Top 5 This Week

Related Posts

PKC PMII Sulbar Apresiasi Kolaborasi Kanit Lantas Polres Majene, KOHATI, dan KOPRI Cegah Stunting

Redaksi.co MAJENE : Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Barat memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi nyata yang dilakukan Kanit Lantas Polres Majene bersama Korps HMI Wati (KOHATI) dan Korps PMII Putri (KOPRI) dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Majene.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial yang menyasar masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi Kebijakan Publik PKC PMII Sulbar, Akbar, menilai sinergi antara aparat kepolisian dan organisasi kemahasiswaan perempuan merupakan langkah strategis yang menunjukkan kehadiran negara sekaligus kepedulian generasi muda terhadap persoalan kemanusiaan.

“Kami dari PKC PMII Sulbar, khususnya Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi Kebijakan Publik, sangat mengapresiasi langkah progresif dari Kanit Lantas Polres Majene, sahabat-sahabat KOPRI, dan KOHATI. Masalah stunting bukan hanya urusan dinas kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab moral kita bersama demi menyelamatkan generasi masa depan daerah,” ujar Akbar dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Akbar, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Karena itu, edukasi kepada masyarakat serta penyaluran bantuan gizi dinilai sebagai langkah konkret yang berdampak langsung bagi upaya menekan angka stunting.

Ia menambahkan, kolaborasi antara aparat penegak hukum dengan kelompok intelektual muda seperti KOHATI dan KOPRI menjadi contoh bahwa penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang humanis, partisipatif, dan berkelanjutan.

“Sinergitas antara aparat penegak hukum dan kelompok intelektual muda perempuan seperti KOHATI dan KOPRI membuktikan bahwa penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang humanis dan kolaboratif. Ini adalah bentuk pengabdian nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

PKC PMII Sulbar berharap gerakan sosial serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan menjadi inspirasi bagi berbagai instansi maupun organisasi kemasyarakatan di Sulawesi Barat untuk bersama-sama menekan angka stunting.

Kolaborasi positif ini harus terus dijaga dan diperkuat. PKC PMII Sulbar siap mendukung serta mengawal setiap kebijakan publik dan gerakan sosial yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, khususnya dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” tutup Akbar. (ZUL)

Popular Articles