Redaksi.co MAMASA : Bencana alam bertubi-tubi menerjang Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Longsor yang menghantam Dusun Sambaho, Desa Pamoseang, serta banjir bandang di Dusun Palado, Desa Indobanua, Kecamatan Mambi, menyebabkan listrik warga lumpuh total, akses transportasi terputus, dan puluhan keluarga kini hidup dalam keterisolasian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa langsung turun melakukan asesmen di dua titik terdampak pada 17 hingga 18 Mei 2026. Situasi paling parah terjadi di Dusun Sambaho setelah longsor menghancurkan fasilitas turbin listrik swadaya milik masyarakat yang selama ini menjadi satu-satunya sumber penerangan bagi tiga dusun, yakni Sambaho 1, Tambating, dan Sambaho 2.
Akibat bencana tersebut, sedikitnya 62 kepala keluarga kini harus menjalani aktivitas tanpa aliran listrik. Material longsor menghantam rumah turbin hingga ambruk dan menimbun berbagai fasilitas utama pembangkit listrik warga.
“Seluruh fasilitas turbin masyarakat mengalami kerusakan berat akibat longsor,” ungkap Kamaluddin dan M. Yahya P, warga Dusun Sambaho.
Kerusakan yang terjadi tidak hanya melumpuhkan penerangan rumah warga, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada pasokan listrik swadaya tersebut. Tiga pipa ukuran 6 inci dilaporkan rusak berat, sementara satu unit dinamo dan mesin turbin ikut hancur diterjang longsor.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Mamasa yang dipimpin Primus Leo mencatat sejumlah kebutuhan mendesak guna memulihkan listrik masyarakat. Mulai dari pengadaan pipa, tali pambel, kol, hingga mesin turbin baru.
“Kerusakan ini berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat dan aktivitas ekonomi warga,” kata Primus saat melakukan asesmen lapangan.
Di lokasi berbeda, banjir Sungai Aralle menghantam Dusun Palado, Desa Indobanua, hingga menyebabkan Jembatan Palado putus total. Debit air sungai yang mencapai sekitar 12 meter menghancurkan jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung bagi 19 kepala keluarga di wilayah tersebut.

Akibat putusnya jembatan, aktivitas warga lumpuh total. Masyarakat kesulitan keluar masuk kampung, sementara fasilitas air bersih juga mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.
“Warga sekarang kesulitan keluar masuk wilayah karena jembatan satu-satunya sudah putus,” ujar Kepala Desa Indobanua, Dulla M.
BPBD Mamasa kini memprioritaskan pembangunan kembali jembatan penghubung serta pemulihan jaringan air bersih bagi warga terdampak di Dusun Palado.
Kepala Dinas BPBD Kabupaten Mamasa, Alfredi Toding, menegaskan hasil asesmen cepat dari dua lokasi bencana tersebut segera dibahas bersama Tim TRC lintas sektor untuk menentukan langkah penanganan darurat dan tindak lanjut pemulihan.
“Hasil kaji cepat ini akan disampaikan kepada Tim TRC lintas sektor untuk dikaji bersama sebagai dasar rencana tindak lanjut penanganan,” tegas Alfredi.
Pemerintah daerah menjadikan hasil asesmen BPBD sebagai dasar utama percepatan penanganan infrastruktur rusak yang berdampak langsung pada kebutuhan dasar dan mobilitas masyarakat di Kecamatan Mambi. (ZUL)

