JAKARTA, Redaksi.co — Sebuah pemakaman, deretan pocong, dan seorang pria yang berdiri di tengah suasana mencekam menjadi sinyal bahwa teror dalam Munafik: Melawan Iblis tidak akan berhenti pada kejutan visual, Film horor terbaru Unlimited Production itu mulai memperlihatkan sisi tergelap ceritanya melalui special poster yang menempatkan Arya Saloka sebagai pusat ancaman.
Namun, yang membuat film ini menarik bukan semata-mata kemunculan pocong, Di balik teror tersebut terdapat perjalanan Adam, karakter yang harus berhadapan dengan trauma kehilangan sekaligus keyakinan yang sempat membuatnya meninggalkan dunia rukiah.
Adam digambarkan sebagai pengajar agama dan praktisi rukiah yang mengalami perubahan besar setelah kecelakaan tragis merenggut nyawa istrinya, Aini. Sejak peristiwa itu, ia memilih menjauh dari praktik rukiah dan mencoba menjalani kehidupan baru.
Keputusan tersebut mulai goyah ketika Anwar, diperankan Dimas Aditya, datang meminta bantuan untuk menangani Fitri, seorang perawat yang mengalami gangguan misterius, Fitri diperankan Acha Septriasa, sementara Donny Damara tampil sebagai Mansur, ayah Fitri sekaligus sosok yang memiliki posisi penting di lingkungan masyarakat desa.
Pertemuan tersebut perlahan menyeret Adam kembali ke dunia yang selama ini berusaha ia tinggalkan, Masalahnya gangguan yang dialami Fitri ternyata tidak sesederhana persoalan makhluk gaib.
Adam harus menghadapi rangkaian kejadian yang membuka kembali luka masa lalu, Pesan yang ditinggalkan mendiang istrinya turut menjadi bagian dari perjalanan batinnya sebelum akhirnya ia kembali mengambil keputusan untuk melakukan rukiah.
Di titik inilah Munafik: Melawan Iblis mencoba menawarkan horor yang lebih berlapis, Ancaman tidak hanya datang dari sosok-sosok gaib, tetapi juga dari pergulatan psikologis seseorang yang berusaha berdamai dengan kehilangan dan ketakutannya sendiri.
Arya Saloka pun tidak hanya mengandalkan kemampuan akting untuk membangun sosok Adam, Ia menjalani proses pendalaman karakter dengan mempelajari praktik rukiah bersama ahlinya serta memperdalam bacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan perannya.
Film ini disutradarai Guntur Soeharjanto. Oswin Bonifanz dan Ayu Amirrol dipercaya sebagai produser, Produksinya melibatkan Unlimited Production bersama Skop Productions, Legacy Pictures, AZ Films, dan Komet Productions.
Selain Arya Saloka, Dimas Aditya, Acha Septriasa, dan Donny Damara, film ini turut menghadirkan Faqih Alaydrus serta Nova Eliza.
Geliat film tersebut juga mulai terlihat melalui Festival Film Munafik yang digelar di sejumlah kota di Pulau Jawa, Rangkaian pemutaran di Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Gresik, dan Sidoarjo dilaporkan mendapat sambutan tinggi dengan tiket yang disebut terjual habis.
Setelah sebelumnya menghadirkan Alas Roban, Unlimited Production kini membawa pendekatan berbeda melalui kisah yang memadukan teror supernatural dengan drama kehilangan dan konflik spiritual.
Special poster yang memperlihatkan Adam berada di tengah kepungan pocong seolah menjadi peringatan bahwa perjalanan karakter tersebut akan memasuki wilayah yang jauh lebih berbahaya.
Munafik: Melawan Iblis dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada Kamis, 3 September 2026, Pertanyaannya bukan lagi apakah Adam berani kembali melakukan rukiah, melainkan rahasia apa yang sebenarnya menunggu di balik teror yang menghantui Fitri.

