Senin, Maret 16, 2026
Beranda blog

Pemuda Nahdlatul Wathan Praya Timur Santuni Anak Yatim dan Bagikan Takjil di Bulan Ramadan

0

Pemuda Nahdlatul Wathan Praya Timur Santuni Anak Yatim dan Bagikan Takjil di Bulan Ramadan

LOMBOK TENGAH — Redaksi.co Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) Kecamatan Praya Timur. Bersama seluruh badan otonom organisasi, mereka menggelar kegiatan santunan anak yatim sekaligus pembagian takjil kepada masyarakat pada Sabtu (15/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut dipusatkan di Kantor Camat Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, kepedulian, serta kehangatan Ramadan.

Acara ini menjadi momentum silaturahmi bagi seluruh kader dan badan otonom Nahdlatul Wathan se-Kecamatan Praya Timur yang turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan, khususnya dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yatim.

Ketua Pemuda Nahdlatul Wathan Praya Timur, Muhammad Zulkarnai, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial organisasi terhadap masyarakat.

Santunan anak yatim dan berbagi takjil ini adalah wujud kepedulian kami kepada sesama. Semoga dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari tokoh pemuda Nusa Tenggara Barat, Haikal Firmansyah, yang dikenal sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemuda Inspirator NTB. Kehadirannya menjadi simbol dukungan terhadap gerakan sosial yang digagas para pemuda Nahdlatul Wathan di Praya Timur.

Selain penyerahan santunan, para pemuda juga turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat dan para pengendara yang melintas di sekitar wilayah Praya Timur. Aksi tersebut disambut antusias warga yang merasakan langsung manfaat kegiatan.

Acara berlangsung dengan khidmat sekaligus hangat, menggambarkan kuatnya nilai solidaritas dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Pemuda Nahdlatul Wathan Praya Timur berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pemuda, sehingga mampu memberikan dampak positif yang lebih luas.

Sumber: Media Nasional Investigasi — Redaksi.co

Jurnalis: Abach Uhel

WOOW,,Rehabilitasi Kolam BBI Kab, Rejang Lebong, Diduga Menjadi Ladang Korupsi Berjamaah

0

Rehabilitasi Kolam BBI Kab, Rejang Lebong, Diduga Menjadi Ladang Korupsi Berjamaah

‎Redaksi.co 15-Maret-2026- Rejang Lebong,- Beredar informasi Tentang Paket Proyek jatah Oknum Aparat Penegak Hukum, sehingga meski di kerjakan dengan asal jadi tak sesuai spesifikasi dan belum selesai 100 persen, namun Proses Pembayaran berjalan mulus tanpa hambatan hingga 100 persen



‎”Seperti keluhan warga Padang Ulak Tanding berinisial BS, kepada awak media dirinya mengatakan, “Proses Pekerjaan di lakukan tak sesuai Spesifikasi, dimana pihak Perusahaan Pelaksana Kegiatan,  sa’at melakukan proses pekerjaan tidak menggunakan Redimix Mikser, yang diproduksi di batching plant,  melainkan Redimix Buatan yang mana tanpa suatu pengawasan secara ketat saat proses adukan pada truk mixser”.ujarnya



‎”Perlu di pahami Beton ready mix adalah beton siap pakai yang dibuat di pabrik atau diproduksi di batching plant,  campuran dan juga mutu yang sudah terukur, lalu dikirim ke lokasi proyek menggunakan truk mixer’tuturnya

‎”Beredar informasi di tengah Masyarakat bahwa Kegiatan Rehabilitasi Kolam BBI  Blumai merupakan Jatah Paket Proyek untuk Oknum Aparat Penegak Hukum, maka sangatlah wajar apa bila pekerjaan di lakukan asal jadi dan belum 100 persen, sementara sistem pembayaran lancar 100 persen”tutupnya

‎Sementara Amrul Ebi, sebagai Pengguna Anggaran telah di pindah tugaskan dikantor Camat Curup Utara, terkesan kesengajaan agar terhindar dari mata publik

Kita dari pihak media telah mengkonfirmasi lewat WA  kepada pak Amrul Ebi tidak pernah di respon dan ada tanggapan, Dan kita telah mendatangi ke kediamannya beliau menghindar dan tidak keluar dari rumah tanpa alasan,,di jawab sama anak dari pak ebi bapak ada tapi tidak bisa di temui dengan nada sinis,
‎Rilis (CIKAK)

Tangis Haru Iringi Pemakaman Brigpol Rajamang, Bhayangkara Polres Mateng Dilepas dengan Penghormatan Terakhir

0

Redaksi.co MATENG : Suasana duka dan haru menyelimuti prosesi pemakaman Brigpol Rajamang (NRP 81060740), personel BA Sat Samapta Polres Mamuju Tengah Polda Sulawesi Barat. Anggota Polri tersebut dimakamkan secara kedinasan pada Minggu, 15 Maret 2026 pukul 09.00 WITA, sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Upacara pemakaman berlangsung khidmat di pemakaman keluarga Dusun Lembang Tumbu, Desa Gunturu, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. Prosesi tersebut menjadi momen penuh haru bagi keluarga, rekan sejawat, serta masyarakat yang hadir untuk mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir.

Upacara dipimpin oleh Kompol Syamsul Bahri, S.Sos., M.M selaku Inspektur Upacara, dengan AKP Muh Ali, S.Pd.I bertindak sebagai Perwira Upacara. Prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada dinas Kepolisian dilakukan oleh Ipda Muhammad Jusri, sementara komando upacara pemakaman dipimpin oleh Ipda Ashar, S.Sos.

Sejumlah personel dari Polres Bulukumba, Polsek Herlang, dan Polsek Kajang turut hadir bersama Bhayangkari, keluarga besar almarhum, serta para pelayat yang datang memberikan doa dan penghormatan terakhir.

Sepanjang prosesi, suasana haru begitu terasa. Isak tangis keluarga dan rekan sejawat pecah saat jenazah almarhum dilepas menuju liang lahat. Penghormatan terakhir diberikan sebagai simbol penghargaan atas dedikasi dan pengabdian Brigpol Rajamang selama menjalankan tugas sebagai Bhayangkara.

Upacara pemakaman kedinasan ini menjadi bukti nyata solidaritas serta penghargaan institusi Polri kepada setiap anggotanya yang telah setia mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga prosesi pemakaman selesai dilaksanakan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Polri dan seluruh pihak yang mengenal almarhum. (ZUL)

Gubernur Ansar Ahmad Tinjau Arus Pemudik Di Beberapa Titik Pelabuhan Di Batam

0

 

Redaksi.co | Batam – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meninjau langsung keberangkatan para pemudik yang menggunakan kapal KM Kelud tujuan Belawan, Sumatera Utara, di Pelabuhan Bintang Persada 99 Batu Ampar, Kota Batam, Sabtu (14/3/2026) siang

Gubernur Ansar bersama rombongan menaiki kapal dan melihat secara langsung kesiapan layanan bagi para penumpang yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun 2026.

Gubernur Ansar bahkan sempat berdialog dengan sejumlah pemudik. Ia menanyakan tujuan perjalanan, harga tiket, hingga proses pembelian tiket yang mereka lakukan. Ansar juga berpesan agar para penumpang selalu menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan hingga tiba di kampung halaman.

“Semoga bapak dan ibu semua dapat menikmati perjalanan mudiknya, mendapatkan pelayanan yang baik selama berada di kapal, serta sampai dengan selamat di kampung halaman untuk berkumpul dan merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Ansar juga meninjau berbagai fasilitas yang tersedia di kapal dengan berkeliling ke sejumlah dek untuk memastikan kenyamanan dan kesiapan pelayanan bagi para penumpang.

Pada pelayaran kali ini, KM Kelud yang melayani rute Batam–Belawan mengangkut sekitar 3.500 penumpang. Para penumpang terbagi dalam beberapa kelas layanan, mulai dari kelas 1A dan 1B, kelas 2A dan 2B, kelas ekonomi, hingga penumpang non-seat yang menempati area koridor kapal.

Secara umum, Gubernur Ansar menilai proses pelayanan bagi para pemudik berjalan dengan baik, mulai dari kedatangan penumpang di pelabuhan, proses pemeriksaan dokumen perjalanan, hingga proses naik ke atas kapal.

“Secara keseluruhan proses pelayanan bagi para pemudik berjalan lancar, mulai dari kedatangan di pelabuhan, ruang tunggu keberangkatan, pemeriksaan dokumen perjalanan, hingga proses naik ke dalam kapal,” ungkap Ansar.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Asep Syafrudin, Panglima Komando Daerah Maritim IV Batam Berkat Widjanarko, Komandan Korem 031/Wira Pratama Bambang Herqutanto, perwakilan Jasa Raharja Provinsi Kepri, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. (Nanang AS)

 

Ratusan Kelompok Rentan 3B Di Desa Aik Darek Lombok Tengah Terabaikan MBG, Resiko Stunting Meningkat !

0
potret salah satu sudut aktifitas posyandu di Desa Aik Darek

Lombok Tengah, REDAKSI.CO [Minggu,15 Maret 2026] – Kebijakan Badan Gizi Nasional melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita, ibu hamil, dan menyusui (3B) adalah prioritas nasional yang bertujuan agar mempercepat penurunan stunting melalui intervensi gizi langsung. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diberikan kouta untuk melayanan kelompok rentan 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui) maksimal 500 orang. Namun kenyataannya dilaporkan bahwa hingga saat ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Desa Aik Darek Kabupaten Lombok Tengah, gagal melayani kelompok prioritas 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui.

Dan akibatnya, nutrisi spesifik yang dibutuhkan langsung oleh ratusan penerima manfaat, di desa tersebut kurang terpenuhi dan keadaan ini tentunya dapat mengancam serta memicu angka risiko stunting tetap tinggi.

Saat ditemui Redaksi.Co di rumah kediamannya Kepala Desa Aik Darek, Suhardi,S.Pd mengatakan berdasarkan data yang ada saat ini bahwa jumlah penerima manfaat 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) sebanyak 861 orang terdiri dari balita 716 orang, ibu hamil 67 orang dan ibu menyusui 78 orang,

”Adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tentunya sangat membantu terutama dalam memenuhi kebutuhan asupan gizi bagi warga kami khususnya bagi balita, ibu hamil, dan menyusui (3B) dan kami atas nama masyarakat Desa Aik Darek akan mendukung sepenuhnya agar program mulia ini berjalan dengan sukses” terangnya

Menanggapi informasi tidak terlayani Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok prioritas 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) yang tersebar di 13 (tiga belas) titik posyandu yang ada “Memang benar warga kami penerima manfaat 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) tersebut belum pernah menerima MBG” ujar Suhardi .

“Hal ini dikarenakan bahwa sejak dimulai beroperasinya SPPG di Aik Darek hingga saat ini Pihak SPPG belum berkoordinasi secara resmi dengan Pemerintah Desa, Kepala Dusun bersama Posyandu yang ada, bahkan kami sangat berharap kelompok 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) bisa segera terlayaninya MBG”.imbuhnya.

“Oleh karenanya sebulan yang lalu kami telah berupaya mengambil langkah inisiasi untuk melakukan pertemuan dengan pihak SPPG agar dapat duduk satu meja guna membahas berbagai kendala yang dihadapi dilapangan diantaranya adalah meminta kejelasan mengenai dasar hukum penetapan insentif bagi para kader posyandu termasuk nominal insentif yang diberikan sebesar RP.1.000,- per penerima manfaat termasuk pula membahas mengenai rencana alokasi dan pola pendistribusian penerima manfaat 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) yang merata dan adil bagi setiap SPPG yang ada, namun agenda tersebut hingga saat ini belum dapat terlaksana akibat belum mendapatkan tanggapan dari pihak SPPG” tegasnya.

Kades Aik Darek Suhardi,S.Pd saat ditemui dikediamannya

Munculnya polemik ini akibat belum terlayaninya sasaran 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) di Desa Aik Darek, salah seorang Kepala SPPG Aik Darek III tepatnya berlokasi di Dusun Dasan Cermen, Lalu Panca Wangsa Kalisahak mengaku terhambatnya pelayanan khusus bagi penerima manfaat 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) disebabkan karena adanya tuntutan dari para kepala dusun yang meminta kepada kami agar mereka juga diberikan insentif seperti halnya insentif bagi kader posyandu.

“Menurut Keputusan Kepala BGN RI Nomor 401.1 Tahun 2025 Tentang Petunjuk Tehnis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026, berdasarkan Lampiran I BAB.IV Point 4.7.2 huruf (h) dalam keputusan ini menyebutkan bahwa Insentif kader Posyandu dan kader lainnya untuk distribusi MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita (LihatLampiran 26). Yang dimaksud dengan biaya Insentif kader adalah biaya yang dikeluarkan khusus untuk kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui dan balita, yang besarannya dengan rata-rata Rp1.000/penerima manfaat per hari operasional. Dengan demikian jelas bahwa yang boleh menerima insentif hanya kader posyandu selain itu tidak mendapatkan insentif” ujarnya

“Namun demikian mengenai kejadian ini telah kami laporkan keatasan baik Koordinator Kecamatan Batukliang dan Koordinator Wilayah Lombok Tengah, untuk mendapatkan arahan serta solusi tindaklanjutnya agar supaya penerima manfaat 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) dapat segera kami layani segera dalam waktu dekat ini” terangnya ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsApp.(023).

AJV Dorong Solusi Penangkapan Uap Beracun di SPBU Lewat Diskusi Publik

0

Jakarta, 14 Maret 2026 – Aliansi Jurnalis Video (AJV) bidang Lingkungan Hidup menggelar diskusi publik bertema “Uap Beracun Berbahaya (VOCs) di POM Bensin (SPBU), Bagaimana Solusinya?” di Hotel Amaris Pancoran, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Diskusi ini mengangkat persoalan emisi uap bahan bakar di SPBU yang berpotensi berdampak pada kesehatan manusia serta lingkungan.
Ketua AJV, Chandra, mengatakan kegiatan ini merupakan diskusi ketiga yang diadakan AJV terkait isu uap bahan bakar di SPBU. Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan solusi konkret sehingga masyarakat tidak lagi khawatir saat berada di SPBU.
“Ini sudah dua kali kami lakukan sebelumnya, dan semoga diskusi ketiga ini berjalan lancar. Kami berharap isu yang diangkat dapat membawa hasil yang baik dan menghasilkan solusi agar masyarakat tidak ragu lagi datang ke SPBU,” ujarnya.
Menurut Chandra, hasil diskusi juga diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah agar dapat menghadirkan kebijakan yang melindungi masyarakat dari paparan uap berbahaya di SPBU.
Sementara itu, Brigitta Manohara menjelaskan bahwa sebenarnya terdapat teknologi untuk menangkap uap bensin yang selama ini terlepas ke udara. Uap tersebut dapat dikondensasikan kembali menjadi bahan bakar.
“Uap bensin yang terlepas ini jika dihitung bisa mencapai kerugian sekitar Rp3,8 triliun per tahun. Jika uap itu bisa ditangkap dan diolah kembali, maka selain mengurangi pencemaran juga bisa mengembalikan nilai ekonominya,” katanya.
Ahli pemasangan alat Vapor Recovery System (VRS), Baidi, menjelaskan teknologi tersebut mampu menangkap uap Volatile Organic Compounds (VOCs) dari proses pengisian dan penyimpanan bahan bakar di SPBU.
Menurutnya, mesin VRS bekerja dengan memanfaatkan tekanan uap bahan bakar yang masuk ke dalam sistem untuk kemudian diproses melalui penyulingan dan pendinginan hingga kembali menjadi BBM.
“Prosesnya sekitar 30 menit hingga satu jam sampai menjadi bahan bakar kembali. Dari mesin awal, alat ini mampu menangkap sekitar 75–80 persen uap VOC,” jelas Baidi.
Ia menambahkan, kehilangan bahan bakar akibat penguapan biasanya berkisar 0,12–0,2 persen atau sekitar 12 liter. Dengan teknologi ini, sebagian besar uap tersebut dapat ditangkap kembali.
Saat ini, alat tersebut telah dipasang di sekitar 20 SPBU di wilayah Jabodetabek. Mesin berukuran sekitar dua meter tinggi dan 180 sentimeter panjang itu memiliki masa pakai antara lima hingga sepuluh tahun tergantung pada perawatan.
Namun, Baidi mengakui teknologi tersebut masih diimpor dari Korea Selatan dengan harga sekitar Rp600 juta per unit.
“Untuk bisa bekerja efektif, kondisi tangki pendam di SPBU harus baik, terutama pada bagian main hole. Jika ada kebocoran di bagian tersebut, mesin tidak bisa bekerja optimal menangkap uap,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa secara kasat indera, masyarakat sebenarnya dapat merasakan paparan uap tersebut melalui bau bahan bakar yang kuat di area SPBU, yang dalam beberapa kasus bisa menyebabkan pusing dan mual.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Angga Wira, Satuan Pengawas SKK Migas yang juga Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menilai isu ini sangat relevan karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan standar infrastruktur SPBU.
“Beberapa komponen VOC berdampak pada kesehatan, seperti benzena yang bersifat karsinogen, etilbenzena yang juga berpotensi karsinogen, toluena yang dapat menyebabkan gangguan saraf, xilena yang bersifat iritan, serta n-hexana yang merupakan neurotoksin,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah membuka peluang untuk membahas lebih lanjut teknologi pengendalian uap bahan bakar tersebut melalui forum diskusi lanjutan bersama berbagai pihak.

“Kementerian ESDM akan memfasilitasi diskusi lebih lanjut dengan Direktur Teknik Lingkungan untuk membahas hal ini, apakah nantinya bisa menjadi bagian dari standar atau persyaratan dalam penerbitan perizinan SPBU,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi usaha pengelola SPBU juga perlu diperhatikan karena margin usaha yang semakin tipis, sementara investasi untuk satu unit mesin mencapai sekitar Rp600 juta atau sekitar 10 persen dari total investasi SPBU.
Ke depan, pemerintah juga mendorong kemungkinan produksi alat serupa di dalam negeri agar biaya investasi bisa lebih terjangkau.
Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan SPBU yang lebih ramah lingkungan atau Go Green, sekaligus melindungi pekerja dan masyarakat dari paparan uap bahan bakar berbahaya.  (*)

 

“Satu Darah, Satu Rasa”: Seruan Persatuan Anak Rantau Mamuju Menggema Jelang Silaturahmi Alumni Hipermaju

0

Redaksi.co MAMUJU : Semangat persaudaraan dan solidaritas anak rantau asal Mamuju kembali digaungkan menjelang agenda Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Alumni Hipermaju yang akan digelar pada Senin, 16 Maret 2026 di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat. Momentum ini diharapkan menjadi penguat ikatan kekeluargaan di antara generasi muda Mamuju yang menempuh pendidikan dan berkarier di berbagai daerah.

Seruan tersebut disampaikan Muhammad Yusuf, S.H., M.H., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju yang juga merupakan bagian dari keluarga besar alumni Hipermaju. Ia mengajak para pemuda, pelajar, dan mahasiswa asal Mamuju di perantauan untuk terus menjaga solidaritas dan memperkuat persaudaraan.

Menurut Yusuf, sejauh apa pun jarak memisahkan para perantau, mereka tetap terikat oleh identitas yang sama sebagai putra-putri Mamuju.

Di tanah rantau kita mungkin dipisahkan oleh jarak dan kesibukan, bahkan oleh wilayah administrasi yang kini terbagi antara Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Namun satu hal yang tidak pernah berubah, di dalam nadi kita tetap mengalir darah yang sama, darah To Mamuju,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Hipermaju tidak sekadar organisasi mahasiswa daerah yang memiliki kepengurusan berganti setiap periode. Lebih dari itu, Hipermaju adalah ikrar persaudaraan yang menyatukan mimpi para anak rantau Mamuju di berbagai penjuru negeri.

Yusuf juga menekankan pentingnya solidaritas antar perantau. Ia berharap tidak ada lagi mahasiswa atau pemuda asal Mamuju yang merasa sendirian ketika berada di tanah orang.

Jangan biarkan ada saudara kita yang terjatuh tanpa tangan yang menopang. Jangan biarkan ada adik kelas yang menahan lapar tanpa sepiring nasi hangat, atau sesama perantau yang patah semangat tanpa kata-kata penguat,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai saling menghidupi, saling melindungi, dan saling memajukan merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga oleh generasi muda Mamuju.

Dalam pesannya, Yusuf juga menyoroti kiprah sejumlah alumni Hipermaju yang kini telah hadir di berbagai posisi strategis, termasuk di lingkungan pemerintahan provinsi. Ia menilai keberhasilan tersebut bukan hanya capaian individu, tetapi bukti bahwa Hipermaju mampu melahirkan generasi pemimpin.

Keberhasilan kader Hipermaju adalah aset bersama yang harus kita dukung, bukan kita jatuhkan. Ketika saudara kita naik, kita harus menjadi penyangga yang kokoh, bukan tangan yang menariknya turun,” tegasnya.

Ia berharap Hipermaju terus menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda Mamuju untuk berkembang, saling menguatkan, dan membangun jaringan yang dapat membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Menjelang pertemuan silaturahmi alumni dalam suasana Ramadan, Yusuf juga mengajak seluruh keluarga besar Hipermaju untuk kembali menghidupkan semangat persatuan.

Kesuksesan sejati bukan ketika kita berdiri sendirian di puncak tertinggi, tetapi ketika kita sampai di sana bersama saudara-saudara kita,” ungkapnya.

Ia menutup pesannya dengan seruan kuat bagi seluruh anak Mamuju di perantauan agar tetap menjaga ikatan persaudaraan dan bersama-sama membawa nama daerah ke arah yang lebih maju.

Satu darah, satu rasa, satu tujuan: kejayaan Mamuju. Hipermaju jaya, To Mamuju berjaya. Mamuju di hati, selamanya.” (ZUL)

Kapolda Maluku Utara Buka Puasa Bersama Insan Pers, Tekankan Sinergitas Jaga Stabilitas Kamtibmas

0

REDAKSI. Co – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Kapolda Maluku Utara bersama insan pers di Aula Polres Ternate, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di bulan suci Ramadan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara jajaran Polda Maluku Utara dengan para jurnalis yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Sebelum pelaksanaan buka puasa bersama, Kapolda Maluku Utara didampingi Wakapolda, para Pejabat Utama Polda Maluku Utara, Kapolres Ternate, serta insan pers terlebih dahulu turun langsung ke jalan membagikan sekitar 200 paket takjil kepada para pengendara yang melintas di depan Mapolres Ternate. Aksi berbagi tersebut disambut antusias masyarakat yang melintas.

Dalam sambutannya, Kapolda Maluku Utara menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan momen yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini telah menjadi mitra strategis Polri, khususnya Polda Maluku Utara, dalam menyampaikan informasi yang objektif dan membangun kepada masyarakat.

Menurutnya, peran media sangat penting dalam menjaga transparansi serta membangun kepercayaan publik, sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Maluku Utara.

“Kami berharap hubungan baik antara Polri dan insan pers dapat terus terjaga dan semakin kuat, sehingga sinergi dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dapat berjalan dengan semakin baik sehingga stabilitas Kamtibmas tetap terjaga,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kemitraan antara Polda Maluku Utara dan insan pers dapat terus terjalin dengan baik, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Dinamika Ketenagakerjaan Film Dibahas, Revisi UU Perfilman Dinilai Mendesak

0

Redaksi.co, Jakarta | Penguatan perlindungan profesi dan pembaruan kerangka regulasi menjadi isu utama dalam diskusi kebijakan publik bertajuk “Dari Hak Profesi ke Kerangka Regulasi: Agenda Penguatan Tenaga Kerja Film dalam Revisi UU Perfilman” yang digelar di Hotel Fairmont Jakarta, Jumat (13/3).

Menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi dan pengamat industri film, di antaranya Fauzan Zidni, Edwin Nazir, Marcella Zalianty, Agung Sentausa, Ari Juliano Gema, Anggi Frisca, Andhy Pulung serta Adi Surya Abdi. Forum ini membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan dan regulasi dalam industri perfilman yang dinilai perlu diperkuat melalui revisi undang-undang.

Fauzan Zidni menilai industri film Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat, terlihat dari meningkatnya jumlah produksi dan judul film. Namun, di balik pertumbuhan tersebut masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu dibenahi.

“Industri perfilman memang berkembang luar biasa. Tapi setelah kita bahas lebih dalam, ternyata permasalahannya juga tidak sedikit. Walaupun begitu, hubungan antar pelaku industri sebenarnya cukup baik, hanya bagaimana mengaturnya yang masih menjadi tantangan,” ujarnya.

Menurutnya, berbeda dengan industri musik yang sering menghadapi konflik terkait royalti, persoalan di sektor film lebih kompleks karena melibatkan banyak profesi dan kepentingan.

Selain itu, Marcella menilai eksploitasi pekerja film tidak selalu terjadi karena niat buruk produser, melainkan sering dipengaruhi oleh struktur pembiayaan produksi yang terbatas.

Banyak film diproduksi oleh sineas atau produser baru dengan anggaran yang sangat kecil.

“Regulasi harus realistis dan mempertimbangkan skala produksi. Standar perlindungan tetap harus ada, tetapi juga tidak boleh mematikan ekosistem produksi film kecil yang sedang berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ari Juliano Gema mengatakan bahwa dalam industri hiburan terdapat tiga unsur utama yang saling berkaitan, yaitu pelaku, konten, dan media penayangan. Dalam konteks perfilman, hubungan ketiga unsur tersebut harus diatur secara jelas agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Ia menyoroti ketentuan dalam undang-undang yang menyebutkan 13 kategori insan perfilman. Menurut Ari, perkembangan profesi di industri film saat ini jauh lebih beragam sehingga tidak semua profesi tercakup dalam definisi tersebut.

“Kalau pengaturannya terlalu kaku, dikhawatirkan ada profesi yang tidak mendapatkan perlindungan hak. Padahal dalam praktiknya, banyak profesi baru yang muncul seiring perkembangan teknologi dan produksi film,” katanya.

Ari juga menekankan pentingnya kontrak kerja dalam setiap produksi film. Menurutnya, kontrak menjadi dasar perlindungan hukum bagi pekerja film sekaligus memberikan kepastian bagi produser.

Ia menjelaskan bahwa hubungan kerja di industri film umumnya bersifat musiman, sehingga dapat menggunakan berbagai bentuk perjanjian seperti Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), kontrak harian atau freelance, hingga kemitraan.

“Apapun bentuk hubungan kerjanya, yang paling penting adalah adanya perjanjian. Tanpa kontrak yang jelas, akan sulit menyelesaikan persoalan jika terjadi sengketa,” ujarnya.

Dalam aspek hak kekayaan intelektual, Ari menjelaskan bahwa produser umumnya memegang hak cipta atas karya film, sementara pemeran memiliki hak terkait sebagai pelaku pertunjukan. Hak tersebut memungkinkan pemeran memperoleh manfaat tambahan dari penayangan film di berbagai platform, termasuk televisi dan layanan streaming.

“Hak moral tetap melekat pada penciptanya, misalnya nama sutradara atau kreator efek visual harus tetap dicantumkan karena mereka memiliki kontribusi terhadap karya tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Adi Surya Abdi menilai persoalan ketenagakerjaan dalam industri film sudah berlangsung lama dan belum sepenuhnya menemukan solusi. Menurutnya, produksi film melibatkan banyak profesi dengan nilai tambah masing-masing sehingga membutuhkan pendekatan regulasi yang lebih spesifik.

Ia mempertanyakan siapa pihak yang seharusnya menyusun standar kontrak kerja di industri film, mengingat setiap produksi memiliki karakteristik yang berbeda.

“Kalau kontrak dibuat oleh produser, apakah semua produser akan sepakat menggunakan standar yang sama? Jika pemerintah yang menetapkan, apakah bisa mengakomodasi seluruh kebutuhan industri film?” katanya.

Adi menilai sektor perfilman memiliki karakter kerja yang berbeda dibandingkan profesi lain, termasuk perbedaan jam kerja antara kru produksi dan pemeran. Karena itu, menurutnya diperlukan skema hubungan kerja khusus yang dirancang untuk sektor perfilman.

“Pekerja film memiliki karakteristik tersendiri. Karena itu, pendekatan regulasinya juga perlu disesuaikan agar tidak menyulitkan pelaku industri,” ujarnya.

Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya regulasi turunan dari Undang-Undang Perfilman yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya tersedia. Beberapa peserta forum menilai keberadaan peraturan pemerintah maupun peraturan menteri sangat diperlukan agar implementasi undang-undang dapat berjalan efektif di lapangan.

Melalui forum ini, para pelaku industri berharap proses revisi Undang-Undang Perfilman dapat memperkuat perlindungan bagi tenaga kerja film sekaligus menciptakan ekosistem industri yang lebih adil dan berkelanjutan.

Perjalanan 5 Tahun Terbayar, “Pelangi di Mars” Siap Warnai Lebaran di Bioskop

0

Redaksi.co, Jakarta | Atmosfer futuristik menyerupai planet merah menyelimuti Epicentrum XXI, Sabtu (14/3). Dekorasi bernuansa Mars lengkap dengan robot-robot futuristik menyambut para tamu yang menghadiri gala premiere film Pelangi di Mars, salah satu proyek sinema anak paling ambisius yang pernah diproduksi di Indonesia.

Acara ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang selama lebih dari lima tahun produksi film tersebut. Malam itu juga menjadi momen pertama film Pelangi deran diperkenalkan secara resmi kepada publik melalui pemutaran perdana yang penuh antusiasme.

Sejumlah nama penting di balik produksi film turut hadir dalam acara ini, mulai dari produser Dendi Reynando, sutradara Upie Guava, hingga komposer musik Eunike Tanzil. Para pemeran utama seperti Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Myesha Lin, dan Livy Renata.

Tak hanya para aktor, pengisi suara karakter robot juga tampil dalam acara tersebut, di antaranya Bimo Kusumo yang mengisi suara Bimoky, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, serta Dimitri Arditya.

Sementara gerakan karakter robot dihidupkan oleh para body actor seperti Almanzo Konoralma, Rika Kenja, dan Satria Towel.

Produser Dendi Reynando mengaku sangat bangga melihat proyek yang telah dikerjakan selama bertahun-tahun akhirnya dapat dinikmati publik.

“Perjalanan film ini sangat panjang dan penuh tantangan. Tapi malam ini semua terasa terbayar. Kami mempersembahkan Pelangi di Mars sebagai hadiah untuk mimpi anak-anak Indonesia,” ujar Dendi saat konferensi pers.

Hal senada disampaikan sutradara Upie Guava yang mengaku terharu melihat visi yang ia bangun bersama tim akhirnya terwujud di layar lebar.

“Film ini dibuat dengan semangat yang sama dari ratusan kru. Kami ingin menunjukkan bahwa mimpi yang besar bisa dicapai dengan kerja keras dan keberanian untuk terus mencoba,” kata Upie.

Setelah pemutaran perdana, reaksi para penonton yang hadir pun dipenuhi decak kagum. Banyak yang menilai film ini sebagai langkah besar bagi perkembangan film keluarga di Indonesia, terutama dari sisi visual dan kualitas penceritaan.

“Jujur saya sangat terharu. Saya tidak menyangka film anak Indonesia bisa tampil dengan skala sebesar ini. Ini pencapaian luar biasa,” ujar salah satu tamu undangan usai menonton.

Film Pelangi akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum libur Lebaran. Film ini diharapkan dapat menjadi tontonan keluarga yang menginspirasi anak-anak untuk berani bermimpi setinggi langit, bahkan hingga ke Mars.