga Pengungsi Langkahan Bahagia Berbuka Dengan Daging

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Suasana haru dan bahagia menyelimuti para warga pengungsi banjir di Langkahan saat waktu berbuka puasa tiba. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi sejak bencana melanda, sebuah momen sederhana berubah menjadi sangat berarti, berbuka puasa bersama dengan hidangan daging, sesuatu yang sudah lama tidak mereka rasakan.

Kebahagiaan itu hadir berkat bantuan satu ekor sapi dari Wakil Gubernur Aceh, yang diberikan langsung sebagai respons atas permohonan masyarakat pengungsi. Permintaan itu lahir dari kerinduan mendalam warga untuk sekadar menikmati daging bersama di bulan suci Ramadan.

“Sudah lama sekali kami tidak makan daging. Kami hanya ingin sekali bisa berbuka bersama dengan lauk yang istimewa, walaupun sederhana,” ujar Yusuf (52), salah satu warga pengungsi, dengan mata berkaca-kaca.

Permintaan tersebut disampaikan kepada Wakil Gubernur Aceh pada saat berbuka puasa bersama di masjid matang drien di kampung asal Bupati Aceh utara. Tanpa ragu dan tanpa menunggu lama, beliau langsung menyetujui permintaan itu dan mengirimkan satu ekor sapi untuk masyarakat Langkahan.

Hari ini, sapi tersebut disembelih dan diolah bersama-sama oleh warga. Di balik kepulan asap dapur darurat dan hidangan yang disiapkan secara gotong royong, tersimpan rasa syukur yang begitu dalam.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan bahwa momen ini juga menyentuh hatinya. “Saya terharu dan sedih melihat kondisi masyarakat kita di sini. Di tengah ujian yang mereka hadapi, mereka tetap kuat dan sabar menjalani hari-hari di pengungsian. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk kehadiran kami di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak sendiri, dan pemerintah akan selalu berusaha hadir untuk meringankan beban rakyat,” ujar wagub Aceh.

Bagi warga, bantuan ini bukan sekadar makanan. Ini adalah bentuk kepedulian, perhatian, dan kehadiran pemerintah di tengah masa sulit yang mereka jalani. Di saat banyak hal terasa hilang akibat banjir, momen berbuka puasa bersama ini menghadirkan kembali kehangatan, kebersamaan, dan harapan.

Di antara tenda-tenda pengungsian, senyum mulai kembali terlihat. Anak-anak, orang tua, hingga lansia berkumpul, menanti waktu berbuka dengan penuh harap. Tangis haru pun tak terhindarkan, menyadari bahwa di tengah cobaan, masih ada tangan-tangan yang peduli.

Bantuan satu ekor sapi mungkin terlihat sederhana, namun bagi warga pengungsi Langkahan, ini adalah kebahagiaan yang tak ternilai sebuah pengingat bahwa mereka tidak sendiri ****

Warga Umbulsari Tebar Kebaikan Jelang Lebaran Lewat Donor Darah

0

JEMBER, redaksi.co – Semangat berbagi tak hanya diwujudkan melalui hidangan lebaran. Warga Kecamatan Umbulsari memilih menebar kebaikan dengan cara yang lebih bermakna, yakni mendonorkan darah mereka dalam kegiatan yang digelar oleh Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Ridlo, Umbulsari, pada Senin malam (16/3/2026) tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak 31 kantong darah. Aksi kemanusiaan ini menjadi sangat penting mengingat kebutuhan stok darah biasanya meningkat menjelang hingga pasca-Lebaran.

Ketua PMI Kecamatan Umbulsari, Choerul Hermanwanto, hadir langsung di lokasi untuk memantau jalannya kegiatan sekaligus mendampingi pengurus PMI Kabupaten Jember yang melakukan monitoring. Ia mengapresiasi kesadaran warga yang tetap antusias mendonorkan darahnya di tengah kesibukan menyambut hari raya.

“Ini adalah cara warga Umbulsari merayakan kemenangan dengan berbagi kehidupan bagi sesama. Meski sedang persiapan Lebaran, antusiasme warga luar biasa hingga terkumpul 31 kantong darah,” ujar Choerul.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan jemput bola ke wilayah-wilayah seperti Umbulsari merupakan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan stok darah di markas PMI.

“Kami sangat berterima kasih kepada warga Umbulsari. Sebanyak 31 kantong darah ini sangat berarti untuk mengantisipasi kelangkaan stok darah selama masa libur Idul Fitri 1447 H. Sinergi antara PMI tingkat kecamatan dan warga adalah kunci keberhasilan aksi ini,” pungkas Zainollah. (Sofyan).

Film “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” Hadirkan Horor Aksi Penuh Teror dan Kearifan Lokal

0

Jakarta, Redaksi.co – Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film horor penuh aksi berjudul Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa yang diproduksi oleh Soraya Intercine Films.

Film ini menawarkan nuansa berbeda dari film horor pada umumnya dengan memadukan unsur balas dendam, konflik sosial, hingga pergulatan batin manusia dalam balutan kearifan lokal yang kuat.

Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, film ini menghadirkan kisah dramatis tentang kesewenang-wenangan penguasa desa, kesenjangan kelas sosial, serta konsekuensi dosa yang dilakukan manusia, Melalui pendekatan horor-aksi, cerita yang diangkat bukan hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga konflik emosional yang mendalam.

Film ini menempatkan Luna Maya sebagai tokoh utama bernama Suzzanna, seorang perempuan yang hidupnya berubah drastis setelah ayahnya tewas akibat santet yang dilakukan oleh penguasa desa yang kejam, Bisman, yang diperankan oleh Clif Sangra.

Ambisi dan nafsu kekuasaan membuat Bisman tak segan melakukan kejahatan demi mempertahankan dominasinya di desa tersebut. Ia bahkan menyimpan perasaan diam-diam terhadap Suzzanna, Namun cintanya berubah menjadi obsesi berbahaya ketika ia menyingkirkan ayah Suzzanna melalui ilmu hitam.

Kematian sang ayah menjadi titik balik bagi Suzzanna,Dipenuhi amarah dan duka, ia memutuskan mempelajari ilmu santet untuk membalas perbuatan keji Bisman, Berbeda dari kisah Suzzanna yang selama ini dikenal sebagai sosok arwah gentayangan, dalam film ini Suzzanna justru digambarkan sebagai manusia yang menggunakan ilmu hitam sebagai senjata untuk melawan penindasan.

Ketika rencana balas dendam mulai dijalankan, Suzzanna menyadari bahwa kekuatan Bisman jauh lebih besar dan berbahaya dari yang ia bayangkan, Pertarungan tidak hanya terjadi secara fisik dan supranatural, tetapi juga dalam batin Suzzanna sendiri.

Di tengah upayanya menuntut balas, Suzzanna justru dipertemukan dengan seorang pria saleh bernama Pramuja yang diperankan oleh Reza Rahadian. Pramuja adalah sosok yang tulus dan religius, namun sama sekali tidak mengetahui rahasia kelam yang disimpan Suzzanna.

Pertemuan itu menumbuhkan perasaan cinta yang tulus di antara keduanya. Suzzanna pun terjebak dalam dilema besar: melanjutkan dendam yang membara atau meninggalkan segalanya demi cinta dan kehidupan yang lebih damai.

Untuk menghidupkan cerita yang sarat emosi dan ketegangan ini, film tersebut turut dibintangi sejumlah aktor ternama lintas generasi, di antaranya Djenar Maesa Ayu, Restu Triandy, Iwa K, Budi Bima, Yatti Surachman, serta komedian senior Nunung.

Kehadiran para aktor dari berbagai generasi ini memberikan warna tersendiri dalam film, sekaligus memperkuat karakter-karakter yang hadir dalam cerita.

Melalui sinematografi yang gelap, atmosfer mistis yang kental, serta konflik emosional yang kuat, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa tidak hanya menyajikan horor penuh teror, tetapi juga menghadirkan refleksi tentang kekuasaan, dendam, dan konsekuensi dari setiap dosa yang dilakukan manusia.

Film ini diprediksi menjadi salah satu tontonan yang mencuri perhatian penonton Indonesia, khususnya pecinta film horor yang menginginkan cerita berbeda dengan sentuhan aksi, drama, dan kearifan lokal yang mendalam.

Film ini akan menghangatkan suasana Lebaran yang akan Tayang di seluruh Bioskop Indonesia 18 Maret 2026.

“Satgas Polda Metro Jaya Temukan Sejumlah Komoditas Pangan Dijual di Atas HET*

0

Jakarta,Redaksi.Co- Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di wilayah hukum Polda Metro Jaya menemukan sejumlah komoditas pangan yang masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) selama pemantauan di pasar pada Maret 2026.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan analisa dan evaluasi Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (16/3/2026).

Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Dr. Muh Ardila Amry, mengatakan beberapa komoditas yang masih ditemukan dijual di atas harga ketentuan antara lain cabai rawit merah, minyak goreng Minyakita, serta gula konsumsi di beberapa wilayah.

“Untuk komoditas cabai rawit merah, hampir di seluruh wilayah pengecekan masih dijual di atas HET. Hal ini menjadi perhatian bersama agar segera dicarikan solusi untuk menstabilkan harga di pasar,” ujar Ardila.

Selain itu, Satgas juga menemukan masih adanya pedagang yang menjual minyak goreng Minyakita di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah. Sementara untuk gula konsumsi, tercatat masih ada empat wilayah yang menjual dengan harga melebihi ketentuan.

Ardila menambahkan, pihaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap komoditas daging sapi yang saat ini menjadi atensi Badan Pangan Nasional (Bapanas). Dalam pemantauan, daging sapi kini diklasifikasikan dalam tiga kategori yakni paha depan, paha belakang, dan daging beku.

Tak hanya itu, dalam evaluasi tersebut juga disoroti penjualan ayam ras hidup (live bird) oleh rumah potong hewan (RPH) yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“RPH tidak diperbolehkan menjual ayam dalam bentuk hidup. Jika masih ditemukan pelanggaran, kami sudah memberikan surat teguran kepada pihak terkait,” jelasnya.

Sebagai langkah pengawasan, Satgas juga melakukan intervensi di pasar dengan menempelkan stiker panduan harga acuan penjualan (HAP) atau HET kepada para pedagang.

Bagi pedagang yang terbukti menjual komoditas di atas harga yang ditentukan, petugas memberikan surat pernyataan disertai pemasangan stiker peringatan pada kios atau toko yang bersangkutan.

Lebih lanjut Ardila menegaskan, pedagang yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan tetap melanggar akan mendapatkan teguran dari dinas terkait.

“Jika pedagang memiliki NIB dan tetap menjual di atas HAP atau HET, maka akan direkomendasikan pencabutan izin usahanya kepada DPMPTSP,” tegasnya.

Satgas Saber Pangan Polda Metro Jaya akan terus melakukan pengecekan ke pasar-pasar guna memastikan stabilitas harga serta melindungi masyarakat dari praktik penjualan di atas ketentuan pemerintah.

“Kegiatan pengecekan akan terus dilakukan sampai ada perintah dari Satgas pusat untuk menghentikan kegiatan tersebut,” pungkas Ardila.

Panen Pakcoy di Makorem 182/JO, Langkah Sederhana untuk Ketahanan Pangan.

0

Fakfak, Redaksi.co – Komandan Korem (Danrem) 182/Jazira Onim, Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., melaksanakan panen sayur pakcoy hasil budidaya kebun organik di lingkungan Makorem 182/JO, Kampung Kiat, Distrik Fakfak Barat, Kabupaten Fakfak, Senin (16/03/2026).
Kegiatan panen tersebut dilakukan bersama para prajurit dan staf Makorem sebagai bentuk nyata pemanfaatan lahan kosong di sekitar satuan. Kebun sayur organik yang dikelola secara rutin itu berhasil menghasilkan tanaman pakcoy yang tumbuh subur dan sehat.
Danrem 182/JO menyampaikan bahwa pengelolaan lahan kosong menjadi kebun produktif merupakan langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangan, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi prajurit.
“Ini adalah upaya kita bersama untuk memanfaatkan lahan yang ada agar lebih bernilai guna. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi contoh positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebun organik tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan sehat, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi prajurit dalam membangun kebiasaan bercocok tanam serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan dengan menambah jenis tanaman lainnya, sehingga manfaatnya semakin luas, baik bagi lingkungan satuan maupun masyarakat sekitar.
Dengan langkah sederhana namun berdampak ini, Korem 182/JO menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian pangan sekaligus menginspirasi pemanfaatan lahan secara produktif.

Wujudkan Mudik Aman dan Nyaman, Polsek Kutoarjo Terapkan Konsep ‘Hospitality’ dalam Pengamanan Lebaran 2026

0

PURWOREJO || Redaksi.co – Memasuki masa mudik Lebaran 2026, Kepolisian Sektor (Polsek) Kutoarjo, Polres Purworejo, mulai mengintensifkan pelayanan berbasis hospitality. Pendekatan ini ditekankan langsung oleh Kapolsek Kutoarjo pada Senin (16/03/2026) sebagai strategi utama dalam melayani para pemudik yang melintasi wilayah Jawa Tengah.

“Hospitality pada dasarnya adalah keramahan, pelayanan yang baik, dan sikap membantu. Dalam konteks pelayanan publik, ini adalah wujud kehadiran aparat yang ramah, cepat, empati, dan profesional kepada masyarakat,” tegas Kapolsek Kutoarjo.

​Berikut adalah empat pilar penerapan konsep hospitality yang dijalankan jajaran kepolisian di wilayah Kutoarjo:

1. Pelayanan Humanis sebagai Prioritas

​Polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga menjadi pelindung dan pengayom. Di lapangan, petugas diinstruksikan untuk selalu bersikap sopan dan proaktif membantu pemudik, seperti:

​Memberikan panduan jalur mudik yang akurat.

​Membantu pemudik yang mengalami kendala teknis pada kendaraan.

​Mengarahkan masyarakat menuju pos pelayanan terdekat.

2. Optimalisasi Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pelayanan (Pos Yan)

​Melalui Operasi Ketupat 2026, Pos Pam dan Pos Yan di jalur utama Kutoarjo didesain menjadi tempat yang ramah bagi pemudik. Bentuk pelayanannya meliputi:

​Penyediaan tempat istirahat yang layak dan bantuan kesehatan.

​Pemberian air minum serta informasi arus lalu lintas secara berkala.

​Komunikasi yang santun dalam melayani setiap keluhan atau kebutuhan pemudik.

BACA JUGA: Operasi Pekat Candi 2026: Polres Purworejo Gulung 14 Tersangka Perjudian di 5 Kecamatan

3. Pengaturan Lalu Lintas yang Persuasif

​Mengingat wilayah Purworejo merupakan jalur krusial di Jawa Tengah, pengaturan lalu lintas dilakukan dengan pendekatan persuasif. Petugas dituntut bersabar menghadapi kepadatan volume kendaraan dan tetap memberikan arahan jalur alternatif dengan bahasa yang santun agar psikologis pengemudi tetap tenang.

4. Membangun Kepercayaan Publik

Keberhasilan pengamanan mudik tahun ini tidak hanya diukur dari kelancaran arus kendaraan, tetapi juga dari tingkat kepuasan masyarakat. Dengan pelayanan yang hangat, citra Polri diharapkan semakin positif di mata masyarakat.

Penerapan hospitality oleh Polsek Kutoarjo pada pengamanan Lebaran 2026 merupakan langkah nyata dalam menciptakan situasi mudik yang aman, tertib, dan nyaman. Hingga saat ini, para pemudik menyatakan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran posko-posko pelayanan yang sangat membantu perjalanan mereka di wilayah Kabupaten Purworejo. (*/WS)

Redaksi