Top 5 This Week

Related Posts

Jejak Berdarah Aralle Gelap Gulita: Mengapa Polda Sulbar Tak BISA Seret Pembunuh Pasutri ke Penjara?

Redaksi.co MAMASA : Tepat empat tahun darah pasangan suami istri di Kecamatan Aralle membeku, keadilan masih terkubur rapat di tanah Mamasa. Tepat pada Jumat (7/8/2026), tabir misteri pembunuhan sadis pada 7 Agustus 2022 lalu tak kunjung terkuak. Korps Bhayangkara khususnya Polda Sulawesi Barat kini berada di bawah sorotan panas publik usai dinilai gagal total menyeret sang eksekutor ke balik jeruji besi.

Penantian berdarah selama 1.460 hari ini meledakkan amarah para aktivis. Kader Front Pemuda Pelajar Mamasa (FPPM), Yuspin, melemparkan kritik menohok yang mencerabut topeng lambannya penegakan hukum di wilayah tersebut.

“Empat tahun tanpa kepastian adalah cermin buram penegakan hukum! Waktu seharusnya jadi ukuran keseriusan, bukan tameng untuk memelihara ketidakpastian. Mengapa sampai hari ini keluarga korban masih ditumbalkan dalam ketidakjelasan?” cecar Yuspin dengan nada meledak-ledak.

Ketiadaan transparansi dari Polda Sulbar kian memantik spekulasi liar dan menggerus kepercayaan masyarakat hingga ke titik nadir. Nyawa dua manusia seolah menguap begitu saja di balik tumpukan berkas perkara yang membeku.

Yuspin menegaskan, publik tak butuh sekadar komat-kamit janji manis atau narasi penenang yang klise. Polda Sulbar didesak untuk membongkar borok kendala penyelidikan secara telanjang ke hadapan publik.

“Tunjukkan bahwa hukum tidak mandul dan tidak bertekuk lutut pada kebuntuan! Ini bukan sekadar tumpukan kertas, ini soal nyawa yang direnggut secara keji dan keluarga yang hancur menagih janji negara,” tegasnya.

Desakan ini menjadi ultimatum terbuka bagi Kapolda Sulbar dan jajarannya. Pembantaian Aralle adalah ujian keberanian: apakah polisi benar-benar menjadi pengayom yang bernyali membongkar kejahatan, atau justru membiarkan algojo berdarah dingin berkeliaran bebas menertawakan hukum?

Masyarakat kini menagih pembuktian, bukan sekadar alibi. Sebab bagi keluarga korban, empat tahun bukanlah sekadar deretan angka di kalender, melainkan neraka penantian atas keadilan yang terus dirampas. (ZUL)

Popular Articles