Top 5 This Week

Related Posts

GJLS Dua Kali Disensor, Malah Panggil Damkar! “Berapi-Api” Siap Bakar Tawa di Bioskop

JAKARTA, Redaksi.co — Poster film GJLS: Berapi-Api sempat mengalami dua kali revisi,Namun bukannya meredam kekacauan, trio Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir justru membuat peluncuran film tersebut semakin “meledak”.
Momen tak biasa itu terjadi saat Amadeus Sinemagna memperkenalkan poster versi revisi kedua, trailer resmi, serta soundtrack “Api dan Mimpi” karya Barasuara di Lippo Mall Nusantara.

Acara yang semula dipersiapkan secara formal berubah menjadi panggung komedi ketika Rigen, Rispo, dan Hifdzi gagal membuka tirai penutup poster. Tali yang melilit membuat ketiganya kerepotan hingga aksi heroik berubah menjadi kekacauan yang mengundang tawa.

Rigen kemudian “menyerah” dan meminta bantuan. Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran masuk ke area panggung dan menyelesaikan persoalan tirai tersebut.

Adegan itu terasa seperti potongan kecil dari cerita GJLS: Berapi-Api, yang menempatkan ketiganya sebagai sahabat sejak kecil dengan cita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran.

Namun, pekerjaan sebagai “pahlawan” versi GJLS tentu tidak berjalan normal, Berbagai misi justru dikemas dengan situasi absurd dan komedi, termasuk membantu mengambil rapor seorang anak sekolah hingga aksi penyelamatan kepala Yono Bakrie yang tersangkut di pagar,
“Tujuan kami di film ini nggak cuma ingin menunjukkan film GJLS yang lucu dan seru, tapi juga ingin membawakan aksi heroik pemadam kebakaran yang selalu siap membantu kita,” kata Rigen.

Di balik kegaduhan tersebut, suasana mendadak berubah haru ketika Ananta Rispo berbicara mengenai perjalanan persahabatannya bersama Rigen dan Hifdzi. Ia bahkan meneteskan air mata sebelum akhirnya dipeluk kedua sahabatnya.

Hifdzi menegaskan, identitas komedi GJLS tetap menjadi kekuatan utama film ini. Bedanya, cerita kali ini dikemas lebih hangat agar dapat menjangkau penonton yang lebih luas.

“Ini adalah GJLS yang lebih lucu, lebih hangat, juga lebih bisa dinikmati berbagai kalangan dan usia,” ujar Hifdzi.

Sementara itu, sutradara Monty Tiwa memastikan film tersebut tidak memiliki hubungan cerita langsung dengan GJLS: Ibuku Ibu-ibu.

“GJLS: Berapi-Api adalah film baru dengan cerita baru yang berbeda dengan GJLS: Ibuku Ibu-ibu. Ceritanya di-design untuk bisa ditonton bersama keluarga,” kata Monty.

Energi film turut diperkuat lagu “Api dan Mimpi” dari Barasuara yang menjadi soundtrack utama. Perpaduan komedi, persahabatan, aksi penyelamatan, dan kehidupan petugas pemadam kebakaran menjadi warna utama film tersebut.

Deretan pemain lainnya antara lain Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.

Setelah dua kali revisi poster dan insiden “damkar” di panggung, GJLS: Berapi-Api kini memasuki tahap akhir menuju layar lebar.

Film produksi Amadeus Sinemagna itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.

Kali ini, api bukan untuk ditakuti. Sebab yang hendak “dibakar” GJLS adalah tawa penonton.

Popular Articles