JAKARTA, Redaksi.co — Bukan cuma soal hantu dan jumpscare, Film “Memburu Pemangsa” membawa empat jurnalis perempuan masuk ke dalam penyelidikan kasus hilangnya anak-anak yang perlahan berubah menjadi perburuan berbahaya.
Film terbaru Sinemaku Pictures garapan sutradara Umay Shahab tersebut memadukan horor, kriminal, aksi, investigasi jurnalistik hingga unsur supernatural, Cerita berpusat pada Agnes, Cia, Brina dan Anya yang diperankan Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya dan Yasamin Jasem.

Bagi Agnes, kasus tersebut bukan sekadar berita, Masa lalu dan pengalaman kehilangan anak membuat penyelidikan berubah menjadi persoalan pribadi, Langkah mereka pun semakin berisiko ketika jejak kasus mengarah pada jaringan kejahatan yang sulit disentuh.
Ketegangan bertambah ketika keempat jurnalis itu harus bekerja bersama polisi Petra, diperankan Andri Mashadi, Mereka tidak hanya mengejar fakta, tetapi juga menghadapi ancaman yang dapat membahayakan nyawa.
Menariknya, film ini menempatkan kejahatan manusia sebagai salah satu sumber teror, Di saat yang sama, unsur supernatural memperluas misteri dan membuat penyelidikan para tokohnya semakin tidak terduga.
Laura Basuki melihat film ini memiliki ruang untuk mengangkat isu kekerasan terhadap anak, sedangkan Prilly Latuconsina menekankan pentingnya perhatian publik agar kasus kekerasan terhadap anak tidak hilang begitu saja setelah pemberitaan mereda.
Sementara Taskya Namya menghadapi tantangan lewat adegan aksi dan horor, Yasamin Jasem memerankan Anya, jurnalis yang memiliki ketertarikan pada riset demonologi.
Film ini turut dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Septian Dwi Cahyo, Shareefa Daanish dan Jordan Omar.
“Memburu Pemangsa” dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, Perburuan empat jurnalis tersebut menjadi pintu masuk cerita tentang hilangnya anak-anak, kejahatan tersembunyi dan teror yang tidak semuanya bisa dijelaskan dengan logika.
