JAKARTA, Redaksi.co – Sebuah nama bisa menghilang, tetapi ingatan tentangnya tak mudah dipadamkan, Gagasan itulah yang kembali dihidupkan melalui film “Laut Bercerita”, adaptasi novel best seller karya Leila S. Chudori yang kini hadir dalam format layar lebar.
Film produksi Pal8 Pictures bersama VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink tersebut mempertemukan kisah kehilangan, persahabatan, keluarga, sekaligus keberanian anak muda dalam memperjuangkan Indonesia yang lebih demokratis.
Poster dan trailer resmi film ini diperkenalkan dalam acara di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026),Kehadiran trailer memperlihatkan perjalanan Biru Laut, diperankan Reza Rahadian, bersama kelompok mahasiswa Winatra yang memilih bergerak ketika kebebasan berpikir dan menyuarakan persoalan rakyat berada dalam tekanan.
Biru Laut dan kawan-kawannya tidak sekadar berbicara tentang perubahan, Mereka turun mendampingi persoalan petani hingga akhirnya menghadapi situasi yang mengubah hidup mereka.
Ketegangan cerita mencapai titik penting ketika Biru Laut dan sejumlah anggota Winatra menghilang secara misterius, Tidak ada kepastian tentang keberadaan mereka, Yang tersisa adalah keluarga, sahabat dan orang-orang terdekat yang terus mencari jawaban.
Di tengah penantian tersebut, Asmara Jati, diperankan Yunita Siregar, menjadi salah satu wajah paling kuat dari perjuangan mereka yang ditinggalkan, Sebagai adik Biru Laut, Asmara tidak berhenti mencari dan mempertahankan ingatan tentang kakaknya.
Sutradara Yosep Anggi Noen mengatakan film ini tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan kesedihan, tetapi juga menggali kehangatan persahabatan dan keluarga serta pengalaman manusia ketika berhadapan dengan kehilangan,
“Menunggu dan mencari, dalam beberapa hal, adalah bagian dari perlawanan,” ujar Yosep.
Bagi Reza Rahadian, film panjang ini memberikan ruang yang lebih luas untuk menggali karakter Biru Laut dibandingkan versi film pendek yang sebelumnya pernah ia perankan,Namun kedalaman cerita tetap dibangun melalui pendekatan naratif yang puitik.
Reza melihat sosok Biru Laut bukan sekadar karakter masa lalu, Semangatnya dinilai masih dapat ditemukan pada generasi muda yang memiliki keberanian untuk memperjuangkan perubahan,
“Kita hidup dari zaman ke zaman, akan selalu punya harapan,” kata Reza.
Sementara Yunita Siregar mengaku perjalanan emosional menjadi Asmara Jati bukan perkara ringan, Kisah keluarga yang harus menghadapi kehilangan tanpa kepastian membuat proses membaca naskah hingga menjalani peran tersebut menjadi pengalaman yang emosional.
Bagi Yunita, kehilangan tidak otomatis menghapus cinta, Justru melalui ingatan, seseorang tetap dapat hadir meski secara fisik tidak lagi berada di tengah keluarga,
“Berduka bukan berarti melupakan tapi mencintai dengan cara yang lain,” ujar Yunita.
Film ini juga diperkuat sejumlah nama besar perfilman Indonesia, di antaranya Christine Hakim, Eva Celia, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, dan Natalius Chendana.
Leila S. Chudori turut menulis skenario bersama Yosep Anggi Noen,Bagi Leila perpindahan kisah “Laut Bercerita” dari halaman novel menuju layar lebar diharapkan tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal sejarah dan kembali memikirkan masa depan Indonesia.
Menariknya, sebelum bertemu penonton Indonesia, film ini telah mendapat tempat di panggung internasional. “Laut Bercerita” terpilih dalam Main Competition Busan International Film Festival 2026 dan dijadwalkan menjalani World Premiere pada festival yang berlangsung 6–15 Oktober 2026.
Setelah itu, perjalanan film berlanjut ke bioskop Tanah Air, “Laut Bercerita” dijadwalkan tayang serentak di seluruh Indonesia mulai 29 Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.
Film ini pada akhirnya bukan hanya tentang seseorang yang menghilang,Ia membawa pertanyaan tentang bagaimana sebuah keluarga bertahan, bagaimana sahabat terus mencari, dan bagaimana sebuah generasi menjaga ingatan agar cerita tentang mereka yang pernah memperjuangkan perubahan tidak ikut hilang ditelan waktu.
