Top 5 This Week

Related Posts

Mamuju Gas Pol Ekonomi Biru: Rumput Laut Jadi Mesin Baru Kesejahteraan Pesisir

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju tancap gas mendorong transformasi sektor kelautan berbasis Ekonomi Biru (Blue Economy) sebagai langkah konkret mewujudkan visi Mamuju Keren. Strategi ini menempatkan daerah tersebut sebagai salah satu pusat produksi rumput laut berkualitas terbaik di Indonesia sekaligus motor baru penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Komitmen itu ditegaskan dalam Forum Group Discussion (FGD) terbaru yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, menyatakan bahwa Mamuju tengah memasuki fase penting inovasi sektor pesisir dengan mengedepankan kebijakan berbasis data untuk memastikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak lagi bekerja secara konvensional. Melalui inovasi SeaTech, teknologi digital mulai dimanfaatkan untuk memantau budidaya agar lebih efisien dan tetap ramah lingkungan,” ujarnya.

Langkah progresif dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan LPPM Universitas Hasanuddin dan tim riset internasional dari Australia. Kerja sama ini difokuskan pada pemetaan potensi sekaligus penyelesaian hambatan teknis di lapangan, mulai dari produktivitas hingga keberlanjutan lingkungan.

Kabupaten Mamuju memiliki areal potensial seluas 8.927 hektare untuk pengembangan rumput laut jenis Eucheuma cottonii dan Gracilaria. Dengan kualitas yang dinilai unggul secara nasional dan siklus panen relatif singkat, sekitar 1,5 hingga 2 bulan, sektor ini diproyeksikan menjadi sumber pendapatan stabil bagi keluarga nelayan.

Pemkab Mamuju juga mendorong pergeseran dari penjualan bahan mentah ke pengolahan produk bernilai tambah. Rumput laut kini mulai diolah menjadi berbagai produk, seperti brownies, bakso, hingga kerupuk.

Kami ingin petani naik kelas. Hilirisasi menjadi kunci agar perputaran ekonomi lebih banyak bertahan di tingkat lokal,” tegas Yusuf.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah daerah menyusun Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk zonasi budidaya, khususnya di pesisir barat Pulau Karampuang. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dilakukan melalui pelatihan blended learning yang menggabungkan metode tatap muka dan digital.

Dengan dukungan riset, teknologi, dan kolaborasi internasional, Pemkab Mamuju optimistis mampu memperkuat rantai pasok rumput laut nasional. Transformasi ini diharapkan melahirkan masyarakat pesisir yang mandiri, modern, dan sejahtera melalui pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. (ZUL)

Popular Articles