Beranda blog Halaman 243

Sat Binmas Polres Mamuju Tengah Intensifkan Edukasi Bahaya Uang Palsu, Layanan 110 Disosialisasikan ke Warga

0

Redaksi.co MATENG : Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Mamuju Tengah terus menggencarkan upaya pencegahan tindak kejahatan dengan menggelar sosialisasi bahaya peredaran uang palsu sekaligus pemasangan stiker layanan Kepolisian 110 di Desa Tobadak dan Desa Topoyo, Selasa (14/3/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kasat Binmas Polres Mamuju Tengah, IPTU Yosep Herman, tersebut dilakukan dengan turun langsung ke tengah masyarakat. Bersama personelnya, ia memberikan edukasi secara humanis dan persuasif guna meningkatkan kewaspadaan warga terhadap potensi peredaran uang palsu yang dapat merugikan secara ekonomi maupun berimplikasi hukum.

Dalam sosialisasinya, IPTU Yosep Herman menekankan pentingnya ketelitian masyarakat saat menerima uang, khususnya dalam transaksi jual beli. Ia mengajak warga menerapkan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang, untuk memastikan keaslian uang yang diterima.

Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam setiap transaksi. Jika menemukan indikasi uang palsu, segera laporkan kepada pihak Kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Selain memberikan edukasi, Sat Binmas juga memasang stiker layanan Kepolisian 110 di sejumlah titik strategis, seperti warung, toko, dan fasilitas umum. Langkah ini bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan darurat Kepolisian secara cepat dan tepat.

Layanan 110 ini gratis dan dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat, gangguan kamtibmas, maupun saat membutuhkan bantuan Kepolisian,” tambah IPTU Yosep Herman.

Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat Desa Tobadak dan Desa Topoyo. Warga mengaku terbantu dengan adanya edukasi langsung terkait bahaya uang palsu serta informasi layanan Kepolisian yang mudah diakses.

Melalui kegiatan ini, Polres Mamuju Tengah berharap kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat serta terjalin sinergitas yang kuat antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah. (ZUL)

Propam Polda Sulbar Sidak Disiplin Personel Polres Mamuju Tengah, Administrasi hingga Senjata Api Diperiksa

0

Redaksi.co MATENG : Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Barat menggelar Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap seluruh personel Polres Mamuju Tengah, Selasa (14/3/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah tegas untuk meningkatkan disiplin dan profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas kepolisian.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim Propam melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kelengkapan administrasi pribadi anggota, penggunaan seragam dinas (gampol), serta kerapian dan sikap tampang personel. Setiap anggota diperiksa satu per satu guna memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Tak hanya itu, pemeriksaan juga mencakup kelengkapan dan administrasi senjata api dinas yang dipegang personel. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penggunaan senjata api sesuai prosedur serta mencegah potensi pelanggaran di lapangan.

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh disiplin. Pemeriksaan menyeluruh ini menjadi bagian dari upaya meminimalisir pelanggaran anggota sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas.

Melalui kegiatan Gaktibplin ini, seluruh personel Polres Mamuju Tengah diharapkan terus menjaga kedisiplinan, penampilan, serta kelengkapan administrasi dan perlengkapan dinas, sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. (ZUL)

Gaji ASN Paruh Waktu Mamasa Dibebankan ke Dana BOS, Guru Murka: “Tidak Manusiawi!”

0

Redaksi.co MAMASA : Kebijakan Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Pendidikan menuai gelombang protes keras. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) paruh waktu di daerah tersebut mengaku kecewa berat setelah mengetahui mekanisme pembayaran gaji mereka justru dibebankan kepada sekolah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kebijakan ini dinilai tidak hanya memberatkan sekolah, tetapi juga mencederai harapan para guru dan tenaga kependidikan.

Senin, 13 April 2025, salah seorang perwakilan ASN Paruh Waktu yang enggan disebutkan identitasnya menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah yang “tidak manusiawi.” Ia mengungkapkan bahwa dari ribuan guru dan tenaga teknis yang tersebar di seluruh sekolah se-Kabupaten Mamasa, hanya sekitar 20 persen yang berpotensi menerima gaji melalui alokasi dana BOS sesuai aturan dan juknis yang berlaku.

Ini sangat mengecewakan. Jumlah guru dan tenaga teknis mencapai ribuan orang, tapi yang bisa dibayarkan hanya sekitar 20 persen dari dana BOS di masing-masing sekolah. Ini tidak adil dan sangat tidak manusiawi,” ujarnya dengan nada geram.

Kekecewaan semakin memuncak karena para guru dan tenaga kependidikan sebelumnya telah menjalani seluruh prosedur administrasi yang diminta. Mereka membuka rekening di Bank BPD, menyerahkan data, hingga melengkapi berkas sesuai arahan dinas pendidikan. Namun, realisasi pembayaran yang diharapkan tak kunjung sesuai dengan janji.

Berdasarkan surat perjanjian kerja bernomor 001/2408/PK-PPPK PW/XII-25/BKPP tertanggal Senin, 17 April 2025, ASN paruh waktu dijanjikan menerima gaji sebesar Rp300.000 per bulan. Akan tetapi, di lapangan, implementasi pembayaran dinilai jauh dari kesepakatan tersebut.

Situasi ini memicu keresahan luas di kalangan tenaga pendidik, khususnya di Kabupaten Mamasa. Banyak yang mempertanyakan komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan guru, terlebih ketika tanggung jawab pembayaran dialihkan ke dana BOS yang sejatinya diperuntukkan bagi operasional sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah maupun Dinas Pendidikan belum memberikan keterangan resmi terkait polemik tersebut. Para guru dan tenaga kependidikan berharap ada kejelasan segera, sekaligus solusi konkret agar hak mereka dapat terpenuhi secara layak dan tidak lagi dibayangi ketidakpastian. (ZUL)

Barikade 98 Komitmen Kawal Demokrasi

0

redaksi.co, Jakarta | Organisasi aktivis Barikade 98 menggelar Halal Bihalal bertema “Kawal Demokrasi, Jaga Indonesia” di Restaurant Tjikini Lima, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB itu menjadi ajang silaturahmi lintas generasi aktivis sekaligus forum konsolidasi untuk memperkuat komitmen menjaga kualitas demokrasi di tengah dinamika politik nasional.

Dalam suasana pasca Idulfitri, acara tidak sekadar menjadi temu kangen, tetapi juga ruang refleksi kritis terhadap kondisi demokrasi Indonesia saat ini. Sejumlah aktivis angkatan 98, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi sipil hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Barikade 98, Benny Rhamdani mengatakan bahwa momentum Halal Bihalal memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan.

“Momentum Halal Bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan reformasi belum selesai. Demokrasi harus terus dikawal, terutama di tengah berbagai tantangan yang menguji integritas bangsa,” ujarnya.

Diskusi yang berkembang menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari kualitas demokrasi elektoral, kebebasan berpendapat, hingga pentingnya menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Para peserta juga menekankan pentingnya peran masyarakat sipil, termasuk media, dalam memastikan demokrasi tetap berjalan sesuai rel konstitusi. Kehadiran media dinilai krusial untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan secara luas kepada publik.

Melalui kegiatan ini, Barikade 98 kembali mengungkapkan posisinya sebagai bagian dari elemen bangsa yang konsisten mengawal nilai-nilai reformasi serta menjaga keutuhan Indonesia di tengah berbagai tantangan zaman.

“Dari Meja Halal Bihalal ke Alarm Demokrasi: Benny Ramdhani Bongkar ‘Anomali Negara’ di Tjikini”

0

Jakarta, Redaksi.Co — Suasana hangat Halal Bihalal Barisan Rakyat Indonesia Kawal Demokrasi 98 (BARIGADE 98) di Restaurant Tjikini Lima, Jakarta, Senin (13/4/2026), berubah menjadi forum refleksi kebangsaan yang penuh daya gugah, Mengusung tema “Kawal Demokrasi, Jaga Indonesia”, acara ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga panggung kritik tajam terhadap arah perjalanan demokrasi Indonesia.

Ketua Umum BARIGADE 98, Benny Ramdhani, tampil dengan pernyataan yang menggugah kesadaran publik.

Dalam sambutannya, ia menyoroti fenomena yang dinilainya sebagai gejala serius dalam kehidupan bernegara—yakni menguatnya peran militer aktif di ranah sipil yang berpotensi mengaburkan prinsip demokrasi.

“Bangsa ini sedang diuji. Kita dihadapkan pada pilihan besar: tetap berada dalam kendali sipil yang demokratis, atau bergeser menuju dominasi kekuasaan tertentu,” tegasnya di hadapan para tokoh dan aktivis pergerakan.

Menurut Benny, arah kebijakan negara saat ini menunjukkan kecenderungan yang patut diwaspadai, Ia menyinggung pengelolaan sumber daya alam dan anggaran negara yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keadilan sosial,Padahal seluruh kekayaan tersebut sejatinya bersumber dari rakyat dan seharusnya kembali untuk kesejahteraan rakyat,
Lebih jauh, ia mengungkapkan keprihatinan atas apa yang disebutnya sebagai “anomali negara”.

Dalam pandangannya, kebebasan berekspresi mulai mengalami tekanan, ditandai dengan adanya kriminalisasi terhadap aktivis serta pembungkaman kritik publik.

“Ketika suara rakyat mulai dibatasi, ketika kritik dianggap ancaman, di situlah demokrasi sedang diuji keberadaannya,” ujarnya dengan nada serius.

Tak hanya itu, Benny juga menyinggung dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan oknum aparat, termasuk kasus yang menimpa Andi Yunus,Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penyimpangan dari nilai-nilai luhur prajurit yang tertuang dalam Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,“Prajurit sejati setia kepada Merah Putih, bukan kepada kekuasaan,Mereka menjaga kedaulatan negara, bukan menjadi alat kepentingan,” tegasnya.

Forum diskusi yang dipandu oleh Mustakim ini juga menghadirkan sejumlah tokoh senior pergerakan yang turut memberikan pandangan kritis terhadap kondisi bangsa.

Febri, sebagai penegas diskusi, memperkuat berbagai catatan penting yang mengemuka sepanjang forum berlangsung,
Meski sarat kritik, suasana acara tetap diliputi semangat kebersamaan khas Halal Bihalal.

Di penghujung acara, Benny menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir, sembari mengingatkan bahwa kekuatan sejati demokrasi tetap berada di tangan rakyat.

“Di saat kita merasa negara tidak baik-baik saja, rakyat tidak boleh kehilangan harapan, Kita tetap punya kekuatan untuk menjaga arah demokrasi,” tuturnya.

Acara pun ditutup dengan saling bermaafan dalam nuansa Idulfitri yang hangat, namun meninggalkan pesan kuat: bahwa di tengah berbagai tantangan, suara rakyat tetap menjadi penjaga terakhir demokrasi Indonesia.

Yasir Terpilih Aklamasi, PMII Mamasa Siap Hadirkan Warna Baru untuk Kebangkitan Daerah

0

Redaksi.co MAMASA : Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamasa resmi memiliki nahkoda baru. Yasir terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PMII Mamasa masa khidmat 2026–2027 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) II yang digelar di Mamasa, Selasa (14/4/2026).

Forum tertinggi organisasi tersebut menjadi momentum penting bagi arah gerak PMII Mamasa ke depan. Terpilihnya Yasir diharapkan membawa semangat baru serta memperkuat peran PMII sebagai motor perubahan sosial di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah.

Dalam sambutannya, Yasir menegaskan komitmennya untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada organisasi sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ia menilai PMII Mamasa harus hadir sebagai kekuatan intelektual dan gerakan yang mampu mendorong kebangkitan daerah.

“Dengan amanah ini, saya siap mengabdi kepada organisasi dan terus memperjuangkan hak-hak masyarakat. Kami berharap PMII Mamasa menjadi pendongkrak kebangkitan Mamasa di tengah kondisi yang masih memprihatinkan, dengan melahirkan kader militan yang bergerak untuk kemajuan daerah,” tegas Yasir. 

Menurutnya, PMII bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, tetapi juga wadah perjuangan, ruang intelektual, dan tempat pembentukan calon pemimpin masa depan. Meski terbilang baru, terbentuk pada 2024 PMII Mamasa telah berupaya memberikan kontribusi nyata melalui gagasan dan gerakan sosial.

Ke depan, Yasir menekankan bahwa PMII Mamasa tidak hanya akan fokus pada kritik terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga berperan sebagai laboratorium pemikiran dan aksi strategis. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kebangkitan Mamasa dari berbagai keterpurukan.

Sebagai bagian dari salah satu organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia dengan ratusan cabang, PMII Mamasa berkomitmen bergerak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal. Solidaritas kader menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Kepemimpinan baru ini pun diharapkan menjadi angin segar bagi PMII Mamasa. Dengan semangat kolektif, organisasi ini optimistis mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“PMII bergerak, Mamasa bangkit. Habislah sudah masa yang suram, selesai sudah derita yang lama,” tutup Yasir penuh optimisme. (ZUL)

SMSI Pusat Tunjuk Sarman Sahuding sebagai Plt Ketua Sulbar, Konsolidasi Organisasi Digenjot

0

Redaksi.co SULBAR : Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat resmi menunjuk Sarman Sahuding sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua SMSI Provinsi Sulawesi Barat. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Pengurus Pusat SMSI Nomor 57/KPTS/SMSI-PUSAT/IV/2026 yang diterbitkan pada 13 April 2026.

SK itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, bersama Sekretaris Jenderal Makali Kumar. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memastikan roda kelembagaan SMSI di Sulawesi Barat tetap berjalan optimal.

Dalam keterangannya, Sarman menyatakan siap mengemban amanah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Ketua Umum SMSI difasilitasi oleh Ketua SMSI Sulawesi Selatan, Anwar Sanusi.

“Dengan mengucap Bismillah, amanah untuk memimpin SMSI Sulbar satu periode ke depan saya terima dan siap dilaksanakan,” ujar Sarman, Senin petang (13/4/2026).

Tugas Strategis Dalam SK tersebut, Sarman dibebani sejumlah tugas prioritas, antara lain:

Menetapkan sekretariat SMSI Sulbar sebagai pusat kendali organisasi serta menginventarisasi seluruh aset.

Mendata dan membuka pendaftaran anggota dengan klasifikasi sesuai standar verifikasi SMSI.

Menata serta membentuk perwakilan SMSI di seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Barat.

Membentuk atau menyempurnakan badan otonom Forum Pemred SMSI.

Membentuk atau menyempurnakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) SMSI.

Menyusun pelaksanaan Musyawarah Provinsi serta menyiapkan struktur kepengurusan baru.

Melaksanakan program prioritas dan keputusan Rakernas 2024 serta kebijakan pengurus pusat.

Sarman menegaskan seluruh tugas tersebut akan segera dijalankan, termasuk penyusunan struktur organisasi dan persiapan pelantikan kepengurusan baru.

Semua amanah dari Pengurus Pusat akan kami laksanakan sebaik mungkin. Termasuk menyusun struktur kepengurusan dan menyiapkan pelantikan pengurus SMSI Sulawesi Barat satu periode ke depan,” tutupnya.

Penunjukan ini menandai babak baru konsolidasi SMSI Sulbar dengan fokus pada penguatan organisasi, penataan keanggotaan, serta percepatan program strategis di daerah. (ZUL)

STIK Lemdiklat Polri Gelar Seminar UNIPOL, Dorong Transformasi Pendidikan Kepolisian di Era Digital

0

Jakarta , Redaksi.Co– Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri menggelar Seminar Sekolah bertema “UNIPOL: Menyiapkan Personel Polri yang Presisi” di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/4). Kegiatan ini menjadi forum dialog strategis yang mempertemukan pemangku kebijakan, akademisi, dan praktisi guna memperkuat arah kebijakan pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia Polri.

Seminar tersebut menekankan pentingnya transformasi pendidikan kepolisian agar mampu menjawab dinamika global, perkembangan teknologi, serta kompleksitas tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dosen Kepolisian Utama TK I STIK Lemdiklat Polri, Komjen Pol. (Purn) Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi masa depan Polri sekaligus refleksi peradaban bangsa.

“Polisi adalah refleksi peradaban bangsa. Dalam negara yang beradab, supremasi hukum, perlindungan HAM, transparansi, dan akuntabilitas menjadi kunci,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengembangan ilmu kepolisian harus bersifat lintas disiplin, adaptif, dan mampu menjawab perubahan zaman. Menurutnya, pendidikan kepolisian harus melahirkan insan Polri yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern.

“Pada pendidikanlah tergantung masa depan Polri. Polisi harus profesional berbasis ilmu kepolisian, cerdas, bermoral, dan modern agar mampu satu langkah lebih maju dari perubahan,” kata Chryshnanda.

Ia juga menegaskan pentingnya transformasi pemolisian di era digital.
“Pemolisian di era digital harus berkembang menjadi electronic policing dan forensic policing. Polisi harus menjadi penjaga kehidupan, membangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Dr. Habiburokhman, S.H., M.H. menyoroti urgensi percepatan reformasi Polri secara holistik, termasuk penguatan kurikulum pendidikan dan pemanfaatan teknologi.

“Kita mendorong percepatan reformasi Polri, termasuk perbaikan kurikulum pendidikan dan penguatan pendidikan hak asasi manusia serta pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPR mempertahankan posisi Polri tetap berada langsung di bawah Presiden sebagai bagian dari delapan poin percepatan reformasi Polri.

“Polri tetap di bawah Presiden langsung. Ini sikap tegas DPR berdasarkan konstitusi dan TAP MPR,” jelasnya.

Habiburokhman juga menyoroti fenomena no viral no justice sebagai dampak keterbukaan informasi di era digital.
“Fenomena itu wajar di era teknologi. Yang penting, ketika ada ketidakadilan yang viral, aparat merespons dan mencari solusi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menilai keterbukaan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Sejelek apa pun yang terjadi, kalau terbuka rakyat masih bisa memberi ruang kepercayaan. Senjata kita satu-satunya adalah keterbukaan,” ujarnya.

Seminar ini diharapkan menjadi ruang sinergi lintas sektor untuk merumuskan rekomendasi strategis penguatan pendidikan, manajemen SDM, serta reformasi birokrasi Polri guna menyiapkan personel yang adaptif, profesional, dan berintegritas di masa depan.

*Ketika Cinta Salah Waktu Naik Panggung: Debut Cemara Delapan Menggetarkan PPHUI”

0

Jakarta, Redaksi.Co – Malam itu, ruang pertunjukan di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail tak sekadar menjadi tempat pementasan, Ia berubah menjadi ruang batin—tempat emosi, kenangan, dan luka cinta berkelindan dalam satu tarikan napas panjang. Minggu (12/4/2026), Sanggar Teater Cemara Delapan menandai langkah perdananya melalui lakon Sayang Ada Orang Lain, sebuah karya yang berani mengulik sisi paling rapuh dari perasaan manusia.

Di tangan sutradara Eddy Dharmawanto, cerita ini tidak diposisikan sebagai drama romantis biasa, Ia menjelma menjadi potret getir tentang cinta yang hadir di waktu yang keliru—tentang pilihan yang tak pernah benar-benar hitam atau putih,Setiap adegan seperti mengajak penonton menelusuri lorong-lorong sunyi dalam diri sendiri.

Sejak lampu panggung pertama menyala, energi para pemain terasa mengalir tanpa jarak.

Dialog yang lirih namun tajam, berpadu dengan gestur yang jujur, menciptakan kedekatan emosional yang sulit dihindari, Penonton bukan hanya menyaksikan, tetapi ikut “terlibat”—seakan menjadi bagian dari konflik yang tersaji di atas panggung.

Menariknya, pementasan ini tidak larut dalam kesedihan semata,Sentuhan humor yang muncul di momen-momen tak terduga menjadi penyeimbang yang cerdas,Tawa yang pecah sesaat kemudian berubah menjadi hening yang dalam—menciptakan dinamika rasa yang membuat penonton tetap terpikat hingga akhir pertunjukan,
“Yang kami kejar bukan sekadar cerita, tapi pengalaman rasa,” ungkap Eddy usai pementasan, menegaskan visi artistik yang diusungnya.

Antusiasme penonton menjadi bukti bahwa pertunjukan ini berhasil menjangkau berbagai lapisan, Salah satunya datang dari Andi Mulyati Pananrangi,SE Ketua Umum Aliansi Jurnalis Bersatu, yang turut hadir dan memberikan apresiasi.

“Pertunjukan ini punya kedalaman emosi yang kuat, Tidak hanya menghibur, tapi juga mengajak kita bercermin,” ujarnya.

Dari sisi artistik, kesederhanaan justru menjadi kekuatan,Tata panggung yang minimalis dipadukan dengan permainan cahaya yang presisi mampu membangun suasana tanpa berlebihan, Setiap detail terasa diperhitungkan untuk mendukung narasi, bukan sekadar estetika.

Menjelang penutup, suasana berubah hangat,Batas antara pemain dan penonton mencair dalam interaksi yang penuh keakraban, Tawa, foto bersama, hingga obrolan santai menjadi penutup yang manis setelah perjalanan emosional yang intens.

Debut ini bukan sekadar awal, Ia adalah pernyataan,
Bahwa Sanggar Teater Cemara Delapan hadir dengan keberanian, kejujuran, dan visi yang jelas. Di tengah riuhnya kehidupan kota, mereka menawarkan sesuatu yang langka: ruang untuk merasakan kembali—bahwa cinta, sesulit apa pun bentuknya, selalu punya cerita untuk dibagikan.

IWOI DIY dan Purworejo Pererat Silaturahmi: Menjaga Integritas, Melawan Hoaks

0

PURWOREJO (Redaksi.co) – Semangat kolaborasi dan integritas jurnalisme menjadi warna utama dalam acara silaturahmi yang digelar oleh DPW Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DIY. Delegasi DPD IWOI dari Purworejo menghadiri acara. Senin, 13/04/26.

Bertempat di Gunung Kidul pada Senin, acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPW IWOI DIY, pengurus DPD IWOI se-Yogyakarta, serta beberapa delegasi dari DPD yang ada di Jawa Tengah.

​Ketua DPW IWOI DIY, Supriyono, dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Ia menegaskan bahwa kekuatan IWOI terletak pada soliditas anggotanya dalam menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

“IWOI Yogyakarta harus satu suara dalam kebenaran. Kita harus solid, bersama, bersatu, dan kompak. Tugas utama kita adalah memastikan bahwa setiap berita yang sampai ke tangan masyarakat adalah berita yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Supriyono dengan tegas.

​Senada dengan hal tersebut, Dewan Pembina DPW IWOI DIY, Sulistyo, mengingatkan para jurnalis yang tergabung dalam IWOI untuk senantiasa menjaga kepercayaan publik. Di tengah derasnya arus informasi digital, kejujuran menjadi aset paling berharga bagi seorang wartawan.

“Mari kita jaga kepercayaan masyarakat dengan mengangkat berita berdasarkan fakta nyata. Jangan sekali-kali kita mengangkat berita yang mengada-ada atau hoaks. Ingat, IWOI tidak ke mana-mana, tapi IWOI ada di mana-mana untuk mengawal kebenaran,” tambah Sulistyo.

BACA JUGA: Hadir Kembali, CFD Purworejo Fasilitasi Olahraga Hingga Layanan Publik Terpadu

​Pertemuan lintas provinsi ini juga menjadi momentum penting bagi DPD IWOI Purworejo untuk menyerap semangat positif tersebut. Ketua DPD IWOI Purworejo, Bin Darmanto, menyatakan kesiapannya untuk menerapkan nilai-nilai transparansi dan solidaritas di wilayahnya. Menurutnya, keterbukaan adalah kunci agar organisasi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas. (Wahid)