Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju kembali melakukan penguatan struktur birokrasi melalui pelantikan tiga pejabat administrator yang menempati posisi strategis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pengawasan keuangan daerah, serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, Jumat (5/6/2026), melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga pejabat administrator lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju di ruang kerjanya.
Tiga pejabat yang dilantik masing-masing adalah dr. Hj. Sitti Sulfia, S.Ked sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, Bram Thosuly, SH sebagai Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Daerah Kabupaten Mamuju, dan Sinardianto, S.S sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat Daerah Kabupaten Mamuju.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pelantikan tersebut telah melalui mekanisme dan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Selain mengisi kekosongan jabatan di lingkungan Inspektorat Daerah, pelantikan juga dilakukan untuk menetapkan pimpinan definitif RSUD Mamuju yang selama ini dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
“Jabatan yang diemban hari ini merupakan amanah besar. Saya berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat segera bekerja, beradaptasi, dan menunjukkan kinerja terbaik demi mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sutinah.
Perhatian khusus diberikan kepada Bram Thosuly yang sebelumnya menjabat sebagai camat. Dengan pengalaman birokrasi serta latar belakang pendidikan yang dimiliki, Bupati optimistis proses adaptasi di lingkungan Inspektorat tidak akan memerlukan waktu lama.
Menurutnya, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Mamuju kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak terlepas dari kontribusi besar Inspektorat sebagai lembaga pengawas internal pemerintah daerah.
Meski demikian, Sutinah menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat jajaran pemerintah daerah berpuas diri. Kehadiran tenaga baru dan generasi muda di lingkungan Inspektorat diharapkan mampu memperluas jangkauan pengawasan hingga tingkat kecamatan, sehingga pengelolaan APBD semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Di sektor kesehatan, Bupati memberikan apresiasi kepada Direktur RSUD Mamuju yang kini resmi menjabat secara definitif. Selama memimpin sebagai Plt, RSUD dinilai berhasil mencatatkan kinerja positif dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selalu melampaui target setiap tahunnya.
“Prestasi ini menjadi modal penting. Setelah resmi menjadi pejabat definitif, saya berharap target PAD RSUD dapat terus ditingkatkan, baik pada APBD Perubahan maupun tahun anggaran mendatang,” katanya.
Bupati juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar lebih disiplin dalam pengelolaan dan penyerapan anggaran. Ia menyoroti kebijakan terbaru pemerintah pusat yang mengharuskan realisasi anggaran berjalan sesuai target triwulan. Jika tidak, transfer dana ke daerah berpotensi ditunda atau dikurangi.
Menurut Sutinah, kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan setelah pengurangan anggaran mencapai sekitar Rp200 miliar. Karena itu, pengawasan dan tata kelola keuangan harus semakin diperkuat agar tidak menimbulkan dampak terhadap pembangunan daerah.
“Jika serapan anggaran tidak sesuai ketentuan, pemerintah pusat bisa kembali mengurangi alokasi dana ke daerah. Karena itu, saya berharap Inspektorat dan RSUD tetap menjaga komitmen, memastikan penggunaan APBD berjalan baik serta serapannya sesuai target,” tegasnya.
Pelantikan tiga pejabat strategis tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam memperkuat pengawasan, meningkatkan pelayanan publik, serta menjaga stabilitas pengelolaan keuangan daerah di tengah tantangan fiskal yang semakin dinamis. (ZUL)

