JAKARTA — Tantangan utama industri furnitur tradisional saat ini tidak hanya terletak pada tingginya biaya produksi, tetapi juga konsistensi kualitas produk yang kerap berfluktuasi. Hal tersebut ditegaskan oleh Liem Budhi Utomo, Technical Director PT Sinarmasindo Sukses Sejahtera, saat menjadi pembicara dalam pameran industri kayu dan manufaktur furnitur IFMAC & WOODMAC 2026.
Dalam sesi bertema “Smart Production: Mengubah Proses Tradisional Menjadi Ekosistem Furniture Hemat Biaya”, Liem Budhi menyampaikan bahwa peralihan dari proses single machinery ke sistem smart production line merupakan langkah krusial agar produsen furnitur lokal dapat bersaing di pasar global.
“Yang terpenting sekarang adalah efisiensi. Kita harus mengusahakan proses produksi menjadi lebih ekonomis dengan kualitas yang konsisten dari satu produk ke produk lainnya,” ujar Liem.
Menurutnya, ketidakstabilan kualitas pada pengiriman berikutnya kerap memicu kekecewaan pelanggan, sehingga modernisasi jalur produksi menjadi kebutuhan mendesak.
Liem Budhi menjelaskan bahwa penerapan smart production line memungkinkan proses manufaktur berjalan secara modular. Sistem modular ini menciptakan ekosistem yang saling mendukung, di mana pabrikan dapat melakukan pengadaan stok bahan maupun hardware dalam jumlah lebih besar, sehingga menekan biaya per unit secara signifikan.
“Sistem modular ini membuat pekerjaan jauh lebih cepat, lead time lebih singkat, dan pada akhirnya mempercepat perputaran barang serta menjaga cash flow perusahaan tetap lancar,” tambahnya.
Terkait aksesibilitas teknologi bagi pelaku usaha hingga tingkat UMKM, PT Sinarmasindo Sukses Sejahtera yang bergerak di bidang konsultasi memposisikan diri melalui moto “Your Partner in MISSION”. Liem Budhi menegaskan bahwa sebagai konsultan, pihak perusahaan bertolak dari misi masing-masing perusahaan untuk memberikan pendampingan investasi teknologi yang paling tepat dan efisien.
Sebagai penutup, Liem berpesan agar para pelaku industri furnitur terus memprioritaskan konsistensi kualitas, pengawasan (monitoring), serta pengembangan desain (design development) yang adaptif terhadap tren zaman guna mempertahankan daya saing di kancah internasional.
