Jakarta, Redaksi.Co- 8 Mei 2026 ,Industri film horor Indonesia kembali bersiap menyambut teror baru lewat film Hajatan Setan. Film produksi MBK Productions bersama Drias Film Production ini resmi merilis teaser trailer perdana berdurasi 70 detik yang mulai diputar sebagai tayangan pembuka film The Bell:
Panggilan untuk Mati, yang telah tayang di bioskop sejak 7 Mei 2026.
Disutradarai secara kolaboratif oleh Eko Kristanto dan Drias, Hajatan Setan menghadirkan nuansa horor atmosferik yang perlahan membangun rasa takut lewat tradisi mistik khas masyarakat pedesaan.

Teaser tersebut langsung mencuri perhatian lewat penampilan intens Ari Irham dalam adegan kesurupan yang brutal dan penuh tekanan emosional. Tubuhnya bergerak di luar kendali dengan ekspresi menyeramkan, hingga wajahnya berubah pucat putih pekat dalam ritual penuh misteri yang melibatkan sosok gaib.
Itu salah satu adegan yang cukup nguras energi, karena harus banyak eksplor gerak tubuh yang tidak wajar. Tapi justru seru juga, karena bisa benar-benar lepas dan nyobain hal baru di set,” ungkap Ari Irham mengenai pengalaman syutingnya.

Sementara itu, sutradara Drias menjelaskan bahwa film ini tidak hanya mengandalkan jumpscare semata, melainkan membangun teror dari situasi yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kami ingin penonton merasakan dulu atmosfernya. Ada sesuatu yang tidak beres, tapi belum sepenuhnya terlihat penyebabnya. Teror dalam film ini tidak hanya datang tiba-tiba, tapi dibangun dari hal-hal yang terasa dekat di kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Drias.
Film ini diproduseri oleh Rendy Gunawan, Bambang Drias, dan Lia Nurdiyani, serta menghadirkan Budi Yulianto sebagai Produser Eksekutif. Deretan pemain yang memperkuat film ini juga menjadi daya tarik tersendiri, mulai dari Luna Maya, Gisellma Firmansyah, Alika Jantinia, Karina Suwandi, Indra Birowo, Asri Welas, Tanta Ginting, hingga Masayu Anastasia.

Tak hanya menargetkan penonton Indonesia, Hajatan Setan juga dipastikan akan tayang serentak di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar.
“Kami melihat potensi cerita ini untuk diterima secara regional, karena berangkat dari akar tradisi yang juga punya kedekatan dengan budaya di kawasan Asia Tenggara,” kata Budi Yulianto. Menariknya lagi, film ini akan hadir menggunakan teknologi Dolby Atmos yang menjanjikan pengalaman audio lebih imersif.
Efek suara detail hingga kejutan supranatural dirancang untuk membawa penonton masuk langsung ke dalam atmosfer mencekam yang dibangun sepanjang cerita.
Dengan kombinasi unsur tradisi, relasi sosial, dan horor supranatural, Hajatan Setan diyakini menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling dinantikan tahun ini.
Hajatan Setan dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2026.
Bersiaplah, karena tidak semua perayaan berakhir dengan kebahagiaan.

