Top 5 This Week

Related Posts

Calo disebut bergerak terang-Terangan disamsat Sidoarjo kota,nama OKnum mulai disebut

Redaksi.co||Sidoarjo – Wajah pelayanan publik di Samsat Sidoarjo Kota kembali dipertanyakan publik.

Di saat pernyataan resmi menyebut praktik calo dan biro jasa ilegal tidak dibenarkan, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan hal yang sebaliknya: calo diduga masih bebas bergerak, menawarkan jasa secara terang-terangan, bahkan seolah tanpa rasa takut terhadap penindakan.(16/5/2026)

Ironisnya, dugaan praktik itu bukan terjadi di tempat tersembunyi. Berdasarkan penelusuran warga, aktivitas penawaran jalur cepat justru muncul di sekitar area pelayanan, tepat ketika masyarakat datang untuk mengurus administrasi kendaraan.

“Baru masuk sudah ditanya mau cepat atau biasa,” ungkap salah satu warga yang mengaku pernah didatangi perantara jasa.

Kalimat sederhana itu menjadi tamparan keras bagi citra pelayanan publik.

Sebab jika benar terjadi terus-menerus, maka publik berhak mempertanyakan:
apakah pengawasan di Samsat Sidoarjo Kota benar-benar berjalan, atau justru lumpuh di depan praktik lapangan?

Jalur Resmi Dipersulit, Jalur Perantara Diduga Dipermudah
Dari hasil investigasi lapangan, muncul pola yang dianggap janggal oleh masyarakat.

Pemohon jalur resmi disebut harus menghadapi antrean panjang, perpindahan loket, hingga proses yang memakan waktu.

Namun di sisi lain, pengguna jasa perantara dikabarkan memperoleh proses lebih cepat dan minim hambatan.

Kondisi ini melahirkan dugaan serius bahwa ada “dua wajah pelayanan” dalam satu institusi:
satu untuk masyarakat umum,
satu lagi untuk jalur akses tidak resmi.

Jika benar demikian, maka ini bukan lagi persoalan kecil tentang biro jasa biasa.

Ini menyentuh dugaan yang lebih berbahaya:
pelayanan publik diduga mulai dikendalikan oleh permainan akses dan kedekatan.

Nama Oknum Mulai Disebut, Publik Menuntut Pembuktian
Dalam percakapan warga dan hasil penelusuran lapangan, muncul nama seorang oknum anggota lantas berinisial A.B. yang disebut-sebut mengetahui atau diduga memiliki hubungan dengan jalur percepatan tersebut.

Tentu dugaan ini harus dibuktikan melalui pemeriksaan resmi dan asas praduga tak bersalah wajib dikedepankan.

Namun publik mempertanyakan satu hal yang sulit diabaikan:
mengapa praktik calo bisa tetap hidup jika benar tidak ada pembiaran dari dalam?

Sebab aktivitas yang berlangsung terbuka dan berulang membuat masyarakat sulit percaya bahwa semuanya murni ulah pihak luar.

Calo Seolah Kebal, Ketegasan Dipertanyakan
Yang paling mengusik publik bukan hanya keberadaan calo, tetapi kesan bahwa mereka bergerak begitu nyaman.
Mereka menawarkan jasa tanpa takut.

Mereka mendekati pemohon tanpa ragu.

Dan hingga kini, masyarakat mengaku belum melihat gebrakan besar yang benar-benar membersihkan praktik tersebut sampai ke akar.

Situasi ini menimbulkan kesan pahit:
aturan tampak keras kepada rakyat kecil, tetapi terlihat lunak terhadap permainan yang terjadi di sekitar pelayanan.
Desakan Publik: Bongkar Sampai Akar
Publik kini menunggu tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan normatif.

Jika memang serius ingin membersihkan Samsat dari praktik percaloan, maka langkah yang ditunggu masyarakat jelas:
operasi penertiban terbuka,
audit internal,
pemeriksaan terhadap oknum yang disebut warga,
dan transparansi hasil investigasi kepada publik.

Karena selama praktik ini masih terlihat hidup di depan mata masyarakat, maka kepercayaan publik akan terus terkikis.

Dan selama calo masih bebas menawarkan “jalur cepat”, satu pertanyaan akan terus menghantui Samsat Sidoarjo Kota:
siapa sebenarnya yang paling berkuasa di area pelayanan — aturan resmi, atau jaringan permainan lapangan?

Catatan redaksi: Tulisan ini disusun berdasarkan penelusuran lapangan dan pengakuan sejumlah warga. Semua dugaan tetap memerlukan verifikasi lebih lanjut dan hak jawab dari pihak terkait sesuai prinsip jurnalistik.(bersambung)

Popular Articles