Redaksi.co MAMASA : Ruang publik Sulawesi Barat mendadak memanas. Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamasa (GPMM) resmi “menggedor” pintu markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar. Bukan sekadar bertamu, massa membawa berkas panas: laporan dugaan mangkraknya proyek pengaspalan jalan poros Uhailanu – Ralleanak yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp6,3 Miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2023.
Proyek yang ditukangi oleh CV. Gio Pratama ini dituding berubah wujud menjadi proyek “setengah matang“. Anggaran miliaran rupiah dikabarkan telah ludes mengalir, namun fisik jalan di lapangan dinilai jauh dari kata tuntas.
“Uang negara jangan dijadikan ladang proyek gelap!” cetus massa dengan nada meradang.
Koordinator GPMM Mamasa, Riskul, dengan gaya bicaranya yang lugas dan tanpa kompromi, menguliti kebobrokan di lapangan. Menurutnya, penderitaan masyarakat Desa Uhailanu dan Desa Ralleanak telah dijadikan komoditas pemborosan anggaran yang brutal.
“Hari ini kami resmi memasukkan laporan pengaduan ke Ditreskrimsus Polda Sulbar. Proyek jalan Uhailanu – Ralleanak senilai Rp6,3 miliar ini tidak selesai sebagaimana mestinya, tapi anggarannya sudah habis tak bersisa. Ini skandal yang harus diusut tuntas!” tegas Riskul berapi-api di hadapan awak media.
Bergerak cepat, delegasi GPMM langsung merangsek masuk ke ruang Ditreskrimsus Polda Sulbar untuk melakukan audiensi. Hasilnya? Pihak kepolisian berjanji tidak akan tinggal diam dan siap melakukan pendalaman kilat terhadap laporan “panas” ini.
Kini, bola panas ada di tangan aparat penegak hukum. GPMM menegaskan bahwa mereka tidak butuh janji manis atau birokrasi yang bertele-tele. Publik menuntut tindakan yang cepat, transparan, dan tanpa tebang pilih.
Nilai Proyek: Rp6,3 Miliar (Sumber: DAK 2023)
Kontraktor: CV. Gio Pratama
Lokasi: Poros Uhailanu – Ralleanak
Status Laporan: Resmi terbit di Ditreskrimsus Polda Sulbar
“Jangan sampai proyek bernilai miliaran rupiah ini hanya menjadi cerita gelap dan dongeng mistis di tengah masyarakat. Kami akan terus mengawal, menggedor, dan mengejar kasus ini sampai ada kepala yang bertanggung jawab di balik jeruji besi,” tutup Riskul dengan nada mengancam. (ZUL)

