MAJENE, Redaksi.co – Kehadiran Agrowisata Bukit Moloku membawa warna baru bagi sektor pariwisata Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Berlokasi di Lingkungan Totoli, Kelurahan Banggae, destinasi yang resmi beroperasi sejak Desember 2022 ini tidak hanya menawarkan panorama perbukitan yang asri, tetapi juga menjadi simbol diversifikasi produk wisata yang memperluas pilihan destinasi di daerah.
Selama ini Majene dikenal sebagai daerah dengan potensi wisata bahari yang kuat. Namun, Agrowisata Bukit Moloku menghadirkan alternatif rekreasi berbasis alam pegunungan yang memadukan konsep wisata keluarga, edukasi, dan hiburan modern. Berbagai fasilitas seperti kolam renang, wahana bermain anak, serta spot foto berlatar hamparan perbukitan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Lebih dari sekadar tempat berlibur, Bukit Moloku juga menunjukkan bagaimana sektor pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi yang luas. Pengelola mengembangkan konsep agrowisata yang melibatkan kelompok tani di sekitar kawasan, sehingga pengunjung dapat menikmati sekaligus membeli hasil pertanian lokal sebagai oleh-oleh. Pola kolaborasi ini membuka peluang pasar baru bagi petani serta menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat.
Aktivitas wisata yang terus meningkat turut mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari kuliner, penjualan produk pertanian, hingga jasa pendukung pariwisata. Kehadiran destinasi ini menjadi penggerak ekonomi baru yang memberi manfaat langsung bagi warga di sekitar kawasan.
Di sisi lain, perkembangan Bukit Moloku juga berkontribusi terhadap pembangunan wilayah. Kawasan perbukitan yang sebelumnya belum banyak dimanfaatkan kini berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di Kabupaten Majene. Perbaikan akses jalan, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta tumbuhnya kawasan hunian di sekitar Perumnas Majene/Moloku menjadi indikator transformasi kawasan tersebut.
Dari perspektif pembangunan daerah, Agrowisata Bukit Moloku dinilai berpotensi menjadi salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui peningkatan kunjungan wisatawan. Kehadirannya sekaligus memperkuat posisi Majene sebagai daerah yang tidak hanya mengandalkan wisata pantai, tetapi juga mampu mengembangkan destinasi berbasis alam, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan perpaduan antara keindahan alam, rekreasi keluarga, pemberdayaan petani, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, Agrowisata Bukit Moloku menjadi contoh bagaimana sektor pariwisata dapat berkembang sebagai motor pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Majene.

