Redaksi.co MAJENE : Gelombang amarah mahasiswa meluap di depan Kantor Bupati Majene. Skandal panas dugaan setoran bernilai fantastis Rp540 juta pada Program Revitalisasi Sekolah makin membakar publik, setelah Bupati Majene secara mengejutkan memilih “bersembunyi” dan enggan menemui massa aksi dari Aliansi Perjuangan Mahasiswa Sulawesi Barat (APMS).
Sikap bungkam sang kepala daerah seolah menyiram bensin ke dalam kobaran api. Ketidakhadiran Bupati memicu spekulasi liar dan pertanyaan menohok. Seberapa jauh lingkaran dalam pemerintahan daerah bermain dalam dugaan bagi-bagi ‘kue‘ anggaran pendidikan ini?
Muh. Nabir dari APMS menegaskan bahwa mangkirnya orang nomor satu di Majene tersebut makin memperkuat kecurigaan publik atas minimnya iktikad baik pemerintah daerah dalam membersihkan praktik “transaksional” di sektor pendidikan.
“Bupati tidak boleh diam, aparat penegak hukum tidak boleh pasif! Ketika anggaran pendidikan dipreteli untuk kepentingan tertentu, penegakan hukum adalah harga mati,” tegas perwakilan APMS.
APMS menuding anggaran pendidikan telah disulap menjadi komoditas transaksional. Dalam aksinya, mereka melempar 3 desakan pamungkas yang menyasar lingkaran pejabat inti:
1. Copot Pejabat Terlibat! Mendesak Bupati Majene segera mencopot Kadispora, Sekretaris Dispora, dan ASN bernama Imran Husadi yang diduga kuat menjadi dalang di balik polemik proyek sekolah ini.
2. Seret Semua Pihak ke Hukum! Mendesak Kejaksaan Negeri Majene, Polres Majene, dan Inspektorat untuk membongkar secara radikal ke mana aliran dana Rp540 juta itu mengalir—tanpa tebang pilih!
3. Bongkar Transparansi: Menuntut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga bersama Imran Husadi diseret ke hadapan publik untuk memberikan klarifikasi secara terbuka dan telanjang.
Skandal Rp540 juta ini diyakini baru gunung es dari borok tata kelola anggaran di Majene. APMS mengancam tidak akan mundur sejengkal pun sampai aliran uang haram tersebut diungkap terang benderang dan para pelakunya diseret ke meja hijau. Publik kini menanti, siapa yang bakal menyusul dan bertangung jawab atas dana pendidikan yang menguap ini? (ZUL)

