Kamis, Maret 19, 2026
Beranda blog Halaman 17

LSM Sapu Jagat NTB Kecam Aktivitas Tambang Batu Boulder di Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur

0
Kondisi salah satu area penambangan batu boulder di Pringgabaya

Lombok Timur, REDAKSI.CO [Minggu,08 Maret 2026] – Penambangan batu gajah (boulder) berdasarkan regulasi UU No. 4 Tahun 2009 dan perubahannya, tergolong dalam klasifikasi tambang galian Batuan atau Mineral Bukan Logam & Batuan (MBLB), yang mencakup batu kali, pasir, kerikil, dan tanah. Exploitasi penambangan yang dilakukan secara tak terkendali akan berdampak buruk bagi ekosistem dan keberlangsungan hidup masyarakat sekitarnya,demikian halnya aktifitas tambang yang beroperasi di kawasan perbukitan Wilayah Kecamatan Pringgabaya saat ini mendapat sorotan tajam dari LSM Sapu Jagat NTB.

Hasil investigasi LSM Sapu Jagat NTB ke salah satu wilayah penambangan batu gajah (boulder) di Desa Labuan Lombok Kecamatan Pringgabaya didapatkan bahwa aktifitas tambang tidak dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku bahkan diduga ada kegiatan yang tidak memiliki izin operasional resmi atau illegal.

Ketua LSM Sapu Jagat NTB Ahmad Pauzan mengeluhkan aktifitas pertambangan batu boulder saat ini memiliki dampak lingkungan yang masif terhadap masyarakat setempat, baik dampak fisik langsung maupun dampak lingkungan sosial.

Menurutnya, aktifitas  pertambangan ini menyebabkan kerusakan ekosistem terutama di area perbukitan, menyebabkan hilangnya vegetasi, kerusakan tanah, bahkan jika tidak dilakukan reklamasi pasca tambang maka sebagian besar bekas lubang penggalian yang dalam dan luas ini, akan meningkatkan risiko tanah longsor dan erosi yang dapat mengancam keselamatan warga sekitar.

“Selain merusak lingkungan juga kegiatan penambangan ini telah meresahkan masyarakat akibat adanya polusi debu dan  menimbulkan kerusakan parah jalan yang ada akibat mobilisasi pengangkutan batu boulder  menggunakan truk yang melintasi kawasan pemukiman warga bahkan jika kondisi ini dibiarkan berlanjut akan mengancam keselamatan pengguna jalan” paparnya.

Ketua LSM Sapu Jagat NTB, Ahmad Pauzan,saat ditemui di ruang kerjanya.

Guna memastikan dan mengawasi kegiatan penambangan tersebut serta dampak yang ditimbukannya, maka LSM Sapu Jagat NTB akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkompoten serta meminta kepada Pemerintah Daerah Kabutaten Lombok Timur dan Provinsi NTB serta aparat kepolisian segera menertibkan penambangan batu boulder dimaksud.

Menurut Ahmad Pauzan hukum harus ditegakan dan penambangan ilegal harus ditindak secara tegas tanpa pandang bulu.  “Langkah ini perlu dilakukan mengingat amanah undang-undang yang menegaskan bahwa setiap ada pengeluaran komoditas bahan galian dari aktivitas penataan lahan, harus memiliki izin, termasuk reklamasi pasca tambang, untuk memulihkan kembali lahan yang telah dieksploitasi” imbuhnya. (023)

Muhibah Ramadan: Merajut Silaturahmi, Memperkuat Spirit Gotong Royong Menuju Sukabumi Mubarakah

0

Oleh : Aam Abdul Salam, Presidium KAHMI Sukabumi, Penasehat PWI Kab.Sukabumi dan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi.

REDAKSI.CO, SUKABUMI || Gema selawat dan suasana hangat menyelimuti kegiatan Muhibah Ramadan 1447 H (tahun 2026) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Lebih dari sekadar agenda tahunan, momen ini menjadi panggung refleksi dan evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati H. Asep Japar (Asjap) dan Wakil Bupati H. Andreas yang resmi dilantik pada 20 Februari 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan di berbagai titik, seperti Pondok Pesantren Modern Assalam Warungkiara dan Masjid Besar Al-Misbahul Huda Simpenan, menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyapa langsung pemimpin mereka. Bupati Asjap menegaskan bahwa Muhibah Ramadan adalah instrumen penting untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung demi perbaikan pelayanan publik di masa depan.

Dalam setiap kunjungannya, Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan progres nyata dari visi Sukabumi yang Mubarakah (Mandiri, Religius, Inovatif, dan Sejahtera). Beberapa pencapaian gemilang dalam satu tahun pertama meliputi:

Penurunan Angka Kemiskinan: Berhasil ditekan hingga mencapai angka 6,41 persen.

Pendidikan & Kesejahteraan: Peluncuran program Beasiswa Unggulan untuk menciptakan Generasi Emas serta penyelesaian ratusan unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Ketahanan Pangan: Capaian swasembada pangan yang terus didorong sebagai agenda strategis nasional.

Muhibah Ramadan kali ini mengusung misi besar untuk memperkuat spirit gotong royong. Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh agama hingga pemuda—untuk menjaga persatuan yang telah menjadi modal utama keberhasilan pembangunan selama setahun terakhir.

“Kegiatan Muhibah Ramadan bukan sekadar seremoni, tapi jalan silaturahmi dan ikhtiar kita bersama untuk membangun Sukabumi yang lebih baik ke depan,” ujar Bupati Asjap di sela kegiatannya. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan terus mengalir, seiring dengan berbagai program bantuan sosial seperti penyaluran sembako dan hadiah umrah yang juga mewarnai rangkaian acara.

Melalui Muhibah Ramadan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi juga dari eratnya hubungan antara pemimpin dan rakyatnya dalam balutan nilai-nilai religius dan nilai nilai kebangsaan.***

EDITOR : OPIK

Ritual Gelap di Balik Pesta Desa, Film Horor “Hajatan Setan” Siap Guncang Bioskop Indonesia

0

Jakarta, Redaksi.Co – Industri film horor Tanah Air kembali memanaskan persaingan layar lebar dengan hadirnya karya terbaru berjudul Hajatan Setan. Film yang diproduksi oleh MBK Productions bersama Drias Film dan didistribusikan secara internasional oleh Mockingbird Pictures ini digadang-gadang menjadi salah satu film horor paling mencuri perhatian tahun 2026.

Mengangkat kisah ritual desa yang penuh misteri dan rahasia turun-temurun, Hajatan Setan tidak hanya menawarkan teror supranatural, tetapi juga menghadirkan konflik sosial yang kuat di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.

Film ini diproduseri oleh Budi Yulianto sebagai produser eksekutif dan Rendy Gunawan sebagai produser, Sementara itu kursi sutradara dipercayakan kepada Bambang Drias bersama Eko Kristianto, Untuk penggarapan cerita, tim penulis yang terdiri dari Andhy Pulung, B.W. Purba Negara, Vidya T, Ariestya, serta Novia Anggi meramu naskah dengan pendekatan folk horror yang kental dengan nuansa budaya lokal.

Hajatan Setan menampilkan deretan aktor dan aktris ternama yang memberikan warna kuat pada film ini, di antaranya Ari Irham, Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Tanta Ginting, Indra Birowo, Asri Welas, Bima Zeno, Karina Suwandi, hingga Sita Permata Sari.

Cerita film ini berpusat pada kepulangan seorang perempuan muda ke desa tempat ia dilahirkan setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halaman. Namun, kepulangan tersebut justru membuka tabir masa lalu yang selama ini tersembunyi.

Peristiwa demi peristiwa aneh mulai terjadi di desa tersebut, Warga yang sebelumnya hidup damai perlahan diliputi ketakutan dan kecurigaan. Tradisi hajatan yang selama ini dianggap membawa kemakmuran bagi desa, perlahan memperlihatkan sisi gelap yang tak pernah terungkap.

Aktris Asri Welas mengaku merasakan pengalaman berbeda selama terlibat dalam proyek film ini, Menurutnya, naskah Hajatan Setan memberikan sensasi horor yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga menyentuh sisi psikologis.

“Saya langsung merinding saat pertama membaca naskahnya, Judulnya saja sudah terasa menyeramkan, Hajatan biasanya identik dengan kebahagiaan, tapi di film ini justru menjadi sumber teror,” ujarnya.

Sementara itu, Ari Irham menilai kekuatan utama film ini terletak pada kedekatan cerita dengan realitas sosial yang sering terjadi di masyarakat.

“Horornya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita. Ada tekanan sosial, trauma masa lalu, dan konflik batin yang membuat cerita ini terasa lebih nyata,” kata Ari.

Ia menambahkan bahwa konsep cerita Hajatan Setan berangkat dari pertanyaan sederhana namun mendalam tentang makna di balik sebuah tradisi yang selama ini dipercaya membawa berkah bagi masyarakat.

Tim produksi juga menegaskan bahwa film ini dirancang dengan pendekatan realistis agar penonton dapat merasakan atmosfer mencekam yang lebih kuat.

“Kami ingin penonton merasa bahwa kisah ini bisa saja terjadi di sekitar mereka. Ketika sebuah tradisi dipercaya membawa kemakmuran, tetapi ada pengorbanan di baliknya, di situlah kengerian yang sesungguhnya muncul,” ungkap pihak produksi.

Dengan balutan atmosfer desa yang penuh misteri, ritual mistis yang menegangkan, serta konflik emosional para karakternya, Hajatan Setan diprediksi menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling dinanti tahun ini.

Tak hanya menyasar pasar domestik, film ini juga diproyeksikan menembus pasar internasional melalui kerja sama distribusi dengan Mockingbird Pictures.

Jika selama ini hajatan identik dengan perayaan dan kebahagiaan, Hajatan Setan justru menghadirkan sisi lain yang kelam—sebuah pesta yang menyimpan rahasia mengerikan dan teror yang tak pernah benar-benar usai.

Gelar Ramadan Berbagi, PGRI Palabuhanratu Bersama Forkopimcam Tebar Takjil dan Santuni Anak Yatim

0

Redaksi.co, Sukabumi || Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Palabuhanratu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Palabuhanratu. Melalui kegiatan bertajuk “Ramadan Berbagi: Menyebar Kebaikan, Mempererat Silaturahmi”, menggelar aksi sosial berupa pembagian takjil gratis serta santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran PGRI, Forkopimcam Palabuhanratu, mitra dapur SPPG se-Kecamatan Palabuhanratu, hingga dukungan dari Bank BJB.

Aksi sosial diawali dengan kegiatan “Takjil on the Road” yang dilaksanakan di kawasan Lampu Merah Jalan Cagak, Palabuhanratu. Dalam kegiatan ini, para pengurus dan anggota PGRI bersama unsur Forkopimcam turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Setelah kegiatan berbagi takjil, rangkaian acara dilanjutkan dengan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa yang digelar di Masjid Agung Palabuhanratu. Suasana kebersamaan dan kepedulian tampak terasa ketika para penerima santunan berkumpul bersama para pengurus PGRI dan tamu undangan.

Ketua PGRI Cabang Palabuhanratu, Febri Bayu Nugraha, S.Pd, yang memimpin langsung kegiatan tersebut menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian para guru terhadap masyarakat di bulan penuh berkah.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini kami Pengurus Cabang PGRI Palabuhanratu bersama Forkopimcam dan juga mitra SPPG dapat melaksanakan kegiatan berbagi takjil gratis on the road sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa,” ujar Febri Bayu Nugraha saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, seluruh bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut berasal dari donasi dan partisipasi aktif para anggota PGRI yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.

Menurutnya, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada seluruh anggota PGRI yang telah berpartisipasi, juga kepada mitra SPPG, Bank BJB, serta Forkopimcam yang telah ikut terlibat dan mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan apa yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Bayu menambahkan, kegiatan sosial seperti ini menjadi bagian dari komitmen PGRI Palabuhanratu untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bidang pendidikan tetapi juga dalam aksi-aksi kemanusiaan.

“Melalui kegiatan Ramadan berbagi ini, kami berharap kehadiran PGRI Palabuhanratu dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, serta mampu mempererat tali silaturahmi antara guru, pemerintah, dan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus menebar kebaikan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah. (Ujang Supiyandi)***

Editor : OPIK

Wajah Baru PC. HUDA Kecamatan Meureubo Yang Di Lantik Oleh Ketua PW . HUDA Aceh Barat

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Ketua PW HUDA Aceh Barat melantik Pengurus baru Pengurus Cabang Himpunan Ulama Dayah Aceh (PC HUDA) Kecamatan Meureubo Pada malam ke 18 Ramadhan yang berlangsung di Mushalla Pasantren Ruhul Qur’ani Gampong Lapang pada Sabtu, 07/3/2026

Di hari yang sama ketua Pengurus Besar (PB HUDA ) Aceh Dr. Abiya Anwar Usman, S.Pd.i, M.M Melantik Pengurus baru PW HUDA Aceh Barat pada sore hari di Dayah/Pesantren Ruhul Qur’ani

Ketua PW HUDA baru Abu H. Abdurraman Amin malam harinya Melantik pengurus baru PC HUDA kecamatan meureubo ditempat yang sama Musholla Dayah Ruhul Qur’ani, yang mengisi jabatan di PC HUDA sebagai yakni:

1. Ketua :Tgk. Roza Ardiansyah

2. Wakil ketua:Tgk Sayuti Malik Sebagai

3. Sekretaris :Tgk Hasyim

4. Bendahara :Tgk Rizal Efendi

Ketua PC HUDA baru Tgk Roza Ardiansyah mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan untuk menakhodai pengurus Cabang Huda Kecamatan Meureubo

“Alhamdulillah PW HUDA Aceh Barat yang sudah melantik dan memberikan kepercayaan kepada kami sebagai pengurus baru PC HUDA kecamatan Meureubo, mudah mudahan amanah ini bisa kami laksanakan dengan sebaik mungkin,

Ia juga menambahkan selaku pengurus yang baru pihaknya meminta dukungan dari berbagai pihak untuk mendukung agar kedepan bisa melaksanakan tugas dengan baik

“Kami minta doa dan dukungan dari Guru pesantren, dari tokoh tokoh masyarakat dan masyarakat kecamatan meureubo agar bisa jaya PC HUDA ini ditangan kami,dan kami berharap kedepannya bisa membawa perubahan dalam bidang syariat islam di Kecamatan Meureubo ini” Pungkasnya****

Bupati Tarmizi Hadiri Pelantikan PW. HUDA Aceh Barat Masa Khidmad 2026 – 2031

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM menghadiri kegiatan pelantikan Pengurus Wilayah Himpunan Ulama Dayah Aceh (PW HUDA) Aceh Barat masa khidmat 2026 – 2031 di Dayah Ruhul Qurani pada Sabtu 7/3/2026

Tarmizi kata sasambutannya,mengucapkan terimakasih kepada para ulama dayah di Kabupaten Aceh Barat yang selama ini telah bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda).

“Begitu pertama kami dilantik langkah pertama yang kami lakukan adalah bersama para ulama untuk membahas arah syariat Islam kedepan dan ada beberapa rekomendasi yang lahir untuk kita jalankan bersama,” kata Tarmizi.

KataTarmizi, tantangan yang dihadapi saat ini sangat banyak dan sangat dahsyat baik itu narkoba, aliran sesat, judi dan kriminal yang luar bias. jika dibiarkan dan jika diharapkan kepada pemerintah saja maka ini tidak akan selesai tanpa adanya kolaborasi dam sinergi antara ulama dan seluruh tokoh masyarakat untuk peduli terhadap daerah.

“Seperti selama ini ada yang berharap kepada pemerintah atau bupati untuk bisa menindak tegas kadang – kadang hal yang melanggar aturan, bupati cuma ada Polisi dan Satpol PP
tidak lebih dari itu,” katanya.

Selama ini kata Tarmizi, para ulama selalu mengingatkan dan memberikan nasehat kepada Pemda Aceh Barat terkait Syariat Islam.

“Ini harus kita dengar, Samikna Waatokna kepada nasehat para ulama, kalau kita abaikan maka akan rusak, oleh karena itu semua masukan kita tidak akan pernah tersinggung. Justeru bagaimana cara ulama dayah dengan Mudab, seluruh santri dan pemerintah bisa bersinergi maka cita – cita kita bersama bisa terwujud,” tutupnya ****

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Purworejo Tanam Jagung Serentak di Desa Kalimiru

0

PURWOREJO || Redaksi.coPolres Purworejo melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I pada Sabtu (7/3/2026) pukul 15.30 WIB di lahan bengkok Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penanaman jagung serentak yang digelar oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional. Secara nasional, kegiatan tersebut dipusatkan di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, dan dipimpin langsung oleh Listyo Sigit Prabowo. Seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui Zoom Meeting.

BACA JUGA: Momentum Milad ke-8 PPKP: Perkuat Solidaritas dan Kepedulian di Bulan Suci

Di Kabupaten Purworejo, penanaman jagung dilakukan di lahan pertanian seluas sekitar 2 hektare dengan menggunakan bibit jagung jenis Bisi 2.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom, Bupati Purworejo yang diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., Camat Bayan Yeni Astuti, Kepala Desa Kalimiru Agung, S.P., serta perwakilan kelompok tani Desa Kalimiru.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Penanaman jagung ini diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Purworejo,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Purworejo bersama pemerintah daerah dan kelompok tani berkomitmen untuk terus bersinergi dalam meningkatkan produksi pertanian sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. (*)

Sumber: Si Humas Polres Purworejo

Publisher: Wahidun

Momentum Milad ke-8 PPKP: Perkuat Solidaritas dan Kepedulian di Bulan Suci

0

PURWOREJO | Redaksi.coKomunitas Persaudaraan Pedagang Keliling Purworejo (PPKP) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-8 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Acara syukuran ini digelar pada Jumat, 6 Maret 2026, bertempat di kediaman Bapak Agus Miwanto, Wakil Ketua PPKP, di Desa Tambakrejo.

​Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga wadah penting untuk mempererat tali silaturahmi antar pedagang keliling dari berbagai penjuru Kabupaten Purworejo. Dalam suasana yang guyub, para anggota saling berbagi pengalaman serta mendiskusikan strategi untuk meningkatkan kualitas usaha mandiri mereka.

Peringatan Milad ke-8 ini diisi dengan berbagai agenda yang bermanfaat, mulai dari:

  • Seremoni: Potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur.
  • Organisasi: Kegiatan arisan rutin dan pembahasan program kerja komunitas ke depan.
  • Edukasi: Sesi pengisian materi dari narasumber berpengalaman untuk pengembangan wawasan pedagang.
  • Aksi Sosial: Penyerahan santunan kepada anak yatim, pembagian takjil kepada masyarakat, serta diakhiri dengan buka puasa bersama.

BACA JUGA: Sapa Ramadhan, Kader Fatayat NU Bayan Bagikan 1.500 Paket Takjil Gratis

Ketua PPKP, Bapak Agus Riyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota yang telah menjaga eksistensi komunitas selama sewindu ini.

​”Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan luar biasa dari seluruh anggota. Mari kita jadikan momentum Milad ke-8 ini untuk terus memperkuat solidaritas dan meningkatkan kualitas usaha kita bersama,” ujar Bapak Agus Riyanto.

​Senada dengan hal tersebut, Bapak Agus Miwanto selaku tuan rumah sekaligus Wakil Ketua PPKP, menekankan pentingnya kolaborasi dalam komunitas.

​”Mari kita bangun komunitas yang solid dan sukses. Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang baik, kita pasti bisa mencapai hal-hal yang lebih positif ke depannya. PPKP: Jaya, Jaya, Jaya!” pungkasnya.

​Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh jajaran pengurus inti, termasuk Sekretaris dan Bendahara, serta anggota PPKP yang datang dari berbagai wilayah di Purworejo. (WS)

Liputan: Wahid Yanto

Setahun Tina–Yuki Memimpin Mamuju, Pemkab Gelar Syukuran dan Buka Puasa Bersama

0

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju menggelar syukuran dan buka puasa bersama sebagai refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Sitti Sutinah Suhardi bersama Wakil Bupati Yuki Permana, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sapota, dirangkaikan dengan syukuran ulang tahun ke-42 Bupati Mamuju yang dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, para kepala OPD, pimpinan BUMN, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

Momentum kebersamaan di bulan suci Ramadan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi atas perjalanan satu tahun pemerintahan pasangan Tina–Yuki dalam membangun Kabupaten Mamuju.

Dalam sambutannya, Sitti Sutinah Suhardi menyampaikan rasa syukur atas perjalanan satu tahun kepemimpinan yang telah dijalani bersama Wakil Bupati serta seluruh jajaran pemerintah daerah.

Alhamdulillah, tidak terasa satu tahun perjalanan pemerintahan ini telah kita lalui. Dalam menjalankan amanah masyarakat, saya bersama Wakil Bupati Yuki Permana terus membangun kolaborasi dan kerja sama yang kuat. Kami saling melengkapi untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, selama satu tahun terakhir berbagai program pembangunan terus didorong untuk mewujudkan visi Mamuju Keren, meskipun di tengah berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran daerah.

Beberapa program sudah berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Namun kami juga menyadari masih ada agenda pembangunan yang belum sepenuhnya terlaksana. Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan, doa, dan kebersamaan seluruh masyarakat agar pemerintahan ini terus bergerak maju dan memberikan hasil yang lebih baik bagi daerah kita,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Yuki Permana menyampaikan kebanggaannya dapat mendampingi Bupati Mamuju dalam menjalankan amanah masyarakat.

Saya merasa bangga dapat bersama Ibu Bupati melaksanakan amanah yang diberikan masyarakat Mamuju. Kami berkomitmen untuk terus bekerja dan memastikan janji-janji yang telah disampaikan kepada masyarakat dapat diwujudkan secara bertahap pada tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati juga menyerahkan empat unit ambulans kepada sejumlah kepala desa, salah satunya Kepala Desa Losso. Penyerahan ini merupakan bagian dari realisasi program unggulan “Satu Desa Satu Ambulans” yang menjadi bagian dari visi pembangunan Mamuju Keren.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat serta mempercepat penanganan keadaan darurat di wilayah pedesaan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Hajrul Malik yang mengajak seluruh hadirin menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan, kebersamaan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Suasana penuh kekeluargaan semakin terasa saat seluruh tamu undangan mengikuti doa bersama menjelang waktu berbuka puasa. Kebersamaan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Harsina Suhardi bersama keluarga besar Bupati, yang menambah nuansa hangat dalam momentum refleksi satu tahun kepemimpinan tersebut.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong percepatan pembangunan daerah demi mewujudkan Mamuju yang maju, sejahtera, dan semakin keren bagi seluruh masyarakatnya. (ZUL)

Hadiri Malam Nuzulul Qur’an, Bupati Fakfak Ingatkan Pentingnya Mengamalkan Nilai Al-Qur’an.

0

Fakfak, Redaksi.co – Bupati Fakfak menghadiri kegiatan peringatan malam Nuzulul Qur’an yang digelar di Kabupaten Fakfak pada Sabtu (07/03/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan sambutan di hadapan para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Fakfak ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Fakfak, pimpinan dan anggota DPRK Fakfak, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPR Papua Barat, para pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Fakfak menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk kembali memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup bagi umat manusia. Selain sebagai Al-Huda (petunjuk), Al-Qur’an juga menjadi Al-Furqan yang membedakan antara yang benar dan yang batil, serta sebagai cahaya penerang bagi manusia dalam menjalani kehidupan.

“Dengan petunjuk Al-Qur’an, manusia dapat berjalan di jalan yang lebih terang dan lebih tepat,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Bupati juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun yang terbagi dalam dua fase, yakni fase Makkiyah dan Madaniyah. Seluruh wahyu tersebut kemudian dibukukan menjadi 30 juz yang di dalamnya membahas berbagai persoalan kehidupan, baik terkait keimanan maupun masalah sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, konsep pertama dari turunnya Al-Qur’an yang diawali dengan perintah “Iqra” memiliki makna yang sangat luas, yakni tidak hanya membaca secara harfiah, tetapi juga memahami dan memaknai berbagai fenomena kehidupan sebagai bagian dari ayat-ayat Allah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fakfak juga menyampaikan apresiasi kepada para guru Taman Pengajian Al-Qur’an yang telah berperan dalam membimbing generasi muda agar mampu membaca Al-Qur’an serta memahami ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya sekadar dibaca dan diimani, tetapi harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata agar tercipta kedamaian, kebersamaan dan kerukunan di tengah masyarakat.

Di akhir sambutannya, Bupati Fakfak mengajak seluruh umat Muslim di Fakfak, mulai dari Karas hingga Tomage, untuk meningkatkan frekuensi membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an selama bulan suci Ramadan.

“Melalui momentum peringatan Nuzulul Qur’an ini, mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup agar kehidupan kita semakin diwarnai oleh nilai-nilai Al-Qur’an,” pungkasnya