Jakarta
Neyya Paramita menggelar Waisak Wellness Festival 2026 di Baywalk Mall, Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026. Acara yang digelar menjelang Hari Raya Waisak dan Hari Hipertensi Sedunia itu mengangkat isu kesehatan mental, kebahagiaan lansia, hingga pentingnya keseimbangan hidup.
Festival tersebut menghadirkan seminar kesehatan, pemeriksaan gratis, terapi relaksasi, hingga edukasi meditasi. Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Jakarta Kevin Wu dan Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Suliarna.
Kevin Wu Singgung Tingginya Tekanan Hidup Masyarakat Kota
Dalam sambutannya, Kevin Wu menilai kegiatan Waisak tidak seharusnya berhenti pada seremoni keagamaan. Menurut dia, perayaan spiritual perlu menyentuh persoalan sosial yang nyata, termasuk meningkatnya tekanan hidup masyarakat perkotaan.
“Hari ini dunia lagi banyak stres, banyak orang putus harapan, banyak yang merasa mentok menghadapi hidup,” ujar Kevin Wu.
Ia mengapresiasi langkah Neyya Paramita yang menggabungkan pendekatan kesehatan fisik dan ketenangan batin dalam satu kegiatan komunitas. Kevin menyebut model seperti itu mulai jarang ditemui di tengah kehidupan kota yang makin individualistis.
Di sela acara, sejumlah peserta lansia tampak duduk santai setelah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Ada yang datang bersama anaknya, ada pula yang mengaku baru pertama kali ikut kegiatan komunitas setelah lama lebih sering di rumah.
Kevin Wu juga mengingatkan pentingnya menyebarkan nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, masyarakat membutuhkan ruang untuk kembali menenangkan pikiran di tengah tekanan ekonomi dan sosial.
Meditasi dan Gaya Hidup Sehat Jadi Sorotan
Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Suliarna, mengatakan kesehatan mental kini menjadi tantangan yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Karena itu, ia mendukung konsep Waisak Wellness Festival 2026 yang menggabungkan meditasi dan edukasi kesehatan.
“Minimal 10 atau 15 menit untuk menengok ke dalam diri sendiri, sebelum tidur atau setelah bangun pagi,” kata Suliarna.
Ia menilai pola hidup masyarakat perkotaan semakin dekat dengan makanan instan dan ritme kerja cepat. Kondisi itu, menurut dia, membuat banyak orang lupa menjaga keseimbangan pikiran.
Suliarna juga mengapresiasi kepedulian komunitas terhadap isu lingkungan dan kesehatan. Ia menyinggung pentingnya memilih makanan sehat, mengelola stres, hingga menjaga hubungan sosial di usia lanjut.
Acara tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Waisak 2570 Buddhis Era yang puncaknya berlangsung pada 31 Mei 2026 di Candi Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah.

