Top 5 This Week

Related Posts

Mamuju Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa CANTIK, Perkuat Pembangunan Berbasis Data

Redaksi.co MAMUJU : Pemerintah Kabupaten Mamuju resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa CANTIK (Desa Cinta Statistik) sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan berbasis data. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Mamuju, Senin (15/6/2026), menjadi momentum penting untuk mendorong perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan instrumen vital dalam memetakan kondisi riil perekonomian daerah. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan, mulai dari perencanaan program, penganggaran, hingga evaluasi dan pengendalian pembangunan ekonomi.

Sensus Ekonomi akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi daerah, karakteristik pelaku usaha, termasuk perkembangan ekonomi digital dan berbagai isu lingkungan yang berkembang saat ini,” ujar Sutinah dalam sambutannya.

Menurutnya, hasil sensus juga akan menjadi tolok ukur untuk mengetahui daya saing usaha lokal sekaligus kontribusi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap perekonomian daerah. Saat ini, berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Mamuju, terdapat 5.339 UMKM yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat.

Sutinah menekankan bahwa kehadiran data yang akurat menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin seluruh kebijakan yang lahir berbasis data. Dengan data yang valid, intervensi anggaran maupun program pembinaan ekonomi akan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dengan melibatkan sekitar 250 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan selama kurang lebih dua setengah bulan di seluruh wilayah Kabupaten Mamuju.

Untuk menjamin keamanan dan kepercayaan masyarakat, setiap petugas sensus akan dilengkapi atribut resmi berupa rompi dan kartu identitas yang dapat diverifikasi melalui barcode. Bupati Mamuju pun mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan menerima petugas secara terbuka dan memberikan informasi yang benar.

BPS adalah lembaga yang independen dan terpercaya. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan jawaban yang jujur dan akurat demi kepentingan pembangunan daerah kita bersama,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Mamuju bersama BPS juga mencanangkan Program Desa CANTIK (Desa Cinta Statistik) di tiga desa percontohan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pemerintah desa dalam mengelola, memanfaatkan, dan menyajikan data sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan di tingkat desa.

Pemkab Mamuju menargetkan perluasan program tersebut pada tahun mendatang dengan menambah jumlah desa peserta menjadi lima hingga sepuluh desa melalui kolaborasi pendanaan antara pemerintah desa dan BPS.

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa CANTIK ini turut dihadiri Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, unsur Forkopimda, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Barat Suri Handayani, Kepala BPS Kabupaten Mamuju Sundari Budiani, para kepala perangkat daerah, Plt Camat Kalukku Hj. Rahmawaty, serta para kepala desa dari Beru-Beru, Kabuloang, dan Belang-Belang.

Dengan pencanangan ini, Mamuju menunjukkan komitmennya untuk memperkuat tata kelola pembangunan berbasis data, sekaligus memastikan setiap kebijakan ekonomi yang diambil mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke tingkat desa. (ZUL)

Popular Articles