REDAKSI. CO – Kepolisian bersama TNI, pemerintah desa, dan masyarakat setempat melakukan pengecekan serta penanganan menyusul dugaan gangguan keamanan oleh orang tidak dikenal (OTK) terhadap warga di kawasan Trans Waleh SP II, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, pada Selasa (6/10).
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 WIT. Berdasarkan keterangan awal yang diterima kepolisian, Saekoni (59), yang sedang duduk di teras rumahnya, tiba-tiba melihat sebuah busur panah menancap di atap rumah.
Dalam situasi tersebut, Saekoni mengaku melihat sekitar 10 orang datang dari arah hutan. Mereka disebut berpenampilan telanjang, hanya mengenakan sobekan kain yang menutupi tubuh bagian bawah, serta membawa sejumlah busur dan anak panah yang diarahkan ke rumahnya.
Ia kemudian masuk ke dalam rumah dan memanggil istrinya, Siti Nurhayati (50), untuk segera keluar melalui pintu dapur dan mencari tempat perlindungan.
Warga lainnya, Abdul Qobir (50), bersama istrinya, Siti Alfia (45), yang mengetahui adanya keributan tersebut kemudian keluar untuk melihat situasi. Mereka selanjutnya melihat sejumlah orang yang diduga OTK bergerak menuju rumah Saekoni.
Saat mendengar suara teriakan OTK, Abdul Qobir dan istrinya spontan melarikan diri ke tempat yang lebih aman.
Dalam kejadian tersebut, rumah milik Saekoni dan sekitar empat rumah warga dilaporkan dimasuki oleh OTK. Barang-barang di dalamnya ditemukan dalam kondisi berantakan, sejumlah kaca jendela juga dilaporkan pecah. Selain itu, terdapat beberapa pohon yang diduga dipotong.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Weda Utara dan Pospol Weda Timur bersama pemerintah Desa Yeke dan Desa Waleh serta sejumlah masyarakat turun langsung ke lokasi. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Selain itu, polisi mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak tinggal seorang diri di rumah masing-masing guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari hasil pengecekan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, di antaranya dua buah busur panah dan alat tajam yang terbuat dari bambu.
Adapun sejumlah barang yang diduga diambil oleh OTK antara lain pakaian berupa celana dan baju, beras, serta sejumlah uang.
Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto, S.Pd.T., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kepolisian telah melakukan langkah-langkah awal berupa olah tempat kejadian perkara (TKP), pencarian dan pengumpulan barang bukti, serta pendataan keterangan dari korban dan saksi.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar kawasan tersebut, agar meningkatkan kewaspadaan dan untuk sementara tidak melakukan aktivitas atau tinggal seorang diri di lokasi yang dinilai rawan.
“Masyarakat diminta tidak panik maupun mengambil tindakan sendiri apabila menemukan orang atau kelompok yang mencurigakan. Setiap informasi mengenai keberadaan OTK agar segera dilaporkan kepada aparat kepolisian atau pemerintah desa setempat sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujar Kapolres.
Polda Malut juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu situasi keamanan di tengah masyarakat.

