Redaksi.co MAMUJU : Kericuhan pecah di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Ketua Forum Gerakan Mahasiswa Merdeka (FGMM), Fergiawan Rai Zacky, melayangkan kecaman keras terhadap Badan Gizi Nasional (BGN). Reaksi keras ini dipicu oleh aksi brutal dugaan pengeroyokan terhadap Ketua Gerakan Vendetta serta perusakan fasilitas Sekretariat yang diduga kuat dilakukan oleh oknum Relawan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 28 Mei 2026.
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik aksi penyerangan tersebut masih misterius dan dalam penyelidikan. Namun, dampak kerusakan dan trauma yang ditimbulkan telah memantik amarah serta tensi tinggi di kalangan aktivis mahasiswa.
Menurut Fergiawan Rai Zacky, tindakan main hakim sendiri secara bersama-sama (pengeroyokan) dan perusakan properti milik orang lain merupakan pelanggaran hukum berat yang tidak bisa ditoleransi dengan alasan apa pun.
“Ini adalah tindakan kriminal murni. Kami mengecam keras, dan kami meminta pihak kepolisian segera bertindak cepat mengusut tuntas kasus ini,” tegas Fergiawan dalam pernyataan resminya.
FGMM juga menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat proses hukum ini bersama pihak kepolisian dan Badan Gizi Nasional (BGN) selaku instansi yang menaungi program tersebut, guna memastikan tidak ada intervensi dari pihak mana pun.
Ketua FGMM mengingatkan dengan tegas agar praktik premanisme tidak dinormalisasi di wilayah Kabupaten Mamuju. Konstitusi dan hukum harus berdiri tegak di atas segalanya.
Dalam statement penutupnya yang berapi-api, Fergiawan bahkan memberikan peringatan terbuka kepada siapa pun tokoh kuat yang mencoba bermain di balik layar untuk melindungi para pelaku.
“Preman tidak boleh diberikan tempat dan ruang hidup di negara ini! Negara ini memiliki sistem hukum dan aturan. Jika tidak taat dan tidak ingin mematuhi aturan yang berlaku, silakan angkat kaki dari negeri ini! Siapa pun antek-antek dan orang-orang besar yang coba melindungi preman, saya siap melawan!” pungkasnya secara lantang. (ZUL)
