Beranda blog Halaman 277

Persiapan Mencapai 85 Persen, Persifa Fakfak Siap Berlaga di Liga 4 Zona Papua Barat

0

Fakfak, Redaksi.co – Menjelang perhelatan Liga 4 Zona Papua Barat yang akan digelar di Manokwari pada 28 Maret 2026, tim Persifa Fakfak terus mematangkan persiapan.

Juru bicara Persifa Fakfak, Semuel Lesnussa, kepada media ini menyampaikan bahwa kesiapan tim sampai saat ini 17/03/2026 telah mencapai 85 persen. Menurutnya, berbagai tahapan telah dilalui secara maksimal, mulai dari seleksi terbuka bagi pemain, pemusatan latihan, hingga uji coba melawan tim-tim lokal. Persifa juga telah melakoni laga ekshibisi menghadapi Kaimana FC sebagai bagian dari penguatan strategi dan kekompakan tim.

Selain itu, para pemain juga menjalani masa karantina selama 10 hari di Diklat Fakfak, terhitung sejak 15 hingga 25 Maret 2026. Langkah ini dilakukan guna menjaga fokus, kondisi fisik, serta kesiapan mental para pemain sebelum bertanding.

“Untuk keberangkatan, tim dijadwalkan bertolak pada 25 Maret 2026 menggunakan transportasi kapal laut menuju Manokwari,” ujar Semuel.

Ia menegaskan bahwa perjalanan panjang dalam mempersiapkan tim tidak terlepas dari semangat, kerja keras, dan keyakinan seluruh pihak yang terlibat. “Kami percaya semua yang telah dicapai hingga saat ini merupakan anugerah Tuhan. Bukan semata karena kekuatan pribadi, tetapi karena kemurahan-Nya yang senantiasa menyertai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihak manajemen Persifa Fakfak memastikan bahwa tim akan ambil bagian dalam Liga 4 Zona Papua Barat dengan optimisme tinggi. Hasil kerja keras yang dilakukan sejauh ini pun dinilai telah memberikan dampak positif bagi manajemen maupun para pemain.

Dalam kesempatan tersebut, Persifa Fakfak juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara materiil maupun moril. Di antaranya Bupati Fakfak Samaun Dahlan, KONI Kabupaten Fakfak, PT Singa Brata (Yunus Syafaat), CV Bersatu Membangun Negeri (Faizal Kaimudin), BP Tangguh, Kios TRIC, PT Kodani, serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan Kepala BKPSDM.

“Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa membalas segala kebaikan dan dukungan yang telah diberikan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Persifa Fakfak juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Fakfak untuk memberikan doa dan dukungan agar tim dapat meraih hasil terbaik dalam ajang Liga 4 Zona Papua Barat di Manokwari.

Pendidikan dan Kesehatan Gratis di Fakfak Dapat Pujian Senator PFM, Bupati :Motivasi Untuk Terus Berbenah.

0

Fakfak,Redaksi.co – Bupati Fakfak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang disampaikan anggota DPD RI, Paul Finsen Mayor, terhadap program pendidikan gratis dan kesehatan gratis yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Fakfak.
Menurut Bupati, penilaian yang disampaikan oleh Senator asal Papua Barat tersebut merupakan pandangan pribadi sebagai anggota DPD RI, namun sekaligus menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Apresiasi yang disampaikan oleh Bapak Paul Finsen Mayor menjadi motivasi bagi kami di pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan perhatian yang lebih besar kepada masyarakat, terutama dalam program pendidikan gratis dan kesehatan gratis di Kabupaten Fakfak,” ujarnya.

Ia mencontohkan salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni masih adanya masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan melalui BPJS. Berdasarkan data di Distrik Fakfak Tengah, tercatat sekitar 1.066 warga yang belum terdaftar dalam program BPJS.
Kondisi ini dinilai cukup rawan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan mendesak, seperti ibu hamil yang akan menjalani proses persalinan.

“Ini yang menjadi kekhawatiran kami. Jangan sampai ada ibu yang hendak melahirkan tetapi tidak memiliki BPJS, sehingga ketika membutuhkan tindakan medis seperti operasi harus menanggung biaya yang besar,” jelasnya.
Karena itu, pemerintah daerah memastikan program pengobatan gratis tetap berjalan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki BPJS. Bupati menegaskan, masyarakat tidak perlu takut untuk datang ke rumah sakit karena pelayanan kesehatan tetap diberikan secara gratis.
“Jangan karena tidak punya BPJS lalu tidak mau ke rumah sakit. Datang saja, tetap dilayani dan semua tetap gratis. Selama saya menjabat sebagai bupati, program ini akan terus berjalan,” tegasnya.
Ia juga memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi fasilitas kesehatan, peralatan medis, maupun ketersediaan tenaga dokter dan tenaga pendidik.
“Ke depan pelayanan akan terus kita tingkatkan, termasuk dukungan terhadap pendidikan gratis dan kesehatan gratis, baik dari sisi peralatan, tenaga dokter, guru, maupun fasilitas lainnya agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Bupati kembali menyampaikan terima kasih kepada Paul Finsen Mayor atas dukungan dan perhatian terhadap program yang dijalankan pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada Bapak anggota DPD RI yang telah memberikan spirit bagi kami. Ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Polisi Selidiki Penyiraman Cairan Berbahaya terhadap Aktivis KontraS di Salemba

0

Redaksi.co, Jakarta | Kepolisian dari Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus penyiraman cairan berbahaya yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.37 WIB.

Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa penanganan kasus dilakukan secara profesional dan transparan. “Kepolisian memandang setiap peristiwa kekerasan yang menimbulkan korban sebagai hal serius, sehingga penanganannya dilakukan secara cepat, profesional, dan terukur,” ujarnya.

Peristiwa ini bermula ketika korban pulang dari kegiatan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Sebelum kejadian, korban sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini Raya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban telah diikuti oleh empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor sejak dari kawasan Cikini. Para pelaku kemudian membuntuti korban hingga ke Jalan Diponegoro dan Salemba.

Setibanya di lokasi kejadian, pelaku yang belum diketahui identitasnya langsung menyiramkan cairan yang diduga mengandung zat kimia berbahaya ke arah wajah dan tubuh korban. Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke arah berbeda.

Untuk mengungkap kasus ini, polisi menelusuri rekaman kamera pengawas dari 86 titik CCTV dengan total durasi lebih dari 10.000 menit. Selain itu, sejumlah barang bukti telah diamankan, antara lain pakaian korban, sisa cairan di lokasi, serta helm yang diduga milik pelaku.

Seluruh barang bukti tersebut kini diperiksa di laboratorium forensik guna mengetahui kandungan zat kimia serta kemungkinan adanya sidik jari dan DNA.

Hasil pemeriksaan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menunjukkan korban mengalami luka bakar pada wajah, dada, dan kedua tangan.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa tujuh orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial terkait identitas pelaku.

“Beberapa gambar yang beredar diduga merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan belum dapat dipastikan kebenarannya,” kata Asep.

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi berharap dukungan masyarakat agar pelaku segera terungkap dan dapat ditangkap.

PFM Apresiasi Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis di Fakfak, Samaun Dahlan Dinilai Punya Hati Papua

0

Fakfak, Redaksi.co – Pernyataan Anggota DPD RI asal Papua Barat, Paul Finsen Mayor, terkait pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) bagi masyarakat Papua belakangan menjadi perhatian publik.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan dana Otsus yang benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana tersebut perlu terus diperkuat agar tujuan utama Otsus dapat tercapai.

Ia bahkan mendorong agar pengelolaan dana di sejumlah lembaga dapat diaudit guna memastikan penggunaannya tepat sasaran serta dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Di sisi lain, Paul Finsen Mayor juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Fakfak Samaun Dahlan bersama Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik yang dinilai berhasil menggulirkan program pendidikan gratis dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Kabupaten Fakfak.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan contoh nyata pemanfaatan dana Otsus yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pada sektor dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Dalam pernyataannya, Paul bahkan mengajak para pejabat di Papua untuk melihat contoh yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Fakfak.

“Pejabat-pejabat di Papua harus belajar dari kepala daerah di Fakfak. Bupati Fakfak bukan Orang Asli Papua, tetapi beliau mampu membuat kebijakan pendidikan gratis dan kesehatan gratis dengan memanfaatkan dana Otsus untuk kepentingan masyarakat,” ujar Paul.

Ia juga menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya terhadap kepemimpinan Samaun Dahlan yang dinilainya memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat Papua.

“Saya hormat dan respek kepada Bupati Fakfak, Bapak Samaun Dahlan. Beliau bukan Orang Asli Papua, tetapi memiliki kepedulian dan hati yang besar untuk masyarakat Papua,” katanya.

Program pendidikan dan layanan kesehatan gratis tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Fakfak yang mulai dijalankan sejak pasangan Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik dilantik pada 20 Februari 2025.

Kebijakan ini menyasar seluruh masyarakat di Kabupaten Fakfak tanpa membedakan latar belakang, baik Orang Asli Papua maupun masyarakat non-Papua, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan dasar yang merata bagi seluruh warga.

Pernyataan Paul Finsen Mayor tersebut juga ramai diperbincangkan di media sosial setelah potongan videonya beredar luas.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi sorotan mengenai pentingnya pengelolaan dana Otsus secara efektif agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Papua.

 

Puluhan Karya Wakapolri Terdaftar HAKI, Dorong Perspektif Kepolisian Lebih Komprehensif

0

Redaksi.co, Jakarta | Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) terus mendorong penguatan literasi dan pemikiran strategis di lingkungan Polri melalui puluhan karya tulis yang kini telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Karya-karya tersebut diharapkan menjadi rujukan dalam memahami dinamika keamanan serta pengembangan strategi kepolisian modern.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan perspektif kepolisian yang lebih komprehensif. Pendekatan keamanan yang diusung tidak lagi semata berfokus pada penegakan hukum, melainkan juga mencakup upaya menjaga stabilitas sosial, ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat.

“Pendekatan keamanan harus dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek hukum, tetapi juga bagaimana kita menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wakapolri dalam keterangannya.

Dengan terdaftarnya puluhan buku tersebut dalam HAKI, karya-karya itu kini memiliki perlindungan hukum sebagai aset intelektual. Selain itu, keberadaannya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari anggota Polri, akademisi, praktisi hukum, hingga masyarakat luas.

Secara khusus, karya-karya tersebut dinilai penting dalam memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait tantangan keamanan serta transformasi institusi kepolisian di era modern.

Lebih jauh, warisan pemikiran ini diharapkan mampu menginspirasi generasi Polri berikutnya untuk terus mengembangkan budaya literasi, riset, dan inovasi. Hal ini dinilai krusial dalam mendukung proses transformasi menuju institusi Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.

Panen Padi dan Sayuran di SAE Paswangi, Kakanwil Ditjenpas Jatim Puji Inovasi Pembinaan Lapas Banyuwangi

0

BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi, Lapas Banyuwangi sukses menggelar panen raya komoditas padi dan sayuran yang melibatkan langsung warga binaan, Senin (16/3).

 

Kegiatan panen ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono, beserta jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Korwil Jember. Turut hadir memberikan dukungan, Ketua Umum Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Daerah Jawa Timur beserta anggota.

Panen kali ini mencatatkan keberhasilan kedua bagi Lapas Banyuwangi dalam membudidayakan padi di lahan SAE Paswangi. Selain padi yang diproyeksikan menghasilkan 1,5 ton gabah, panen juga dilakukan pada komoditas sayuran berupa buncis dan kacang panjang dengan estimasi hasil mencapai 5 kwintal.

Kadiyono memberikan apresiasi tinggi atas pengelolaan SAE Paswangi yang dinilai variatif dan produktif. Ia memuji langkah Lapas Banyuwangi yang tidak hanya terpaku pada satu komoditas saja.

 

“Kami sangat mengapresiasi pengembangan di SAE Paswangi yang tidak hanya berfokus pada satu komoditas pertanian. Keberagaman komoditas pertanian maupun perikanan yang saat ini dikembangkan menunjukkan bahwa proses pembinaan berjalan sangat dinamis dan inovatif,” ujar Kadiyono.

 

Kadiyono berharap, sebagian hasil panen nantinya bisa disalurkan pada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian dan bantuan sosial.

 

“Tentu kepedulian tersebut menjadi penegas bahwa pemasyarakatan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Senada dengan hal tersebut, Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa pihaknya tengah mematangkan konsep SAE Paswangi sebagai pusat produktivitas dan sarana edukasi.

 

“Kami merancang SAE Paswangi ini sebagai sekolah lapangan bagi warga binaan. Komoditas yang dikembangkan dilakukan secara bergantian agar mereka mendapatkan bekal pengetahuan pertanian yang luas. Selain membina, ini adalah kontribusi nyata kami terhadap ketahanan pangan,” tegas Wayan.

 

Lebih lanjut, Wayan memproyeksikan SAE Paswangi tidak hanya menjadi tempat asimilasi internal, namun juga dapat menjadi destinasi edukasi bagi masyarakat luar yang ingin belajar mengenai kemandirian pangan.

 

Ke depan, pengembangan di SAE Paswangi dipastikan akan terus berlanjut. Selain sektor pertanian dan perikanan yang sudah berjalan, pihak Lapas Banyuwangi berencana merambah sektor peternakan, khususnya ternak ayam dan bebek, guna melengkapi ekosistem produktivitas di lahan tersebut.

Sawah Gunung Cafe Resmi Dibuka, Masyarakat Kini Bisa Nikmati Kopi di Tengah SAE Paswangi yang Asri

0

BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali meluncurkan inovasi dalam program pembinaan kemandirian. Kali ini, sebuah destinasi kuliner baru bernama Sawah Gunung Cafe resmi beroperasi di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi, Kelurahan Pakis, Banyuwangi.

Peresmian pusat kuliner tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono, Senin (16/3). Kehadiran Sawah Gunung Cafe ini diproyeksikan menjadi terobosan baru dalam memperluas jangkauan pembinaan narapidana di lingkungan SAE Paswangi.

Dalam sambutannya, Kadiyono menjelaskan bahwa cafe ini dibuka untuk masyarakat umum. Uniknya, seluruh pelayanan mulai dari barista hingga penyajian akan dilakukan langsung oleh warga binaan yang telah menjalani proses asimilasi.

“Kami sangat mengapresiasi inisiasi Lapas Banyuwangi. Lahan SAE ini terbukti tidak hanya menjadi lahan produktif untuk pertanian, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat kegiatan pembinaan yang variatif dan bermanfaat bagi warga binaan,” ujar Kadiyono.

Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, memaparkan bahwa Sawah Gunung Cafe akan menjadi hilir dari berbagai program pembinaan yang ada di dalam Lapas. Produk-produk yang dipasarkan merupakan hasil karya nyata warga binaan, mulai dari kopi pilihan hingga aneka panganan.

“Pembinaan di Lapas Banyuwangi sangat beragam. Kami memiliki unit produksi donat, tempe, hingga berbagai jenis gorengan. Produk-produk berkualitas inilah yang nantinya akan menyuplai kebutuhan di Sawah Gunung Cafe,” terang Wayan.

Wayan menambahkan, peresmian ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Banyuwangi untuk menjadikan SAE Paswangi sebagai area yang lebih terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat luas. Dengan demikian, stigma negatif terhadap pemasyarakatan dapat terkikis melalui interaksi positif di ruang publik.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, rangkaian acara peresmian ini juga diisi dengan kegiatan bakti sosial. Puluhan paket sembako dibagikan kepada masyarakat sekitar serta keluarga warga binaan yang membutuhkan.

“Kegiatan bakti sosial ini adalah penegas bahwa pemasyarakatan mampu hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di luar tembok jeruji,” pungkas Wayan.

Ibu Komang dan Tiga Putranya Resmikan Rental Excavator Mini di Raja Hotel Mandalika

0

Ibu Komang dan Tiga Putranya Resmikan Rental Excavator Mini di Raja Hotel Mandalika

MANDALIKA, LOMBOK TENGAH —Redaksi.Co. Ibu Komang bersama ketiga putranya resmi membuka usaha rental permainan excavator mini di kawasan Raja Hotel Mandalika. Wahana permainan keluarga ini diharapkan menjadi destinasi hiburan edukatif baru bagi anak-anak dan keluarga yang berkunjung ke Mandalika. 🚜✨

GM.General manager Hotel Raja mandalika bersama putra putra ibu komang

Pembukaan usaha tersebut merupakan hasil kerja sama antara pihak keluarga Ibu Komang dengan manajemen Raja Hotel Mandalika, khususnya General Manager hotel, yang memberikan dukungan lokasi sekaligus kolaborasi pengembangan usaha.

Foto : Para tamu undangan

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari pemilik usaha, yaitu Ibu Komang. Dalam sambutannya, beliau memaparkan visi dan misi usaha yang berfokus pada penyediaan permainan edukatif, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada General Manager Raja Hotel Mandalika atas kerja sama dan dukungan sehingga proses pembukaan usaha dapat berjalan sesuai harapan.

Foto : ke tiga putra putra ibu komang dan tamu undangan acara

Selain itu, Ibu Komang turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir atas dukungan dan doa yang diberikan bagi keberlangsungan usaha tersebut. 🌸

Foto : ibu komang

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh General Manager Raja Hotel Mandalika yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan Ibu Komang dan keluarga yang telah memilih hotel tersebut sebagai lokasi usaha. Pihak hotel berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak sekaligus menambah daya tarik wisata keluarga di kawasan Mandalika. 🌴

GM.General manager Raja Hotel

Acara kemudian diakhiri dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya rental excavator mini tersebut. Suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari para tamu yang hadir. 🎀✂️
Wahana ini memungkinkan anak-anak merasakan sensasi mengoperasikan alat berat mini di area pasir khusus yang aman, sekaligus melatih koordinasi motorik, keberanian, dan imajinasi mereka. 👷‍♂️

Dedy bersama iatri juga hadir.

Kehadiran usaha ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan keluarga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru serta memperkaya pilihan wisata ramah anak di Lombok. dan di tutup dengan Buka Bersama di Raja Hotel mandalika.

Jurnalis : Abah Uchel
Sumber : Media Nasional Investigasi — Redaksi.co 📰

Operasi Pekat Candi 2026: Polres Purworejo Gulung 14 Tersangka Perjudian di 5 Kecamatan

0

PURWOREJO || Redaksi.co Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Purworejo dalam memberantas penyakit masyarakat membuahkan hasil signifikan. Melalui Operasi Pekat Candi 2026, jajaran Satreskrim Polres Purworejo berhasil mengungkap lima kasus perjudian dan mengamankan 14 orang tersangka di berbagai wilayah hukum Kabupaten Purworejo.

​Keberhasilan ini disampaikan langsung dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Waka Polres Purworejo, Kompol Nana Edi Sugito, S.H., didampingi Kasat Reskrim AKP Dwiyono, S.H., M.H., dan Kasi Humas AKP Ida Widaastuti, S.H., M.A.P., di Mapolres Purworejo pada Senin (16/03/2026).

​Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, melalui Kompol Nana Edi Sugito, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan secara serentak di lima kecamatan, yakni Purwodadi, Grabag, Bayan, Bruno, dan Pituruh. Langkah ini merupakan bagian dari upaya cipta kondisi guna menekan angka kriminalitas yang meresahkan warga.

“Dari lima perkara yang berhasil diungkap, total ada 14 tersangka yang kami amankan. Mereka ditangkap di lokasi yang berbeda-beda berdasarkan laporan dari masyarakat dan hasil penyelidikan intensif anggota di lapangan,” ujar Kompol Nana.

​Adapun rincian tersangka dari kelima perkara tersebut meliputi SHJ dan AFW; WIS; kelompok SU, PON, EP, MR, SU, serta SLA; pasangan IS dan SHR; hingga WA dan SE. Kasat Reskrim AKP Dwiyono menambahkan bahwa modus perjudian yang dilakukan para pelaku cukup beragam, mulai dari praktik konvensional menggunakan kartu remi hingga pemanfaatan platform judi online.

​Pihak kepolisian menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik perjudian dalam bentuk apa pun di wilayah Purworejo. Kompol Nana Edi Sugito mengimbau masyarakat untuk tetap proaktif dalam menjaga kondusivitas lingkungan.

​”Dukungan masyarakat sangat kami butuhkan. Jangan ragu untuk segera melapor apabila melihat atau mengetahui adanya praktik perjudian di sekitar tempat tinggal Anda. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Waka Polres.

​Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo. Mereka dijerat dengan Pasal 426 Ayat (1) Huruf B Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun. Saat ini, kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyidikan guna memutus rantai perjudian hingga ke akarnya. (*/WS)

Sumber: Humas Polres Purworejo

Redaksi Penyelaras: Wahidun

Bupati Fakfak Resmi Tutup Musrenbang Tingkat Distrik, Tekankan Pemerataan Program Pembangunan.

0

Fakfak, Redaksi.co – Bupati Fakfak secara resmi menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik se-Kabupaten Fakfak Tahun 2026 yang telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Kegiatan penutupan tersebut dilaksanakan di Distrik Fakfak Tengah pada Senin (16/03/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Fakfak menyampaikan bahwa Musrenbang tingkat distrik merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang bersifat partisipatif. Forum ini menjadi wadah strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta usulan pembangunan yang berasal dari kampung-kampung untuk kemudian diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam proses Musrenbang, mulai dari kepala distrik, kepala kampung, perangkat daerah hingga seluruh elemen masyarakat.

“Berbagai usulan dan gagasan yang disampaikan menunjukkan komitmen kita bersama untuk mendorong pembangunan yang lebih merata, berkeadilan dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Fakfak,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa tidak semua usulan yang disampaikan dapat langsung diakomodasi dalam satu tahun anggaran. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan proses penyelarasan serta penentuan skala prioritas dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, arah kebijakan pembangunan nasional dan provinsi, serta kebutuhan strategis daerah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat tetap menjadi bahan penting dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah, baik dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maupun program pembangunan jangka menengah daerah.

Ia juga menekankan kepada seluruh perangkat daerah agar benar-benar memperhatikan hasil Musrenbang distrik dalam penyusunan program dan kegiatan masing-masing. Program pembangunan diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama terkait peningkatan infrastruktur dasar, pelayanan pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan pembangunan kampung.

Selain itu, Bupati meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah agar memastikan program pembangunan dapat terbagi secara merata di seluruh distrik.

“Jangan sampai ada distrik yang mendapat program besar sementara distrik lainnya tidak mendapatkan bagian sama sekali. Pembangunan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat di setiap distrik,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRK, dunia usaha, tokoh masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Bappeda dan seluruh jajarannya sebagai penyelenggara Musrenbang, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan anggota DPRK yang telah mendukung pelaksanaan Musrenbang tingkat distrik hingga dapat berjalan dengan baik.

Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun kegiatan berlangsung di tengah bulan suci Ramadan, seluruh pihak tetap menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti proses Musrenbang.

“Walaupun dalam situasi puasa, semangat kita tidak pernah pudar. Saya juga bersyukur karena di beberapa titik Musrenbang saya dapat hadir langsung bersama pimpinan OPD,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Fakfak turut menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Selaku Bupati Fakfak, saya menyampaikan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua dalam membangun Kabupaten Fakfak yang lebih baik,” ucapnya.

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bupati Fakfak secara resmi menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat distrik se-Kabupaten Fakfak Tahun 2026.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Musrenbang tingkat distrik se-Kabupaten Fakfak Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” tutupnya.