JAKARTA — Dalam gelaran pameran bahan pangan internasional Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Jumat (18/9/2026), pakar teh nasional sekaligus perwakilan dari Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Teh Java Preanger / Asosiasi Teh Indonesia (ATI), Dr. Ir. Hj. Rohayati Suprihatini, M.M., memaparkan keunggulan luar biasa dari White Tea asal Indonesia. Dan White Tea yg silver needle ini merupakan icon dari Teh Indonesia.
Dalam paparannya menyampaikan hasil2 riset bersama Tim dari IPB University yang telah diterbitkan dalam buku “Indonesian Camellia sinensis Tea: Healthier”, Dr. Rohayati menegaskan bahwa teh Indonesia, khususnya jenis White Tea (teh putih), memiliki kadar antioksidan dan katekin terutama EGCG yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan teh yang berasal dari berbagai negara produsen teh lainnya.
Kadar Antioksidan Tertinggi Berkat Klon Unggul Teh, Pucuk Pilihan dan Proses Khusus
Dr. Rohayati menjelaskan bahwa keunggulan utama teh putih Indonesia berasal dari penggunaan klon teh unggul lokal (yaitu klon GMB 1 sd 11) yang dikembangkan melalui penelitian pemuliaan tanaman. Selain itu, bahan baku yang dipetik merupakan kuncup daun termuda (silver needle) yang mengandung kandungan katekin paling tinggi, yakni mencapai 26,5%.
”Bahan bakunya diambil dari kuncup yang masih menggulung (peko). Proses pengolahannya pun menggunakan suhu rendah di bawah 60°C agar kandungan bahan aktif dan antioksidannya tidak rusak dan tetap terjaga seperti pada daun segarnya,” ujar Dr. Rohayati.
Berdasarkan data penelitian yang dipaparkan, kadar polifenol pada White Tea Indonesia mencapai 32,80% dengan katekin 18,90%. Angka ini jauh melampaui rata-rata White Tea dunia (polifenol 21,54%) maupun teh hijau dan teh hitam. Berkat inovasi riset kandungan antioksidannya yang lebih tinggi, karya penelitian ini telah meraih penghargaan dari The International Society of Antioxidants in Nutrition and Health (ISANH).
Manfaat Bagi Kesehatan: Tangkal Radikal Bebas sehingga sebagai Antikanker.
Tingginya kandungan antioksidan dalam White Tea memberikan manfaat besar dalam menetralkan radikal bebas yang bersumber dari makanan kurang sehat, polusi udara lingkungan, faktor genetik hingga kondisi stres. Dr. Rohayati memaparkan sejumlah khasiat medis dari konsumsi White Tea Indonesia:
– Mencegah kanker: Kandungan EGCG dalam teh Indonesia mampu menghambat pertumbuhan sel kanker hingga lebih dari 90% pada penelitian invitro menggunakan 4 jenis sel kanker manusia.
– Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah: Membantu menurunkan risiko stroke, serangan jantung, serta menjaga kadar kolesterol.
– Mencegah diabetes tipe 2 dan obesitas: Membantu mengontrol kadar gula darah puasa dan membakar lemak tubuh.
– Kesehatan kulit dan penuaan dini: Antioksidan tinggi berfungsi sebagai anti-aging, membantu mencerahkan kulit, serta mencegah kerutan.
– Melindungi fungsi saraf: Mengurangi stres, kecemasan, serta membantu mencegah risiko Alzheimer dan Parkinson.
Satu cangkir Excellent Gamboeng White Tea bahkan tercatat memiliki aktivitas antioksidan yang setara dengan 12 gelas jus jeruk.
Cukup 3 Cangkir Sehari
Untuk mendapatkan manfaat optimal bagi tubuh, Dr. Rohayati menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi teh berkualitas secara rutin. Porsi sebanyak 2 gram White Tea dapat diseduh hingga tiga kali pengulangan dengan air panas suhu 80–90°C.
”Cukup tiga cangkir teh Indonesia sehari untuk membantu menjaga kesehatan dan menetralkan radikal bebas dalam tubuh,” tutupnya.
Melalui pameran Fi Asia 2026 ini, diharapkan Indonesia White Tea dapat semakin dikenal luas tidak hanya sebagai minuman penyegar, tetapi juga sebagai produk kesehatan unggulan bernilai tinggi (Specialty Tea, Wellness) yang menjadi ikon komoditas teh Indonesia di tingkat global.

