Redaksi.co, Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan, mengatakan pentingnya peran alumni dan akademisi dalam mempercepat kedaulatan pangan dan energi nasional. Hal itu disampaikannya dalam agenda Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa bertema “Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Nasional” di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (2/5).

Zulhas menyebut sektor pertanian menjadi prioritas utama pemerintah, mulai dari penguatan komoditas padi, jagung, hingga perkebunan rakyat. Namun, menurutnya, upaya tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Tanpa dukungan pemanfaatan ilmu dan teknologi, kita tidak bisa berhasil. Misalnya pengembangan varietas baru padi, bibit kelapa, hingga hilirisasi produk,” ujar Zulhas.

Ia mencontohkan tren global yang mulai beralih menggunakan produk turunan kelapa sebagai pengganti susu dalam kopi, sebagai peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah komoditas.

Selain itu, Zulhas juga menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian tidak hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai sumber energi terbarukan. Program seperti E20 dan B50 dinilai membutuhkan keterlibatan para ahli untuk percepatan implementasi.

“Pertanian sekarang jadi sektor sangat penting, karena di situ kita juga kembangkan energi terbarukan. Tidak mungkin kita bisa mempercepat tanpa para ahlinya,” katanya.

Dalam forum tersebut, ia mengajak alumni IPB University untuk berperan aktif dalam inovasi dan pengembangan teknologi guna mendukung kemandirian pangan dan energi nasional.